Seorang siswa di Universitas Guangxi bermarga Wang terkejut saat menemukan seekor ular kecil di antara sayuran mi yang ia pesan untuk makan siangnya di sebuah restoran di wilayah otonomi Guangxi Zhuang di China Selatan.

Setelah mengambil beberapa foto ular itu, Wang membuang semua sisa mi. Meski ia tidak mengajukan keluhan resmi ke restoran, Wang kemudian membagikan foto-foto itu di akun media sosialnya. Segera, kisah itu menyebar dengan cepat dan menarik perhatian otoritas makanan lokal yang kemudian melakukan penyelidikan.

Para inspektor kebersihan kemudian menemukan bahwa fasilitas penyimpanan makanan di restoran tersebut tidak higienis dan pemiliknya tak dapat memberikan tanda terima yang benar dari pemasoknya. Sang pemilik membantah bahwa ular tersebut tak mungkin berasal dari dapurnya karena tidak ada pelanggan lain yang mengeluh.

Pihak berwenang memerintahkan restoran tersebut untuk ditutup sambil menunggu pembersihan secara menyeluruh dan perbaikan langit-langit. Pemiliknya tidak dikenai tuduhan karena tidak ada bukti yang menunjukkan ular tersebut benar-benar berasal dari restoran tersebut.