McLaren telah membuktikan dirinya sangat mahir membuat hasil yang maksimal dari blok mesin yang sama. Itu termasuk setup V8 twin-turbo yang sama di seluruh lineupnya. Tapi mungkin mereka tidak akan bertahan dengan mesin 8 silinder tersebut selamanya.





"Bagi kami, itu semua tentang atribut. Jika kita bisa mendapatkan performa, maka kita tidak peduli apakah itu 12 atau 10 atau 8 atau 6 silinder, "kata CEO McLaren Automotive, Mike Flewitt kepada Car & Driver. "Kita semua penggemar, kita ingin sebuah supercar V12 dengan transmisi manual, tapi itu sangat 20 tahun yang lalu. Jadi kita tidak terikat pada jumlah silinder, tetapi kita menganut prinsip performa dan kegembiraan. "

Ditambah dengan tekadnya untuk menjaga setiap peningkatan bobot serta menyematkan teknologi listrik lebih banyak ke supercar-nya, komentar Flewitt mengarahkan Car & Driver kepada asumsi bahwa perusahaan ini berencana menghadirkan mesin V6 hybrid baru. Meskipun belum dikonfirmasi, setup ini bisa sangat cocok dengan generasi Sports Series, menggantikan V8 versi detuned yang saat ini mendukung 540C dan 570S.

Karena baru saja diluncurkan pada tahun 2015, hal ini bisa membutuhkan waktu lama untuk benar-benar hadir kehadapan kita. Tetapi perusahaan tersebut membangun fasilitas produksi baru di Sheffield yang diproyeksikan untuk aktif pada tahun 2020 - dimana Sports Series bisa menjadi yang pertama hadir dari jalur produksi.

Pertanyaan yang timbul dalam pikiran adalah di mana McLaren akan mendapatkan mesin baru tersebut? Mereka bisa menghilangkan 2 silinder dari unit saat ini - yang kini mempunyai kapasitas 4.0 liter di 720S baru. Mereka bisa mengembangkan unit yang benar-benar baru. Atau bisa mengambil dari tempat lain - ambil contoh Honda, yang mempekerjakan setup V6 hybrid di NSX baru. (carscoops 21/3/2017)