MODCOM, Jakarta Komunitas Nissan Xtrail Indonesia (NXI) adakan agenda kunjungan Ke Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Kamis, 30 Maret 2017kemarin.

Berdasarkan rilis yang diterima Modifkasi.com, kunjungan para pengurus pusat NXI itu dimaksudkan untuk menjalin sinergi posotif antara NXI dan BNN dalam hal pencegahan penggunaan narkoba dikalangan komunitas mobil.



''DI NXI terdapat berbagai macam kegiatan yang tentunya bisa disinergikan dengan BNN ke depannya. Selain kegiatan touring, kami juga memiliki kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan yang tentunya bisa disinergikan dengan berbagai program kegiatan dari BNN,'' papar Ketua Umum NXI, Andhita Budi Santoso, didampingi Divisi Humas NXI, Risha dan Divisi Publikasi dan Media, Titis.

Kedatangan ini diterima langsung oleh Deputi Pencegahan BNN, Irjend Pol Drs, Ali Johardi, didampingi oleh Direktur Advokasi BNN, Yunis Farida Oktoris, serta Kepala Sub Direktorat Masyarakat dan Pendidikan BNN, Dik Dik Kusnadi.

Deputi Pencegahan BNN, Irjend Pol Ali Johardi mengungkapkan, komunitas otomotiv merupakan rekan kerja yang potensial bagi BNN, sehingga diharapkan dengan adanya sinergi antara BNN dan NXI bisa menumbuhkan kesadaran mengenai bahaya narkoba bagi penggunanya, lingkungannya, bahkan keluarganya sekalipun.



''Tidak ada tempat steril benar benar steril dari narkoba, karena bisa dikatakan narkoba ini seperti hantu, di semua tempat ada, bahkan tidak menutup kemungkinan di komunitas-komunitas. Maka dari itu, sekarang ini tidak cukup hanya bergandeng tangan, tapi berpelukan erat agar kita bisa kuat menghadapi terpaan narkoba ini,'' ungkap Irjend Pol Drs. Ali Johardi, SH

Ali menambahkan, namanya komunitas tentunya memiliki hubungan yang sangat kuat antar anggotanya, dari sinilah kita melihat peran pentingnya komunitas ini dalam meningkatkan pemahaman mengenai baha narkoba dan bagaimana membentengi diri dari narkoba yang jelas bisa merusak.

Sementara itu, Direktur Advokasi BNN, Yunis Farida Oktoris, mengatakan terkait masalah narkoba, saat ini Indonesia dalam kondisi darurat. Hal ini dikarenakan kepungan dan ketersediaan barang haram tersebut saat ini bisa dikatakan sangat banyak, baik kuantitas maupun jenisnya.



''Bagaimana kita bisa survive dari godan narkoba yang saat ini sudah ada di depan mata. bagaimana kita aware mengenai bahayanya dan paling tidak kita bisa menjaga diri dan keluarga dari bahaya narkoba serta lebih besar lagi di komunitas kita dan pada akhirnya menimbulkan kesadaran kolektif seluruh mesyarakat untuk stop narkoba,'' paparnya.