Instalasi minimalis 3 way aktif + surround + Sub + Center - Page 5
Rekeningku.com Forum Header 320x100 Blackvue
Page 5 of 5 FirstFirst 12345
Results 41 to 43 of 43
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/659741
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #41
    Sersan Kepala
    Location
    Bandung
    Posts
    622
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 3 Wks 1 Day 10 Hrs 1 Min 21 Secs
    Quote Originally Posted by gentarto View Post
    Langkah umum setting yang saya pakai adalah:

    1. Atur mode HU
    2. Atur polaritas
    3. Atur Time Allignment
    4. Atur crossover
    5. Atur Level Amplifier
    6. Atur EQ
    Kita lanjut dan finishkan tips ini dengan saran perbaikan
    3. Atur Time Allignment

    Time Allignment dalam audio mobil diperlukan,
    karena penempatan speaker tersebar cukup dekat dengan pendengar dengan jarak berbeda.
    Contoh pada kasus ini, koneksi tweeter, midrange, woofer dan sub adalah seperti gambar berikut:
    (Agar sederhana, hanya sisi kiri yang digambar)


    Terlihat bahwa jarak speaker ke pendengar dari yang terjauh adalah 137, 113, 105, dan 90 cm.
    Sementara itu, suara merambat diudara dengan kecepatan sekitar 344 m/s atau 34,4 cm/ms.
    Maka timbul masalah, karena suara dari speaker lebih dekat akan sampai lebih dulu ke pendengar dibanding speaker yang jauh. Akibatnya timbul beda fasa, sehingga staging kabur, bahkan bisa membuat sakit kepala.

    Masalah tersebut dipecahkan dengan Time Allignment (TA). Caranya adalah, speaker yang paling jauh
    diberi kesempatan bersuara dulu, kemudian speaker yang lebih dekat ditunda dengan waktu yang tepat, sehingga nantinya suara akan sampai bersamaan ke pendengar.

    Mengatur TA dapat dilakukan dari HU modern. Biasanya kita cukup memasukkan jarak speaker (cm), dan HU akan otomatis mengatur waktu tundanya. Jarak ini mudah diukur dengan menggunakan meteran biasa, tarik dari tengah speaker ke titik fokus pendengar yang diinginkan (misalnya posisi jidat supir).
    Sementara itu DSP juga menyediakan pengaturan TA dengan mode jarak (cm) maupun delay (ms).
    Rumus delay-ya adalah:

    delay (ms) = jarak (cm) / 34,4

    Kembali ke kasus sistem ini, pengaturan TA agak sedikit rumit karena tweeter terkoneksi langsung ke HU, sementara woofer, midrange dan sub melalui DSP. Karenanya kita akan mengatur TA secara hybrid dari HU (memakai mode cm) dan dari DSP (memakai mode ms). Untuk itu dilakukan kalkulasi dulu sebagai berikut:


    Dengan cara tersebut, secara teoritis TA akan bisa diatur dengan baik. Mantap kan.



    NAMUN, ternyata dalam praktek hal itu sulit dilakukan.
    Sudah dicoba berkali-kali staging tidak bisa fokus juga.
    Setelah dianalisis, hal ini karena DSP memerlukan waktu untuk memproses suara,
    sehingga ada delay yang tak bisa diprediksi.
    Untuk mengetahui delay ini diperlukan pengukuran lebih kompleks menggunakan uji impuls.
    Tak bisa lagi dengan meteran saja.

    Karena ribet, akhirnya instalasi sistem terpaksa di-upgrade.
    Tambah amplifier, agar tweeter juga lewat DSP.
    Stay tuned.

  2. #42
    Kopral Satu
    Posts
    87
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 20 Hrs 11 Mins 49 Secs
    Quote Originally Posted by gentarto View Post
    Telinga capek itu subyektif.
    Konon orang yang sudah manja biasa dengar suara enak, lebih mudah capek.
    Jadi ya ... jangan terlalu dimanja telinganya.


    Kebanyakan kita beranggapan bahwa telinag capek karena tweeter.
    Namun sebenarnya, masalahnya bukan frekuensi tinggi, namun distorsi.

    Suara yang alami, setiap frekuensi pasti mulus seperti sinus,
    dan tidak akan bikin capek karena saraf ditelinga (rambut pendengar)
    akan bergetar dengan nyaman mengikutinya.
    Sementara itu, jika suara terdistorsi maka sinyalnya akan terpatah
    (diskontinyu). Itu membuat rambut pendengar ditelinga bergetarnya meloncat-loncat
    dan cepat capek.
    Kebetulan saja, distorsi itu lebih mudah muncul di frek tinggi, jadi tweeter yang sering jadi biang keladi.

    Distorsi bisa muncul sepanjang jalur sinyal, dari rekaman, HU, DSP, ampli, sampai speaker.
    Untuk kasus bro, sebelumnya tidak capek, sekarang jadi capek. Perangkat sama.
    saya menduga ada dua kemungkinan utama:

    1. Karena tweeternya bagus, dan memasangnya direct, suara lebih langsung ke telinga.
    Akibatnya dulu distorsi agak teredam (karena suara tak langsung), sekarang tak teredam lagi.
    Berarti masalahnya di tahap sebelum speaker. Bisa jadi:
    - rekaman masih format MP3, coba ganti pakai FLAC atau mainkan saja CD.
    - DSP-nya kurang hi-res (masih 32 bit)
    - Ampli pakai kelas D, coba pakai kelas AB atau A, atau D yang high-end.

    2. TA-nya kurang pas, sehingga suara jadi salah fasa.
    Atur lagi TA-nya sampai pas benar.

    3. Cut-off tweeter terlalu rendah dekat ke fs-nya, sehingga suara pecah.
    Naikkan cut-offnya.


    4. Memang belum biasa saja.
    Telinga masih kaget, tahu tahu dapat suara cring cring yang lebih open ...
    Dulu saraf di bagian situ masih tertidur, sekarang terpaksa bangun.
    So, enjoy
    1. Rekaman yang dipakai FLAC atau streaming online. Yang streaming memang kualitasnya variasi.
    ADSP Genetic B8 sih tertulis 192 bit di brosur, kayak ngga mungkin juga dengan harga ekonomis. Ampli kemungkinan besar D.

    2. TA hanya diatur menggunakan hasil ukur meteran. Kabarnya bisa pakai aplikasi osciloskop di smartphone, cuma belum terbayang bagaimana caranya. Phasa dicek pakai file test audio in - out phase.

    3. Setelah pakai mic yang agak benar, cut off ketemunya di sekitar 3000 Hz, agak jauh dari Fs.

    4. Bisa jadi telinganya memang kaget. Biasa suara mendem di ujung dashboard, mantul sana sini, sekarang direct.

  3. #43
    Sersan Kepala
    Location
    Bandung
    Posts
    622
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 3 Wks 1 Day 10 Hrs 1 Min 21 Secs
    Quote Originally Posted by sapifr View Post
    1. Rekaman yang dipakai FLAC atau streaming online. Yang streaming memang kualitasnya variasi.
    ADSP Genetic B8 sih tertulis 192 bit di brosur, kayak ngga mungkin juga dengan harga ekonomis. Ampli kemungkinan besar D.

    2. TA hanya diatur menggunakan hasil ukur meteran. Kabarnya bisa pakai aplikasi osciloskop di smartphone, cuma belum terbayang bagaimana caranya. Phasa dicek pakai file test audio in - out phase.

    3. Setelah pakai mic yang agak benar, cut off ketemunya di sekitar 3000 Hz, agak jauh dari Fs.

    4. Bisa jadi telinganya memang kaget. Biasa suara mendem di ujung dashboard, mantul sana sini, sekarang direct.
    1. Bisa jadi amplinya. Saya akhirnya pakai ampli kelas A old school buat tweeter (Sound Stream D60)

    2. Pakai cm buat awalan, nanti kalau respon frekuensi sudah benar, di fine tuning lagi..
    Kalau mau coba, pakai telinga saja. Semua speaker dimatikan dulu, kecuali tweeter kiri kanan.
    Geser TA tweeter dikit-dikit sampai suaranya paling enak. Terus gain kiri kanan diatur sampai suara ke tengah.
    Kemudian gantian woofernya.

    3. Iya, biasanya segitu.

 

 
Page 5 of 5 FirstFirst 12345
GT Radial

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Replies: 24
    Last Post: 8th September 2012, 05:35
  2. Wts Apline Center Speaker & Domination Surround Speaker
    By donnyd1688 in forum Speaker - SubWoofer
    Replies: 1
    Last Post: 10th October 2011, 00:47
  3. (ask) Instalasi granmax minimalis
    By amatamatku in forum Diskusi Instalasi
    Replies: 2
    Last Post: 27th September 2010, 18:11
  4. WTA : Instalasi Aktif sebelumnya pake Pasif
    By winarko in forum Diskusi Instalasi
    Replies: 11
    Last Post: 28th March 2009, 05:22
Back to top