Daimler telah mengungkapkan bahwa mereka tidak akan lagi menganggap pengembangan hydrogen fuel cell menjadi prioritas utama, dan lebih memilih untuk fokus dengan kendaraan listrik.



Baru-baru ini berbicara pada kongres otomotif di Stuttgart, chief executive Daimler, Dieter Zetsche mengatakan bahwa keuntungan teknologi ini dari kendaraan listrik semakin berkurang dan karenanya, itu tidak layak dikembangkan lagi, menurut Smart2Zero. "Biaya baterai menurun dengan cepat, sedangkan produksi hidrogen masih sangat mahal," kata Zetsche.

Meskipun sang produsen mengalihkan perhatiannya ke arah EV dan merek EQ-nya, mereka tetap berniat untuk menawarkan Mercedes-Benz GLC F-Cell untuk masyarakat di akhir tahun ini atau awal tahun 2018. Mobil ini menggabungkan fuel cell system kecil yang dapat mengisi tenaga baterai 9 kWh dan ketika tank-nya diisi penuh dengan gas hidrogen, ia akan menawarkan jarak tempuh sekitar 500 Km. Tidak seperti kendaraan hidrogen lainnya, baterai dari GLC F-Cell juga dapat diisi dengan colokan listrik, seperti sebuah EV atau plug-in hybrid. (carscoops 5/4/2017)