Didiagnosis mengidap Duchenne Muscular Dystrophy (DMD), di mana ototnya menjadi lemah dan mengalami disabitilas, seorang pemuda asal Bangladesh bernama Fahim Ul Karim tidak putus asa dan tetap optimistis untuk menghidupi keluarganya dengan bekerja sebagai freelance desainer melalui internet. Fahim Ul Karim mengaku fisikawan terkenal Stephen Hawking adalah sumber inspirasi yang hebat baginya.

Diketahui, Fahim Ul Karim, telah mengidap penyakit genetika langka sejak 2007, ketika dia berusia sembilan tahun. Pada tahun 2012, seluruh tubuhnya menjadi tidak aktif kecuali dua jari di tangan kanannya. Namun, pada 2016, orang tua Karim mengambil pinjaman sebesar 45.000 taka Bangladesh (Rp 7,9 juta) dari bank. Uang tersebut dipergunakan untuk membeli laptop serta berlangganan paket internet bulanan.

Melalui internet dan DVD, Karim hanya membutuhkan waktu empat bulan untuk belajar aplikasi Photoshop. Pada Februari 2017, dia mendapat pesanan desain pertamanya dari konsumen luar negeri. “Sampai saat ini, saya telah bekerja untuk konsumen dari sekitar 30 negara, dan saya terutama mengerjakan desain cetak,” ungkap Karim.

Karim tidak bekerja untuk dirinya sendiri, dia juga mengajarkan keterampilannya kepada 50 pemuda di seluruh Bangladesh. “Saya bersama beberapa freelancer lainnya melakukan kampanye media sosial untuk jutaan anak muda di negara saya agar mereka dapat belajar dan menghasilkan sumber pendapatan sendiri,” ujar Karim.

Meski dengan berbagai keterbatasan, Karim kini menjadi tulang punggung keluarga dan menjadi pencari nafkah tunggal bagi keluarganya. Ayahnya, Mohammad Rezaul Karim, harus meninggalkan pekerjaannya dari sebuah perusahaan swasta pada 2018 untuk merawat Karim. Sejak saat itu, Karim bekerja siang dan malam. Dalam waktu dua tahun, dia sudah bisa membeli properti di dekat Magura, di mana dia juga membangun sebuah rumah kecil.