Alexander Batyokhtin, pria asal Sosnovka, Kyrgyzstan mendirikan sebuah kapel di perkampungan Siberia, Rusia dengan berbahan salju. Alexander membangun kapel salju ini selama hampir dua bulan dan dibuat dengan menggunakan 12 meter kubik salju.

Menurutnya, bangunan ini tak terlalu sulit untuk dibuat. Namun Alexander mengaku agak kerepotan saat membuat altar dan salib di puncak. Terutama tantangan dari cuaca ekstrem yang mencapai minus 30 derajat celsius.

Alexander mengatakan bahwa bangunan ini akan menghilang seiring bergantinya musim. Meski demikian, ia mengaku senang karena dapat membantu warga. "Hal utama dari bangunan ini adalah untuk berdoa dan setidaknya untuk selama beberapa waktu," kata Alexander.