Pada bulan Oktober tahun lalu, Audi menghentikan produksi R8 e-tron setelah kurang dari dua tahun dipasarkan. Supercar ini tersedia secara eksklusif untuk pelanggan Eropa dengan harga mulai dari 1 juta Euro (sekitar 1.1 juta USD), yang mungkin merupakan salah satu alasan utama mengapa mereka hanya terjual "kurang dari 100 unit."





Kini, sebuah laporan baru dari Car and Driver menunjukkan bahwa kendaraan tersebut bisa mendapatkan penggantinya, karena Peter Mertens, kepala pengembangan baru di perusahaan tersebut, telah mengisyaratkan kemungkinan ini. Berbicara kepada mantan bos Volvo R&D tersebut, C&D menemukan bahwa dia bersedia mengisi celah yang dibuat oleh R8 e-tron.

"Anda bisa membayangkan dengan baik bahwa pada suatu titik kita akan memiliki supercar listrik," Mertens berkomentar pada perlombaan Formula E 2017 di Berlin. "Pertanyaannya adalah, 'Apakah saya ingin menghadirkannya lebih cepat?' Dan jawabannya adalah, 'Ya, tentu saja.' Ini adalah bagian dari rencana kami. Kami tidak akan membicarakannya hari ini, tapi saya dapat memberi tahu Anda bahwa untuk merek seperti Audi, supercar selalu menarik, karena ini adalah segmen tempat kami bermain, dan kami adalah pemain yang sangat serius."

Audi ingin secara umum menawarkan tidak hanya versi elektrik dari model konvensional yang sudah ada, namun EV sejati yang dibangun dari awal, yang berarti supercar listrik potensial di masa depan tidak akan hanya R8 dengan powertrain listrik. Kemungkinan besar, mobil ini akan sama sekali berbeda. Mertens juga mengisyaratkan kendaraan tersebut bisa mendapatkan sistem pengisian 800 volt, meski secara signifikan akan meningkatkan harga produknya.

"800 volt memberi tambahan biaya yang signifikan pada tagihan. Kita perlu mengevaluasi apakah pelanggan akan siap membayarnya. Di segmen seperti mobil supersport, pasti iya, tidak diragukan lagi."

Dan jika itu tidak cukup, Mertens mengungkapkan bahwa Audi tertarik dengan versi hardcore dari model e-tron masa depan, yang pada dasarnya kita bisa melihat supercar e-tron S atau e-tron RS suatu hari nanti. (motor1 20/6/2017)