Indonesia ternyata jawara audio - Page 2
Scuto Laminating Blackvue HD Car Care
Page 2 of 2 FirstFirst 12
Results 11 to 19 of 19
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/659710
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #11
    Sersan Satu
    Location
    Slipi Jakarta
    Posts
    382
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 9 Hrs 29 Mins 9 Secs
    Quote Originally Posted by gentarto View Post
    Tadi lihat di toped, cliport audio menawarkan jasa tuning 3j.
    Jujur saya gak paham untuk Cliport om. Tapi untuk jasa tuning yang serius memang pasti berbiaya lebih. Soal mahal atau murah itu relatif krn menyangkut kepuasan. Biaya tuning 3jt (ataupun di atas itu) tapi kalau hasilnya memang memuaskan sesuai dengan kelas perangkat yang kita pakai, akan terasa lebih murah dr yang setengah2 tapi gak puas dan pindah2 tuner untuk cari tuningan yang cocok. Ujung-ujungnya lebih mahal.

    Pada umumnya sebelum tuning kalau konsumen minta, berdasar dari merek & kelas perangkat yang kita pakai, tuner akan kasih gambaran hasil suaranya akan seperti apa setelah tuning. Tujuannya supaya konsumen bisa dapat bayangan seperti apa. Apa kekurangan perangkatnya yang bisa diperbaiki via tuning/instalasi atau memang perlu ada penggantian perangkat tertentu. Jadi konsumen jelas di awal dan bisa mengambil keputusan.

    Jadi jangan sampai sudah bayar biaya lebih, hasil gak cocok, si tuner nanti nyalahkan instalasi/angle speaker atau perangkat. Pastikan jelas dulu di depan. Dan yang paling penting, sebelum yakin mau menggunakan jasa tuningnya, dengar dulu hasil tuningannya di mobil kastemer yang sedang dikerjakan supaya tahu cocok tidaknya dengan hasilnya.

    Jadi konsumen di dunia audio mobil yang bujetnya "Senen - Kemis", memang wajib dituntut untuk banyak "mau" nya. Yaitu mau repot, mau jeli, mau teliti, dan mau sabar spy meminimalisasi kejeblos.

  2. #12
    Sersan Kepala
    Location
    Bandung
    Posts
    530
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 1 Wk 6 Days 13 Hrs 8 Mins 17 Secs
    Buat home audio, konsumen bisa pergi ke toko mana saja, beli:
    - Player
    - Ampli (kalau perlu dengan built-in EQ)
    - Sepasang speaker 3 way, sudah dengan box
    Selama beli, boleh nyoba sampai puas.
    Nanti bawa pulang, taruh di bufet,
    sambung-sambung sebentar, hampir pasti dapat suara stereo enak
    (Biasanya linier dengan harga).
    Orang awam juga bisa.

    Makanya saya heran pada dunia car audio.
    Mengapa susah sekali membeli produk car audio, tanpa khawatir kejeblos ?
    Harga mahal juga tak menjamin suaranya bakal bagus.

  3. #13
    Sersan Satu
    Location
    Slipi Jakarta
    Posts
    382
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 9 Hrs 29 Mins 9 Secs
    Quote Originally Posted by gentarto View Post
    Buat home audio, konsumen bisa pergi ke toko mana saja, beli:
    - Player
    - Ampli (kalau perlu dengan built-in EQ)
    - Sepasang speaker 3 way, sudah dengan box
    Selama beli, boleh nyoba sampai puas.
    Nanti bawa pulang, taruh di bufet,
    sambung-sambung sebentar, hampir pasti dapat suara stereo enak
    (Biasanya linier dengan harga).
    Orang awam juga bisa.

    Makanya saya heran pada dunia car audio.
    Mengapa susah sekali membeli produk car audio, tanpa khawatir kejeblos ?
    Harga mahal juga tak menjamin suaranya bakal bagus.
    Bukan cuma itu om. Kalau di audio rumah, customer satisfaction diutamakan. Kalau mayoritas di audio mobil, seller satisfaction lebih diutamakan.

    Itulah kenapa kalau di audio rumah, biaya besar tapi puas. Bukan kejeblos tapi "keracunan" alias naik kelas. Kalau di audio mobil memang (spertinya) kodratnya biaya besar belum tentu puas.

    Tapi gak bisa 100% salah toko. Konsumen juga pegang peranan. Konsumen audio mobil masih terpaku pada merek dan memaksakan kelengkapan perangkat secara basic (spiker-amplifier-subwoofer) dengan bujetnya yang pas2an, daripada ngebangun sistem dengan cara dicicil, instalasi yang benar, tuning yang juga benar yang sebenarnya endingnya akan puas.Kalau ada instalatur yang idealis malah gak laku di audio mobil.

    Contoh, ada konsumen datang dengan bujet 10jt mau 2-way tanya ke instalatur dapatnya apa. Si instalatur jawab pakai peredam pintu 6 lembar 1,25jt, speaker (misalnya) Vox Vonalifo atau Dominations Buddy 1,3jt, DSP processor Cello Magic 1,8jt (main aktif) Kabel speaker pakai Vermouth Serenade II per meter 120rb x 10 meter misalkan jadi 1,2jt, kabel power Tchernov 4 AWG 4 meter (termasuk ground) x 300rb =1,2jt, lontar tweeter pojok dasbor 400rb, Sisa 2,850rb nya utk ongkos tuning dan instalasi dengan buka jalur baru perkabelan lewat tengah (bongkar jok), gak lewat pinggir spt umumnya toko krn ngejar praktis dan cepat. Si instalatur gak masukkan amplifier sm subwoofer krn prinsipnya utk ngebangun sistem yang lebih baik dimulai dari dasarnya dulu yang juga baik. Seperti ngebangun rumah, pondasi, tulangan, atap, kabel dan pipa harus prioritas, drpd keramik yang mahal, genteng yang mengkilat maupun perabot yang mewah.

    Kalau ada instalatur yang berprinsip bahwa audio mobil juga adalah seni seperti itu, hampir dipastikan 95 dari 100 calon konsumen yang datang, gak akan jadi konsumennya. Mayoritas konsumen akan milih ke toko sebelah dengan paket 10jt yang lebih "menggiurkan", speaker bermerek, pakai ampli bermerek, subwoofer bermerek, tanpa DSP tapi sudah termasuk ongkos pasang dengan 4 jam instalasi. Namun kabel pakai yang biasa2 dan jalur instalasi lewat samping spy cepat.

    Itulah kenapa setelah saya mulai membuka wawasan dengan org2 audio rumah, secara pribadi saya berpendapat bahwa konsumen audio rumah berbeda dengan konsumen audio mobil. Bukan soal bujet, krn yang main audio mobil banyak yang lebih gak masuk akal biayanya dr yang main audio rumah. Yang membedakan adalah konsumen audio rumah karakternya lebih dewasa, wawasannya lebih luas dan pola pikirnya lebih matang. Itulah kenapa di penggemar audio rumah, konsumennya punya komunitas dan sering ngumpul utk tukar pikiran dan pengalaman.. Sedangkan di audio mobil, komunitas (spertinya) hanya ada di forum online.

    Melalui teman2 audio rumah secara pribadi saya dapat ilmu dan wawasan baru. Yang mana selama ini di audio mobil saya hanya banyak dicekokin sama toko, sampai akhirnya saya mulai bisa paham gimana tahapan ngebangun sistem audio mobil yang bisa lebih baik tanpa harus dibutakan merek dan berbiaya mahal krn kejeblos.

  4. #14
    Sersan Kepala
    Location
    Bandung
    Posts
    530
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 1 Wk 6 Days 13 Hrs 8 Mins 17 Secs
    Quote Originally Posted by sparrow View Post
    Bukan cuma itu om. Kalau di audio rumah, customer satisfaction diutamakan. Kalau mayoritas di audio mobil, seller satisfaction lebih diutamakan.

    Itulah kenapa kalau di audio rumah, biaya besar tapi puas. Bukan kejeblos tapi "keracunan" alias naik kelas. Kalau di audio mobil memang (spertinya) kodratnya biaya besar belum tentu puas.

    Tapi gak bisa 100% salah toko. Konsumen juga pegang peranan. Konsumen audio mobil masih terpaku pada merek dan memaksakan kelengkapan perangkat secara basic (spiker-amplifier-subwoofer) dengan bujetnya yang pas2an, daripada ngebangun sistem dengan cara dicicil, instalasi yang benar, tuning yang juga benar yang sebenarnya endingnya akan puas.Kalau ada instalatur yang idealis malah gak laku di audio mobil.

    Contoh, ada konsumen datang dengan bujet 10jt mau 2-way tanya ke instalatur dapatnya apa. Si instalatur jawab pakai peredam pintu 6 lembar 1,25jt, speaker (misalnya) Vox Vonalifo atau Dominations Buddy 1,3jt, DSP processor Cello Magic 1,8jt (main aktif) Kabel speaker pakai Vermouth Serenade II per meter 120rb x 10 meter misalkan jadi 1,2jt, kabel power Tchernov 4 AWG 4 meter (termasuk ground) x 300rb =1,2jt, lontar tweeter pojok dasbor 400rb, Sisa 2,850rb nya utk ongkos tuning dan instalasi dengan buka jalur baru perkabelan lewat tengah (bongkar jok), gak lewat pinggir spt umumnya toko krn ngejar praktis dan cepat. Si instalatur gak masukkan amplifier sm subwoofer krn prinsipnya utk ngebangun sistem yang lebih baik dimulai dari dasarnya dulu yang juga baik. Seperti ngebangun rumah, pondasi, tulangan, atap, kabel dan pipa harus prioritas, drpd keramik yang mahal, genteng yang mengkilat maupun perabot yang mewah.

    Kalau ada instalatur yang berprinsip bahwa audio mobil juga adalah seni seperti itu, hampir dipastikan 95 dari 100 calon konsumen yang datang, gak akan jadi konsumennya. Mayoritas konsumen akan milih ke toko sebelah dengan paket 10jt yang lebih "menggiurkan", speaker bermerek, pakai ampli bermerek, subwoofer bermerek, tanpa DSP tapi sudah termasuk ongkos pasang dengan 4 jam instalasi. Namun kabel pakai yang biasa2 dan jalur instalasi lewat samping spy cepat.

    Itulah kenapa setelah saya mulai membuka wawasan dengan org2 audio rumah, secara pribadi saya berpendapat bahwa konsumen audio rumah berbeda dengan konsumen audio mobil. Bukan soal bujet, krn yang main audio mobil banyak yang lebih gak masuk akal biayanya dr yang main audio rumah. Yang membedakan adalah konsumen audio rumah karakternya lebih dewasa, wawasannya lebih luas dan pola pikirnya lebih matang. Itulah kenapa di penggemar audio rumah, konsumennya punya komunitas dan sering ngumpul utk tukar pikiran dan pengalaman.. Sedangkan di audio mobil, komunitas (spertinya) hanya ada di forum online.

    Melalui teman2 audio rumah secara pribadi saya dapat ilmu dan wawasan baru. Yang mana selama ini di audio mobil saya hanya banyak dicekokin sama toko, sampai akhirnya saya mulai bisa paham gimana tahapan ngebangun sistem audio mobil yang bisa lebih baik tanpa harus dibutakan merek dan berbiaya mahal krn kejeblos.
    Wuih ... saya tak tahu kalau separah itu. Ikut prihatin.

    Saya beruntung kalau begitu.
    Dulu pertama pasang audio, nyari lewat google saja, ketemu radius audio bandung.
    Datang ke sana, install 2 way + ampli, standar installnya bagus.
    Saya bahkan belajar melihat cara pasangnya, dan akhirnya keracun buat ngoprek sendiri


    Kalau cliport, dari iklannya sih, mereka jawara.
    Sayanya yang ngeri kesana, khawatir kena racun dosis tinggi ngelihat mobil-mobil jawara.
    Bisa-bisa installan minimalis mempertahankan OEM saya bobol berantakan nih.

  5. #15
    Sersan Satu
    Location
    Slipi Jakarta
    Posts
    382
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 9 Hrs 29 Mins 9 Secs
    Quote Originally Posted by gentarto View Post
    Wuih ... saya tak tahu kalau separah itu. Ikut prihatin.

    Saya beruntung kalau begitu.
    Dulu pertama pasang audio, nyari lewat google saja, ketemu radius audio bandung.
    Datang ke sana, install 2 way + ampli, standar installnya bagus.
    Saya bahkan belajar melihat cara pasangnya, dan akhirnya keracun buat ngoprek sendiri


    Kalau cliport, dari iklannya sih, mereka jawara.
    Sayanya yang ngeri kesana, khawatir kena racun dosis tinggi ngelihat mobil-mobil jawara.
    Bisa-bisa installan minimalis mempertahankan OEM saya bobol berantakan nih.
    Radius itu senior om. Dan skill tuningnya termasuk mumpuni.

  6. #16
    Kopral Satu
    Posts
    71
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    6 Days 51 Mins 23 Secs
    Quote Originally Posted by gentarto View Post
    Wuih ... saya tak tahu kalau separah itu. Ikut prihatin.

    Saya beruntung kalau begitu.
    Dulu pertama pasang audio, nyari lewat google saja, ketemu radius audio bandung.
    Datang ke sana, install 2 way + ampli, standar installnya bagus.
    Saya bahkan belajar melihat cara pasangnya, dan akhirnya keracun buat ngoprek sendiri


    Kalau cliport, dari iklannya sih, mereka jawara.
    Sayanya yang ngeri kesana, khawatir kena racun dosis tinggi ngelihat mobil-mobil jawara.
    Bisa-bisa installan minimalis mempertahankan OEM saya bobol berantakan nih.
    klo di bdg ada ko gan installer senior yg ongkos setting dsp di bawah 1jt, cm emang installer ny ga aktif di medsos.
    DDX 917WS | Reverb Acoustic F52be+SS R3004/602010 | Helix Psix DSP+HDT A620 | Bi-Amp Custom Passive Crossover | RF P3 | Phoenix Gold 4 AWG

  7. #17
    Sersan Satu
    Location
    Slipi Jakarta
    Posts
    382
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 9 Hrs 29 Mins 9 Secs
    Quote Originally Posted by tachu View Post
    klo di bdg ada ko gan installer senior yg ongkos setting dsp di bawah 1jt, cm emang installer ny ga aktif di medsos.
    Wah boleh om di PM

  8. #18
    Kolonel
    Posts
    9,831
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Wks 3 Hrs 25 Mins 22 Secs
    Quote Originally Posted by gentarto View Post
    Tadi lihat di toped, cliport audio menawarkan jasa tuning 3j.
    luar biasa kayak nya harga perangkat ane gak sampe segitu nya jadi belum pantes di tuning di sana

  9. #19
    Kopral Kepala
    Posts
    183
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 9 Hrs 38 Mins 3 Secs
    Audio mobil bandung numpang ngakak saja

 

 
Page 2 of 2 FirstFirst 12
GT Radial Venom 300x250

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 2 users browsing this thread. (0 members and 2 guests)

Similar Threads

  1. Ternyata Toyota Fortuner Buatan Indonesia Disukai Negara Lain
    By Zenuarbgnx in forum Hotspot & Product
    Replies: 5
    Last Post: 7th September 2018, 12:17
  2. Stadion Utama club ITALY ternyata ada di INDONESIA
    By da broken machine in forum Automotive
    Replies: 40
    Last Post: 24th May 2009, 20:09
  3. ternyata gak hanya terjadi di Indonesia.....
    By anto_team07 in forum Merk Lainnya
    Replies: 7
    Last Post: 11th May 2009, 10:16
  4. ternyata lagu2 indonesia digemari oleh negara tetangga lohh
    By Mr Panerai LED in forum Automotive
    Replies: 9
    Last Post: 22nd July 2008, 11:02
  5. Jawara kelas FFA coming soon !
    By sudjono in forum Diskusi Mesin
    Replies: 116
    Last Post: 13th December 2007, 16:46
Back to top