Upaya mendorong penggunaan mobil listrik di Australia terutama di kota Adelaide, pemerintah Australia Selatan bersama Mitsubishi Motors Australia membuka stasiun pengisian baterai mobil listrik.



Menandai proyek tersebut, Mitsubishi mendirikan delapan stasiun pengisian baterai sebagai tahap awal. Stasiun tersebut ditempatkan diletakkan di Central Market Precinct Adelaide, Australia. Rencanannya tiga stasiun lagi akan terpasang pada tanggal 11 Oktober 2017, hingga nantinya akan ada 11 stasiun pengisian baterai. Dan rencananya pada pertengahan 2018 mendatang akan ada sebanyak 25 stasiun pengisian baterai mobil listrik di kawasan bisnis di kota Adelaide.

Proyek stasiun pengisian baterai mobil listrik ini didanai sepenuhnya oleh Mitsubishi, tanpa adanya bantuan dari pemerintah Australia Selatan. Stasiun pengisian tersebut menawarkan tingkat pengisian baterai lima sampai enam kali lebih cepat dibanding stasiun pengisian konvensional.



Artinya, untuk men-charge Mitsubishi Outlander plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) misalnya, bisa mengisi baterai hingga 80 persen sekitar 30 menit. Stasiun pengisian baterai rancangan Mitsubishi bisa digunakan oleh segala jenis kendaraan baik itu plug-in hybrid maupun mobil listirk.

"Mitsubishi telah menyediakan alat charger cepat tanpa biaya. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung jaringan pengisian baterai umum untuk semua pengguna kendaraan listrik, kami merasa bahwa teknologi kendaraan listrik harus tersedia untuk masyarakat luas, tidak hanya untuk pemilik mobil mewah," kata CEO Mitsubishi Motors Australia, John Signoriello.

Penjualan kendaraan listrik di Australia mengalami peningkatan 65 persen dari tahun ke tahun. Namun, jumlahnya masih terbilang kecil, sepanjang 2017 saja tercatat 724 unit mobil listrik yang sudah terjual, sedangkan tahun lalu hanya 477 unit. (Caradvice, 29/9/2017)