Mercedes-Benz Indonesia memberikan kesempatan secara eksklusif bagi anggota Mercedes-Benz Club Indonesia (MBCI) untuk dapat menyaksikan proses perakitan Mercedes-Benz secara eksklusif dan tur di pabrik Wanaherang, Jawa Barat akhir pekan lalu.

Lebih dari 80 anggota MBCI, dari lebih 7.000 members dengan 90 varian klub yang telah didirikan sejak tahun 2004, turut hadir pada acara hari ini yang digelar di pabrik Wanaherang. Mereka dengan sangat antusias mengikuti prosesi jalannya tur dan merasakan pengalaman langsung untuk menyaksikan proses perakitan kendaraan penumpang maupun kendaraan niaga Mercedes-Benz dari beragam segmen yang telah dirakit secara lokal di Indonesia.

Günter Häfele, CEO PT. Mercedes-Benz Indonesia yang turut hadir dalam acara kunjungan tersebut menjelaskan, Pabrik Wanaherang telah resmi didirikan sejak tahun 1978 yang dibangun di area seluas 42 hektar dan telah memperkerjakan sekitar 700 orang karyawan berdedikasi dan sangat kompeten di bidangnya. Pabrik Wanaherang sendiri telah memproduksi 6 tipe kendaraan penumpang Mercedes-Benz yakni C-Class, E-Class, S-Class, GLC, GLE dan GLS. Lebih dari 70% kendaraan penumpang Mercedes-Benz yang terjual di Indonesia adalah produksi pabrik Wanaherang.





“Dan mulai 2018 produksi truk dengan tipe Axor menunjukkan keterlibatan perusahaan Daimler AG untuk berinvestasi di Indonesia dan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru yang merefleksikan betapa pentingnya pasar otomotif Indonesia di masa depan,” ujar Günter Häfele, CEO PT. Mercedes-Benz Indonesia.

Tugas utama pabrik Wanaherang meliputi perencanaan produksi, pengembangan teknologi dan manajemen mutu bagi beragam segmen kendaraan-kendaraan Mercedes-Benz yang diproduksi disini. Pabrik Wanaherang ini terbagi menjadi beberapa bagian, dua jalur pada Gedung 8 untuk memproduksi kendaraan penumpang dan satu jalur pada Gedung 6 untuk memproduksi chassis truk dan bus.

Pabrik ini dilengkapi dengan Pusat Persiapan dan Logistik Kendaraan Terpadu (Intergrated Vehicle Preparation Center and Logistics) untuk kendaraan penumpang maupun kendaraan niaga. Mercedes-Benz Production System (MPS) diimplementasikan dalam lini produksi pabrik untuk memberikan perbaikan secara terus menerus yang bertujuan untuk mendapatkan kualitas kendaraan terbaik. Semua kendaraan yang dirakit di pabrik ini telah menerima persetujuan kualitas dari markas besar Mercedes-Benz di Jerman.

Sebuah Tim Audit Pengawasan dari Jerman akan selalu mengawasi keseluruhan proses produksi, metode kerja, keterampilan dan pengetahuan dari para rekan kerja di Indonesia dengan mengikuti pedoman dari Daimler AG.