Evening Benz Lovers. Tahukah kamu bahwa ada mobil Mercedes-Benz C-Class W204 yang berkelir Batik? Ya, mobil ini adalah C250 Avantgarde tahun 2010 yang dimiliki oleh selebriti Gitaris Band Padi yaitu Piyu. Mercedes-Benz C250 Avantgarde yang dibatik dengan teknik airbrush secara eksklusif oleh desainer batik Carmanita telah diserahkan kepada pemenang lelang, yaitu Satrio Yudi Wahono atau lebih populer dengan panggilan Piyu, gitaris band Padi. Mobil batik itu diserahkan langsung oleh Presdir PT Mercedes-Benz Indonesia Rudi Borgenheimer pada waktu itu tgl 17 Februari 2010 di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta.

Mobil itu dinyatakan milik Piyu setelah dia memenangkan lelang seharga Rp 1 miliar. “Saya bilang ke Bapak Fauzi Bowo (Gubernur DKI Jakarta saat itu), kalau ada yang menawar satu miliar, saya sangat senang dan langsung dilepas. Ternyata memang ada. Yang menawar selebriti lagi dan sangat mencintai warisan Indonesia,” ungkap Rudi Borgenheimer yang duduk di samping Piyu. Sementara itu, Piyu mengaku tidak langsung menawar dengan harga Rp 1 miliar. “Pertama, saya mulai dengan (harga) sekitar Rp 600 juta. Setelah itu, saya pantau terus. Setelah beberapa hari saya tawar Rp 1 miliar. Ternyata dilepas,” ceritanya.

Mercedes-Benz pun memutuskan bahwa mobil tersebut dilepas kepada Piyu dengan harga Rp 1 miliar. Karena itulah, ketika kemudian ada yang menawar dengan harga di atas Rp 1 miliar, PT. MBI tidak mau melepasnya. “Sesuai dengan komitmen kami, kendati ada yang menawarkan di atas Rp 1 miliar, tidak dilayani lagi,” cerita Yuniadi Hartono, Deputy Direktur Pemasaran PT. MBI saat itu.

Informasi lelang Mercedes-Benz batik diterima langsung Piyu dari Mercedes-Benz. “Kebetulan saya adalah penggemar Mercedes-Benz. Dari dulu saya sudah punya C-Class dan E-Class. Karena adanya versi khusus ini dan sebagian digunakan buat amal, saya jadi tertarik. Saya juga sangat mencintai warisan budaya Indonesia, seperti batik pada mobil ini,” aku pria 43 tahun yang sempat melantunkan dua lagu sembari memetik gitar pada acara serah terima mobil tersebut. “Saya hanya sebagai perantara. Ingin membantu mempromosikan warisan budaya Indonesia. Itulah salah satu faktor yang membuat saya tertarik membelinya,” tambahnya.

Hari Batik Nasional adalah perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO. Pada tanggal ini, beragam lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah dan pegawai BUMN hingga pelajar disarankan untuk mengenakan Batik.

Pemilihan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. UNESCO memasukkan Batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap Batik merupakan pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia.

Selamat Hari Batik Nasional, 2 Oktober 2015