MODCOM, Jakarta - Sering kali pengguna mobil kurang memperhatikan kondisi air radiator dalam kendaraannya. Hanya memperhatikan volume air radiatornya, apakah berkurang atau tidak. Padahal, perawatan radiator harus dilakukan berkala, setiap 6 bulan sekali air radiator harus dikuras.

Seperti yang dijabarkan oleh Juergen Gunawan, selaku Direktur PT Willbern Technik Indonesia, produsen dari air coolant Willbern. Air coolant berfungsi tidak hanya sebagai pendingin saja, tetapi di dalam radiator tersebut juga terjadi pelumasan karena adanya gesekan yang menyebabkan suhu radiator meningkat.

Yang kedua, coolant itu juga berfungsi sebagai anti karat, karena kalau karatan, radiator akan terlihat ada bentuk lekukan-lekukan, dan bila lekukan yang terbuat dari metal ini diperbesar akan terlihat menipis, karena metal ini akan mengembang dan tertarik. Bagian inilah yang cukup rentan terkena karat, yang terjadi karena penumpukan mineral pada dinding radiator yang lama-lama akan menimbulkan karat.

“Penumpukan mineral ini terjadi apabila air coolant dalam radiator tercampur dengan air mineral karena keperluan mendesak. Penumpukan ini memang tidak langsung terjadi, butuh proses dari perputaran air radiator tersebut. Bila terlupa dikuras karena campuran air mineral dan air coolant tersebut, akan terdapat bubuk putih di dinding radiator yang disebabkan dari air mineral, bubuk inilah yang dapat menyebabkan karat,” tukas Juergen.



Oleh sebab itu, Juergen menyarankan, sebaiknya air coolant yang sudah tercampur dengan air mineral, sebelum jarak mencapai 6000 km, radiator sudah harus dikuras habis dan diisi kembali dengan air coolant. Untuk menghindari radiator karatan ataupun tersumbat karena kotoran dari air yang mengandung mineral tersebut.