Mantan bos Ferrari, Luca di Montezemolo selalu membatasi produksi mobil Ferrari hanya sebanyak 7.000 unit saja per tahun. Dia mengklaim kalo produksi mobil Ferrari lebih dari pada itu, akan menurunkan nilai Ferrari dan akibatnya brand Ferrari menjadi tidak berharga lagi. Awalnya argument itu dipercaya oleh semua orang, sampai akhirnya ada yang berani membuktikan kesalahan argument itu.

Detroit Bureau yang mengambil data dari Brand Finance, melaporkan sejak Sergio Marchionne mengambil alih dan meningkatkan produksi mobil Ferrari menjadi 9.000 unit per tahun, ditambah lagi dengan memasukkan Ferrari ke bursa saham dan akan membuka Ferrari Land di Spanyol, nilai komersial brand ini malah meningkat sebanyak 40% menjadi $6.15 Milyar.



Itu semua dicapai hanya dalam 1 tahun saja dan hasilnya sangatlah impresif, terutama bagi perusahaan otomotif yang pasarnya hanya untuk orang-orang kaya. Sekedar perbandingan saja, Toyota yang merupakan brand otomotif paling berharga di dunia, hanya mampu meningkatkan nilai brandnya sebanyak 7% saja menjadi $46.3 Milyar.

Perusahaan otomotif lainnya yang berhasil mencatatkan pertumbuhan fantastis adalah Volkswagen. VW berhasil meningkatkan nilai brandnya sebanyak 32% menjadi $25 Milyar, suatu tanda bagus kalo pemulihan setelah skandal Dieselgate telah berjalan baik. Sebaliknya Chevrolet, Ford, Honda, Hyundai dan Nissan justru menunjukkan penurunan pada nilai brand mereka.