Menjadi yang terdepan dalam hal mengemudi otonom, dan ingin tetap seperti itu, General Motors memiliki rencana untuk melanjutkan sistem Super Cruise semi-otonom mereka yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2017 di Cadillac CT6 dengan sistem baru bernama "Ultra Cruise."





Nama itu belum fix, karena GM masih mencari nama untuk sistem penggerak terkomputerisasi generasi berikutnya. Wakil Presiden Eksekutif GM, Doug Parks, mengatakan dalam sebuah konferensi online bahwa Ultra Cruise akan mengambil semua hal yang mampu dilakukan Super Cruise - automatic lane-centering, automated cruising and braking - dan membawanya ke jalanan perkotaan.

Sistem Super Cruise hanya dapat dioperasikan pada jalan tol tertentu yang telah dipetakan sebelumnya - lebih dari 200.000 mil di antara AS dan Kanada. Membawa teknologi yang sama ke jalanan perkotaan kemungkinan akan melibatkan pemetaan yang jauh lebih banyak antara kedua negara, menggunakan teknologi LiDAR HD untuk menghasilkan model tiga dimensi ultra-detail yang dapat digunakan mobil sebagai referensi untuk menentukan posisinya di dalam lingkungan mengemudi.

Ini juga bisa berarti sistem tersebut memberi mobil kemampuan untuk mengidentifikasi tanda berhenti, lampu lalu lintas, dan sinyal penting lainnya secara andal - sesuatu yang belum dapat dilakukan oleh sistem Autopilot milik Tesla sampai awal tahun ini.

Belum diketahui kapan sistem "Ultra Cruise" GM akan tersedia, meskipun pembuat mobil itu mengajukan hak paten atas nama tersebut di US Patent and Trademark Office tahun lalu. (carbuzz 20/5/2020)