Bisakah processor meningkatkan sub kolong ?
Scuto Laminating Blackvue HD Car Care
Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 13
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/656881
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Kopral Satu
    Location
    Bandung
    Posts
    97
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 3 Days 16 Hrs 8 Mins

    Bisakah processor meningkatkan sub kolong ?

    Modcomers yang lihai-lihai,

    kita tahu kalau sub woofer kolong kalah nendang di banding sub box.
    Namun masih banyak saja orang yang pengen tetap pakai sub kolong.
    karena alasan tempat.
    Apakah mungkin performansi sub kolong sdikit di angkat memakai processor ?

  2. Rekeningku.com
  3. #2
    Kapten
    Posts
    2,770
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 9 Hrs 9 Mins 23 Secs
    ya kalo cuma sinyal yang di dongkrak gak sekuat kalo daya sama power handling yang di dongkrak

  4. #3
    Prajurit
    Location
    Jakarta
    Posts
    4
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 3 Days 7 Hrs 32 Mins 30 Secs
    sedikit

    sub kolong pasif ane di bawah kursi , pakai BOX juga loh, om.
    G4EE 1.4, 2 Way xt19nc Avexis FU6S 8" Sub-W Monserra

  5. #4
    Sersan Satu
    Location
    untuk saat ini di Ponorogo
    Posts
    468
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 19 Hrs 10 Mins 31 Secs
    Kelemahan sub kolong biasanya lownya krg, tp hentakannya dpt. Nah meningkatkan performa sub kolongnya yg spt apa? Klo sktr main eq sih bs, sm main TA dan xover biasa kesan suaranya menyatu. Tp sekalipun pake proc, kesan bass nya gak sebagus sub pasif. Klo emg ruang bawah jok ckp, cr sub slim yg bs ditampung disitu beserta boxnya. Menurut sya lbh baik drpd sub aktif kolong. Hanya saja perlu power terpisah lg

  6. #5
    Kopral Satu
    Location
    Bandung
    Posts
    97
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 3 Days 16 Hrs 8 Mins
    Quote Originally Posted by wildfire2 View Post
    sedikit

    sub kolong pasif ane di bawah kursi , pakai BOX juga loh, om.
    Maaf kalau istilah saya tak benar.
    Maksud saya, sub kolong idi sini yang aktif, di kotak minimalis itu lho.
    Misal Domination ES Boombox, JBL Bass proSL, Pioneer TSWH500 ...

    Sub kolong spt itu koneksinya sederhana, dan kita tinggal terima suara apa adanya
    [HU]====[sub kolong]

    Saya tergelitik bertanya, karena baca iklan sub rumah bisa begini:

    https://www.svsound.com/blogs/svs/subwoofer-dsp

    Apa mungkin kalau kita sisipkan DSP sbb:
    [HU]==[DSP]=====[sub kolong]

    kita set sesuatu di DSP-nya, sub kolongnya bisa dibawa sedikit lebih deep, punchy, dll ...

  7. #6
    Kapten
    Location
    Jakarta Selatan
    Posts
    2,221
    Power
    13 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 3 Days 19 Hrs 2 Mins 37 Secs
    Quote Originally Posted by AliciaAnakAyah View Post
    Kelemahan sub kolong biasanya lownya krg, tp hentakannya dpt. Nah meningkatkan performa sub kolongnya yg spt apa? Klo sktr main eq sih bs, sm main TA dan xover biasa kesan suaranya menyatu. Tp sekalipun pake proc, kesan bass nya gak sebagus sub pasif. Klo emg ruang bawah jok ckp, cr sub slim yg bs ditampung disitu beserta boxnya. Menurut sya lbh baik drpd sub aktif kolong. Hanya saja perlu power terpisah lg
    Setuju dgn catatan sub pasif nya well tuned, installed and driven by good power.. Sub kolong kurang rendah umumnya karena box yang terbatas jd kurang memadai. Audio mau bagus ya jangan nanggung.. kompensasi bisa jadi limitasi terhadap performance..
    ANALOGUE MIRACLE
    Home Speakers Builder; Specialist Custom Passive Crossover; Western Electric Power Cord; Preamp Flat
    Location: Ps. Minggu
    Email: analoguemiracle@yahoo.co.id

  8. #7
    Sersan Satu
    Location
    untuk saat ini di Ponorogo
    Posts
    468
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 19 Hrs 10 Mins 31 Secs
    Quote Originally Posted by potensio View Post
    Setuju dgn catatan sub pasif nya well tuned, installed and driven by good power.. Sub kolong kurang rendah umumnya karena box yang terbatas jd kurang memadai. Audio mau bagus ya jangan nanggung.. kompensasi bisa jadi limitasi terhadap performance..
    Siap...
    Makanya kdg sblm beli sub pasip, ada baiknya cek and ricek dl spek yg tertera dr pabrikan. Cb dihitung brp kira2 kebutuhan box dr spek pabrik (sekalipun kdg driver yg sama memghasilkan spek ukur real yg tdk 100% sama). Tp plg gak dpt gambaran kcl nantinya butuh box sbrp klo hrs dipasang dimobil... jd misal klo ternyata sub A bagus, tp dia butuh box gede ya beralih aja ke yg lain.

  9. #8
    Kopral Satu
    Location
    Bandung
    Posts
    97
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 3 Days 16 Hrs 8 Mins
    saya baru saja baca-baca "teori" desain subwoofer.
    http://www.carstereo.com/help/Articles.cfm?id=29

    Di situ dinyatakan bahwa sifat / karakteristik subwoofer bisa dilihat dari respon frekuensinya,
    seperti gambar berikut:



    Di contoh ini, speaker asli, punya respon yang mirip seperti Qtc = 0,5.
    Nampak bahwa dia bisa merespon sampai frekuensi rendah 35 Hz (deep),
    namun slope-nya landai sehingga bassnya tidak akan lincah (cenderung mendelep).
    (Istilah sana, over dumped).

    Kalau diberi kotak, frekuensi reponnya bisa diperbaiki, Qtc nya naik.
    Desain yang diinginkan adalah Qtc antara 0,9 - 1,1.
    Deep-nya berkurang, namun slopenya naik.
    Sehingga bass akan makin punchy (nendang).

    Namun kalau kotaknya terlalu besar, Qtc nya naik diatas 1,2.
    Slopenya naik berlebih (under damped), dan bass menjadi boomy.


    --------------
    Terkait penasaran saya,
    sehubungan dengan sub woofer kolong dengan kotak yang kecil,
    mestinya Qtc nya kecil. Makanya dia kurang nendang.
    Biasanya Qtc bisa naik dengan box.
    Namun kalau box terbatas, bisakah processor membantu ?
    Pakai graphic equalizer misalnya, bagaimana kalau "diangkat" di sekitar 40 - 80 Hz ?

    Maaf, saya cuma bisa teori dan penasaran krn belum punya DSP ...

  10. #9
    Kopral Satu
    Posts
    58
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 2 Hrs 36 Mins 9 Secs
    Saya pakai sub aktif, bukan kolong, dikontrol dengan DSP.
    Menurut saya mengangkat frekuensi tertentu mirip dengan memperbesar gain. Volume bisa naik, tapi deep dan punchynya tidak berubah, kecuali memang bermain di volume yang rendah, jadi suara bass awalnya belum terdengar.

  11. #10
    Kopral Satu
    Location
    Bandung
    Posts
    97
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 3 Days 16 Hrs 8 Mins
    Quote Originally Posted by sapifr View Post
    Saya pakai sub aktif, bukan kolong, dikontrol dengan DSP.
    Menurut saya mengangkat frekuensi tertentu mirip dengan memperbesar gain. Volume bisa naik, tapi deep dan punchynya tidak berubah, kecuali memang bermain di volume yang rendah, jadi suara bass awalnya belum terdengar.
    Begitu ya. Terima kasih infonya.
    Bener juga. Kalau deep, memang susah mau naikkan frekuensi rendah yang memang tidak ada.

    Tapi kalau punchy, saya masih penasaran. Secara teori bisa dikejar:
    - kalau mendelep -> kuatkan frek tertentu
    - kalau boomy -> lemahkan frek tertentu

    Cuma nyari "frekuensi tertentu" tersebut perlu RTA,
    dan DSP-nya bisa akurat atur gain di situ.

 

 
Page 1 of 2 12 LastLast
NGK Busi Rekeningku.com Desktop 300x250

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Bisakah kamu melakukannya?
    By rian idsr in forum Automotive
    Replies: 33
    Last Post: 5th July 2010, 11:31
  2. WTA: Ganti sistem dari processor ke non processor
    By nuggr in forum Diskusi Instalasi
    Replies: 36
    Last Post: 21st May 2010, 17:16
  3. Intercooler di DX.....BISAKAH???
    By Alex1 in forum Diskusi Mesin
    Replies: 19
    Last Post: 8th November 2009, 17:58
  4. bisakah altis chamber?
    By tionobz in forum Diskusi Kaki-Kaki
    Replies: 7
    Last Post: 1st September 2008, 18:10
  5. BISAKAH MOBIL PAKAI DUA AKI
    By berkelana in forum Diskusi Audio Lainnya
    Replies: 9
    Last Post: 9th March 2007, 23:15
Back to top