Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak kemarin malam telah menimbulkan genangan air di sejumlah lokasi jalur rel KRL Jabodetabek. Kondisi itu membuat PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) sempat melakukan perubahan rute perjalanan. Namun, terhitung pukul 08.45 WIB, rute perjalanan telah kembali normal.

VP Komunikasi Perusahaan PT KCJ Eva Chairunisa mengatakan, genangan air terpantau di sejumlah titik antara lain di Kampung Bandan, Jakarta Kota, Tebet, dan Kalideres-Rawa Buaya.



Genangan di Tebet dan Kalideres-Rawa Buaya belum berdampak pada operasional KRL Jabodetabek. Sementara genangan di Jakarta Kota sempat mengganggu sistem persinyalan hingga pukul 05.45 WIB. "Namun saat ini sudah normal kembali," kata Eva dalam keterangan persnya, Selasa (21/2).

PT KCJ juga sempat melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan KRL. Untuk KRL Bogor/Depok tujuan Jatinegara, perjalanan hanya sampai Stasiun Duri.

Sedangkan perjalananan KRL Feeder Manggarai-Duri PP dibatalkan untuk mengurangi antrean kereta di Stasiun Duri dan kepadatan di lintas Manggarai-Duri.

Untuk penumpang KRL lintas Jatinegara, Pasar Senen, hingga Kemayoran, PT KCJ menjalankan sementara KRL Feeder Jatinegara-Kemayoran PP.

Khusus untuk Kampung Bandan-Kemayoran, KCJ sempat melarang KRL melintasi rute Stasiun Angke-Kampungbandan dan Stasiun Kampungbandan-Kemayoran karena genangan air masih di atas permukaan.

Antrian KRL dampak genangan air juga terjadi di sekitar jalur rel wilayah Sudimara. Demi keselamatan dan keamanan penumpang, KRL yang melintas harus mengurangi kecepatan di sejumlah titik tertentu.

Tetapi hambatan itu berhasil diatasi oleh PT KCJ. Di lintas Bogor/Depo-Jakarta Kota PP, Eva memastikan perjalanan telah normal kembali.

Hal serupa juga berlaku untuk perjalanan Bogor/Depok-Jatinegara PP, lintas Bekasi-Jakarta Kota PP, dan lintas Tangerang-Duri.

Satu-satunya jalur yang belum normal adalah lintas Jakarta Kota-Tanjungpriok. "Jalur ini belum dapat dilalui karena jalur masih terendam air sekitar 8 cm di atas permukaan rel," kata Eva.