Empati

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Results 1 to 9 of 9
Thread: Empati
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/73306
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Letnan Dua
    Location
    MADE IN JAPAN
    Posts
    1,065
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 1 Day 8 Hrs 52 Mins 47 Secs

    Post Empati

    EMPATI
    By: Andy F Noya

    Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.

    Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan. Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari.

    Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada.

    Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika saya terlalu asyik menyantap makanan.

    Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan

    sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa.


    Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru

    saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik

    perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan.

    Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.


    Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.


    Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah ke luar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.

    Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.


    Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk

    membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka. Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.

    Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan, umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan.

    Keteladanan kecil yang berdampak besar.


    Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.


    Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku "Chiken Soup", saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di

    belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.


    Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.


    Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata "terima kasih" saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "magic words" yang akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.


    Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. "Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?'' Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.


    Saya membayangkan, alangkah indah nya hidup kita jika kita dapat membuat orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran.


    Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.


    Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk berjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.


    Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain.

    Mulailah dari hal-hal kecil-kecil.

    Mulailah dari diri Anda lebih dulu.

    Mulailah sekarang juga.




    PS: Go green and safe the planet

  2. Delapan Satu
  3. #2
    Brigadir Jendral
    Location
    West Jakz
    Posts
    12,185
    Power
    140 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 22 Hrs 32 Mins 58 Secs
    nice thread bro...yg angkot, kopaja dll itu susah utk ga nahan emosinya..hueee

  4. #3
    Sersan Dua
    Location
    ℐɕℎ ℒ℩ℯɓℯ ɗ℩ɕℎ
    Posts
    204
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    43 Mins 4 Secs
    pantas di renungkan sejenak....................

  5. #4
    Kapten
    Location
    tanah betawi
    Posts
    2,990
    Power
    30 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Mths 2 Wks 2 Days 9 Hrs 16 Mins 29 Secs
    fiuhh slese jg bacanya...
    bgs bro...

  6. #5
    Letnan Satu
    Location
    Cibubur
    Posts
    1,847
    Power
    24 
    M-Store Point
    0
    Online
    6 Days 16 Hrs 12 Mins 19 Secs
    Quote Originally Posted by somay696 View Post
    pantas di renungkan sejenak....................
    Tumben baca ginian?? Wkwkwkwwkwk

  7. #6
    Letnan Satu
    Location
    crava gadinkk
    Posts
    1,720
    Power
    10 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 12 Hrs 26 Mins 42 Secs
    mantab bro nice info to make some change...hahahhahaaha

  8. #7
    Brigadir Jendral
    Location
    Surabaya Yg Puanas Bok,..
    Posts
    11,521
    Power
    60 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Wks 3 Days 22 Hrs 52 Mins 30 Secs
    wahh mantap neh,..sip sip sip ,..^^

  9. #8
    Kolonel
    Location
    Malang
    Posts
    9,671
    Power
    71 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Hrs 49 Mins 35 Secs
    capeekk bacanya.................. kebayakan tulisan


    sepertinya yg seperti ini di kota besar sudah jarang ada, apa lagi kalo pas lagi buru buru trus kena macet, pasti bawaannya uring uringan mulu.

    peace

  10. #9
    ID Ini Dicurigai Melakukan Penipuan di http://modifika.si/586663
    Location
    Unknown
    Posts
    28,627
    Power
    134 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 4 Hrs 39 Mins 17 Secs
    nice post gan....

 

 
Venom 300x250 MBtech

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Replies: 17
    Last Post: 9th June 2015, 14:17
Back to top