Mengapa kita suka yang palsu ???

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 5 12345 LastLast
Results 1 to 10 of 42
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/69323
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Brigadir Jendral
    Location
    Kelapa Gading
    Posts
    10,443
    Power
    72 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Mths 1 Wk 1 Day 19 Hrs 43 Mins 45 Secs

    Mengapa kita suka yang palsu ???

    # nemu di internet aja terus pikir boleh juga taro di chat buat kita baca2x #






    Majalah Time pernah melaporkan bahwa di Hong Kong diperlukan seorang ahli kulit dan sebuah mikroskop untuk membedakan tas Alma seharga HK$36 dari Louis Vuitton yang aslinya HK$465. Siapa yang tidak tergiur membeli yang palsu? Kualitasnya tentu memadai. Kalau bisa meniru semirip mungkin, tentu kualitasnya mendekati juga.



    Kita hidup dalam era kepalsuan. Ada rambut palsu, bulu mata palsu, cat rambut, payudara silicon, alis tato, lensa kontak warna, ada pula pemutih badan dan krim anti penuaan dini. Jika kita tidak ragu memalsukan tubuh, maka jangan heran bermunculan tawaran barang-barang aspal, Ďaslií ternyata palsu.



    Asia Wall Street Journal melaporkan bahwa penggemar barang palsu termasuk kalangan atas, kelompok yang mampu beli barang asli, dan bahwa kegemaran itu sudah melanda negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada. Jadi tidak aneh jika ekspatriat di Jakarta, yang berpenghasilan dalam dolar, ternyata membeli tas Louis Vuitton aspal di Blok M.



    Shakespeare boleh saja berkata apalah arti sebuah nama, tapi faktanya, nama sangatlah berarti. Nama telah berkembang menjadi identitas, symbol status. Ada sebagian orang yang logomaniak. Mereka memerlukan barang bermerek untuk menunjukkan citra dirinya. Sebagian lain perlu barang bermerek untuk masuk ke dalam kelompok berstatus social tertentu.



    Pakaian kita menunjukkan siapa kita. Kita pilih pakaian yang bagus dan bermerek terkenal karena ingin menimbulkan citra yang baik, bahkan rasa hormat dari orang lain. Begitu kuatnya keinginan itu dan keinginan agar diterima oleh kelompok social tertentu, sehingga terasa perlu membeli barang-barang bermerek asli ataupun kalau tak mampu dan tidak mau mengeluarkan uang banyak, beli yang palsu pun tak apa.



    Produsen menangkap keinginan itu. Setiap merek dibuatnya untuk menunjukkan gaya hidup tertentu. Contohnya Ralph Lauren dengan logo pemain polo yang identik dengan olahraganya keluarga kerajaan Inggris. Dengan logo itu RL berusaha mencerminkan citra kelas atas yang sudah lama mapan seperti keluarga kerajaan Inggris yang kaya sejak jaman kereta kuda masih menjadi kendaraan. RL berulangkali mengatakan yang ia jual adalah gaya hidup. Padahal yang membeli produknya bisa saja termasuk para orang kaya baru, seperti industriawan, pengusaha property, pialang saham, pengusaha IT, yang bukan termasuk kelas atas yang sudah lama mapan.



    Media massa menjadi sarana bagi produsen untuk pemasarannya. Lewat iklan dan publisitas trendsetters, produsen mempengaruhi gaya hidup kita.



    Didorongnya kita untuk mengidentifikasikan diri dengan barang bermerek supaya ,asuk dalam golongan orang-orang bergaya, kelas atas. Kita dibuatnya menginginkan pengalaman-pengalaman yang tidak pernah kita alami dengan membeli barang bermerek itu. Seakan-akan tanpa label terkenal, meski kualitasnya baik, suatu barang tidaklah menarik untuk dimiliki. Pikiran kita dibutakannya terhadap label-label yang tidak dan kurang terkenal.



    Yang Penting Gaya?

    Harga barang bermerek terkenal umumnya mahal, tidak terjangkau oleh kebanyakan orang. Biaya produksinya memang tinggi karena menggunakan bahan, pekerja, desainer dengan kualitas terbaik, bahkan melalui eksperimen berkali-kali. Tahukah Anda kalau tas Louis Vuitton harus mengalami uji coba dilempar banting seribu kali untuk lulus dari tes kualitas control?



    Biaya pemasaran menjadikan nilai barang itu lebih tinggi lagi. Setiap meluncurkan desain terbaru, produsen membuat pagelaran yang spektakuler untuk menyampaikan citra gaya hidup yang dijualnya. Mereka menggunakan jasa top model yang mahal serta mengundang wartawan dari segala penjuru dunia. Itulah sebabnya barang bermerek menjadi tinggi nilainya.



    Publisitas itu membuat konsumen memberi penghargaan tinggi terhadap suatu label sehingga nilai barangnya ikut meningkat juga. Itu memang strategi produsen.



    Karena begitu gencarnya publisitas, kita jadi terdorong untuk memiliki barang bermerek itu tapi dengan harga yang lebih murah. Ini tentu peluang bisnis bagi produsen barang aspal.



    Masyarakat kelas atas jadi tertarik menggunakan yang palsu. Apalagi di tengah resesi dunia pasca peristiwa 9/11 dan meningkatnya harga minyak bumi. Sebelum terjadi hal itu pun sudah terasa harga barang bermerek tidak masuk akal. Jujur saja saat ini kebanyakan orang memperoleh uang dengan kerja keras bukan dari warisan seperti pada jaman feodal. Tentu saja kerelaan membuang uang untuk mendapatkan barang asli pun menurun.



    Selain itu, mode pun cepat berganti. Baru saja membeli barang yang sedang trend, sudah muncul tawaran desain teranyar. Buat apa beli barang yang asli dan mahal kalau hanya ingin dibilang trendy? Bukankah yang penting gaya?



    Apakah kita sadar citra diri bukan dibentuk oleh barang bermerek, tapi oleh sikap? Apa dengan membeli barang bermerek asli atau palsu maka masalah kita selesai? Kalau Anda tidak memiliki dana mengapa harus membeli yang palsu? Kita tidak hidup dalam imajinasi yang ditawarkan media dan iklan. Saat ini sudah ada barang-barang yang kurang terkenal tetapi kualitasnya baik serta harganya terjangkau.



    Kalau sikap kita menunjang, kita tidak butuh merek untuk masuk ke kelompok berstatus social tertentu. Orang yang punya sikap tidak mudah ikut arus. Ada ungkapan ikan yang hidup menantang arus, ikan yang mati terbawa arus.



    Di era kebebasan berkreasi ini Anda dapat membuat pernyataan mode pribadi dengan membeli barang berkualitas tanpa menjadi korban mode. Bukan yang penting gaya, tetapi yang penting sikap.

  2. Delapan Satu
  3. #2
    ID Ini Dicurigai Melakukan Penipuan di http://modifika.si/586663
    Location
    Unknown
    Posts
    28,627
    Power
    134 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 4 Hrs 39 Mins 17 Secs
    hahaha bner tuh...... barang2 ky lv gucci mah orang mendingan beli kw supernya...... bosen tinggal beli lagi

  4. #3
    Kopral Satu
    Posts
    54
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A
    asli palsu........gak penting!!

  5. #4
    Kapten
    Location
    Driver Seat
    Posts
    2,070
    Power
    31 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 16 Hrs 3 Mins 27 Secs
    Quote Originally Posted by RraditzZ View Post
    hahaha bner tuh...... barang2 ky lv gucci mah orang mendingan beli kw supernya...... bosen tinggal beli lagi
    bener juga tuch Bos..
    N.E.V.E.R. regret anything that once made you S.M.I.L.E.

  6. #5
    Brigadir Jendral
    Location
    STICKYTOMS.COM
    Posts
    13,313
    Power
    82 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Mths 6 Days 11 Hrs 15 Mins 29 Secs
    yang penting kualitas..
    barang2 asli banyak juga yang overpriced..jadi klo yg palsu kualitasnya ga jauh beda ya demen lah orang2..

  7. #6
    Kopral Dua
    Location
    kuta kembang
    Posts
    30
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A
    hmmm...
    kadang yang asli masih rare...
    eeh yang palsu lebih cepet nongol di pasaran...

  8. #7
    Letnan Dua
    Location
    Jak.SeL Sate-Sate-Sate
    Posts
    1,471
    Power
    35 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 6 Hrs 5 Mins
    menurut gw yang penting fungsinya dan daya tahan.

  9. #8
    Kolonel
    Location
    Bandung
    Posts
    7,566
    Power
    14 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 3 Days 15 Mins 51 Secs
    yang penting murah ma gaya

  10. #9
    Kapten
    Location
    heavenly earth
    Posts
    2,122
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Hrs 31 Mins 9 Secs
    ya bgm ya, kenyataannya dvd movie pun sampai beli yg pinggir jalan

  11. #10
    Sersan Satu
    Location
    Bandung
    Posts
    316
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A
    Quote Originally Posted by FuNN View Post
    hmmm...
    kadang yang asli masih rare...
    eeh yang palsu lebih cepet nongol di pasaran...
    Yang ini ada benarnya juga. Contoh paling simple lah. DVD game baik itu buat konsol (Kecuali PS3) maupun PC.
    Jarang banget yang jual aslinya, bahkan di mall besar pun masih pada jual bajakan. Ya orang jadinya pada pilih yang bajakan aja, kan?

    Quote Originally Posted by tranquility View Post
    ya bgm ya, kenyataannya dvd movie pun sampai beli yg pinggir jalan
    Iya, DVD movie juga. Ini cwe gw yang ngalamin. Dia mau beli DVD ori Dream Girls, tapi ditunggu2 ga keluar juga tuh...

    Kalo masalah produk seperti tas, jam tangan, pakaian, dll emang susah sih. No comment ah...

 

 
Page 1 of 5 12345 LastLast
NGK Busi Mega Glodok Kemayoran

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. yang mau BANGSA KITA (BUKAN RAS KITA) MAJU
    By n1ghtH4wk in forum Automotive
    Replies: 118
    Last Post: 23rd June 2015, 11:49
  2. Replies: 70
    Last Post: 9th June 2015, 15:21
  3. Apa yang cewek suka dari mobil kita?
    By Aerio_standard in forum Diskusi Otomotif Lain-Lainnya
    Replies: 1016
    Last Post: 26th April 2014, 05:44
  4. Replies: 23
    Last Post: 12th December 2009, 01:00
Back to top