Touring jarak jauh atau jalan malam hari saat cuaca kurang baik atau hujan, punya lampu terang benderang memang sangat nyaman. Modifikasi lampu, ganti dengan lampu HID atau LED memang pilihan menarik. Tapi pilih dan ganti dengan cermat, ganti spareparts motor seperti lampu ini ada aturan dan plus minusnya lo...

Dari segi hukum, sudah jelas, pemerintah punya aturan baku mengenai warna lampu yang boleh digunakan di jalan raya. Gunakan lampu warna yang sesuai aturan. Hindari lampu warna-warni seperti merah dan biru, dilarang untuk kendaraan sipil karena hanya untuk kendaraan polisi dan militer. Juga pemakaian rotater atau strobo.

Bagaimana dengan lampu intensitas tinggi seperti lampu HID (High Intensity Discharge) atau LED aftermarket?


Lampu motor dengan intensitas tinggi memang sangat membantu saat berkendara di jalur-jalur tanpa penerangan jalan. Pastikan tidak mengganggu pengguna jalan lain, penyetelannya tepat, tidak terlalu mendongak atau di tempat yang benar. Banyak terjadi, memakai lampu putih dan terang untuk lampu rem, ini sangat mengganggu kendaraan di belakangnya.


Lampu HID memakai bola lampu yang didesain secara untuk menciptakan efek cahaya yang kuat. Tapi meski lebih terang dan hemat karena tahan lama, lampu HID memiliki kelemahan yang bisa membahayakan spareparts motor terutama sistem kelistrikan motor. Lampu HID bisa membuat aki motor cepat tekor, daya atau Watt-nya lebih besar dari lampu standar sehingga menyedot arus yang lebih besar juga.

Kalau sistem kelistrikan motor masih sistem AC, ini biasanya pada motor-motor lawas atau karburator, aki akan cepat tekor. Begitu pula pemakaian lampu motor LED. Lampu motor ini memakai listrik statis, sementara sistem AC tidak menghasilkan listrik statis. Akibatnya lampu akan cepat rusak walaupun aki tidak jebol.

Motor injeksi atau produksi baru, sudah menggunakan sistem kelistrikan motor DC, sehingga lebih aman bila melakukan modifikasi lampu motor. Solusinya, ubah sistem kelistrikan motor dari AC ke DC dengan mengganti magnet, kiprok, dan sepul. Kalau sudah begini, bisa dipastikan ubahan yang membutuhkan pasokan besar dari sistem kelistrikan motor akan tetap aman. Tapi, pastikan ubahannya memakai spareparts motor berkualitas dan sesuai standar pabrik ya...