Tesla menunda rencana masuk secara resmi dan mengekspansi pasar India. Pasalnya, regulasi pemerintah mewajibkan lokalisasi produksi.



Chief Executive Officer Tesla, Elon Musk, mengungkapkan hal itu saat merespons pertanyaan warganet mengenai kemungkinan mendatangkan Tesla pada 2017 atau 2018.

"Saya diberitahu bahwa untuk masuk India, 30 persen komponen harus dilokalisasi. Sementara, suplai dari pemasok komponen India belum dapat menyediakan yang sesuai dengan yang kami butuhkan," ungkap Elon.

Musk, pada Februari, memang sempat mengumumkan niat mempenetrasi India mulai musim panas 2017. Saat mengungkapkan penundaan ambisi tersebut di Twitter, dia tidak menyinggung kapan kira-kira Tesla akhirnya dapat masuk ke salah satu pasar otomotif paling potensial sejagad ini.

Kementerian Perdagangan dan Perindustrian India sendiri merespons cuitan Musk sehari setelahnya. Menurut mereka, pemerintah tidak menentukan persentase komponen lokal.

Namun, hal itu tidak mengubah fakta mengenai kewajiban Tesla untuk merakit secara lokal mobil-mobil mereka di India. Jika tidak, Tesla bakal terkena bea masuk impor yang amat tinggi.

Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat ini sebenarnya sudah membuka inden mobil listrik murah mereka, Model 3, di India sejak tahun lalu dengan harga yang dipastikan bakal meroket karena bea masuk impor sebanyak 125 persen. Belum diketahui bagaimana kelanjutan dari inden ini, yang pastinya hanya akan mampu diakses orang-orang kaya negeri itu. (Carscoops, 29/5/2017)