Melakukan reuni setelah beberapa pekan tidak bertemu dikarenakan lockdown yang diterapkan pemeirntah lokal untuk menangkal virus corona, sebuah keluarga di Texas, Amerika Serikat (AS), harus menerima kenyataan pahit di mana 14 anggotanya terpapar Covid-19 setelah reuni, dengan salah satunya meninggal. Dilansir dari The Sun, Tony Green, salah satu anggota keluarga tersebut mengaku awalnya tidak memercayai Covid-19 dan menggelar reuni di rumahya di Austin, Texas.

Namun, beberapa hari kemudian anggota keluarganya satu per satu mulai jatuh sakit. Mertuanya tengah berada dalam kondisi kritis, dengan nenek pasangannya dilaporkan meninggal setelah terinfeksi. Dalam blog yang ditulisnya, pria 43 tahun itu sempat beranggapan bahwa virus corona merupakan konspirasi, yang kini disesalinya.

"Saya mengakui saya memilih Donald Trump pada 2016, dan terlalu jauh berada dalam jebakan konspirasi mengenai Covid-19," tulis Green yang menuturkan selama ini dia dan para pendukung Trump yang lainnya menentang segala protokol kesehatan, dengan alasan "hak dari Tuhan". Green mengatakan bertanggung jawab sebagai tuan rumah, seraya mengaku tidak tahu siapa yang terinfeksi sehingga menyebarkan 14 anggota keluarga lainnya. Adapun Green sempat menghabiskan tiga hari dirawat di Rumah Sakit Dallas karena Covid-19 yang menyerang sistem sarafnya.