Jadi pengemis bisa beli New-CRV !!

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 29
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/62333
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Brigadir Jendral
    Posts
    12,195
    Power
    130 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 19 Hrs 49 Mins 49 Secs

    Jadi pengemis bisa beli New-CRV !!

    Sorry klo Repost, Copas dari milis sebelah
    Bos Pengemis Tinggal Nikmati Hidup
    Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.

    Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ''karir''-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.

    Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.

    Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.

    Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.

    Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.

    ***

    Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik.

    Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ''orang mampu''. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.

    Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ''Yang penting halal,'' ujarnya mantap.

    Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurtu dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI.

    Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ''Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,'' ungkapnya.

    Karena mengemis di Bangkalan kurang ''menjanjikan'', awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah.

    Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ''bakat'' Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat.

    Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ''Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,'' ungkapnya bangga.

    Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas. Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ''Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),'' tegasnya.

    Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ''Kami berpencar kalau mengemis,'' jelasnya.

    Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.

    ***

    Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ''ilmu'' dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya.

    Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ''Pokoknya sudah enak,'' katanya.

    Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ''Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,'' kenangnya.

    Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah.

    Cerita tentang ''keberhasilan'' Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ''Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,'' ujarnya enteng.

    Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ''Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,'' tegasnya.

    Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur.

    Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ''pos khusus'', Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan.

    Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri.

    Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan. ..

    ***

    Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari.

    Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan.

    Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ''Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,'' ucapnya.

    Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ''Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,'' katanya.

    Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ''Saya ingin naik haji,'' ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti...

  2. Eagle Eyes
  3. #2
    Sersan Mayor
    Location
    jakarta
    Posts
    880
    Power
    17 
    M-Store Point
    0
    Online
    15 Hrs 36 Mins 3 Secs
    ini namanya pengemis yg punya otak bisnis he..he..

  4. #3
    Brigadir Jendral
    Location
    West Jakz
    Posts
    12,186
    Power
    140 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 22 Hrs 32 Mins 58 Secs
    tp ga setuju ah ama yg beginian...masa mengemis dijadiin bisnis...justru seharusnya mengemis itu harus dihapuskan..

  5. #4
    Sersan Kepala
    Posts
    599
    Power
    22 
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A
    harusnya jgn gitu.....kita kasi pengemis berdasr kan kasihan....
    barangkali yang kasi tuh si cakto lebih miskin dari si caktoo....harusnya klo ude kayaaa/berhasil bkin kek lapangan pekerjaan tuh buat pgemis2...biar gak ngemis lageeee...
    itu mnurut gue aj c...hoho no offense

  6. #5
    Mayor
    Location
    indonesia
    Posts
    4,094
    Power
    129 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 1 Hr 27 Mins 37 Secs
    intinya apa....????.....beli new CRV gituh....??? he...he...he................

  7. #6
    Letnan Kolonel
    Location
    Indiana, USA
    Posts
    5,355
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A
    Re-post

  8. #7
    Mayor
    Location
    J-Town
    Posts
    3,690
    Power
    34 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 3 Hrs 2 Mins 22 Secs
    Quote Originally Posted by Buteg View Post
    Re-post
    ho oh neh..kya na da pernah baca..tp gk tau dmana..lupa..hehe..
    tp nice post boz..

  9. #8
    Kopral Kepala
    Posts
    131
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A
    ini di koran malah ada fotonya tuh..jawapos,bnr ga bro?
    bos'e mejeng di dpn CRV. ckckck..gila gila...
    di Sby bnyk pengemis di perempatan lampu merah..
    paling kasian klo liat anak kecil (mungkin masih SD), klo di lampu merah sering ga kliatan tuh anak2 ngemis, bisa tergilas mobil. gw pake sedan aja hampir g kliatan klo anak itu ada disebelah mobil. belum yang pake SUV, sama sepatbor kalah tinggi anak2 ini..prihatin banget liatnya..
    masa bos nya yg pny CRV ini yah??

  10. #9
    Letnan Kolonel
    Location
    jakarta yg penuh polusi
    Posts
    6,307
    Power
    78 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Wks 11 Hrs 29 Mins 34 Secs
    ga bener nih... membisniskan pengemis namanya....
    tapi kalo bisa beli crv n bangun rumah...gw jadi minat...huahaha

  11. #10
    Letnan Satu
    Location
    Jakarta-Tegal
    Posts
    1,631
    Power
    13 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 23 Hrs 28 Mins 5 Secs
    Knapa para pengemis hrs nyetor ke ni org.... Khan pd kerja sdiri.... Tu bknnya ky preman y...???

 

 
Page 1 of 3 123 LastLast
Mega Glodok Kemayoran Venom 300x250

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Pengemis Terkaya di Indo Beli Honda CR-V
    By 959JS in forum Berita Otomotif Mobil
    Replies: 67
    Last Post: 15th July 2014, 13:42
  2. Replies: 44
    Last Post: 27th June 2014, 11:15
  3. Pengemis Batal Kaya
    By peacemaker in forum Automotive
    Replies: 35
    Last Post: 30th May 2013, 20:42
  4. dvc jadi svc ? bisa ga
    By wild in forum Diskusi Subwoofer
    Replies: 8
    Last Post: 31st May 2007, 09:49
Back to top