Mungkin hingga saat ini masih ada yang bertanya apakah BMW i3 merupakan kendaraan listrik murni atau plug-in hybrid. Jawabannya adalah "ya," tergantung versi mana yang ditanya. Pada intinya, ini adalah kendaraan listrik. Ia juga bisa didapat dengan range-extender - mesin konvensional kecil yang bekerja ketika baterai habis. Tapi sayangnya, hidup varian ini mungkin tidak lama lagi.





"BMW I3 REx tidak memiliki masa depan," kata manajer e-mobilitas BMW, Jan Freimann kepada Green Car Reports. Dan alasannya sangat sederhana, karena teknologi baterai sudah mengalami peningkatan yang pesat.

Mesin range-extender yang ditawarkan di i3 adalah unit 2 silinder 647cc yang dipinjam dari jajaran skuter BMW Motorad. Ini menghasilkan tenaga 33 Hp, dan tidak menggerakkan roda secara langsung. Alih-alih ia tersedia untuk mengisi ulang baterai, yang pada gilirannya memberi tenaga pada motor.

Baterai semakin besar (atau tenaganya lebih padat) dalam jangka 5 tahun sejak i3 pertama kali diperkenalkan. Di mana aslinya memiliki sel 60 Ah dan 22.6 kWh, versi terbaru sudah mencapai 120 Ah dan 42.2 kWh.

Jika BMW i3 generasi awal memiliki jarak tempuh 130 Km (atau 241 Km dengan range-extender), model 2019 dapat menempuh jarak 246 Km (320 Km dengan range extender). Selain itu, semakin banyak rapid charger yang tersebar di seluruh dunia, dan kebutuhan akan range-extender menghilang dengan cepat. (carbuzz 29/11/2019)