E34 530i Non individual rebuild
Rekeningku.com Forum Header 320x100 Blackvue
Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 17
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/668328
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Prajurit
    Posts
    11
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 7 Hrs 48 Mins 28 Secs

    E34 530i Non individual rebuild

    Setelah membaca beberapa thread di sini ane jadi agak terinspirasi juga untuk membagi cerita saya dalam usaha saya dalam mencoba untuk membangun mobil tua. Sebenarnya saya agak ragu juga untuk menulis thread seperti ini, tapi sekarang saya coba untuk membahas suka dukanya mencari dan membangun mobil tua ini yang masih jauh dari kata selesai. Semoga moga cerita saya bisa menjadi pelajaran bagi kawan kawan yang lain, dan mungkin ada beberapa hal yang saya coba dan akan dikerjakan mungkin bisa dapat beberapa petunjuk dari kawan kawan disini

    Dalam menulis ini saya akan coba untuk membagi beberapa phase penulisan:
    1. latar belakang, dan permasalahan secara general
    2. Penyelesaian lampu lampu, exterior dan beberapa hal kecil lainnya
    3. Penyelesaian masalah AC
    4. Refresh interior
    5. Refresh coolant circulation system
    6. Suspension dan steering system
    7. Engine service
    8. Power transmission
    9. Lain lain printilan
    Saya rasa bsa dimulai dari latar belakang dan kondisi awal mobil (belum semuanya)

    Latar Belakang

    Setelah beberapa minggu berada di rumah, ane menjadi gatal pengen coba ngebangun mobil. mungkin karna kebanyakan nonton you tube atau lihat lihat forum dari luar tentang suka duka membangun mobil. Pertama tama ane mencoba untuk mencari mobil 'mas boy' e34 yang legendaris di masanya, tapi ya dapetnya ntah keropos atau mahal banget. Kemudian ane mencoba untuk mencoba mencari w124, tapi dapatnya kalo ngga mahal banget, ya kurang banget. FYI saya mencoba untuk encari mobil tipe top of the line nya dari segi mesin (bukan trim) pada akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada e34 ini, karena harganya yang lumayan jatuh untuk mobil dengan tahun yang 'masih muda'

    Setelah mencari cari saya berhasil mendapatkan mobilnya di daerah ciomas bogor. sebelumnya ada beberapa kandidat, bahkan ada yang sampai saya minta dicek scan obd1 nya di daerah fatmawati, tapi entah kenapa mobil yang di ciomas ini yang akhirnya saya jatuh hati. Interiornya masih ori, dan pajak cuma mati setahun dengan pelat hidaup sampai 3 tahun kedepan. Akan tetapi saya jatuh hati melihat mesin V8 nya, dan akhirnya mengambil alih kepemilikan mobil ini dengan segala permasalahannya .... sebanyak 27 jt rupiah saja. Mungkin cukup mahal untuk mobil dengan kondisi seperti ini, tapi waktu saya ambil permasalahannya baru yang terlihat di permukaannya saja, tau gini harusnya saya nawar 3-4 juta lagi :p

    Permsalahannya:
    1. Body dan rangka. Mobil ini catnya belel, kaya ngga pernah dipoles/ dicuci. Cat sih masih ori, jadi menurut saya masih nilai plus di mobil ini. Saya sebenarnya kurang bisa ngebedain juga, tapi saya ngga ngeliat adanya overspray atau bekas bekas yang bisa membuktikan kalau mobil ini pernah mengalami cat ulang. garis body masih terlihat lurus, jarak antar panel masih sama dan rapi, dan cek kolong hampir ngga ada keroposnya, dan tulang tulang masih lurus tanpa ada bekas nabrak. siip sih menurut saya

    2. Lampu kiri depan mati, juga sebagian lampu lampu belakang, interior maupun glove box. Lampu jauhnya juga mati

    3. AC mati total dengan kipas setting 123 juga mati. yang nyala hanya blower paling kencang nomor 4.

    4. viscofan sepertinya rusak, ada 3 pelat yang di las pada bautnya sehingga berputar sesuai dengan RPM mesin

    5.Ada beberapa warning di cluster seperti coolant level, washer fluid, brake light, dll

    6. Matic rada ngejedug pas masuk gigi mundur

    7. Stir nya rada speleng dengan kaki kaki bunyi bunyi. steering boxnya agak basah, tapi relatif lebih kering dibanding beberapa e34 yang pernah saya lihat

    8. Interior biarpun kelihatannya masih kulit aslinya, tapi udah retak2, bau ngga enak dan kain plafon ada yang mulai lepas sebagian

    9. Pintu kiri belakang ngga bisa dibuka

    10. Velg ngga standar, kayaknya replika vossen 18" dengan ban 225 di depan dan 245 di belakang. Parahnya kayaknya bukan asli PCD bmw 5X120, karna ada spacer nya. Kayaknya aslinya 5X114.3 , not a big fan of oversized wheels, nanti mau diganti standar ato yang kecilan dikit biar bantingan empuk

    11. Tape ngga ori dengan tambahan speaker jedang jedung dan dua twitter dengan crossover di bagian depan. kadang kadang nyala dan kadang kadang mendadak mati. I am not a big fan of banging stereo, these must go at some point

    12. beberapa tambahan seperti glove box latch yang retak, belakangnya diikat kawat, dan laci kecil dekat kaki kanan driver juga sudah rusak dan diikat kawat

    13. Fuel indicator kalau di bawah 20 ltr kadang kadang turun ke kosong dengan lampu nyala, kadang kadang naik ke atas

    Pada akhirnya mungkin mobil ini masuk kategori 'semi bahan' dan mungkin buat sebagian besar orang dijadikan sebagai parts car dan dijagal untuk dijual sebagai copotan. tapi ya ada beberapa sisi positifnya;

    1. Mesin kelihatannya masih ok, ngga ada rembes dan tidak ngebul

    2. power window masih jalan semua

    3. Spion adjuster masih jalan semua

    4. Surat surat lengkap, dengan buku servis (kosong tapi dari barunya) manual dll masih ada semua

    5. Lampu lampu dashboard nyala semua

    6. Kick down jg lancar, dan perpindahan gigi di D juga ok baik pada mode A ataupun mode S.

    Ada fotonya pas waktu saya bawa pulang dari ciomas ke rumah saya di cibinong, agak serem bawanya karna lari lari kiri kanan, tapi sejauh ini temperatur ngga naik, dan diluar bunyi kipas yang kencengnya luar biasa, mesinnya keliatannya cukup ok.

    Berikut penampakannya



    Mungkin cukup untuk malam ini, sejauh ini saya berhasil membenarkan pintu yang rusak, sensor washer fluid yang putus, lampu lampu udah nyala semua, blower dan AC sudah menyala juga seperti perbaikan beberapa item item printilan lainnya.

    Thanks for reading and good night

  2. Rekeningku.com
  3. #2
    Prajurit
    Posts
    11
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 7 Hrs 48 Mins 28 Secs
    Berhubung belum bisa tidur, dan kelihatannya masih belum bisa visit ke mining site dalam beberapa minggu atau bulan ke depan, update ahh..

    Sesuai dengan phase di atas sekarang saya mau membahas tentang perbaikan lampu lampu dan beberapa printilan lin.

    1. Brake light dan rear light
    Ada beberapa lampu yang diganti di sini pada bagian rear light dan brake light. Agak sulit juga cari lampunya, lampu 5 watt kalau ngga salah. tapi berhasil diganti yang mati mati, dan sekarang nyala semua. Tapi kadang kadang masih keluar indikator tail light atau brake light warning di clusternya, tapi kadang kadang ngga keluar

    2. Head lamp
    pertama dibongkar barulah saya lihat kalau lampu depan ternyata sudah diganti oleh pemilik yang lama dengan HID. saya kurang suka memakai HID, saya selalu merasa lampunya kurang terang di saat hujan. Walaupun demikian, berhubung menurut saya masih kurang urgent saya putuskan untuk sementara pakai lapu yang ini dulu

    Lampu kiri depan mati, dan pertama tama saya coba untuk menukar dengan lampu tersebut ke sisi kanan. Sempat menyala tapi seperti tidak stabil. Kembalikan lampu kanan, dan tukar ballastnya, ternyata lampu menyala dengan baik sehingga saya berkesimpulan bahwa lampu kiri memang seperti sudah lemah, tapi saya menduga bahwa ada permasalah pada sirkuitnya.

    Kebetulan saya sudah mendownload bentley maual dan wiring diagram dari tipe mobil ini, dan coba ditelusuri dari sana. Sempat kebingungan mencari relaynya, tapi barulah saya sadar bahwa relaynya itu yang seperti kaset video pada fuse box pada engine bay di sisi penumpang. Kalau dalam manualnya disebut dengan LKM. cabut LKM nya dan dibuka tanpa tahu seprti apa isinya di dalam. Baca baca di forum luar kadang kadang ad retak atau copot pada kaki kaki dari relay relaynya

    Agak sulit juga membuka LKM ini, ada beberapa klip yang lumayan rapuh dan harus ditahan untuk bisa dibuka. Pengalaman pribadi jangan ditahan pakai jari, ternyata mudah patah. Setelah menggunakan beberapa kartu yang agak keras seperti sim, atm kartu asuransi dll, barulah kait kaitan plastik tersebut bisa ditahan dan dengan mudah LKM bisa terbuka

    Tidak perlu waktu lama untuk menemukan bahwa satu jalur pada PCB nya putus. mungkin sempat overheat. PCB LKM ini double sided, dengan solder solderan yang sangat kecil. gambarnya seperti di bawah.





    Terlihat dengan jelas ada jalur yang putus di sana. Ada beberapa cara untuk menyambung kembali jalur PCB yang putus seperti silver paste, tapi pada akhirnya setelah melihat jalur tersebut hanya menghubungkan satu relay orange yang dekat sisi PCB dengan kaki terminal yang ketiga. akhirnya saya jumper dengan kabel, dan cek dengan avometer untuk memastikan tidak ada short dengan jalur maupun kompinen di sebelahnya. Setalah dipastikan, tutup kembali LKM dan kembalikan lagi ke tempatnya di fuse box.

    Lampu kemudan dicoba untuk dinyalakan, sempat berkedip terang selama satu detik dan kemudian mati kembali. Saya tukar dengan lampu yang sisi kanan, ternyata menyala dengan terang. Beli lampu HID 4000k satu buat di toko, dan sampai sekarang head lamp menyala dengan sempurna

    3. Courtesy light di glove box.
    Switch terlihat menggelantung ketika saya melepas glove box tersebut. Glove box dilepas untuk bisa menjangkau werstan/final drive unit yang mengatur fan speed untuk sistem HVAC. tempel saja dengan power glue di glove box, dan akhirnya lampu di glove box bisa kembali menyala dengan baik

    4. Ada peringatan di cluster mengenai wiper fluid level. ada sensor pada tangki ini yang berada di dekat tower shockbreaker sebelah kanan (pengemudi). Ada dua kabel yang dicolok pada sensor tersebut yang salah satunya putus karna getas dan usia. Kupas kabelnya, dan dihungkan dengan sekun yang diremukkan. Berhasil, warning di cluster sekarang menghilang

    5. Pintu kiri belakang yang tidak bisa terbuka
    Kalau ditarik handlenya baik dari dalam maupun luar terasa kosong. Sempat berpikir untuk membongkar door trimnya, sempat melepas beberapa baut di handle dalam, belakang asbak dan lupa dimana, saya sempat mengalami kesulitan untuk mencongkel trim nya. Kebetulan saya punya alat pencongkel trim platik yang pernah saya beli waktu membangun mobil saya dulu beberapa tahun yang lalu. Kebetulan ketika saya berhasil menemukan trim removal set tersebut, sebelum saya memulai mencongkel trim tersebut saya perhatikan kalau lock nya seperti longgar. Longgarnya ini berakibat kunci pintu itu seperti tertahan pergerakan naik turunnya. saya coba untuk mengencangkan lock tersebut (tinggal diputar saja) trus dicoba dengan central lock. ternyata bisa naik turun dengan lancar. iseng iseng coba buka pintunya, ternyata bisa. Kelihatannya ada mekanisme yang terganjal karena tarikan kunci yang longgar, jadi saya kencangkan dan sampai sekarang pintu sudah bisa membuka tutup dengan normal. Sempat saya membayangkan kesulitan yang akan dihadapi kalau berusaha membongkar trim dalam pintu tertutup, saya membayangkan pada ujungnya mesti dirusak untuk bisa melihat mekanisme aktuator dari pintu tersebut. Untung ketemu pas sebelum bongkar

    6. Cat mobil yang belel
    Kebetulan saya punya rotary polisher, jadi saya kerjakan sendiri saja di rumah. Diawali dengan clay bar, trus kumpon biasa dan digosok dengan microfiber pad, saya teruskan dengan final compound, polishing compound, dan diakhiri dengan wax biasa. cat mobil lumayan kinclong sekarang.

    Ada beberapa daerah dimana baret lumayan dalam dan besar (kaya ada di panel belakang kanan seperti bekas kesenggol, bodi ngga apa apa tapi cat terkelupas sampai ke primernya) saya cat ulang dengan cat mirip kutex yang dijual di ACE hardware. Awalnya saya gunakan masking tape untuk membatasi daerah yang mau saya repair. Kemudian saya aplikasikan cat kutex tadi agak tebal, trus saya ratakan dengan pengamplasan memakai amplas 400, 800 dan 2000. Setelahnya di kumpon dan polish manual. lumayan berhasil, cat nya agak beda, tapi ngga terlalu kelihatan.

    Berikutnya saya akan membahas tentang membetulkan AC di rumah, setelah bete karna hampir dikibuli beberapa tukang AC yang seperti ngga tahu apa yang mau dikerjakan.

  4. #3
    Kopral Kepala
    Location
    Bali
    Posts
    128
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 3 Days 21 Hrs 41 Mins 48 Secs
    Luar biasa dapat yang V8...

    Kalau untuk radiator BMW saya biasa solusinya ganti thermostat 71/80 derajat terus pakai tutup radiator rating 140 bukan 200..

    Btw ke mining site mana mas? Saya di Tembagapura

  5. #4
    Kopral Kepala
    Location
    Pulau Jawa
    Posts
    125
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 18 Hrs 37 Secs
    HOORAY, E34

  6. #5
    Prajurit
    Posts
    11
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 7 Hrs 48 Mins 28 Secs
    Quote Originally Posted by zaunkonig View Post
    Luar biasa dapat yang V8...

    Kalau untuk radiator BMW saya biasa solusinya ganti thermostat 71/80 derajat terus pakai tutup radiator rating 140 bukan 200..

    Btw ke mining site mana mas? Saya di Tembagapura
    Saya kebetulan baru sekitar 9 bulan bergabung di perusahaan manufaktur peralatan mining sebagai area account manager, jadi kerjaan saya selalu melakukan client visit ke sumbawa, tpra, halmahera dan ternate. di site mas saya banyak menyuplai hose, pipe spool tapi sebagian besar menyuplai dan mensupport untuk pompa G*HO. Nanti kalau sudah dibuka visit ke sana kita bs ketemuan di LLC

    Untuk thermostat dan radiator cap ya saya dengar juga begitu, memakai ukuran yang lebih rendah, tapi apa ada implikasinya pada kinerja mesin? sepemahaman saya dengan memakai thermostat yang lebih rendah temperatur bukanya apakah coolant menjadi lebih dingin dan temperatur mesin juga akan leih rendah - means bahwa ECU akan memerintahkan untuk nambah bensin?

    Dan apakah mengganti radiator cap dari 2 bar ke 1.4 bar apa ada efeknya? setau saya disain cooling system M60 memang 2 bar, dan apakah memakai cap 140 itu malah akan 'bleed' coolant unneccessarily? maksud saya dengan memperhitungkan thermal expansion dari coolant itu sendiri dan kemampuan sistemnya, apa ngga jadinya buang buang coolant meskipun belum mencapai boiling point nya kalau pake radiator cap dengan rating yang lebih rendah?

    Sorry jadinya malah banyak nanya..

    BTW di mobil ini kayaknya thermostatnya dilepas sama pemilik sebelumnya, masa butuh sekitar 10an menit untuk menaikkan temperatur mesin ke ideal di tengah tengah

    Saya sih sudah pesan thermostat sama radiator ca, rencana sabtu besok mau bleed semua, kayaknya sama pemilik sebelumnya pake air keran dan mau menggunakan kesempatan bleed ini buat buka housing water pump buat cek thermostat sambil juga remove expansion tank di atas, mau coba buka firewall buat akses ke blower HVAC nya

  7. #6
    Kopral Kepala
    Location
    Bali
    Posts
    128
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 3 Days 21 Hrs 41 Mins 48 Secs
    Quote Originally Posted by ssamuel97 View Post
    Saya kebetulan baru sekitar 9 bulan bergabung di perusahaan manufaktur peralatan mining sebagai area account manager, jadi kerjaan saya selalu melakukan client visit ke sumbawa, tpra, halmahera dan ternate. di site mas saya banyak menyuplai hose, pipe spool tapi sebagian besar menyuplai dan mensupport untuk pompa G*HO. Nanti kalau sudah dibuka visit ke sana kita bs ketemuan di LLC

    Untuk thermostat dan radiator cap ya saya dengar juga begitu, memakai ukuran yang lebih rendah, tapi apa ada implikasinya pada kinerja mesin? sepemahaman saya dengan memakai thermostat yang lebih rendah temperatur bukanya apakah coolant menjadi lebih dingin dan temperatur mesin juga akan leih rendah - means bahwa ECU akan memerintahkan untuk nambah bensin?

    Dan apakah mengganti radiator cap dari 2 bar ke 1.4 bar apa ada efeknya? setau saya disain cooling system M60 memang 2 bar, dan apakah memakai cap 140 itu malah akan 'bleed' coolant unneccessarily? maksud saya dengan memperhitungkan thermal expansion dari coolant itu sendiri dan kemampuan sistemnya, apa ngga jadinya buang buang coolant meskipun belum mencapai boiling point nya kalau pake radiator cap dengan rating yang lebih rendah?

    Sorry jadinya malah banyak nanya..

    BTW di mobil ini kayaknya thermostatnya dilepas sama pemilik sebelumnya, masa butuh sekitar 10an menit untuk menaikkan temperatur mesin ke ideal di tengah tengah

    Saya sih sudah pesan thermostat sama radiator ca, rencana sabtu besok mau bleed semua, kayaknya sama pemilik sebelumnya pake air keran dan mau menggunakan kesempatan bleed ini buat buka housing water pump buat cek thermostat sambil juga remove expansion tank di atas, mau coba buka firewall buat akses ke blower HVAC nya
    Manufaktur FLSm**** ya mas? Area pumpstation G*HO itu dekat sama kantor saya (OB2 mile 74) jadi moga bisa ketemuan di tpra LLC atau bahkan di Mill.

    Nah kalau ganti tutup radiator dari 2 bar ke 1.4 bar efeknya pasti ada mas, dan gak semua BMW bisa. Bisa aja ada E34 M60 yang berhasil pakai cara yang sama, tapi di saat yang sama M60 lainnya tidak bisa..

    E39 saya kalau ikut standard pabrikan maka thermostatnya 92 derajat dan tutup 2 bar. Tapi saya ganti ke thermostat 71 dan tutup 1.4 bar, itupun kalau stabil maka level coolant biasanya akan dibawah posisi KALT, kira kira antara 1/4 dan 1/2. Tapi gak pernah sampai habis. Kalau pakai thermostat standar maka coolantnya jadi lebih cepat habis lagi karena suhu naik pasti tekanan juga bertambah (tidak menguap karena dengan 1.4 bar titik didih air biasa pun 130 derajat celsius), level stabilnya bisa dibawah 1/4, tapi kan deg-degan juga kalau levelnya segitu.

    Kalau misalnya masalah nambah konsumsi BBM, jawabannya iya, tapi dari 70 ke 80 derajat boros iritnya uda gak sesignifikan kalau lepas thermostat. Di E30 saya pernah cuma 5km/L lepas thermostat, pakai thermostat 88 jadi 8.5-9km/L sedangkan thermostat 71 masih diatas 8km/L. E39 saya pakai thermostat 71 masih dapat 7-8 km/L dalam kota. Saya rasa gak akan nambah irit lagi dengan ganti thermostat 92.

    Gak masalah sih bagi saya, mending ngisi sedikit lebih di pom bensin daripada habis banyak untuk ganti sana-sini selang selang radiator.

    Naiknya cuma sampe di KALT waktu mesin panas, waktu mesin dingin turun barang 2 garis. Kalau pakai 200 derajat level coolant bisa naik sampe 3/4an kan? Tapi waktu selang dipegang ibarat pegang kayu, tekanannya tinggi banget.




    Mungkin contoh lain yang saya ambil bukan M60nya E34, tapi untuk E39 M5 pun ada sumber luar yang menunjukkan mengganti tutup ke 1.4 bar membantu mengurangi resiko selang pecah.

    https://www.bimmerforums.com/forum/s...nd-last-longer

    Btw kalau migrasi dari air keran ke coolant, diflush bener bener ya radiatornya. Flushnya pakai air keran juga gapapa, tapi difilter pakai kain atau material serupa supaya gak nambah benda asing dalam radiator. Baru flush total dan diganti coolant..

  8. #7
    Prajurit
    Posts
    11
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 7 Hrs 48 Mins 28 Secs
    Quote Originally Posted by zaunkonig View Post
    Manufaktur FLSm**** ya mas? Area pumpstation G*HO itu dekat sama kantor saya (OB2 mile 74) jadi moga bisa ketemuan di tpra LLC atau bahkan di Mill.

    Nah kalau ganti tutup radiator dari 2 bar ke 1.4 bar efeknya pasti ada mas, dan gak semua BMW bisa. Bisa aja ada E34 M60 yang berhasil pakai cara yang sama, tapi di saat yang sama M60 lainnya tidak bisa..

    E39 saya kalau ikut standard pabrikan maka thermostatnya 92 derajat dan tutup 2 bar. Tapi saya ganti ke thermostat 71 dan tutup 1.4 bar, itupun kalau stabil maka level coolant biasanya akan dibawah posisi KALT, kira kira antara 1/4 dan 1/2. Tapi gak pernah sampai habis. Kalau pakai thermostat standar maka coolantnya jadi lebih cepat habis lagi karena suhu naik pasti tekanan juga bertambah (tidak menguap karena dengan 1.4 bar titik didih air biasa pun 130 derajat celsius), level stabilnya bisa dibawah 1/4, tapi kan deg-degan juga kalau levelnya segitu.

    Kalau misalnya masalah nambah konsumsi BBM, jawabannya iya, tapi dari 70 ke 80 derajat boros iritnya uda gak sesignifikan kalau lepas thermostat. Di E30 saya pernah cuma 5km/L lepas thermostat, pakai thermostat 88 jadi 8.5-9km/L sedangkan thermostat 71 masih diatas 8km/L. E39 saya pakai thermostat 71 masih dapat 7-8 km/L dalam kota. Saya rasa gak akan nambah irit lagi dengan ganti thermostat 92.

    Gak masalah sih bagi saya, mending ngisi sedikit lebih di pom bensin daripada habis banyak untuk ganti sana-sini selang selang radiator.

    Naiknya cuma sampe di KALT waktu mesin panas, waktu mesin dingin turun barang 2 garis. Kalau pakai 200 derajat level coolant bisa naik sampe 3/4an kan? Tapi waktu selang dipegang ibarat pegang kayu, tekanannya tinggi banget.




    Mungkin contoh lain yang saya ambil bukan M60nya E34, tapi untuk E39 M5 pun ada sumber luar yang menunjukkan mengganti tutup ke 1.4 bar membantu mengurangi resiko selang pecah.

    https://www.bimmerforums.com/forum/s...nd-last-longer

    Btw kalau migrasi dari air keran ke coolant, diflush bener bener ya radiatornya. Flushnya pakai air keran juga gapapa, tapi difilter pakai kain atau material serupa supaya gak nambah benda asing dalam radiator. Baru flush total dan diganti coolant..
    Saya bukan dari FLSxxx mas... saya dari Wxxr Mixnxxxx... kalo ke sana (yah baru sekali sih) sering nongkrongnya biasanya di tempat planner, dari C3 naik tangga pintu sebelah kanan. Nanti kalau covid sudah lewat dan saya kunjungan ke sana kita bs ketemuan ya

    Untuk coolant saya rencana emang mau total flush, angkat mobil dan buka bleeder di radiator dan blok mesinnya, isi air sama radiator flush, sirkulasi selama 10 menit, abis itu bleeding ulang semuanya. mau di bleed kemarin, lihat jack stand saya udah bekarat, ngeri ngeri sedap kalo mau dipake, jadi beli baru aja, tunggu di rumah. moga mog asabtu udah nyampe

    Kebetulan udah pesen thermostat, housing sama radiator cap yang 200, cobain pake itu dulu deh, kalo ternyata kurang bagus coba ganti yang 140. Bener juga sih, selang 2 udah pada tua, kalo pressure tetap 2 bar takutnya emang pecah, atau pernah malah kelepas di hose clamp nya di mobil jepangan saya jaman dulu.

  9. #8
    Kopral Kepala
    Location
    Bali
    Posts
    128
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 3 Days 21 Hrs 41 Mins 48 Secs
    Quote Originally Posted by ssamuel97 View Post
    Saya bukan dari FLSxxx mas... saya dari Wxxr Mixnxxxx... kalo ke sana (yah baru sekali sih) sering nongkrongnya biasanya di tempat planner, dari C3 naik tangga pintu sebelah kanan. Nanti kalau covid sudah lewat dan saya kunjungan ke sana kita bs ketemuan ya

    Untuk coolant saya rencana emang mau total flush, angkat mobil dan buka bleeder di radiator dan blok mesinnya, isi air sama radiator flush, sirkulasi selama 10 menit, abis itu bleeding ulang semuanya. mau di bleed kemarin, lihat jack stand saya udah bekarat, ngeri ngeri sedap kalo mau dipake, jadi beli baru aja, tunggu di rumah. moga mog asabtu udah nyampe

    Kebetulan udah pesen thermostat, housing sama radiator cap yang 200, cobain pake itu dulu deh, kalo ternyata kurang bagus coba ganti yang 140. Bener juga sih, selang 2 udah pada tua, kalo pressure tetap 2 bar takutnya emang pecah, atau pernah malah kelepas di hose clamp nya di mobil jepangan saya jaman dulu.
    Oh kantor kami diatasnya kantor planner C3, di Metallurgy office. Berarti kenal Mirza ya supt Plannernya. Sama pak Asep Huda. Pak Asep penggemar seri 5 juga tuh jadi nanti komplit wkwkw. Amin, moga bisa kunjungan ke jobsite..

    Iya mas pake 200 aja dulu gapapa. 140 agak susah nyarinya, kita mesti request ke penjualnya untuk 140 karena biasanya mereka default ngasi 200.

  10. #9
    Prajurit
    Posts
    11
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 7 Hrs 48 Mins 28 Secs
    Baiklah sekarang saya mau lanjut untuk perbaikan ac

    Sebagaimana deskripsi sebelumnya, blower setting 123 mati, dan ac ngga hidup sama sekali. pertama tama mengganti werstan di sebelah kiri bawah penumpang. Stepnya lepas glove box, lepas tutup atas yang ada lampunya, lepas plastik sebelah kanan, dan lepas karpet di bawah. werstannya ada di pojokan bawah. Lepas kabelnya, tarik werstannya dan ganti dengan baru seperti gambar di bawah



    Sewaktu buka tutup atas yang ada lampunya, ada yag menggantung gantung, ternyata switch courtesy light. Lem balik pake power glue ke tutupnya, sekarang lampunya udah bisa menyala

    Oke dengan menyalanya blower, sekarang waktunya untuk coba menyalakan AC. Sebagaimana umumnya AC, sistem tidak akan menyala bila tidak ada refrigerant dalam systemnya. Tentu saja seharusnya AC itu adalah closed system, dan kehilangan freon adalah gejala dari kebocoran, tapi ya tanpa diisi tidak akan pernah tahu apa masalahnya dari AC ini.

    Berangkatlah saya ke tukang AC dekat rumah, rekomendasi dari tetangga. sampai di sana di tes dimasukkan angin untuk cari kebocoran dan dicek dengan air sabun. Sebenarnya saya kurang sepaham dengan dengan pengetesan pakai angin ini karena bisa ada kondensasi di pipa pipanya, dan anehnya dikasih pressure di hot sidenya yang biasanya low pressure. ada ketemu kebocoran di sambungan, cuma dilepas, ganti o-ring, bersihkan permukaan kontak dan dipasang kembali.

    Disinilah cerita dimulai. Di tes pressure lagi pakai copotan kompressor AC. langsung tanpa penjelasan divonis harus ganti kompressor. padahal beliau tidak ngecek kelistrikan, tidak ngecek kabel kabel ke magnetic clutch dan aux fan, ngga lihat lihat relay dan fuse, langsung saja bilang: kompresor rusak. Tanya rusaknya dimana, jawabnya kaya begini udah ngorok mas... terus terang saja saya pernah make kompresor yang sudah ngorok dan suaranya sangat keras selama lebih dari dua tahun sebelum beneran jebol. dicoba pake freon pun nggak. dinyalain AC nya aja juga ngga. Langsung saya kehilangan kepercayaan, dan berhubung akan ada teleconference juga akhirnya saya pulang

    Beberapa hari kemudian ke tukang AC kedua. kembali dicek pake angin dari kompresor copotan kulkas. kali ini dibilang evaporatornya bocor. katanya bunyi mendesis. Pas ditanya evapnya? expansion valve nya? atau apanya ngga bisa jawab. Ya tentu saja kalo mau buka evap mesti buka dashboard dulu. itu kerjaan seharian. Dan saya ngga akan keluarkan uang untuk diagnosa asal asalan cuma dari bunyi desisan juga

    So kemudian saya menghadapi dilema. Bisa saja saya pergi ke bengkel AC yang mahal, yang biasanya parts ngga bole bawa sendiri, dan belum tentu vonisnya juga selalu benar. Pernah mobil jepangan saya dulu dibawa ke tukang AC, udah lepas magnetic clutch segala, tau tau terakhirnya dia ganti fuse. Saat itu saya sih ok ok saja, yang penting dingin. Lama lama akhirnya mikir jangan jangan emang maslahnya fuse, dan saya mengganti magnetic clutch tanpa dicek sama sekali. dijumper pun nggak.

    Sambil pikir pikir saya periksa untuk kelistrikannya. cek dan ganti fuse nya, cek relay (kontinuity pada koil) dan coba untuk dijumper untuk magnetic clutch dan extra fan baik normal maupun high speed. Sejauh ini saya dapat kontinuity pada bagian koil untuk ketiga relay, dan menemukan 12.7 volt pada beberapa socket. ada juga continuity antara fuse socket sama relay socket. Akhirnya saya jumper bermodal kabel panjang dan jepitan buaya, ke kutub positif dalam engine bay dan ke socket di relay box. Tujuan saya sekalian cek kabelnya. Ternyata magnetic clutch (bunyi cetek), normal dan high speed fan menyala semua. Walaupun secara sendiri sendiri menyala belum tentu bisa menyala semua kalau sudah diisi freon bila low pressure sensor ataupun modul AC bermasalah. Tapi at least satu masalah sudah terpecahkan.

    Akhirnya saya beli sendiri perlatannya, consumable dan dengan bermodalkan bentley manual dan wiring diagram, mencoba untuk betulin sendiri AC nya. Yang dibeli: Pompa vakum, ac testing manifold untuk r134a, beberapa kaleng freon 260 gram (karna di manualnya ditulis sekitar 1500 gr freon, dan total oli termasuk di badan komresornya 100 ml), fluorescence PAG oil 46 dan senter blacklight. Kira kira 3 minggu lalu ane mulai mengerjakan AC nya



    Pertama tama divakum dulu, tetap nyalakan vakum selama dua jaman, matikan vakum dan tunggu semalaman



    Besok paginya dilihat, ternyata jarum balik lagi ke 0. Kayaknya emang ada yang bocor. coba lagi vakum dan biarkan, rencana sore mau diisi freon dan fluorescence oil dan dicari mana yang bocor. Sambil menunggu sore, saya buka panel di bawah setir, dinding karpet kecil sebelah kanan buat ganti filter AC. Tarik keluar modul ac dengan kabel yang banyak itu, dan buka tutup filternya dengan kunci bintang (torx screw)

    Ternyata ngga ada filternya, mungkin sudah dicopot dari jaman baheula. Udah beli filter ya udah pasang. Ternyata filter yang dibeli itu satu piece, dan sangat tidak mungkin bisa dipasang tanpa melepas upper steering column. udah diputar, di twist, bengkokkan dengan tang dll tetap ngga bisa masuk. Akhirnya dibelah dua supaya bisa
    masuk




    Next time beli yang dua piece yang memanjang (kayaknya ngga ada yang jual di online, semuanya yang single piece) kalau ada yang tau cara pasang tanpa lepas steering column tolong dong di share

    Sengaja saya biarkan terbuka, kalau nanti sudah dimasukkan freon rencananya mau buka tutup box HVAC driver side tempat expansion valve berada untuk dicek kalau kalau ada yang bocor dengan black light

    Sore telah tiba, isi freonnya. Pasang nipple pada hot side dan cold side, ngga mungkin tertukar karna ukurannya beda.



    Pertama tama isi dulu dengan Pag 46 oil fluorescence. Agak babar sih caranya, setelah divakum ulang, tutup keran high dan low pressure, trus cabut selang ditengah dari vacuum pump. sebelumnya sudah saya siapkan sekitar 30 mg oil, taruh di wadah kecil. celupkan ujung selang ke oli dan pelan pelan buka kran low side. oli tersedot masuk ke sistem. Bukan cara ideal karna pasti ada angin di selangnya, tapi ya sebagaimana mantan boss saya pernah bilang 'you could only piss with the cock you got' dan cuma inilah alat dan metode yang mampu saya kerjakan.

    Setelah itu isi freon sambil menyalakan mobil, pasang blower dan temp pada maksimum, baru sebentar saja bunyi cetek di clutch dan aux fan langsung berputar. langsung saya hepi, ngga ada masalah ternyata komponen itu. kompressor juga jalan dengan tenang tanpa suara suara aneh. Pressure juga terlihat normal seperti di bawah



    Langsung di cek di line line nya, coba ngolong seadanya bermodalkan senter

    blacklight

    Kok ngga ketemu temu bocornya. setidaknya yang bisa terlihat tidak ada kebocoran di kompresor, dryer, kondensor ataupun kedua pipa dan selang yang ada di dalam engine bay. Waduh mesti buka HVAC box buat lihat kalau kalau ada yang bocor di evap dan expansion valve. Tapi saya pikir juga bisa nunggu air kondensasi netes di kolong mobil kalo ada yang bocor pasti kebawa oli fluorescense nya

    Setelah sekian lama, sambil dibawa muter2 juga dan stasioner di garasi, tetap saja ngga ada tanda oli di air tetesan evaporator di kolong mobil. Bingung saya. ciba connect lagi testing manifold.... ternyata pressurenya holding. makin tambah bingung, kok ngga ada yang bocor? karna sudah cape (dan bosan) akhirnya matikan mesin dan coba cek lagi besoknya.

    Besoknya juga sama saja, tidak nemu bocor dan pressure holding. biasanya kalau mati di sekitar 90an psi, kalau menyala, tergantung suhu di luar, antara 30-40 untuk low side dan 200-230 untuk high side. hal ini sudah bertahan selama beberapa lama, sekitar 2 mingguan saya ukur pressurenya tiap dua hari dan segitu gitu saja.

    Ada kebocoran kecil memang di schrader valve nya di low pressure. kalau saya mau buka tutup karetnya, keras bukan main. Malah kadang mesti pakai ratchet. tapi kalau saya eratkan tutupnya... kayaknya freon yang keluar dari situ pun ngga signifikan

    Sekarang sudah 3 minggu dan AC masih tetap dingin. Saya sampai sekarang berteori kalau kebocoran yang pas waktu saya vakum itu mungkin malah dari manifold testingnya (yang emang yang saya beli yang paaling murah yang bisa saya dapatkan)

    Yah semoga bisa bertahan cukup lama, dan kalaupun memang mesti ditambah freonnya karna ada kebocoran kecil... satu kaleng cuma 30 ribu. Sedikit pertanyaan juga untuk mengisi sistem ini saya hanya memakai 2 kaleng dan sudah dapat pressure operasinya, padahal manual menyaratkan sekitar 1500an gram. Saya masih ada 2 kaleng lagi, tapi ngga tau juga kalau over pressure apa masalahnya. Nanti ke depannya mau beli freon yang stop leak, siapa tahu bisa dipakai untuk sealing lobang mikro atau freon bocor di sambungan karna ada karet yang getas.

    Berikutnya saya akan bahas tentang pekerjaan yang saya kerjakan dua minggu terakhir yaitu copot semua karpet (yang ngga semua sih, ada yang dipotong) sama perbaiki kulit jok yang sudah retak retak



    Penampakan mobil dan alat isi AC

    - - - - - - - - - -

    iya mas, sering hubungannya sama pak Asep, Dedi, Mirza, Fikri, Marco sama Wisnu, Ray, Hedie, Heru dan Aris... nanti kalau disana ketemuan yakk

  11. #10
    Prajurit
    Posts
    11
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 7 Hrs 48 Mins 28 Secs
    Update over the weekend
    Sepanjang weekend kemarin saya mencoba untuk mendrain coolant dari motuba . Sebenarnya tidak banyak keluhan dari coolant system, hanya saja saya lihat diisi air keran, dan saya mau ganti thermostat dan tutup radiator, jadi ya sekalian saja saya kuras dan ganti dengan coolant yang lebih baik. Ada sebenarnya potensi masalah di thermostat, karena mobil ini lama banget naik temparaturnya ke tengah (10an menit). Sekalian saja saya bongkar dan ganti
    Langkah langkah yang telah saya lakukan:

    1. Pertama tama CABUT KABEL MINUS ke aki. Saya awalnya tidak melakukan ini dan ampir tersetrum
    2. Jack mobil
    Saya ada jack kecil 2 ton, ternyata terlalu kecil untuk angkat mobil ini sampai pada ketinggian yang memadai buat kerja di kolong. Saya jacking di cross member bawah mesin. Akhirnya diganjal kayu, tapi tetap saja ngga bisa naik tinggi tinggi banget, sekitar 20 an cm. Roda pun tetap kena tanah, jadi bingung gimana nantinya kalo mau ganti ban tengah jalan. Pake dongkrak botol kayaknya ngga muat, mohon sarannya untuk jack yang pas untuk mobil ini. Setelah di jack saya pasang dua buah jack stand di kiri kanan frame mobil, dan taruh spare tire dan balok kayu untuk secondary safety precaution
    3. Muai kerja ngolong.
    Pertama tama saya buka dulu drain bolt di radiator. Pakai obeng minus, posisinya sekitar 5 cm di atas semacam pelat yang ada di bawah radiator. Kira kira sekitar 2 liter keluar dari sini
    4. Ada dua baut drain di engine blocknya, sebelah kiri dan kanan. Di sebelah kiri seharusnya ada splash guard, tapi yang mobil ini sudah tidak ada. Yang sebelah kanan masih ada, bisa dengan mudah dibuka dengan kunci socket 10 mm dengan extendsion. Salah satu bautnya ada di kolong cross member



    Setelah dibuka keliatan baut drainnya



    Baut drainnya itu ya yang nempel sama exhaust manifold. Gimana coba caranya ngebuka baut ini? kunci ngga masuk, separo kepalanya ketutup sama manifold. Masa mau kuras coolant harus buka manifold segala. Tinggalkan dulu untuk sementara.

    Pindah ke sebelah kiri. Seharusnya ada juga spash guard disini tapi udah hilang. Dari kolong bisa keliatan dinamo stater, dan baut drain yang disini bebas tanpa ada penghalang. BTW hati hati sama dinamo stater itu. Ketika saya berusaha bermanuver untuk asukin kunci socket 13 untuk drain plug ini, kelihatannya ada live terminal disana dan bunga api layaknya kembang api pas taun baruan beterbangan ketika tersenggol kunci socket. Pucat gua. langsung keluar mobil dan cabut kabel ke negatif aki. KABEL NEGATIF HARUS DILEPAS SEBELUM MELAKUKAN APAPUN.

    Baut 3 ini sih ngga ada yang ngalangin, tapi akses kesana terhalang segala macam tie rod, stabilizer link dan batang batang ngga jelas lainnya, dan ditambah dengan ruang gerak yang sangat terbatas karena jack kecil yang tadi membuat saya tidak bisa memberi tenaga yang pas untuk membuka baut ini. Coba perpanjang dengan beberapa extension yang disambung, tetep aja keras banget. Pada akhirnya saya lebih banyak memaki maki dan baut tersebut tidak berputar sama sekali. Cobain pake WD40 eh selang merah kakunya ngga nyampai. Bermanuver sebisanya akhirnya bisa masuk juga. Ngga tau deh kalo berhasil penetrate ke dalam bautnya. Dicoba ratchet ditambah panjang dengan kunci 32 tetap saja ngga bisa kebuka. Menyerah, dan saya keluar dari kolong sambil kebingungan, minggu depan aja deh lanjut lagi

    Akhirnya saya coba bongkar thermostat di atas. Lepas cover intake, lepas kabel MAF, lepas Bootnya, lepas MAF sekalian sama rumah air filter dan lepas juga selang dari thermostat housing ke radiator (ya iya lah). Ada 4 baut di housing plastik ini, dua yang sisi luar gampang di buka, yang sisi dalam membutuhkan kesabaran... something in short supply gara gara bete sama baut di kolong tadi. akhirnya kebuka juga. dan kelihatannya jadi pengen ngebersihkan bagian situ dulu, dan fully drain semua coolant sebelum saya pasang thermostat yang baru dan selang selangnya. Jadi saya tutup semua dengan plastik, dan akan dikerjakan minggu depan aja.







    Saat saya bongkar bongkar thermostat housing tadi, ketemu dua electrical connection yang kelihatannya ngga ada tuannya, sempat ingung jug aini ke mana, karena saya lihat untuk yang ke TPS, throttle flow switch sama intake temperatur sensor masih nempel semua kabelnya... kabel kemana pula ini?



    Rencana untuk sabtu depan:

    1. Buka baut sebelah kiri. Saya mau beli wobble extension yang membuat socketnya jadi bisa ada 'play' sedikit sehingga pas. Mau beli breaker bar juga, kayaknya pake ratched kecil ngga cukup powerfull buat buka baut ini. Mau coba minggu depan untuk ngerjain dari wheel well, senin sampai sabtu mau mikir gimana cara buat naikin extra 10 cm supaya ada ruang di bawah, sama bisa buka ban kalau mau kerja dari wheel well.

    2. Kalau bisa dikuras sabtu depan, pasang thermostat dan semua selang (sambil mikirin kabel socket yang tadi), isi coolant dan bleed.

    Sedikit pertanyaan:

    1. Ada ide untuk gimana cara ngangkat mobil ini? standar dongkrak e34 itu yang kaya apa ya?
    2. cara buka baut drain kiri dan kanan
    3. Socket sensor itu buat apa ya
    4. Saya perhatikan pas buka thermostat ada semacam sealent nya. Apa perlu beli gasket sealent seperti red silicone gtv? perlu pake loctite untuk bautnya juga ngga ya?

    Terakhir foto dari saya, ini pas nyoba mau ngolong buka drain plug radiator, sebelum episode frustasi dan maki maki sekitar 15 menit setelahnya di bawah engine block.


 

 
Page 1 of 2 12 LastLast
Rekeningku.com Desktop 300x250

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 3 users browsing this thread. (0 members and 3 guests)

Similar Threads

  1. wts : stir airbag e34 530i individual
    By ario_e36 in forum Jual Beli Interior & Aksesoris Lainnya
    Replies: 35
    Last Post: 27th December 2013, 15:45
  2. Bmw e34 530i 1995 individual
    By iklaninternet in forum BMW
    Replies: 3
    Last Post: 4th January 2013, 13:17
  3. BMW E34 530i Individual 1996
    By jeki vendetta in forum BMW
    Replies: 10
    Last Post: 25th November 2012, 17:12
  4. BMW E34 530i Individual 1996
    By jeki vendetta in forum BMW
    Replies: 1
    Last Post: 23rd November 2012, 08:56
  5. WTS : Kampakan E34 530i Individual
    By andree.huang in forum Jual Beli Mesin Lainnya
    Replies: 24
    Last Post: 14th December 2011, 03:07
Back to top