Tepat 25 tahun lalu, Lotus Elise diresmikan untuk pertama kalinya. Sekarang mendekati akhir masa produksi yang panjang, Elise roadster telah mendapatkan status ikonik.





Mobil ini juga mewujudkan elemen inti Lotus: sederhanakan, lalu buatlah semakin ringan. Body fiberglassnya terikat pada sasis aluminium dan Elise Series 1 beratnya hanya 724 Kg. Itu adalah dan tetap menjadi driver's car yang murni.

Menariknya, Patrick Peal yang menjabat sebagai kepala komunikasi Lotus pada tahun 1995 ingat bahwa nama Elise bukanlah pilihan awal.

Awalnya, itu disebut Lotus 111, diucapkan sebagai One-Eleven, untuk memperingati Lotus Eleven tahun 1956 dan Lotus 23 dari tahun 1962. Elise dianggap sukses spiritual untuk keduanya. Namun, kemudian bos Lotus, Romano Artioli menyarankan nama Elise. Cucu perempuannya yang bernama Elisa adalah inspirasinya.

"Saya bahkan telah membeli pelat nomor M111 LCL untuk digunakan pada salah satu prototipe, dan sudah mengisyaratkan kepada media bahwa ini akan menjadi nama mobil baru," kenang Peal. "Kalau dipikir-pikir, Tuan Artioli benar. Elise adalah nama yang tepat untuk mobil itu, berbagi dengan seorang gadis kecil yang lucu -Elisa- yang membantu meluncurkan mobil itu ke dunia."

Setelah beberapa perselisihan, keputusan dibuat untuk meluncurkan mobil di Frankfurt Motor Show tahun itu dan warna mettalic racing green yang dipadu dengan interior tan (cokelat).

Tahun depan, mobil sport Lotus yang serba baru diharapkan tiba, meskipun belum pasti apakah ia akan memiliki nama Elise. Namun tidak masalah, Lotus Elise merevolusi segmen mobil sport dengan cara yang bahkan tidak dapat dilakukan oleh Lotus Evora yang jauh lebih bertenaga. (carbuzz 15/9/2020)