Meskipun memiliki warisan yang kaya, Lamborghini jarang menjadi pengadopsi awal teknologi kendaraan baru, terutama dalam dekade terakhir.





Misalnya, mereka sangat terlambat dalam menawarkan transmisi dual-clutch dan masih belum merilis model hybrid, meskipun semua pesaingnya melakukannya. Dan, ketika sistem mengemudi otonom mulai menjadi hal yang normal, Lamborghini berpikir bahwa mereka belum mau menyentuhnya.

Dalam sebuah wawancara dengan Digital Trends, bos riset dan pengembangan Lamborghini, Maurizio Reggiani mengatakan bahwa merek tersebut tetap berkomitmen untuk memproduksi kendaraan yang berfokus pada pengemudi dan tidak akan terburu-buru untuk mengadopsi teknologi otonom.

"Jika Anda membeli Lamborghini, Anda membelinya untuk bersenang-senang dan menikmati sensasi berkendara. Jika kita berbicara tentang sistem mengemudi otonom sejati, saya pikir kita akan menjadi merek terakhir yang menawarkan hal tersebut," katanya.

Sementara Lamborghini tetap menentang tren yang pasti akan mencapai mobil sport di tahun-tahun mendatang, ia tidak akan menghindar dari menawarkan tingkat otonom tertentu dengan Urus SUV. "Kami akan memiliki adaptive cruise control, kami akan memiliki kamera, kami akan memiliki sistem lane-keeping. Setiap fitur yang tersedia dalam mobil premium akan tersedia di Urus, tapi tidak ada yang mendekati sistem otonom sejati," tegas Reggiani. (carscoops 29/9/2017)