Mendukung hak kaum gay melalui unggahan di media sosial, seorang blogger asal Yaman bernama Mohamad al-Bokari mendapatkan hukuman 10 bulan penjara dan denda 2.600 dollar AS (Rp 37,96 juta) dari pengadilan Saudi, serta akan dideportasi ke negara asalnya. Dilansir dari Reuters, Mohamad al-Bokari meninggalkan Yaman pada Juni 2019 dan bermigrasi ke Arab Saudi tanpa dokumen legal.

Kemudian, pada 8 April, Mohamad ditangkap karena konten videonya yang viral di Twitter. Ia mendapatkan banyak kecaman online dari masyarakat Saudi yang meminta ia untuk ditangkap. Dalam konten video tersebut Mohamad merespon pertanyaan dari Al Arabiya, pengikut Twitternya tentang hubungan sesama jenis. Dia pun menyampaikan pendapatnya, "Semua orang memiliki hak dan harus dapat mempraktikkannya secara bebas, termasuk orang gay."

Menurut Human Rights Watch (HRW), keputusan pengadilan Saudi menunjukkan pihak berwenang mendiskriminasi Mohamad karena "persepsi orientasi seksual dan ekspresi gender." Sementara ini, pihak pemerintah Arab Saudi belum memberikan komentar tanggapan mengenai putusan dan tanggapan dari HRW.