Penyebab Utama Pemanasan Global !!!!!!

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 13
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/89338
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Letnan Satu
    Location
    29,92 hpa
    Posts
    1,808
    Power
    18 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Wks 20 Hrs 11 Mins 1 Sec

    Penyebab Utama Pemanasan Global !!!!!!



    Dalam laporan PBB (FAO) yang berjudul Livestock's Long Shadow: Enviromental Issues and Options (Dirilis bulan November 2006), PBB mencatat bahwa industri peternakan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang paling tinggi (18%), jumlah ini melebihi gabungan
    dari seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 saja, padahal industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan air bersih. Peternakan melepaskan 9 % karbondioksida dan 37 % gas metana (23 kali lebih berbahaya dari CO2). Selain itu, kotoran ternak menyumbang 65 % nitrooksida (296 kali lebih berbahaya dari CO2), serta
    64 % amonia penyebab hujan asam.



    Alarm tanda bahaya dampak pemanasan global berbunyi semakin nyaring. Pola pencairan es di Kutub merupakan salah satu indikatornya. Perubahan demi perubahan melaju dalam hitungan bulan. Tanggal 18 Maret 2008, Jay
    Zwally, ahli iklim NASA, memprediksi es di Arktika hampir semua akan mencair pada akhir musim panas 2012. Hanya dalam waktu dua bulan prediksi itu bergeser. Tanggal 1 Mei 2008 lalu, prediksi terbaru dilansir NASA: mencairnya semua es di Arktika bisa terjadi di akhir tahun 2008 ini. Sederet tanda-tanda bahaya yang telah terjadi sebelumnya adalah volume es di Arktika pada musim panas 2007 hanya tinggal setengah dari empat tahun sebelumnya. Es di Greenland yang telah mencair mencapai 19 juta ton. Fenomena terbaru lainnya, pada tanggal 8 Maret 2008 beting es Wilkins di Antartika yang berusia 1500 tahun pecah dan runtuh seluas 414 kilometer persegi (hampir 1,5 kali luas kota Surabaya atau sepertiga luas Jakarta).
    Ada 400 miliar ton gas Metana di dasar laut Kutub yang dapat memusnahkan kehidupan
    di Bumi,Efek domino apa yang membayang bila es di Arktika mencair semua? Mencairnya es di Arktika tidak akan menaikkan level permukaan air laut, melainkan akan mempercepat siklus pemanasan global itu sendiri. Bila es di Arktika mencair semua, 80% sinar matahari yang sebelumnya dipantulkan akan diserap 95% oleh air laut. Konsekuensi lanjut adalah potensi terlepasnya 400 miliar ton gas metana atau 3000 kali dari jumlah gas metana di atmosfer. Gas metana dapat terlepas akibat mencairnya bekuan gas metana yang stabil pada suhu di bawah dua derajat celcius. Seperti diketahui, gas metana memiliki efek rumah kaca 25 kali lebih besar dari gas CO2. Salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah terulangnya bencana kepunahan massal yang pernah terjadi pada 55 juta tahun yang lalu dikenal dengan masa PETM (Paleocene-Eocene Thermal Maximum). Saat itu, gas metana yang terlepas ke atmosfer mengakibatkan percepatan pemanasan global hingga mengakibatkan kepunahan massal. Bukti geologi lain menunjukkan kepunahan massal juga pernah terjadi 251 juta tahun lalu, pada akhir periode Permian. Akibat terlepasnya gas metana, lebih dari 94% spesies mengalami kepunahan massal. Kematian massal terjadi mendadak karena turunnya level oksigen secara ekstrem.

    Membaca fakta-fakta di atas, satu hal yang patut digarisbawahi adalah tenggat waktu yang semakin sempit. Dr. Rajendra K. Pachauri, Ketua IPCC, menekankan bahwa dua tahun ke depan merupakan masa tenggat penting untuk menghambat laju pemanasan global yang bergerak dengan sangat cepat. James Hansen, ahli iklim NASA, mengatakan bahwa kita telah berada di titik sepuluh persen di atas batas ambang kemampuan Bumi mencerna CO2. Artinya, kita telah melampaui titik balik. Pada level saat ini, tindakan yang harus diambil bukan lagi mengurangi, melainkan menghentikan.

    Kita butuh kecepatan dan ketepatan membaca masalah hingga dapat memilih solusi yang efektif. Solusi yang mampu berpacu dengan waktu untuk memperlambat laju pemanasan global. Berkaitan dengan ini, dalam konferensi persnya di Paris, 15 Januari 2008, Pachauri mengimbau masyarakat dunia dalam tingkat individu untuk: pertama, jangan makan daging. Kedua, kendarai sepeda. Ketiga, jadilah konsumen yang hemat.

    Mengapa "jangan makan daging" berada pada urutan pertama? Fakta berbicara, seperti laporan yang dirilis Badan Pangan Dunia FAO (2006) dalam Livestock's Long Shadow Environmental Issues and Options, daging merupakan komoditas penghasil emisi karbon paling intensif 18%), bahkan melebihi kontribusi emisi karbon gabungan seluruh kendaraan bermotor (motor, mobil, truk, pesawat, kapal, kereta api, helikopter) di dunia (13%). Peternakan juga adalah penggerak utama dari penebangan hutan. Diperkirakan 70% persen bekas hutan di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak. Setiap tahunnya, penebangan hutan untuk pembukaan lahan peternakan berkontribusi emisi 2,4 miliar ton CO2.



    Memelihara ternak membutuhkan energi listrik untuk lampu-lampu dan peralatan pendukung peternakan, mulai dari penghangat ruangan, mesin pemotong, mesin pendingin untuk penyimpanan daging. Mesin pendingin merupakan mata rantai paling tidak efisien energi listrik. Hitung saja mesin pendingin mulai dari rumah jagal, distributor, pengecer, rumah makan, pasar hingga sampai pada konsumen. Mata rantai inefisiensi berikutnya adalah alat transportasi untuk mengangkut ternak, makanan ternak, sampai dengan elemen pendukung lain dalam peternakan intensif seperti obat-obatan, hormon dan vitamin.

    Mata rantai lain yang sangat tidak efisien tapi telah berlaku demikian kronis adalah pemanfaatan hasil pertanian untuk peternakan. Dua pertiga lahan pertanian di muka Bumi ini digunakan untuk peternakan. Sebagai contoh, Eropa mengimpor 70% protein (kedelai, jagung dan gandum) dari pertanian untuk peternakan. Indonesia sendiri pada tahun 2006 mengimpor jagung untuk pakan ternak 1,77 juta ton. Prediksi produksi pakan ternak naik dari 7,2 juta ton menjadi 7,7 juta ton, kata Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas-Paulus Setiabudi (Kompas, 8 November 2007). Sementara itu, menurut data Indonesian Nutrition Network (INN), setengah dari penduduk Indonesia mengalami kelaparan tersembunyi (16 Sept 2005), sebagaimana yang dikemukakan oleh Menteri Kesehatan DR. dr. Fadillah Supari, SPJP(K).

    Tanggal 30 April 2008 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak segenap bangsa ini untuk bersama saling membahu menghadapi krisis pangan dunia. Akar masalah kelangkaan pangan jika dicermati salah satunya adalah krisis manajemen lahan itu sendiri. Secara matematis, inefisiensi pemakaian lahan pertanian untuk pakan ternak tercermin dari perhitungan kalori yang "terbuang" untuk membesarkan ternak cukup. Pakan yang selama ini diberikan kepada ternak dapat memenuhi kebutuhan kalori 8,7 miliar orang! Berarti masih ada kelebihan kalori untuk 2,1 miliar orang. Sebenarnya tidaklah sulit untuk memahami mendesaknya perubahan pola makan ini, yakni perubahan ke pola makan yang mata rantainya pendek. Perut manusia bisa langsung mencerna kedelai, jagung dan gandum tanpa harus melalui perut ternak terlebih dahulu. Tidakkah beralih ke pola makan bebas daging justru dapat menjadi solusi ketimpangan akses pangan seluruh dunia?



    Pertanian untuk pakan ternak itu sendiri merupakan penyumbang 9% CO2 (karbondioksida) , 65% N2O (dinitrooksida) dan 37% CH4 (metana). Perlu diketahui efek rumah kaca N2O adalah 296 kali CO2, sedangkan CH4 adalah 25 kali CO2. Satu lagi masalah industri peternakan yang sangat krusial yakni, inefisiensi air. Sekian triliun galon air diperuntukkan untuk irigasinya saja. Sebagai gambaran sederhana, untuk mendapatkan satu kilogram daging sapi mulai dari pemeliharaan, pemberian pakan ternak, hingga penyembelihan seekor sapi membutuhkan satu juta liter air! Data yang dihimpun Lester R. Brown, Presiden Earth Policy Institute dan Worldwatch Institute, memaparkan dalam bukunya "Plan B 3.0 Mobilizing to Save Civilization" (2008) bahwa karena untuk memproduksi satu ton biji-bijian membutuhkan seribu ton air, tidak heran bila 70% persediaan air di dunia digunakan untuk irigasi.



    Jejak emisi gas rumah kaca daging terukur jelas. Dr Rajendra memberi ilustrasi konversi energi untuk memelihara sampai menghasilkan sepotong daging sapi, domba atau babi sama besar dengan energi yang dibutuhkan untuk menyalakan lampu 100 watt selama 3 minggu. Satu kilogram daging menyumbang 36,4 kg CO2, tidak heran bila data dari film dokumenter "Meat The Truth" menyebutkan emisi CO2 seekor sapi selama setahun sama dengan mengendarai kendaraan sejauh 70.000 km. Penelitian di Belanda (www.partijvourdedi e.en.el) mengungkapkan, seminggu sekali saja membebaskan piring makan dari daging masih 7,6 kali lebih cepat dibandingkan gerakan hemat energi skala rumah tangga dalam setahun.


    Penelitian paling gres yang dilakukan Prof. Gidon Eshel dan Pamela A. Martin ("Diet, Energy and Global Warming") merunut kontribusi setiap potongan daging terhadap emisi karbon. Penelitian ini diakui secara ilmiah dan dipublikasikan dalam jurnal bergengsi para ilmuwan Earth Interaction Vol. 10 (Maret 2006). Jumlah gas rumah kaca yang diemisikan oleh daging merah, ikan, unggas, susu dan telur jika dibandingkan dengan diet murni nabati/vegan, ternyata jika satu orang dalam setahun mau mengganti diet hewani mereka ke diet nabati murni/vegan akan mencegah emisi CO2 sebesar 1,5 ton. Lima puluh persen lebih efektif daripada upaya mengganti mobil Toyota Camry ke mobil Toyota Prius hybrid sekalipun yang ternyata hanya mampu mencegah 1 ton emisi CO2.



    Objektivitas akan menuntun kita untuk mengakui pola konsumsi daging sebagai kontributor terbesar emisi gas rumah kaca. Pilihan kita tidak banyak, mengingat tenggat waktu yang demikian sempit. Mengutip tulisan Senator Queensland, Andrew Bartlett, bahwa seluruh dunia tidak mesti menjadi vegetarian atau vegan untuk menyelamatkan planet kita, tapi kita harus mengakui fakta-fakta ilmiah ini, bahwa jika kita tidak mengurangi konsumsi produk hewani, kesempatan kita untuk menghentikan perubahan iklim adalah nihil. Menurut Bartlett, tidak ada langkah yang lebih murah, lebih mudah dan lebih cepat untuk dilakukan yang dapat mengurangi kontribusi tiap individu terhadap emisi gas rumah kaca selain memangkas jumlah konsumsi daging dan produk susu dan olahannya.
    Aksi untuk hemat bahan bakar kita masih banyak bergantung pada fasilitas umum. Upaya yang paling bisa kita lakukan adalah menggunakan kendaraan umum. Namun, sudah menjadi rahasia umum, tidak mudah untuk menggunakan kendaraan umum jika berhadapan dengan kepentingan keamanan, dan untuk ini kita masih bergantung pada kebijakan pemerintah. Aksi hemat energi dalam konteks yang paling ideal bergantung pada teknologi. Sumber energi paling ramah lingkungan yakni tenaga angin, air, dan matahari, masih jauh membutuhkan teknologi dan biaya yang tidak kecil. Butuh waktu yang panjang dan upaya ekstra untuk menggerakkan kesadaran massal untuk hemat energi, hemat listrik, hemat bahan bakar karena harus berhadapan dengan kebiasaan dan perilaku yang telah mengakar.


    Mengubah pola makan juga berhadapan dengan kebiasaan yang telah mengakar. Namun, memegang sendok dan akhirnya menjatuhkan pilihan apa yang akan dimasukkan ke mulut kita, sepenuhnya berada di kendali kita. Langsung bisa dilakukan! Jarak antara piring dan mulut kita mungkin hanya sejarak panjang sendok, membalikkan isi sendoknya hanya butuh waktu sekedipan mata, tapi kendalinya ada pada mindset tiap kita. Sejenak, biarkan kepala dingin hadir. Mari dengan mata jernih melihat realitas, mengakui fakta betapa tekanan pola konsumsi daging sedemikian hebatnya pada daya dukung Bumi. Sejenak merasakan beban berat Bumi ini mungkin akan menggeser pilihan kita ke pola konsumsi tanpa daging, pola yang jauh lebih ramah Bumi.



    together we can save our earth...



    source : http://www.pemanasanglobal.net

  2. Delapan Satu
  3. #2
    Letnan Satu
    Location
    magelank,sala3,bali,now at karawaci
    Posts
    1,816
    Power
    18 
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A


    memang kita sekarang ini harus prihatin sama perubahan iklim yang ga kira2.....

    extreme bgt perubahannya......

    ayo dimulai dari diri kita sendiri.......masing2 kita......


    LET'S SAVE OUR EARTH 4 OUR NEXT GENERATION

  4. #3
    Sersan Satu
    Location
    Tng
    Posts
    445
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Hrs 54 Mins 41 Secs
    iya, pernah nonton di Daai TV...
    jumlah energi yg dibutuhkan utk sepotong daging ternyata besar juga...

    kl kurangin makan daging, makan apa penggantinya?

    MUI brani ga tuh buat FAtwa kurangin kurban sapi & kambing utk kurban...
    secara terbukti menyumbang pemanasan global

  5. #4
    Letnan Kolonel
    Location
    altezza_zita@yahoo.com/satyrwebstore@yahoo.com
    Posts
    6,187
    Power
    139 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 10 Hrs 36 Secs
    kurbannya pake sayur aja
    www.satyrwebstore.web.id - automotive online store since 2006
    Osram, Forch, DS, Wealthy, K&N, Michelin, Denso, NGK, NWB, Castrol, Mobil, Shell, Aral, Total, etc

  6. #5
    Sersan Mayor
    Posts
    761
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Days 7 Hrs 46 Mins 10 Secs
    wah keren2...

    tp menurut gua sih kalo masalah gak makan daging agak susah ya.. 50% makanan bergizi kan dari hewan ternak.. telur, susu, daging itu sendiri..
    jadi gak akan bisa kalo emang semua org harus vegetarian..
    mungkin kalau dikurangi masih bisa..

    jadi lebih baik mending reboisasi, penghijauan, daur ulang, reuse, recycle, and reduce..
    gunain bahan bakar sebaik2nya, air + listrik seperlunya itu udah cukup membantu ko...
    daerah resapan tu biar gak banjir..

    mendingan gitu kan drpd harus jadi pure vegetarian? heee

  7. #6
    Letnan Kolonel
    Location
    altezza_zita@yahoo.com/satyrwebstore@yahoo.com
    Posts
    6,187
    Power
    139 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 10 Hrs 36 Secs
    ga juga bro. kata sapa makanan sehat cuma dari daging?

    protein ga cuma dari daging. bisa aja dari tahu dan tempe.

    justru daging itu sumber racun

    makanya liat aja yg vegetarian (menurut penelitian) lebih sehat

    sayang ya padahal daging tu enak.
    www.satyrwebstore.web.id - automotive online store since 2006
    Osram, Forch, DS, Wealthy, K&N, Michelin, Denso, NGK, NWB, Castrol, Mobil, Shell, Aral, Total, etc

  8. #7
    Letnan Satu
    Location
    magelank,sala3,bali,now at karawaci
    Posts
    1,816
    Power
    18 
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A
    tapi klo dipikir lebih jauh......

    seumpama qta semua jadi vegetarian.......terus semua ternak sapi ato kambing ato ayam dilepas di alam liar dan dibiarin berkeliaran.....trus mereka khan makan rerumputan yang ada tuh......dengan dibiarkan bebas begini pertumbuhan dan perkembang biakan mereka tidak akan terkontrol.....populasi mereka bertambah banyak......truz klo makanan mereka mulai abis.....mereka mulai menginvasi lahan2 kita dan makanin sayur2an qta gimana donk?????

    truz Tuhan menciptakan hewan yang memang halal buat dimakan buat apa coba????

    memang klo sampai keterlaluan ya ga baik.....tapi klo masih wajar ya oke2 aja lah gw bilang.....

    semua diciptakan kan pasti ada maksudnya......ya ga sih???

  9. #8
    Letnan Kolonel
    Location
    altezza_zita@yahoo.com/satyrwebstore@yahoo.com
    Posts
    6,187
    Power
    139 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 10 Hrs 36 Secs
    bener jg ya... masa mesti dibikin punah

    kan kasian
    www.satyrwebstore.web.id - automotive online store since 2006
    Osram, Forch, DS, Wealthy, K&N, Michelin, Denso, NGK, NWB, Castrol, Mobil, Shell, Aral, Total, etc

  10. #9
    Letnan Dua
    Posts
    1,488
    Power
    20 
    M-Store Point
    0
    Online
    15 Hrs 30 Mins 18 Secs
    Quote Originally Posted by satyr2 View Post
    ga juga bro. kata sapa makanan sehat cuma dari daging?

    protein ga cuma dari daging. bisa aja dari tahu dan tempe.

    justru daging itu sumber racun

    makanya liat aja yg vegetarian (menurut penelitian) lebih sehat

    sayang ya padahal daging tu enak.
    indomi jg kok tyr..liat aja di kemasan blakangnya..mengandung vitamin jg..wakakakka

  11. #10
    Sersan Mayor
    Posts
    761
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Days 7 Hrs 46 Mins 10 Secs
    Quote Originally Posted by satyr2 View Post
    ga juga bro. kata sapa makanan sehat cuma dari daging?

    protein ga cuma dari daging. bisa aja dari tahu dan tempe.

    justru daging itu sumber racun

    makanya liat aja yg vegetarian (menurut penelitian) lebih sehat

    sayang ya padahal daging tu enak.

    bukannya cuma dari daging... berasal dr hewan ternak..
    tp masak makan tahu tempe mulukkk??? eneeggggg....

    hahahaha nasi tahu tempe + sambel.. menu plg murah tu di warteg.. haha

 

 
Page 1 of 2 12 LastLast
MBtech Mega Glodok Kemayoran

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Replies: 17
    Last Post: 27th June 2012, 13:41
  2. 5 Penyebab Utama Mobil Terbakar
    By 959JS in forum Berita Otomotif Mobil
    Replies: 27
    Last Post: 25th June 2012, 17:51
  3. Global Eco Journey
    By Lolmeneouse in forum Racing Events
    Replies: 0
    Last Post: 15th March 2011, 20:39
  4. Bukti Pemanasan Global atau Global Warming
    By rams_liberu in forum Automotive
    Replies: 23
    Last Post: 26th June 2009, 09:01
  5. [b]ATTENTION!!PEMANASAN DEMO BURUH
    By E200K in forum Automotive
    Replies: 6
    Last Post: 30th April 2008, 22:58
Back to top