Nambah Kawan Hingga Kantongi
Voucher Nginap Di Hotel Bintang Empat


Saat tiba waktunya mudik, Fazry dan keluarga bergegas merapikan barang yang akan mereka bawa saat berkunjung ke kampung halaman. Bersama istri serta dua putri kecilnya, mereka disibukkan dengan kegiatan packing malam itu (Rabu/13/06/2018).



Mudik ini merupakan tradisi yang kerap dijalani Warga Negara Indonesia baik mereka yang didalam negeri maupun diluar negeri untuk pulang kampung berkumpul dengan sanak saudara.


Mudik dilakukan dalam rangka menyambut libur panjang yang biasanya bertepatan dengan perayaan hari kebesaran umat muslim (Hari Raya Idul Fitri) setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Rabu malam, Fazry bercerita, 5 hari sebelum mudik, keluarganya mulai sibuk menyiapkan segala keperluan yang bakal dibawa kekampung halaman di Kuningan Jawa Barat. Mulai dari bekal diperjalanan, oleh-oleh ala kadarnya, uang baru hingga baju baru buat anak-anak.
"Alhamdulillah masih dapat parcel 2 dua dus Indomie dari kantor, kue-kue basah dan aneka minuman kemasan. Saya bawa buat dikampung," katanya.




Tak hanya itu, mobil kesayangannya juga diperlakukan istimewa dengan service dan smuanya dicek guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan disaat mobilnya dipacu dijalanan.
"Sebelum mudik kebengkel dulu tune up. Saya dan istri juga selalu memantau kondisi lalu lintasnya. Kalau lancar jalan, kalau macet cari jalur alternatif."




Tahun ini, Fazry mengaku ikut grup Mudik Bareng Lintas Komunitas (MBLK), selain bisa menambah teman seperjalanan, informasi soal lalu lintas teranyar juga bisa ia dapat dari mereka yang juga gabung MBLK.
"Ada ratusan orang yang ikut gabung di MBLK dengan berbagai tujuan. Panitia kemudian membagi sesuai dengan tujuan mudik, rute yang diambil dan dibuat line up (catatan) jam dan tanggal berapa mudiknya. Jadi mudik makin asik dan banyak teman ngobrol diperjalanan," katanya.

Selain itu, ada juga Doorprize menarik dan ada hadiahnya dari sponsor. "Tahun ini saya dapat voucher nginap di hotel Atria Magelang dan Voucher Karaokean di Purple."



Dia bersama keluarganya, memutuskan berangkat H-1 dan memilih lewat jalur pantura/ Tol Cikapali.
Fazry mengatakan, kebutuhan utama dalam perjalanan yang disiapkan selain stamina yang fit dan kendaraan yang layak pakai, uang recehan dan juga alat komunikasi penting dibawa. "Bagi saya batrei Hp harus dalam kondisi full dan bawa power bank, bawa HT (handy talky) juga buat mantau lalin dan mengusir rasa ngantuk. Kebetulan, MBLK menyediakan frekuensi khusus untuk berbagi info lalin bagi teman-teman yang mau mudik," katanya.

Bagaimana kalau kejebak macet dijalan nanti?"Udah biasa, namanya mudik selalu aja ngalamin macet. Bisa berjam-jam dan kalau lagi untung, ya lancar, nikmatin ajalah. Semua itu kebayar setelah sampai kampung halaman, kumpul sama keluarga dan jumpa dengan teman lama."



Foto dok : Peserta MBLK

Sebelumnya diberitakan, Panitia MBLK Om Indra Pratama yang akrab disapa Ki Pecut menjelaskan, Mudik Bareng Lintas Komunitas diawali dari obrolan tentang keinginan untuk mudik bersama – sama , baik yang searah tujuan ataupun tidak. "Kenapa harus bersama – sama, paling utama adalah bila ada rekan kita yang mengalami kerusakan atau mogok, kita bisa bantu secepatnya," katanya.

Selain itu, dengan mudik bersama, info jalan lalu lintas selama perjalanan dapat saling menginformasikan, mana yang macet, atau ada kecelakaan, dengan menggunakan radio komunikasi. MBLK ini dimulai di Tahun 2015 dengan swadaya murni dari peserta yang datang dari berbagai komunitas atau klub. Setelah gelaran pertama di tahun 2015 yang diikuti 150 peserta, di tahun 2016 peserta meningkat menjadi 350 peserta. Di tahun berikutnya melonjak menjadi 809 peserta.

MBLK 2015 sendiri awalnya berasal dari ide Om Mikko Hermawan yang dibantu oleh panitia kecil yaitu Om Iyan Adzan Sofyan, om APM Agung dan saya sendiri. "Saya sendiri berharap, dengan adanya kegiatan MBLK ini, setiap peserta dapat terbantu dan saling membantu dalam kegiatan tersebut sehingga acara mudik dapat berjalan lancar dan aman," Kata Ki Pecut.