Perangkat Unggulan 2016!
Scuto Laminating Blackvue HD Car Care

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 8 12345 ... LastLast
Results 1 to 10 of 73
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/626023
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Represented Member
    Location
    Surabaya, Ph, W-App:082141139097. YM/email: unscac@yahoo.com
    Posts
    8,433
    Power
    19 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 12 Hrs 1 Min 5 Secs

    Perangkat Unggulan 2016!

    Produk Unggulan 2016


    Mana yang lebih baik, A atau B?

    Kita sering membaca banyak perdebatan diantara modcomer mengenai 'bagaimana menilai score sebuah produk' dan mendapat jawaban 'menurut saya ini' dan 'menurut saya itu' kemudian ujung-ujungnya selalu berakhir di kesepakatan pada jawaban pemungkas: 'coba sendiri percayalah kepada telingamu sendiri'. Tidakkah cukup lucu bahwa kita menjawab orang yang bertanya kepada kita dengan "Jawablah sendiri" ?

    Masalahnya begini, untuk menjawab sendiri, si penanya harus:
    1. Menemui seorang penjual Audio yang menjual kedua produk yang dia galaukan itu.
    -hal ini agak sulit karena seringkali toko audio/ installer jarang menjual 2 produk yang menjadi rival-

    2. Selain menjual keduanya, penjual itu harus bersedia mengkomparasikannya - masalahnya, kebanyakan toko cuma menunjukkan produk tanpa mendemokan apalagi membandingkannya-

    3. Penjual punya kemampuan untuk memberikan NILAI yang objektif tentang kedua produk itu dan membuat costomer mengerti dengan telinganya untuk memberikan penilaian.

    Lha masalahnya jika si penanya bisa melakukannya, maka seharusnya dari awal dia sudah tidak perlu lagi bertanya kepada forum!

    Justru mungkin yang kita baca dari pertanyaan itu bukan sekedar "Dari produk A dan B mana yang lebih baik" namun pertanyaan sesungguhnya jauh lebih fundamental lagi -dan saya percaya ini ada di dalam lubuk hati sangat banyak orang- yaitu "Apa parameter sebuah perangkat audio yang baik, dan bagaimana cara menilainya?"

    Ok, kita masuk satu persatu:

    Apakah 'bagus' atau 'kualitas' itu tergantung selera tiap individu atau ada suatu standart dalam penilaian terlepas dari individu?

    Alkisah, si Udin yang baru aja beli mobil, langsung membawanya ke rumah temannya, Ucok , untuk pamer:

    "Cok!" dengan bersuara pede sekali, "gue baru saja beli Avanza di showroom AUGO2000"

    " Oya? Dapet harga berapa Din?"

    "Lu ga bakalan percaya, gua dapatnya 800 juta!"

    "HAAA-H? Lu beli Avanza 800 juta? Gila kamu ya? Avanza apaan 800 juta?"

    "Ah lu orang miskin Cok, kaga tau, awalnya gua mau beli Alphard 800jt, tapi ga bisa masuk garasi gua, akhirnya si sales kasih tawaran menarik, katanya ini Pak, ada mobil yang ga kalah sama Alphard, body lebih kecil, bensin lebih irit, setir lebih ringan dan sangking bagusnya ini mobil, dia 10 tahun berturut-turut jadi mobil paling laris se In-Do-Ne-Si-A Raya!" Tambah pede aja si Udin bercerita.

    "Iya Diin, tapi gimana bisa sampai kamu bayar 800jt buat Avanza????" Ucok yang tambah frustasi semakin yakin temannya baru saja dikerjai orang.

    "Bisa dong!" Si Udin tambah pede lagi "Awalnya si sales bilang ini Avanza harganya 1,6M pak, kalau 800jt dapatnya cuma Alphard, Alphard mah memang lebih murah dari Avanza. Trus gua tawar abis-abisan sampai akhirnya si sales nyerah, ya udah gua bisa beli Avanza dengan harga Alphard! Bayangin lu orang goblok beli Alphard boros gitu, gede berat gitu, nyetirnya susah, gua dengan harga yang sama dapatnya lebih bagus, lebih ringan, lebih hemat, malah bisa diisi 8 orang, Alphard cuma 6 kasihan! "

    "Iya gua tau lu doyan Avanza, tapi lhoo, Avanza harusnya engga segitu mahal, itu lho bukan termasuk mobil premium!"

    "Ah lu Cok, itu mah soal selera ajaa, lu doyan alphard, gua doyannya Avanza, sama-sama 800jt ga usah diributin"


    Satu hal yang paling mengerikan mengenai "Tergantung bagaimana selera masing-masing" adalah Hilangnya standart mutu dan harga! Ketika market un-educated, Standart value menjadi buram dan Price to Quality/Performance Ratio -hubungan antara kualitas vs harga- berubah menjadi "Tergantung selera masing-masing" yang judgingnya sangat tidak berdasar, akhirnya pembeli akan membeli produk apapun yang ditawarkan pada harga berapapun tanpa ada kekuatan untuk menkritik atau menilai.

    Oke, jika tidak ada diantara kita yang akan membeli Avanza seharga 800 juta, bagaimana dengan perangkat audio? Dari mana kita tahu bahwa perangkat yang kita beli memang pantas dibanderol segitu? Siapa competitor produk tersebut di rentang harga itu dan bagaimana perbandingan kualitasnya? Ketika seorang penjual mengklaim A lebih baik dari B, atas dasar apa kesimpulan itu dibuat?

    Satu poin yang pasti dan harus diingat adalah: TIDAK ADA PARAMETER TEKNIK YANG BISA MENUNJUKKAN LEVEL KUALITAS SUARA SECARA MENYELURUH. Jadi jika seseorang berkata, A lebih bagus dari B karena impedansi, power Handling lebih tinggi, atau karena coilnya lebih banyak, atau salah satu TS Parameternya (Thiel Small Parameter - Parameter standart yang dipakai dalam pengukuran speaker) terlihat cantik, percayalah, It is NOT the way it is! Memang benar beberapa parameter teknik ada memberikan sedikit penjelasan mengenai kualitas produk tersebut, namun itu cuma sebagian sangat kecil keseluruhan parameter yang sisanya tidak bisa diukur karena keterbatasan teknologi alat ukur kita hari ini. Telinga masih merupakan alat telaah terbaik untuk menilai sebuah perangkat audio, tinggal kini kita harus mengerti bagaimana menggunakannya.

    Okey, sekarang kita akan belajar menggunakan telinga untuk melakukan penilaian, dimulai dari pertanyaan, dari sebuah suara, apanya yang harus dinilai?

    Ada 3 hal yang dinilai dalam pengujian, dan 2 diantaranya adalah bersifat "Kasta", yaitu parameter kualitas yang tidak bisa diperbaiki/dibantu oleh perangkat lain. 2 hal itu adalah:


    "Ngapain kamu beli TV sampai 80jt Cok??" kali ini giliran si Udin komplain.

    "Iya, gambarnya bagus Din."

    "Ah, bagus apanya, sekarang elo pikir, emang pake tv 80jt bisa bikin film lebih panjang? atau ceritanya lebih bagus atau aktornya lebih cakep? TV gua yang cuma 12 juta sama TV kamu 80jt filmnya sama ngapain beli yang lebih mahal? Kalau soal lebih gede sih itu mah gampang, kamu duduk aja lebih deket, kan rasanya sama dengan lihat tv gede tapi duduk lebih jauh" Ternyata si Udin cukup kritis juga -kadang-kadang-.

    "Ga bisa Din, you punya resolusi 1K itu juga masih belum full HD, gua punya 4K SUHD 4 warna, memang bener filmnya sama, tapi punya gua sampe kelihatan jahitan bajunya, keriputnya aja jelas banget terus gambarnya jernih sekali, ga ada bercak, ga ada pixel goyang, scannya sangat cepat jadi gambar ga putus-putus, intinya beda kualitas Din, jadi film mah sama, ukuran juga ga beda terlalu jauh, tapi kualitas gambarnya beda."


    Nilai kualitas 1: Resolusi.

    Resolusi yang lebih tinggi = memberikan informasi yang lebih mendetail. Sepulang dari rumah Ucok -setelah melihat demo SUHD resolusi 4K TV di layar 90", si Udin pulang kerumah untuk memutar film yang sama di tv dia yang 'cuma' 55" dengan resolusi 1K, memutar film yang sama dan berusaha membandingkan gambarnya, melihat kerut artisnya, jahitan bajunya dan seterusnya, "Mungkin settingnya ga bener" gumam si Udin, kemudian dia berusaha mensetting pencahayaan tvnya, di color atau brightness atau contras, namun tetap tidak bisa mengeluarkan detil gambar seperti di tvnya Ucok.

    -Important note here -, TIDAK ADA instaler yang begitu jago, bisa mensetting perangkat 5jt bersuara seperti menjadi 50jt, yang ada adalah installer yang melakukan kekeliruan instalasi/setting sehingga perangkat 50jt bisa kalah ketika dikomparasikan dengan yang 5jt!

    Bagaimana dengan perangkat audio? Resolusi pada gambar di tv juga sama pada suara di perangkat Audio! Sebuah perangkat Audio yang lebih baik, HARUS BISA mengeluarkan DETAIL suara yang lebih banyak! Ketika kita menawarkan perangkat yang lebih mahal, kita merasa wajib untuk menunjukkan kepada customer bagian mana yang tidak mungkin bisa diproduksi oleh perangkat yang lebih murah dan HAMPIR semua calon customer kita sekalipun dari kalangan paling awam seperti ibu-ibu PUN bisa dengan mudah membedakan bahwa satu perangkat punya detail suara lebih dari perangkat satunya. Jadi semisal kita memutar suara vocal, satu speaker di kelas entry terdengar suara vocal sedang bernyanyi, kemudian ketika kita komparasikan yang di kelas yang lebih tinggi, akan terdengar detail suara vocal yang tidak ada di speaker sebelumnya seperti teknik nafas penyanyinya, gerakan suara lidah dan bibir yang baru bisa terdengar sangat jelas pada perangkat audio beresolusi tinggi namun tidak terdengar pada perangkat beresolusi rendah, kemudian pemisahan/separasi antar alat musik terdengar sangat jelas, piano, gitar, drum dan sebagainya, tedengar satu persatu tanpa berebut sejalan kemudian kita kembalikan lagi ke speaker entry, hampir semua orang akan langsung menyadari : Ini lagu yang sama namun pada perangkat pada level harga yang lebih murah akan kehilangan detail suara yang TERDENGAR pada level perangkat yang lebih tinggi!

    Harap diingat, detail disini TIDAK BICARA soal tonal, misalnya sama-sama menilai suara vocal, satunya akan mengeluarkan detail vocal lebih banyak dari satunya yang tidak bisa dikejar sekalipun kita rubah settingannya, atau ketika suara piano dan gitar bercampur, kita tidak akan bisa memisahkannya dengan permainan setting, misalnya dengan eq, crossover, volume dll. Ingat, sebagaimana membuat tv lebih terang tidak akan menaikkan resolusinya, -kalau lebih silau sih iya - sama dengan audio, ketika sebuah speaker digeber lebih kencang, dinaikkan setting EQnya, TIDAK AKAN membuat dia mengeluarkan detail yang lebih tinggi, semua suara yang hilang karena keterbatasan resolusi tidak akan pernah bisa dimunculkan dengan mengeraskan speaker, mengubah setting eq, menambah komponen 'jamu' atau apapun!

    So, jika perangkat A bersuara lebih banyak dan lebih jelas dari perangkat B, BERARTI , A memiliki resolusi lebih tinggi, so A is better than B!



    Nilai kualitas ke 2: Clarity / Kejernihan


    Selain banyak detail gambar yang hilang, ternyata pada TV si Udin terlihat banyak bercak-bercak warna yang tidak pada tempatnya, kemudian ada flex-flex pada tekstur kulit yang sebelumnya tidak terlihat di TV si Ucok, kemudian juga sering kali terjadi 'lag' sehingga gambar terasa terputus-putus, dan sekali lagi, tidak ada perubahan setting yang bisa dilakukan si ded untuk menghilangkan gangguan itu. Itulah noise.

    Penjelasan simplenya begini, alkisah, SEMUA perangkat audio/video punya input kemudian mengeluarkan output, output adalah input yang sudah diolah oleh perangkat tersebut, misalnya speaker, dikasih input musik dalam bentuk listrik, diubah menjadi musik dalam bentuk suara fisik. Sama seperti TV yang dikasih sinyal gambar berupa sinyal listrik kemudian diubah menjadi cahaya/gambar fisik.

    Noise adalah hasil output yang seharusnya tidak pernah ada dalam input. Jadi misalnya pada speaker, selain dia mengeluarkan suara musik dia juga menambahkan suara ini-itu yang harusnya tidak ada dalam rekaman musik tersebut! Jadi Speaker mengeluarkan suara input yang sudah dirubah menjadi suara fisik plus 'bonus' noise buatannya sendiri. Noise tersebut diproduksi oleh speaker sebagai bentuk distorsi karena keterbatasan kualitasnya.

    Jadi ketika kita membandingkan dua perangkat A dan B, kita akan mendengarkan ada satu-dua suara yang harusnya tidak ada di rekaman, muncul pada perangkat B namun tidak pada perangkat A, membuktikan perangkat B memiliki distorsi suara lebih tinggi dari perangkat A, Noise/distorsi ini bisa bermacam-macam, bisa berupa suara serak, atau suara lengkingan atau dengungan atau suara efek gaung dan banyak lagi. Dengan adanya noise/distorsi di perangkat B lebih banyak dari A adalah bukti otentik bahwa A lebih baik!

    Dari kedua penilai diatas, Resolusi dan Clarity suara, kita SUDAH BISA memberikan penilaian mengenai perangkat yang kita coba, misalnya ada 4 speaker yang lagi diadu, kita sudah bisa menentukan rangking untuk setiap speaker, disana kita bisa melihat bahwa ada perangkat audio dengan harga bintang 5 namun bersuara kaki 5, sekalipun kasus sebaliknya -harga kaki 5 suara bintang 5- akan jauh lebih sulit didapatkan -


    Penilaian kualitas ke 3: Tonal Balance = Keseimbangan Nada.

    Jika kedua penilaian diatas bersifat 'kasta' yang tidak bisa diubah, ternyata masih ada satu parameter penilaian lain yaitu: Tonal.

    Hampir semua perangkat audio tidak bersifat Flat, semua memiliki kecenderungan untuk berlebih di beberapa suara tertentu dan berkurang di beberapa suara lainnya, dan dari situ muncul istilah 'karakter'. Pada kasus layar tv, hal itu seperti keseimbangan warna, satu tv mungkin lebih biru, sementara satunya agak hijau.

    Tonal balance adalah seberapa sebuah perangkat bersuara 'netral' tanpa banyak berkurang di beberapa suara atau berlebihan di suara lainnya, semakin rata responnya, semakin tinggi tonal balancenya. Namun berbeda dengan ke 2 penilaian sebelumnya, yaitu resolusi dan clarity yang tidak bisa diperbaiki, masalah tonal ini masih bisa dibereskan.

    Untuk memperbaiki tonal, Kita bisa menggunakan kombinasi perangkat yang berbeda karater untuk mendapatkan suara yang lebih flat, misalnya Amplifier yang agak bright (treble berlebih), kita kawinkan dengan speaker yang agak 'dark' (treble agak tenggelam) untuk mendapatkan suara yang 'Flat' atau natural. Namun hal ini sangat sulit diaplikasikan pada system car yang mana proses instalasinya sangat panjang, namun masih ada cara pintas lain yaitu menggunakan processor yang baik dan canggih lengkap dengan Equaliser dan crossover yang cerdas dan lengkap.

    Karena itu, pada system yang sedikit agak mahal -diatas 10jtan- kita sangat menyarankan untuk dipasangkan processor dengan fitur eq per-channel yang sangat canggih dan dengan itu kita bisa mendapatkan tonal yang kita inginkan. Plus you mungkin akan menginginkan seorang installer yang bisa mengoperasikannya dengan baik dan benar.

    And so, setelah mengetahui cara membedakan kualitas suara -dan silahkan dipraktekkan pada installer langganan terdekat- kita bisa menjelaskan bagaimana kita menemukan produk-produk yang tiap tahunnya kita gandang-gandang sebagai yang 'terbaik' yaitu perangkat dengan score kualitas tertinggi pada rentang harganya.


    Okey, setelah penjelasan 'singkat' soal bagaimana kita menilai sebuah perangkat audio, ini pilihan kita untuk tahun ini:


    Best Sounding for 2016!

    Entry level:

    SB Acoustics SB-65
    2" Hifi Widerange



    Berdiameter cuma 2", susah kita membayangkan bagaimana speaker sekecil itu sanggup mereproduksi suara secara lebar, dari bass, vocal rendah, vocal tinggi, dan detail treble secara natural! Mostly 2" yang kita pernah dengar akan cukup jago untuk bernyanyi di nada tinggi namun akan berantakan di nada mengengah ke bawah. Namun pada SB65, setelah kita taruh pada box yang baik, sanggup menggebrak paradigma mayoritas dan menunjukkan bahwa sekalipun hanya 2", dia bisa melakukan hampir segalanya! Mulai dari suara instrumen gitar, drum, vocal Kenny Rogers, hingga Susan Wong semua disuarakan tanpa komplain. Mostly orang tercengang ketika kita tunjukkan bagaimana sebiji speaker 2" ini bernyanyi. Karya besar dari desainer yang sangat matang dan dijual dengan harga terjangkau.

    Jika Anda tidak membudgetkan dana yang besar untuk perangkat audio, tidak ingin mobil diobok-obok disana-sini, tidak ingin melihat speaker besar nangkring di dashboard, namun ingin mengincipi bagaimana rasanya audio beresolusi tinggi dan bertonal baik. SB65 pilihan yang paling sempurna. Pasangkan SB65, kawinkan dengan speaker bawaan mobil -atau dengan midbass entry level kita- dan anda akan langsung mendapatkan peningkatan kualitas suara secara drastis dengan biaya yang terjangkau dan proses yang sangat mudah!


    Vifa/Peerless XT19Nc
    Ring Radiator Tweeter


    Masih nangkring sebagai tweeter entry level terbaik tahun ini -dan itu berarti kita masih gagal mencari penggantinya -. Keluarga XT selalu mencurangi kasta berkat konstruksi Ring-Radiator membuat mereka sanggup bernyanyi dengan resolusi dan clarity jauh lebih tinggi dari mayoritas kompetitor di kelasnya. Kini ditambah lagi dengan kehadiran dudukan plug-n-play yang sangat memudahkan kita memasang xt19nc di system yang sederhana atau bagi para do-it-your-self-er yang suka memasang sendiri perangkat audionya di system 2way, tidak perlu lagi repot-repot membuat dudukan tweeter bagi XT19nc ini.



    Jika dengan dana terbatas, kita ingin mendapatkan detil suara dentingan gitar dan pukulan cymbal dan jelas, ini pilihan yang baik.


    Wavecore WF084
    Entry level Midrange

    Akhirnya masa Vifa TG9 duduk di posisi ini tergantikan oleh saudara sepupunya sendiri: Wavecore WF084!.



    Berbeda dengan TG9 yang didesain sebagai fullrange, Wavecore wf084 sudah dari awalnya didesain sebagai midrange. Kita ingin midrange entry level yang lebih berfokus bernyanyi di nada tengah -terutama untuk suara vocal - sehingga dengan begitu kita bisa mendapatkan peningkatan di resolusi dan clarity vocalnya. Hasilnya WF084 mengeluarkan vocal yang jauh lebih kaya dan kuat ketimbang TG9 menempatkannya sebagai midrange entry level terbaik kita tahun ini. Dengan konus paper dan magnet yang agak besar, menghasilkan suara vocal yang warm dan cenderung berkesan 'empuk' di telinga.


    Avexis FU6B
    Kick ass, Entry-level Midbass

    Masih setia menggunakan Paper-Ceramic-Coated yang menurut kita merupakan konus terbaik untuk midbass entry, FU6B kita munculkan untuk menggantikan pendahulunya: FU6, dengan motor lebih kuat dan perbaikan pada suspensi, FU6B bersuara jauh lebih lantang, menendang lebih dasyat dan mengalami kenaikan clarity dan resolusi sangat jauh dibandingkan pendahulunya, plus kali ini konusnya berwarna hitam





    -aw, sebenarnya biru lebih asyik somehow -.



    JBL GT5 series
    SQL subwoofer


    Harga subwoofer semakin mahal dan kenaikan harga pada Herzt ES series dan ARC Ks series -yang kemudian diteruskan oleh ARC XDi series- terasa kurang cocok untuk kita taruh sebagai entry level subwoofer. Its not karena mereka buruk, namun kita perlu menaruh subwoofer entry level pada budget yang lebih rendah.







    GT5 bukanlah subwoofer yang istimewa namun pada level harganya sulit kita membayangkan subwoofer lain yang lebih baik. Memiliki gebukan bass yang kencang, terkontrol plus punya tampilan fisik oke dan masih dibanderol dengan harga terjangkau. GT-5 boleh kita sodorkan sebagai subwoofer entry level ubat penggemar bass kencang dengan budget terjangkau.



    SB-Acoustics SB8!!
    Medium class SQ subwoofer on Entry level price!!!

    Produk subwoofer terbaru dari SB-Acoustics, didesain compact namun bersifat 'Long-stroke' -bisa melontar sangat jauh untuk menghasilkan SPL lebih tinggi dari ukuran aslinya- membuat SB8 tidak bersuara malu-malu seperti kebanyakan 8" umumnya. SB8 tampil dengan bass yang sangat low, jernih, terkontrol dan desain Long-Strokenya membuat SB8 sanggup digeber sangat kencang, jauh lebih kencang dari fisik 8"-nya.

    Di atas kertas, SB8 yang dibanderol resmi diatas 2jt ini memang seharusnya TIDAK masuk ke kelas Entry, namun saya pribadi ingin sekali memasukkan sebuah subwoofer yang memiliki kualitas 'layak didengarkan' untuk berada di kelas Entry. Dan setelah sederet perdebatan alot dengan pihak SBA -yang awalnya kurang setuju-, akhirnya kita diijinkan untuk menurunkan kasta SB8 ini ke kelas Entry, setidaknya untuk suatu batas waktu tertentu. Itu pasti menyakitkan bagi kita yang secara profit akan terpukul, namun jika hasilnya kita paket entry level kita bisa memiliki low bass yang sangat jernih dan punya bentuk bass yang jelas khas subwoofer di kelas atas, then It's Worthed!




    Dengan desain yang sangat cantik, diecast frame yang sangat mewah, kehalusan fisik bintang 5, konstruksi motor raksasa dan konus yang sangat canggih, dan tampang plus ukuran yang sangat gagah -yang tidak terlihat kecil sekalipun dijejerkan dengan subwoofer 10"- jelas ini bukan subwoofer yang didesain untuk masuk entry level! Memang masih lebih mahal ketimbang JBL GT5, tapi dengan selisih cuma 300rb-an, the comparation is not even fair!

    Jika Anda mendambakan paket entry level namun memiliki lowbass dari subwoofer yang bersuara mewah plus ukuran fisik kompak yang tidak menghabiskan bagasi, This is your Dream Subwoofer, at least selama harga masih bisa kita tahan segitu .



    Middle Class Level

    SB-Acoustic SB 29
    Middle Class, Small Tweeter.

    Well, team desainer SB punya ide menarik ketika menginginkan widerange kecil bersuara dasyat, namun pemikiran yang sama tidak berlaku di tweeter. SB29 memiliki diameter konus 29mm (umumnya pabrikan membuat dome tweeter maksimal 25mm) dan ukuran diameter luar 7cm (umumnya < 6cm) membuat SB29 sebuah tweeter kecil yang tidak terlalu kecil juga.



    Team desain SBA sendiri -yang juga bagian dari team pencipta Ring Radiator- memutuskan untuk kembali mengutak-atik desain Ring Radiator dome untuk tweeter, cuma berbeda dari dulu, kali ini mereka tidak menggunakan Phase plug (menara ditengah tweeter seperti yang ada di tweeter Vifa XT19NC) yang akan melanggar patent dari perusahaan lain. Namun sekalipun tanpa phase plug, SB29 memiliki suara yang sangat hebat! Vocal yang sangat-sangat jernih, detail vocal dan detingan yang sangat jelas namun halus, noise yang sangat rendah, suara yang halus namun bertenaga! Ini adalah tweeter kecil TERBAIK yang pernah kita dengarkan! Dan dia bahkan masih berada di kasta middle-class!


    SB-Acoustics SB4
    Hi-End Midrange on Middle class level!


    Kita pernah mendedikasikan sebuah artikel membutuhkan 30 menit untuk dibaca -dan mungkin menjadi artikel yang terpanjang yang pernah ditulis untuk modcom- untuk midrange ini! Ditengah kegalauan kita untuk mencari midrange yang lebih baik -dan dengan harga masuk akal- kita menemukan SB4 ini dan begitu terkesima dengan suara yang dia miliki, dia bernyanyi bergitu jernih, tenang, dalam dan dengan kejamnya mempermalukan midrange-midrange lain yang dibanderol 3-4x lebih mahal darinya!



    Midrange berbanderol di level medium class, namun bersuara sangat cantik dan sangat layak diadu dengan midrange branded lain yang berharga jauh diatasnya. SB4 akan sulit digoyangkan sebagai midrange middle class terbaik!



    SB-Acoustics SB6
    SQL 2way or 3way Midbass!


    SB6 kelolosan dari radar kita ketika kita menulis soal SBA setengah tahun lalu, mungkin kita terlalu narsis pada produk Avexis sehingga kita kurang objektif ketika menilai SB6 ini, namun beberapa dealer SB sebelum kita menyarankan kita untuk mendalami SB6 lebih lanjut hingga akhirnya kita -yang sebenarnya cukup ogah- membangun sebuah system 2way dengan SB6 disandingkan dengan tweeter SB29, dan hasilnya sangat sangat mengagumkan!



    SB6 merupakan bentuk lain dari SB4, dengan konstruksi yang sama, material yang sama, SB6 difokuskan untuk mengeluarkan vocal dengan sangat lantang sekaligus menggebuk bass dengan sangat rendah dan bertenaga juga dengan kejernihan yang benar-benar bintang 5! Begitu emmpersonanya midbass ini sehingga menjadi salah satu favcorite brand-brand besar menggunakannya sebagai OEM produk mereka -yang kemudian dibanderol jauh lebih mahal tentunya -

    SB6 punya tenaga vocal yang sangat kuat dan beresolusi tinggi dan sangat jernih plus bass yang sangat low dan kuat, membuat system 2way Anda bisa mengeluarkan vocal layaknya system 3way -sekalipun memang sulit mendapatkan staging sebaik 3way dengan system 2way-, dan dalam system 3way sendiri kejernihan vocal dan bassnya membuat suara system 3way menjadi jauh lebih jernih dan tenang dibandingkan ketika menggunakan midbass Avexis fu6b.

    Bagi Anda yang pernah membeli midbass Entry level kita: Avexis, dan ingin mengupgrade-nya ke level yang lebih tinggi -tanpa menguras habis limit kartu kredit Anda- ini pilihan yang paling sempurna!


    Kenwood WPS1000F/WPS1200F
    Slim-Subwoofer


    Sekalipun diputuskan untuk out-product oleh pihak kenwood, kita masih begitu sayang kepada produk ini. Dengan kebutuhan hari ini akan subwoofer tipis, kompak namun bisa digeber kencang, Kenwood slim ini tampil sebagai solusi.


    Dengan material yang sangat mewah hingga konus dari karbon kevlar, Kenwood slim seris punya bass yang deep dan punya kicking yang sangat bagus. Sangat cocok buat telinga muda yang haus akan bass yang live and kicking namun tidak ingin menghabiskan bagasinya untuk subwoofer gajah.


    SB-Acoustics SBW-29 (10") dan SBW-34 (12")
    Middle class SQ specialist Subwoofer

    SBW29 dan SBW34 seharusnya tidak didesain sebagai subwoofer otomotif, terbukti dengan desainnya yang sangat boros space dengan casing super besar dan magnet yang dalam, namun dalam penggunaan mereka di mobil terbukti SBW-29 sudah cukup lama diam-diam menjadi silent killer di banyak system audio mobil, namun karena tidak adanya distributor SBA untuk Indonesia sebelumnya maka keberadaannya kurang terekspose. Namun banyak installer yang pernah menggunakan subwoofer ini, menyatakan kekagumannya yang sangat tinggi kepada produk ini.




    Dibuat dengan standart mutu yang sama dengan keluarga SB4 dan SB6 -karena memang diplot untuk berada 1 seri yang sama-, SBW29 dan SBW34 punya frame yang sangat kokoh, dengan manufaktur yang sangat rapi dan tampilan sederhana namun sangat mewah. Konus paper yang sangat rendah noise, gerakan motor yang sangat linear, jangkauan low yang sangat rendah, membuat banyak subwoofer lain terasa bersuara aneh!

    Jika anda menginginkan subwoofer yang tidak terlalu mahal, namun punya SPL cukup dan kualitas bass yang tinggi, SBW 29 pilihan yang sangat cerdas! Namun Jika menginginkan subwoofer yang bisa menggetarkan mobil sambil menjaga kejernihan bassnya -dengan pengorbanan space bagasi yang lebih besar- SBW34 bisa dipinang sebagai subwoofer idaman.



    HiEnd Class!
    The best stuff on earth?

    HiEnd Tweeter
    SB Acoustics Satori St29-Neo

    Siang itu sample Satori St29Neo baru saja tiba di meja kita, beberapa rekan -seperti seorang yang kelaparan dengan sendok dan garpu di tangan- bernafsu mengaudisi produk ini. Digandang-gandang sebagai produk tweeter the BEST EVER dari SB-Acoustics "Ini bahkan sebenarnya belum boleh dijual, ini belum ada stikernya!" Kata pihak produksi SBA, namun kita ngotot ingin menjadi yang pertama menjajal produk yang digandang-gandang bisa mengalahkan tweeter legenda andalan kita sebelumnya.

    Satori sendiri sebelumnya sudah punya tweeter bertajuk "Satori ST29" (TW29R nama resminya) dengan magnet ferrite. Next step tim desainer SB-Accoustic meracik ulang tweeter tersebut dengan menggunakan Neodynium magnet. Dengan tenaga yang jauh lebih besar dan desain yang lebih matang, SB Accoustics Satori St29neo (TW29RN nama resminya) tampil jauh lebih detail, bertenaga namun sangat tenang dan rapi dibandingkan tweeter apapun yang pernah kita dengan seumur hidup kita! Detail detail suara tinggi seperti cymbal, dentingan gitar, ketukan piano begitu lancar dan rapi didorong keluar, suaranya begitu kuat tegas dan seperti tidak memiliki apapun untuk disimpan didalam bodynya, bahkan lebih kuat dari tweeter terbaik yang pernah kita dengar sebelumnya, ditambah dengan detail suara yang luar biasa dan ketenangan suara yang begitu hebat -yang sangat langka bagi tweeter bertenaga besar- membuat tweeter ini menjadi tweeter terbaik yang pernah kita dengar selama ini!




    Sekilas fisik ST29 Neo tidak berbeda dengan ST29 biasa, tampilan depannya sama persis, namun bagian magnetnya berubah drastis. Penggunaan magnet Neodynium menggantikan Ferrite membuatnya jauh lebih tipis dan terlihat mewah.

    Ya, setelah lebih 15 tahun, akhirnya kita mendapatkan tweeter HiEnd baru dan terbaik yang pernah kita dengar! Satu-satunya kelemahan tweeter ini adalah fisiknya, dengan diameter 10cm akan cukup banyak orang yang keberatan menaruhnya diatas dashboard, namun bagi sound-freak-er yang hari itu mendengarkan uji komparasi ST29neo ini akhirnya ngotot memasang tweeter ini kedalam mobil mereka. Ini belum ada stikernya, you mungkin akan kesulitan menjualnya lagi besok secondnya - dan semua diruangan itu tersenyum lebar "What a heck."

    Jika Anda ingin sebuah tweeter yang punya detail sangat tinggi, kejernihan top class dan tenaga yang gahar namun dengan kehalusan dan kenyamanan di telinga, tidak ada masalah finansial dan tidak ada keberatan soal blindspot di kaca, ini adalah the best you can buy!


    Sb Acoustics Satori Midbass/Midrange
    HiEnd Midrange/midbass

    Team desainer SBA -duo Ulrik/Frank- bukan sekedar mendesain speaker, mereka juga menciptakan banyak patent mengenai teknologi speaker dan juga bahan konus! Salah satunya adalah Papyrus Paper!

    Bangsa mesir kuno yang merasa menulis di batu terlalu merepotkan untuk disimpan dan atau dibaca sambil nongkrong di cafe, menciptakan kertas yang sangat sakti yang bisa bertahan utuh selama ribuan tahun! Mereka bisa membuat kertas yang sangat kuat sekalipun tipis,bisa begitu lentur namun tidak mudah hancur, dan -anehnya- tidak ada seorangpun di planet ini yang berpikir menggunakannya sebagai konus speaker! Hingga akhirnya dua desainer SBA itu berpikir untuk mengolah bahan dasar papyrus itu -yang diimport langsung dari Mesir- menjadi konus speaker yang sangat ringan, rigid, dan bersuara natural dan rendah distorsi secara ekstrem! In fact sebenarnya seri SB4 dan SB6 juga sudah menggunakan teknologi ini cuma dengan kandungan bahan dasar papyrusnya tidak sebanyak yang digunakan pada seri keluarga Satori.

    Seri Satori di SB Accoustic sendiri merupakan seri flagship yang diperlakukan dengan standart yang sangat berbeda, terutama dari segi kualitas, Satori sangat banyak menggunakan part dari eropa -sekalipun papyrus paper dibikin di Indonesia-. Sebagian part dianggap terlalu sulit untuk dibuat di Indonesia untuk mencapai standart yang mereka patok sehingga terpaksa dibikin di negara-negara eropa seperti Jerman dan Denmark membuat semua seri Satori dibanderol jauh lebih mahal dari produk SB-Acoustics lainnya, still harga jual Satori series masih jauh dibawah produk Hiend dari merk lainnya.

    Hiend Midrange: SB Acoustics Satori ST-5




    Satori ST5, cuma 9mm lebih lebar dari sb4, dan dengan teknik foto tingkat tinggi menggunakan kamera hape, st5 terlihat lebih kecil, sori bukan karena itu, tapi memang desain ergonomisnya membuat st5 terlihat lebih mungil dari actual sizenya


    Satori 5 pernah menjadi bahan ejekan di tempat kita, menyandang nama besar Satori sebagai seri flagship SB Accoustics, satori St5 tidak memiliki bass yang dasyat karena keterbatasan diameternya (yang cuma lebih lebar 9mm dari sb4) namun juga vocalnya yang terkesan agak malu-malu dibandingkan SB4 yang lantang. In fact, kita sangat pesimis St5 bisa laku di market dunia begitu pesimisnya sehingga kita sempat mengeluhkan soal St5 ini kepada desainernya -Ulrik Schmitt- dan mendapat jawaban yang mengejutkan : "ST5 is like a Gold Apple that put on a silver plate. Soon after people know what truly it, they gonna buy it"

    Dua bulan kemudian seorang rekan yang penasaran terhadap review seorang blogger mengenai performa dan pengukuran St5 yang dianggap sebagai speaker midrange dengan distorsi yang ekstrem rendah dan resolusi yang sangat tinggi, mendesak kita untuk kembali menaruh St5 pada rak display kita. Mengingat buruknya market untuk midrange berdiameter raksasa hal ini membuat kita sangat ragu-ragu apakah kita akan menjual midrange ini, namun demi membayar sebuah rasa penarasan, akhirnya kita kembali menaruh St5 ini dalam daftar pilihan produk untuk dikompare-kan dengan SB4 yang perkasa. Hasilnya sungguh diluar dugaan, ternyata yang selama ini kita kira SB4 punya kualitas diatas St5, dalam re-match ini terbukti sepenuhnya terbalik. St5 punya score jauh lebih tinggi dibandingkan SB4! Ukuran 5" telah memburamkan penilaian kita 8 bulan lalu membuat kita salah ketika menyimpulkan SB4 bernyanyi lebih baik ketimbang St5. Dan soon setelah ST5 pertama terpasang di mobil menggantikan SB4 yang sebelumnya sudah terpasang, perbedaan kastanya langsung terlihat! Vocal menjadi Jauh JAAAAUH lebih jelas dan jernih dibandingkan sebelumnya! yes, dengan harga hampir 2x lebih mahal dan dengan diameter 9mm lebih lebar, terbayar lunas dengan peningkatan suaranya!

    ST5 adalah midrange luar biasa dan pantas menjadi midrange Hiend andalan kita bahkan baru bulan lalu ketika artikel ini awal ditulis, kita masih menyimpulkan SB4 akan menjadi midarange di kelas Middle dan HiEnd sekaligus. Namun setelah 6 kali memasang ST5 sebagai midrange, tanpa ragu lagi kita mengakui bahwa menyingkirkan ST5 dalam jajaran produk unggulan sungguh sebuah kesalahan, in fact, ST5 adalah midrange tetrbaik yang pernah kita dengar selama ini -dan tanpa memandang faktor harga sama sekali!-

    HiEnd Midbass: 6" SB Acoustics Satori St6 dan 7" SB Acoustics ST7



    Satori ST6


    Satori ST7

    Bukan sekedar papernya yang istimewa, seri midbass/midrange Satori juga memiliki desain frame yang sangat eksotis dan canggih, dengan air-flow yang sangat lebar namun dengan kekuatan frame yang sangat tinggi sehingga tidak bergetar ketika kita pukul dari belakang. Dengan Frame, rubber, spider yang dibuat di Jerman, midbass satori sekalipun dibuat di Indonesia, memiliki standart kualitas top grade HiEnd dunia, bahkan dalam komparasi kita dengan beberapa midbass HiEnd koleksi kita, Satori 6 dan 7 selalu tamppil jauh unggul dengan bass dan vocal yang lbh jernih, bulat, dalam. Terutama untuk st7 yang notabene midbass 7" umumnya selalu punya bass sekalipun lbeih kencang namun sering berkesan lambat plus vocal yang loyo -karena kegedean konus-, namun di st7 terjadi sebaliknya persis! Kicking bass jauh lebih gahar, vocal jauh lebih lantang dari adiknya St6 dan bahkan sangking lantangnya, midbass 7" gajah ini sangat sangat siap dipakai dalam system 2way hiend! Sayangnya ukuran 7" menjadi kendala bagi banyak orang karena cuma segelintir mobil yang muat diisi St7 tanpa melobangi doortrim.

    Satori Midbass merupakan midbass tanpa kompromi, dan jika tidak ada ganjalan soal doortrim, St7 adalah midbass terbaik yang bisa dibeli hari ini, dan jika doortrim terlalu mahal untuk dirusak, cukupkanlah dirimu dengan St6, namun jika ingin 'bermain gila' dengan menyobek doortrim, atau kebetulan punya mobil dengan dudukan midrange besar seperti alphard, prado, atau new 2014 Xtrail, GO FOR St7!


    Sb Acoustics SB26
    Super slim Hi-End Subwoofer!


    Satu hal paling sulit untuk dicapai bagi Sq-lover adalah, bagaimana membuat suara subwoofer terdengar -seakan-akan- di depan! Well kita bilang 'seakan-akan' itu karena mostly orang memang menaruh subwoofer di bagasi belakang. SB26 bisa melakukan hal ini dengan sedikit mencurangi aturan. Fisiknya begitu tipis hingga dia bisa ditaruh dikolong jok depan pada beberapa jenis mobil. Innova,new 2014 Xtrail, Brio/mobilio, bahkan Agya/Alya adalah beberapa diantaranya!


    SB26 dengan desain teknikal yang sangat nyeleneh plus warnanya juga.


    Mostly subwoofer yang begitu tipis, dengan box yang ekstrim under volume, akan bersuara sangat sangat buruk, begitu buruk sehingga mungkin kita berpikir better live without subwoofer! Namun tidak dengan sb26, sekalipun dengan box yang super kecil, SB26 tetap mengeluarkan bass dengan bulat, dalam dan sangat jernih! Ditambah -pada beberapa mobil yang bisa dipasangi sb26 di bawah jok mereka- posisi subwoofer di kabin depan membuat kita sangat mudah untuk mendapatkan koherensi suara infrabass dengan midbass sekaligus membuat suara bass berada di dashboard.


    Subwoofer super tipis, tapi depth dan low bassnya begitu dalam plus bass yang sangat natural dan jernih.


    Ya, harga SB26 tidaklah murah, menyandang nama SBA yang umumnya 'murah-meriah', kita agak kecewa dengan harga Sb26 terhitung premium, even ketika dibandingkan dengan produk Eropa "Beberapa part yang digunakan sangat mahal, magnetnya juga full neodynium, langka digunakan di subwoofer karena harganya yang sangat mahal, juga proses produksinya yang sangat sulit plus Sb26 mengandung segudang patent yang sangat mahal-karena teknologi konstruksinya sangat canggih dan baru- membuat kita kesulitan mempricing sb26 lebih murah" Kata pihak SBA soal harga sb26 yang lumayan tinggi.

    Still kita -dan customer- menilai sb26 worth every penny, bahkan sb26 menjadi yang terlaris diantara semua produk subwoofer kita!

    SB 26 menyemburkan suara bass yang sangat jernih dan natural, bahkan seperti midbass raksasa dengan suspensi subwoofer, SB26 memproduksi suara gebukan drum hingga betotan gitar bass yang paling rendah sekalipun dengan sangat sempurna. jangkauan Lownya mengagumkan dadan kejernihan subsonicnya adalah terbaik dari semua subwoofer yang pernah kita dengarkan dari brand apapun! Drawbacknya, Sb26 tidak bisa menghasilkan SPL settinggi subwoofer-subwoofer Muscle, namun dalam uji coba kemarin di fortuner dan grand livina, kita memasang 2 buah SB26 ini di bagasi dan hasilnya cukup 'mengerikan'! Baru kali ini kita mendengarkan system overbass dengan suara bass HiEnd!


    Okey, itu menutup pembahasan kita mengenai produk unggulan 2016!


    Eh? Cuma speaker saja yang dibahas? Mana perangkat lainnya?

    Ya, perangkat audio cuma ada 2 macam:
    1. Speaker
    2. Perangkat yang diperlukan untuk menyalakan speaker.


    In fact, kita tidak melihat perubahan di dunia perangkat lain. Mostly bisa dibilang sama dengan artikel 2 tahun lalu dan seperti membuang waktu modcomer sekalian untuk membaca hal yang sama tiap dua tahun. Namun in case masih belum jenuh membaca, silahkan diteruskan ke pembahasan lain yang 'kurang penting' ini sebelum masuk pada chapter berikutnya dimana kita akan membahas mengenai pabrik Sinar Baja, lengkap dengan foto ekslusife -dari hape lagi - dan Wawancara dengan desainer speaker legendaris yang menjadi Think Tank SBA: Frank Nielsen!


    Tema tidak penting tahun ini:

    1. Avexis 4ch/Monoblock, entry level Amplifier


    Foto Avexis Amp

    Dibuat dipabrik amplifier terbesar di China, Avexis bukanlah amplifier terbaik diluar sana, namun pada harganya kita berani sesumbar akan sulit kita mencari lawan yang bisa menjatuhkannya. Tenaga besar, tahan digeber diwaktu lama, dan punya noise rendah, dan monoblocknya bisa bekerja sama tanpa komplain dengan processor ARC DSP-8 (sebagian besar monoblock dari merk lain akan berbunyi 'duk' tiap kali DSP8 dihidup-matikan)


    2. ARC AudioDSP-8



    Kita sudah jual DSP-8 ini selama empat tahun dan lebih dari 500 unit. Processor plus Power Amplifier yang kecil, powerfull dan ekonomis. Processor super canggih -even sampai detik ini belum ada processor lain yang melebihi kecanggihannya- dilengkapi dengan dengan 8 channel internal amplifier, siap men-arsiteki system Audio anda. Sangat ringkas, tahan banting, dengan fleksibilitas konfigurasi setting yang terlengkap dimuka bumi. Jika budget audio Anda berada di rentang 13-25jt, lakukan ini: Pilihlah speaker sesuai budget Anda kemudian suruhlah DSP-8 yang mengoptimalkan mereka. Maka Anda siap membuat teman-teman Anda tercengang -well setidaknya jika DSP-8 nya sudah disetting dengan baik -


    3. Arc Audio PS-8


    Versi HiEnd dari DSP-8, PS8 dibangun dengan komponen yang jauh lebih mewah dari DSP-8, bukan cuma ekternalnya, namun juga internalnya, membuat suara PS-8 lebih premium ketimbang saudaranya sendiri. Tanpa kehadiran internal Amplifier, PS-8 membuat Anda wajib mengeluarkan kocek ektra selain untuk menebus selisih harga Ps8-DSP8, Anda juga wajib membeli amplifier 6ch, dan untuk mendampingi PS8 yang berharga lebih dari 11jt mungkin Anda akan menginginkan Amplifier yang sepadan juga. Jika budget audio Anda berkisar lebih dari 35jt, Ps8 adalah processor terbaik di pasaran yang bahkan sudah diakui seluruh dunia.


    4. Arc Signature Series Amplifier.



    SE series plus PS-8, pasangan maut

    One of the best Car Amp on earth ever made! ARC Signature series by Robert Zeff, seorang desainer legendaris yang juga menjadi otak penciptaan processor Dsp-8 yang teknologinya tetap tidak terkalahkan setelah 5 tahun kelahirannya, impian Zeff untuk menciptakan Power Amp terbaik menghabiskan 4 tahun masa riset untuk menghasilkan salah satu amplifier mobil terbaik yang pernah ada. If you go for the best sounding Amp, ini amplifier wajib Anda.


    5. Diobralnya Vifa XT19Al dan Cello RM10

    Sekalipun tweeter XT19Al dan midrange RM10 adalah produk yang baik, mereka tidak bisa menahan keganasan keluarga SB yang bersuara Hiend namun dijual diharga mid-level, gebrakan tweeter SB29 dan midrange SB4 menghajar habis Xt19Al dan Rm10, bahkan lebih kejam lagi, duo Sb29 dan SB4 juga menghajar produk yang kastanya diatas kedua produk malang kita tersebut.

    Masalahnya untuk kedua item ini, kita masih punya stoknya -dan , hell, it's still MANY of them! Di awal kita bertemu dengan SBA, sebagian customer kita dengan kemampuan bisnis yang hebat menyarankan kita untuk 'menyembunyikan fakta' keberadaan produk SBA dan tetap go with the flow untuk tetap menjual mereka seperti biasa, setidaknya hingga stok mereka menipis -yang harusnya secara statistik tidak akan butuh lebih dari 6 bulan. Namun dengan keterbatasan kemampuan bisnis dan kepala kita yang agak keras, diputuskan bahwa SBA langsung diperkenalkan dan dijual tanpa penundaan! Dan hasilnya kedua produk itu seketika itu juga dikebaskan dari line up pilihan! Idealisme memang selalu menuntut bayaran mahal.


    XT19Al-RM10, turun ke kelas entry-medium!

    Tersingkir dari jajaran produk middle class, mereka terdampar sebagai opsi upgrade bagi market Entry level namun "masih punya sedikit dana lebih". Jika Anda berminat pada paket speaker 3way entry kita namun masih ada sedikit sisa dana, Anda bisa upgrade tweeter dan midrange Anda ke Vifa Xt19Al dan Cello-Scanspeak Rm10 dengan dana jaauh lebih murah dari harga tahun lalu.


    6. 2way strike back!
    Sudah cukup lama kita tidak lagi menjual 2way untuk kelas menengah ke atas, alasannya klasik: 2way sucks! Namun tahun ini hal mengejutkan terjadi, setelah beberapa kali menguji kemampuan midbass SB6 kita dapati kejernihan dan dorongan suara yang sangat hebat dari Sb6, "Ini bisa jadi 2way yang sangat hebat" kesimpulan banyak orang waktu itu,dan berkat beberapa desakan customer, kita mencoba mengawinkan antara tweeter mid level kita: SB Accoustics SB29 dan midbass mid-level kita: SB Accoustics SB6 dalam sebuah system 2way, dan hasilnya sungguh-sungguh mengejutkan! Suara kejernihan vocal, detail treble yang renyah dan lincah, bahkan lebih indah dari paket 3way kita tahun lalu di kelas yang sama dan ini akan sangat mudah dalam instalasi karena tweeter Sb29 yang berbody cukup kecil akan cukup mudah dalam pembuatan dudukannya.



    Hi Spec 2way speaker system: SB29-SB6. 2 way you'd never hear before!

    Dengan kisaran harga 5jt untuk sepasang paket speaker ini, ini jelas bukan termasuk kelas entry level, namun ini 2way sangat hebat yang akan mengejutkan setiap pembelinya!


    I want a Car Audio System! What should I buy?

    Budget 1jtan:

    Sepaket speaker 2 way Avexis FU6B, dengan versi midbass baru yang jauh lebih baik, paket ini memberikan tendangan midbass yang lebih kicking dan vocal lebih lantang dan overall suara yang lebih jernih.


    Avexis 2way component


    Budget 2jtan:
    Tetap fokuskan dana Anda pada speaker, ada dua pilihan, Anda bisa kawinkan Tweeter Vifa XT19nc dengan midbass Avexis fu6b, atau bereksperimen dengan Fullrange SB65, khususnya untuk fullrange SB65, Anda bisa memilih untuk tetap menggunakan midbass bawaan mobil atau menggunakan midbass Avexis fu6b


    SB65 terpasang di CRV gen 3.



    Sepasang 2way entry level XT19nc+fu6b, tersedia dudukan XT19nc bagi yang ingin instalasi kilat.


    Budget 3-5jt
    opsi 1: speaker 2way plus Amplifier dan subwoofer entry, untuk mendapatkan range freq yang lengkap sekaligus bisa diajak jedang jedung. Anda bisa menggunakan sepaket Amplifier Avexis 4ch plus subwoofer SB8 menemani speaker yang sudah Anda pilih sebelumnya untuk mendapatkan system audio yang lengkap. ATAU..

    opsi 2: Still fokus di speaker, Anda bisa masuk ke 3way Entry level atau bisa upgrade paket 3waynya menggunakan produk promo tahun ini: Vifa XT19Al dan Cello RM10


    3way entry level: Tweeter Vifa/Peerless XT19nc, midrange Wavecore WF084 dan midbass Avexis F6B. ATAU...

    opsi 3: Mencicipi suara hiEnd, 2way SB29 disandingkan dengan SB6 untuk mendapatkan detail high dan vocal dengan kejernihan kelas Hiend. Kehadiran SB tahun ini mempermudah orang untuk mendapatkan suara speaker dengan resolusi-clarity khas Hiend hanya dengan budget middle class. Start dari 5jtan! -opsi ini khusus buat mobil yang sudah diperlengkapi HU yang lumayan 'layak'-

    Budget 5-10jt
    Salah satu opsi 2 atau 3 diatas plus lengkap dengan Amplifier Avexis 4ch, subwoofer SB8 dan instalasinya.

    Paket 3way entry lengkap, bisa pilih subwoofernya JBL GT5 atau SB-8



    Budget 10-15jt

    Apapun opsi di atas, tinggal plus Arc Audio DSP-8 dan mengganti Amplifier Avexis 4 channel anda dengan Avexis monoblock 600.1. Kini system Anda dalam kontrol full processor dengan independent crossover digital, Equaliser dan Amplifier untuk masing-masing channel. Disetting dengan komputer dan diukur secara akurat. Selamat Anda masuk ke kelompok perangkat audio yang disetting secara full personal just for you'.

    Budget 15-20jt

    paket speaker SB 3way sudah bisa didapatkan, Anda bisa pilih sesuai selera dan budget untuk kombinasi speaker dan subwoofer SB Anda. Bahkan sudah boleh melirik midarnge ST5 untuk mendapatkan sensasi salah satu midrange hiend terbaik di muka bumi, Anda akan mendengarkan suara vocal penyanyi bagaikan memandang wajahnya di layar UHD 80" dari jarak dekat!


    SB29-SB4 di Innova, hampir nol blindspot.

    Kita juga menyarankan pada level ini Anda mulai mempertimbangkan menggunakan kabel di kelas yang lebih baik dari paket 'standart instalasi' kami




    Budget 20-30jt

    Paket SB keluarga Satori lengkap sudah bisa masuk ke keranjang belanjaan, jika tidak keberatan ukuran fisik tweeter Satori ST29neo, jangan lupa masukkan itu dalam opsi utama, namun jika keberatan maka terpaksa tweeter turun ke SB29 sambil menunggu versi HiEnd dari SB29, eh apa akan segera hadir?


    Satori Family mejeng bersama

    Pada budget ini Anda juga mulai bisa memilih HU bersuara HiEnd, Kenwood seri 8 atau 9 boleh menjadi pilihan utama berkat kualitas suaranya dan tonalnya yang sangat natural.


    Budget 30-80jt

    Buang DSP-8 dari daftar belanjaan dan ganti dengan processor terbaik didunia hari ini: Arc Audio Ps-8. Tinggal hitung berapa sisa budgetnya dan belikan Amplifier sesuai dengan sisa budget itu, jika memungkinkan kombinasi PS-8 dengan sederet amplifier maut: ARC Audio Signature Series akan memberikan suara kelas 'signature' terbaik yang bisa Anda dapatkan.


    80jt+ ?

    Kita tidak punya paket diatas ini, mungkin Anda akan menjadi dermawan dengan membeli kabel jutaan rupiah per meter (tanpa mengerti kenapa bisa semahal itu kabelnya) atau membeli sederet perangkat tambahan ajaib dan jamu-jamuan, kayu ajaib, selotip ajaib, sekring ajaib dan seterusnya bernilai puluhan juta -tanpa mengerti bagaimana cara kerjanya-, just make sure Anda mendapatkan peningkatan clarity dan resolusi tiap pemasangan 'jimat' di mobil Anda untuk menghindari praktek penipuan atau gossip yang terlalu mahal.
    JOIN THE UnSCAC'S!!!!
    Follow us on Facebook and instagram: Hwely Unscac

    2018 All new Line up!!http://www.modifikasi.com/showthread.php/653835-Paket-unggulan-2018-plus-Born-of-Monserra?p=2061845518#post2061845518


    UnSCAC's forum onhttp://www.modifikasi.com/forumdisplay.php?s=&daysprune=&f=117


    Ada masalah dengan system Anda? Ingin membangun atau upgrade system Audio Anda tanpa tersesat? Hubungi kita secara pribadi:
    Whatsapp: 082141139097

    Please DON'T sent via PM!!!

  2. Rekeningku.com
  3. #2
    Represented Member
    Location
    Surabaya, Ph, W-App:082141139097. YM/email: unscac@yahoo.com
    Posts
    8,433
    Power
    19 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 12 Hrs 1 Min 5 Secs
    SB-Acoustics!
    Factory visit plus Interview with Frank Nielsen

    Perjumpaan kita dengan SB acoustics maret lalu telah memberikan standart baru kita akan sebuah speaker. Beberapa produk mereka yang kita andalkan membuktikan diri sanggup bernyanyi jauh lebih bagus dari speaker lain pada harga yang sama, bahkan pada harga yang 2-3 lipat lebih mahal membuat kita terheran-heran bagaimana ada produk speaker sebaik ini dan pada harga begitu terjangkau bisa luput dari pendangan kita! SB Acoustics sebagai produksi Indonesia memiliki banyak kelebihan lain dibandingkan merk HiEnd lain yang rata-rata buatan Eropa, kelebihan itu misalnya dengan menggunakan SB Accoustic, kita ikut berbangga terhadap prestasi Indonesia yang begitu bagus di dunia Audio HiEnd, kemudian juga membuat lapangan pekerjaan bagi banyak orang plus dengan statusnya sebagai 'made in Indonesia', plus, SB Acoustics adalah satu-satunya speaker yang bisa diperbaiki alias diservice! Mostly masalah kita dengan speaker mahal adalah dilema apakah midrange perlu dikasih grill atau tidak. Grill di satu sisi mengurangi kualitas suara, namun di sisi lain, Grill mencegah penyoknya konus speaker berharga jutaan kita akibat tangan-tangan iseng dari anak-anak atau petugas bengkel salon mobil. Well, setidaknya dengan menggunakan speaker SB, kerusakan fisik macam itu bisa kita perbaiki hingga kembali 100% baru dengan biaya yang terjangkai langsung dari pabrik pembuatnya. Cool!!



    This is the Factory!

    Berdiri di lahan seluas 5 hektar, pabrik speaker bernama Sinar Baja Electric memproduksi speaker untuk banyak brand besar dunia, baik itu di kelas bawah -aka murah aka 'lokalan'- hingga seri Hiend yang dibranding sebagai SB-Accoustic, bahkan seri Flagship yang dibranding 'Satori'. Tanpa kita sadari, ternyata puluhan Brand speaker besar yang super populer di seluruh dunia ternyata diam-diam dibuat oleh Sinar Baja ini, hingga hari ini, sangat banyak produk kelas middle jutaan, puluhan juta atau bahkan super Hiend berharga ratusan juta per-pair yang sangat disegani di dunia audio HiEnd diam-diam ternyata 100% buatan Sinar Baja Surabaya -yang karena alasan etika kita tidak boleh menyebutkan merk mana aja, bahkan sekedar inisial atau ******-pun ga boleh -

    SBE sendiri adalah sedikit dari sekian banyak manufaktur speaker yang sanggup membuat sendiri setiap part dari speaker mereka, mulai dari Voice Coil hingga basket bahkan hingga box speaker dengan finish hiend macam glossy ebony wood, CNC cutting dan seterusnya. SB sendiri terdiri dari 5 unit pabrik yang yang mendukung produksi masing-masing part tersebut, bahkan mungkin Stark Industries diam-diam meng-OEM-kan Ironman suit disana juga

    Inilah yang mereka lakukan didalam sana:

    Bagian produksi Hardpart, dipenuhi mesin bersuara ribut


    Pressing, mengubah plat lembaran (ada tumpukannya di foto kiri bawah kemudian dibentuk menjadi bentuk dasar frame disebelah kanan (untuk frame speaker berbahan plat -kebetulan untuk pembuatan frame die cast dilakukan di pabrik SB lainnya jadi kita ga ada fotonya)


    Frame dirapikan sebelum dicat, sarung tangan dan sumpal telinga untuk menjaga bahan dan suara noise mesin berbahaya merusak tangan atau telinga, siapa tahu pekerja ini mau jadi penyanyi dangdut dikemudian hari.



    Bukan lampu lapangan bola, frame mentah digantung ngantri masuk ruangan cat


    Ruangan cat, berbentuk seperti labirin panjang. proses painting dan oven sekaligus.


    Gelap pekat. sudah berwarna hitam setelah keluar dari oven


    Ruang perakitan lebih sunyi, gelap, namun memiliki pekerja lebih banyak, dan hampir semua perempuan! Mungkin SBA bisa bikin girl band saingan JKT48 dengan sebagian staffnya




    Vacum, cleaning, testing. Sepertinya repot sekali bikin speaker.


    HiEnd! Proses pembuatan speaker kelas export berbeda dengan yang kelas 'rakyat jelata'. Dengan staff terlatih khusus yang terpilih, pengerjaan dengan akurasi yang lebih tinggi, lebih ketat dan -pasti ujung-ujungnya- membutuhkan proses dan biaya lebih.



    Eh, sedang bikin midbass Satori? Keren. lengkap dengan ijo-ijo yang mungkin dapat dari inspirasi es cendol iklan rokok hijau.



    Produk Satori yang sudah jadi, masing-masing dilabel individu, siap dikirim ke bagian Quality Control


    seri Barang seri Export yang ngantri masuk ruangan QC. Banyak banget!


    Untuk speaker seri Export di Sinar BAja -termasuk brand SC Acoustics, SETIAP speaker diuji secara individu, melewati 3 tahapan QC-QA dengan standart yang sangat ketat. Mungkin harus ditambah UNAS biar jadi 4 tahap.


    Lobby hotel, eh pabrik yang mewah dan nyaman lengkap dengan pilihan minuman yang beragam: Air mineral gelas dengan sedotan atau elas Air mineral tanpa sedotan. Ah iya mungkin suatu hari nanti ketika mereka membeli mesin CNC-5-aksis, suplier mesin itu akan memberi mereka free coffee maker.


    Meet Frank Nielsen!

    Sore itu kita diundang untuk bertemu dengan salah seorang desainer SB-Acoustics, Frank Nielsen. Dia bersama dengan rekannya "Ulrik Schmidt" adalah duo desainer di balik produk-produk SB-Accoustic yang luar biasa. Dikenal sebagai senior speaker designer yang sudah belasan tahun berkutat di dunia desain speaker Hiend dan sudah menelorkan sederet speaker legendaris. Sekalipun bekerja untuk SBE, keduanya dalam status stay di Denmark, dan hari itu dalam kunjungan Frank ke surabaya pihak SBE ingin mempertemukan kita dengan beliau untuk suatu acara 'perkenalan'. Wow, He IS the one dalam tim yang menciptakan R7000! We meet beberapa orang yang omdo selama ini, namun suatu kesempatan yang sangat langka untuk bertemu orang berkaliber 'real deal' sekelas ini.

    "Kita akan adakan wawancara dengan si Frank" Permintaan kita kepada pihak SBA, dan mereka setuju. "Dan please, make sure kali ini makanannya enak"


    Itu adalah sebuah daging T-bone itu berbobot mentah 400gr setebal 2cm termasuk tulang besar berbentuk huruf T, dimasak medium-done, mengepul-ngepul di depan kita -T bone terbesar yang pernah kita makan dalam 1 piece-, sementara di sebelah saya, Frank Nielsen, dengan sepotong daging mentah 450gr -murni daging tanpa tulang- disertai dengan sebuah piring hot stone untuk memasang sendiri daging mentah tersebut. Makanan fantastik di saat yang salah! Perut yang kosong ternyata tidak bisa membuat kita bernafsu makan ketika kita didudukkan berjejeran untuk wawancara dengan seorang yang ingin kita jumpai sepuluh tahun terakhir ini! Ada segudang unek-unek sudah saya simpan bertahun-tahun yang ingin saya tanyakan pada si Frank, dan dia ada di sebelah kita! Berkepala botak, bergerak agak kikuk dan sedikit salah tingkah dan mungkin dia berpikir yang sama, sialan ini daging keren tapi kok makannya sungkan sama tetangga.



    Frank Nielsen,
    Sengaja dibotakin biar rambut tidak menghalangi telinga?


    "Dengan reputasi Anda yang sangat populer sebagai bagian dari tim desainer Scanspeak, Saya sangat penasaran, Apa yang membuat Anda memutuskan untuk bekerja di Indonesia, di negara yang bagi sebagian orang di dunia modern sebagai negara yang 'engga jelas' ?"

    "Kita menginginkan tantangan" Jawab Frank, "Kami ingin membuat speaker Hiend berkualitas terbaik dan kita ingin bekerja dalam perusahaan yang punya passion yang sama. Kemudian disaat seperti itu kami bertemu dengan kalian -orang-orang dari SBE- dan kita melihat kalian punya keinginan yang sejalan dengan keinginan kita, dan here we are today"

    "Sudah berapa lama Anda bekerja sama dengan Ulrik Schmidt? Menurut Anda bagaimana si Ulrik ini?" -Si Ulrik sendiri tidak ikut dalam acara ini-

    "Saya bertemu Ulrik di Scanspeak sejak pertama kali kita berkarir di dunia desain speaker long time ago. Ulrik seorang yang sangat briliant, saya sebut dia manusia kalkulator, you bisa kasih dia persoalan matematika yang rumit dan tidak lama lagi dia bisa keluarkan jawabannya dengan tepat, aku pribadi pernah mencobanya beberapa kali."

    "Bagaimana kalian dalam sebuah tim bekerja sama dalam mendesain sebuah speaker? Bagaimana pembagian pekerjaannya?"

    "Well, mostly ketika kita bekerja sebagai tim, Ulrik bertugas untuk mendesain apapun yang berhubungan dengan perhitungan matematis dan simulasi, sementara saya bertugas untuk menjadikan desain matematis itu menjadi sebuah bentuk fisik yang bekerja sesuai perhitungan itu, simplenya saya membuat his design work in real world. Still banyak kasus juga dimana kita bekerja secara solo pada beberapa proyek, namun most of the time memang kita bekerja sebagai tim"

    "Saat pertama kali bekerja di Sinar Baja Electric, dengan cita-cita Anda untuk memproduksi speaker HiEnd disini, apa tantangan terbesarnya? Kita tahu bahwa Sinar Baja Indonesia tidak bereputasi sebagai produsen speaker di kelas HiEnd" -setelah pertanyaan ini terdengar cibiran dari staff marketing SB di depan kita, tapi kita pura-pura tidak dengar -

    "Tantangan terbesar yang kita hadapi disini adalah di sini kalian berpikir sama dengan hampir seluruh pabrik speaker di China, yaitu kalian berusaha memproduksi speaker semurah mungkin, potong biaya, jumlah produksi sebesar dan secepat mungkin yang ujung-ujungnya supaya harga produk bisa seekonomis mungkin. I said no no no no no, thats not the way it is, jika kita memang ingin membuat produk Hiend, kita harus memproduksinya dengan prinsip ingin membuatnya sesempurna mungkin, error serendah mungkin, peralatan yang baik dan akurasi yang sangat tinggi ditambah riset yang dalam. Dan jelas itu tidak akan murah, its should be fine karena memang kita ingin membuat speaker terbaik, bukan yang murah. Jadi jelas ide speaker murah dan speaker hiend itu bertolak belakang. Syukurlah setelah sekian lama kita bekerja, things getting much better dan pihak SBE sendiri memiliki tekad untuk menjadi lebih baik dan bekerja sesempurna mungkin -kita melihat banyak tersebar spanduk bertuliskan "Kalau bisa sempurna kenapa tidak?" di beberapa spot di lokasi pabrik SBE- , hari ini kita terus mengembangkan produksi hingga akurasinya bisa stabil diatas 99% untuk setiap produknya dan itu perkembangan yang menggembirakan"

    "Oke, Anda bicara mengenai kualitas speaker, saya ingin bertanya, dengan dasar apa Anda mengatakan bahwa speaker ini lebih baik dan itu lebih buruk. Apa ada dasarnya secara pengukuran misalnya salah satu pengukuran dari TS parameter atau sejenisnya?"

    "Thiel-Small parameter memang memberikan kita gambaran mengenai karakteristik speaker dan informasi minor mengenai kualtias spaker tersebut, namun itu minor sekali,. kita menilai kualitas sebuah speaker berdasarkan seberapa dia bisa mengeluarkan suara sekaya dan semirip mungkin dengan suara aslinya dan dari seberapa rendah distorsi yang dihasilkannya, semakin natural suaranya, semakin detail suara yang bisa dihasilkan, semakin rendah distorsi suaranya, semakin baik speaker itu"

    "Dengan kata lain itu soal resolusi dan clarity dari speaker tersebut?"

    "That's right!"

    "Saya mengikuti desain Anda mulai sepuluh tahun lalu, dan salah satu ciri yang saya temui adalah kebanyakan karya Anda memiliki suara yang nyaman dinikmati sekalipun tanpa kompensasi passife yang berat atau diedit dengan equaliser. Kita juga menemui beberapa desain Anda yang agak melenceng dari pakem umum, seperti desain Ring radiator, papyrus paper, bagaimana itu bisa muncul di pikiran Anda?"

    "Well dalam desain sebuah speaker, waktu paling lama yang kita pakai adalah untuk mendengarkan speaker tersebut, kita spend hundred of hours untuk mendengarkan setiap prototype untuk menentukan arah desain yang lebih baik. Jadi jelas ketika sebuah speaker bersuara melenceng, kita akan langsung mengetahuinya. Soal desain, di tim kita, baik Saya maupun Ulrik membiasakan diri mengutarakan ide apapun yang sekelibat muncul di benak kita, mostly desain kita muncul dari ide yang sifarnya sekejab dan kemudian kita kembangkan. Prinsip kita bahwa tidak ada yang mustahil dalam sebuah desain. Mungkin dari sana beberapa desain kita terlihat agak 'gila'"

    "Bagaimana Anda melihat pricing dari speaker SB ini dibandingkan speaker HiEnd dari merk lain, kita melihat harga SB Acoustics termasuk sangat ekonomis dibandingkan merk lain yang dianggap sebagai kompetitor"

    "Yes, kita menyadari menyandang brand SB Acoustics bukan hal yang mudah, seseorang akan dengan bangga mengeluarkan USD 9000 untuk sepasang speaker bermerek B&O, well its Bang & Olufsen! Namun ketika kita sodorkan SB Acoustics dia akan bertanya What a heck is SB-Acoustics? People belum banyak mengenal merk ini karena itu juga secara pricing kita merasa memang perlu kita mematok harga yang lebih ekonomis supaya orang tertarik untuk mencoba kemudian baru dari sana perlahan-lahan orang akan mengetahui kualitas our product dan our brand. Proses produksi di Indonesia juga memungkinkan kita memproduksi speaker dengan harga jauh lebih murah dibandingkan ketika kita bikin di Denmark. Andai saja SB dibikin di denmark, harganya bisa naik minimal 2x lipat bahkan munkin mendekati 3x lipat memustahilkan kita untuk menproduksi speaker hiend dengan harga rendah"

    "Oke, menurut Anda, bagaimana suara yang 'benar' itu? Karena banyak perdebatan soal ini yang saya yakin juga terjadi di denmark atau dimanapun diseluruh dunia diantara penggemar audio"

    "Suara yang benar adalah suara yang semirip mungkin dengan suara sumbernya. Kita sendiri di studio memiliki beberapa alat musik untuk dijadikan referensi suara, bahkan kita juga ada satu set Drum disana. Ada rekan yang keberatan karena tweeter kita bersuara kasar ketika disetel cymbal yang dipukul keras, saya bawa dia ke studio, saya pukul cymbal dengan keras dan dia mengeluh telinganya sakit mendengar itu. Well yes, ketika cymbal dipukul dengan keras, memang seperti itulah suaranya! Speaker yang baik mengeluarkan suara seperti apa adanya, jika suara cymbal yang dipukul keras tidak menyakitkan telinga maka ada yang salah dengan speaker kamu!"

    "Di Audio mobil, kita banyak membangun system dengan 3way speaker dan salah satu masalah adalah di midrange, kita perlu midrange kecil dan bersuara hiend namun sampai hari ini kita belum pernah menemukan midrange berukuran 3inch yang baik, itu sebabnya kita menggunakan 4inch bahkan 5inch yang sebenarnya agak terlalu besar untuk aplikasi diatas dashboard. Kita pernah berdiskusi dengan desainer dari Wavecore -I'm sure you knew them karena masih satu perguruan juga- dan mereka berkata bahwa hampir mustahil untuk mendesain sebuah midrange berukuran 3inch namun memiliki suara sekelas HiEnd, bagaimana menurut kamu?"

    "Pernyataan itu ada benarnya sekalipun tidak 100%. Its true pada ukuran 3inch problem utama terletak pada desain motornya. Dengan keterbatasan diameter, kita sulit sekali mendesain motor yang besar dan kuat dan tanpa motor yang kuat kita tidak bisa menghasilkan suara yang beresolusi tinggi. Aku tidak akan bilang hal itu mustahil, namun itu akan sulit. -Si Frank terlihat melamun dengan gerakan bibir yang aneh dan mata yang berputar-putar sesaat sambil bergumam- Ada beberapa ide yang bisa dipakai disini, mungkin akan ada kompromi di sana-sini untuk peningkatan disana-sini, well desain its about compromise after all untuk mendapatkan satu improvement kita mungkin harus mengorbankan sisi lain -kemudian matanya kembali mendarat ke bumi- Ok, mungkin itu boleh kita memasukkan itu dalam proyek SBA selanjutnya"

    "Saya melihat desain SB26 slim subwoofer cukup berbeda dengan pakem desain speaker pada umumnya, bisa ceritakan sedikit soal itu"

    "Oya, Sb26 adalah subwoofer tertipis yang ada di muka bumi ini hari ini yang sanggup bersuara dengan baik, bass yang rendah, natural dan jernih sekalipun dengan size yang segitu tipisnya. Di banyak negara eropa dan terutama di US, orang membangun rumah dengan konstruksi kayu dimana masing-masing ruangan memiliki sekat dinding yang tengahnya berongga sekitar 15cm. Keinginan kita adalah membuat subwoofer yang begitu tipisnya sehingga bisa bekerja maksimal sekalipun dengan box setipis itu. Kita melakukan banyak desain genuine pada SB26 dengan desain yang sangat berbeda dengan subwoofer kebanyakan -yang mengakibatkan SB26 dibebani banyak biaya patent- menjadikan SB26 boleh dengan bangga kita klaim sebagai subwoofer tipis dengan suara terbaik yang pernah ada hingga hari ini. Jika you pasang itu di mobil, kita yakin bentuk tipisnya juga bisa membantu"


    "Oke, sebelum kita tutup, mungkin ada bocoran tentang produk SB-Acoustics berikutnya?"

    "Kita ada sangat banyak produk baru di tahun 2016 ini yang masih dalam pengembangan tahap akhir yang kita targetkan siap jual pada bulan Juni untuk pameran tahunan di Munich, Jerman, you will see them soon. "



    Mejeng bareng setelah makan, engga, biasanya engga segede itu perutnya, cuma memang daging tadi besar sekali
    JOIN THE UnSCAC'S!!!!
    Follow us on Facebook and instagram: Hwely Unscac

    2018 All new Line up!!http://www.modifikasi.com/showthread.php/653835-Paket-unggulan-2018-plus-Born-of-Monserra?p=2061845518#post2061845518


    UnSCAC's forum onhttp://www.modifikasi.com/forumdisplay.php?s=&daysprune=&f=117


    Ada masalah dengan system Anda? Ingin membangun atau upgrade system Audio Anda tanpa tersesat? Hubungi kita secara pribadi:
    Whatsapp: 082141139097

    Please DON'T sent via PM!!!

  4. #3
    Prajurit
    Posts
    1
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    38 Mins 48 Secs
    akhirnya SB masuk ke jajaran perangkat unggulan..
    Ngebet pingin test sound SB nih..

  5. #4
    Kopral Kepala
    Location
    Jawa Timur
    Posts
    189
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 5 Days 1 Hr 25 Mins 10 Secs
    Akhirnya keluar juga article nya
    mantep tenan suhu...
    top
    kenwood ddx9018s
    apl1rca - arc audio ps8 * arc audio se4200 * arc audio se2075 * arc audio se2150
    msr D14 * msr MR9 * sb satori 61/2" * nvx12

    My humble system...

  6. #5
    Kopral Satu
    Location
    Badung, Bali
    Posts
    98
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Wks 6 Days 16 Hrs 11 Mins 7 Secs
    baru baca sekilas karena masih di kantor... ntar malem lanjut secara detail. bravo...

  7. #6
    Kopral Kepala
    Location
    Denpasar, Bali
    Posts
    116
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 6 Days 1 Hr 16 Mins 27 Secs
    aaah.. bikin ngileeeer... seperti biasa pembahasan nya detail, kocak, nyindir, n informatif.. bravo ko hwely..

  8. #7
    Kapten
    Location
    Surabaya
    Posts
    2,832
    Power
    21 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 2 Wks 5 Days 6 Hrs 49 Mins 19 Secs
    Akhirnya nongol juga thread yg ditunggu"
    Thread pencerahan untuk mencegah berjalan ke jalan yang salah terutama sudah mulai bau-bau bulan Februari.
    Btw tumben rapi banget ko Hwely di foto paling bawah
    Just Ordinary Person With Little Knowledge

  9. #8
    Kopral Dua
    Location
    Medan
    Posts
    48
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 7 Hrs 4 Mins 14 Secs
    Thread yang sangat murni meskipun kadang sakit bagi beberapa pihak untuk menerima kenyataan ini dalam dunia audio hehe.

    Thanks bro hwely atas artikel ini. Sangat informatif dan membantu

  10. #9
    Kopral Satu
    Location
    Garut
    Posts
    68
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 17 Hrs 36 Mins 48 Secs

    Unhappy

    Dapet info via WA jam 8.20 pagi dari suhu, baru sempat baca sore ini....
    sungguh ..... sangat senang baca artikelnya yang sangat detail dan seperti biasa mudah dimengerti
    sungguh ..... betapa sedihnya dan rasanya belum rela untuk mencopot stiker Cello kesayangan

  11. #10
    Kopral Satu
    Location
    Garut
    Posts
    68
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 17 Hrs 36 Mins 48 Secs
    Dapet info via WA jam 8.20 pagi dari suhu, baru sempat baca sore ini....
    sungguh ..... sangat senang baca artikelnya yang sangat detail dan seperti biasa mudah dimengerti
    sungguh ..... betapa sedihnya dan rasanya belum rela untuk mencopot stiker Cello kesayanganhttp://www.modifikasi.com/images/smilies/generic/bingung.gifhttp://www.modifikasi.com/images/smilies/generic/bingung.gif

 

 
Page 1 of 8 12345 ... LastLast
NGK Busi MBtech

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Perangkat Unggulan 2013-2014
    By UnSCAC in forum UnSCAC- Hwely Audio
    Replies: 201
    Last Post: 26th January 2016, 23:25
  2. Perangkat Unggulan 2011-2012.
    By UnSCAC in forum UnSCAC- Hwely Audio
    Replies: 413
    Last Post: 15th October 2013, 01:27
  3. WTA : Umur efektif perangkat audio mobil ?
    By trebla in forum Diskusi Audio Lainnya
    Replies: 9
    Last Post: 9th May 2011, 12:24
  4. ask: list perangkat SQL buat SUV
    By xshogix in forum Diskusi Instalasi
    Replies: 4
    Last Post: 24th July 2007, 16:26
  5. Mo tanya nih tentang perangkat yg pas buat Audio gw ^^;
    By N-Michi in forum Diskusi Speaker
    Replies: 30
    Last Post: 14th June 2007, 17:22
Back to top