SB-Acoustic: HiEnd on Earth. 30mnt of read, Enjoy! :D
Scuto Laminating Blackvue HD Car Care

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 4 1234 LastLast
Results 1 to 10 of 38
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/597547
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Represented Member
    Location
    Surabaya, Ph, W-App:082141139097. YM/email: unscac@yahoo.com
    Posts
    8,433
    Power
    19 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 12 Hrs 1 Min 5 Secs

    SB-Acoustic: HiEnd on Earth. 30mnt of read, Enjoy! :D

    SB Acoustics: The Hi-End on Earth
    warning: Find some snack, Ini akan -sangat- panjang!

    Ch1. Midrangeku yang hilang

    “Ko Hwely tahu? Ini dibikin di Sinar Baja, Margomulyo, Tandes, Surabaya!”,

    Seorang rekan berkata sambil menunjukkan sebuah speaker, tepatnya sebuah Midrange, dari sebuah merk yang sangat terkenal -dan sangat mahal-. Didapatkan dalam kondisi second secara online , dibawa ke tempat kita untuk dipasang dan berharap tidak salah beli, “Coba diadu dengan Midrange terbaik yang kamu punya!” Sebuah speaker yang sangat bagus dengan merk yang sangat termasyur dan harga bekasnya bahkan lebih mahal dari speaker kita yang paling mahal, pengalaman bertanding sesama perangkat sekelas 'para dewa' ini memang biasanya sangat seru.

    Maka mulailah ritual rutin’A-B test’ antara speaker ******* tersebut melawan sebuah speaker andalan kita dikelas HiEnd, tidak mau kalah, kita juga punya 'Gacoan' speaker yang sangat baik yang dibuat oleh merk kelas 1 dunia, dan hasilnya cukup bisa ditebak: Harga tidak bohong. Speaker andalan kita KO pada 1 ronde saja. Sebagai seorang sore-loser, saya mengatakan “Ya, ini bagus, tapi harganya terlalu mahal ….. dan … ini bikinan Tandes!”. Intinya: How can you pay so much untuk sebuah speaker yang dibikin di Indonesia? You know? Itu 'Indonesia' itu tuuu, yang ituuu. Dalam senyum licik karena sakit hati atas kekalahan, saya berusaha untuk bikin rekan saya tidak terlalu men-selebrasikan kemenangannya itu, betapa kerdilnya saya.

    Issunya mengenai produk ******* tersebut: Pabrik Indonesia hanya merakit, seluruh 'part' dibawa langsung oleh desainernya dari luar negeri (baca: pabrik indo cuma jahit aja), setidaknya itu penjelasan yang bisa didapatkan mengenai produk HiEnd tesebut, sebagai gossip, namun still, It's Made in Indonesia dan sebagai manusia yang menjadi bagian dari masyarakat dunia sepanjang sejarah peradaban dari jaman entah kapan, People memang tidak pernah bangga pada produk negaranya sendiri, bahkan "Tidak ada nabi yang dihormati di kota asalnya!" See? Bahkan Nabi pun tidak sanggup populer di kotanya sendiri, let alone sebuah pabrik speaker

    Dalam kedegilan hati, kita menutup mata terhadap kejadian itu, dan beberapa bulan kemudian seorang desainer Audio terkenal dari Amerika bertemu dengan kita dan ngobrol kesana-kemari kemudian bercerita bahwa dia sedang dalam proyek pembuatan speaker yang digandang-gandang akan masuk di kelas HiEnd dan dicanangkan menjadi salah satu speaker Car Audio terbaik di dunia, didesain oleh desainer veteran yang sudah menelurkan banyak speaker legendaris dan akan diproduksi oleh sebuah pabrik yang sangat qualified dan berpengalaman dalam memproduksi speaker HiEnd, wow it sounds begitu ambisius, you know ada ratusan jenis speaker murah yang berganti model tiap 3-6 bulan sekali, namun di kelas HiEnd tidak begitu, sebuah speaker bisa menduduki tahta selama bertahun-tahun dan begitu sulit untuk menyaingi mereka? well, Good luck, kata kita dalam hati, You'll need it.

    Dua tahun kemudian mereka benar-benar launching speaker tersebut, dibanderol dengan harga cukup tinggi dan sangat diakui kualitasnya sebagai salah satu speaker Hiend yang sangat baik, hanya selang beberapa bulan setelah itu kalimat yang cukup familiar kembali terdengar dari salah satu ‘pengamat audio’ rekan kita: “Ko Hwely tahu? Itu bikinan Indonesia”. Even desainer itupun akhirnya terpaksa 'mengaku' -setelah didesak di internet- Yes, they made in Indonesia, yang bagi sebagian masyarakat Amerika yang terlalu 'civilized' mungkin akan langsung berpikir 'Indonesia' yang etnik, kuno dan terbelakang, mungkin bikin speaker itu dengan bantuan dukun atau sejenisnya dengan ramuan jamu-jamuan dan rempah-rempah, mangkanya itu bisa bikin suara bagus, dan ketika mereka mencoba menggambarkan tentang Indonesia, di kepala mereka mostly hanya muncul satu kata: Bali! Sayangnya ini bukan buatan Bali.

    Sudah menjadi tradisi presaposisi kita sejak entah kapan, bahwa speaker bikinan Indonesia hanya layak berada di pasar elektronik tradisional untuk kelas 'sekedar bunyi aja sudah bagus', benar-benar sulit diterima nalar kita untuk mendapati mereka bikin speaker lebih baik dari buatan negara-negara jawara speaker seperti Prancis dengan Focal, Denmark dengan DynAudio, Scanspeak, Norway dengan Seas, bahkan kita akan lebih percaya pada pabrik taiwan yang 'Scanspeak-wanna be' seperti Usher ketimbang bikinan Indonesia. Pepatah cina berkata "Mengubah sifat yang ditanam sejak kecil akan lebih sulit ketimbang melobangi batu dengan tetesan air", Jadi memang lebih nyaman bagi kita memutuskan untuk tidak berubah dan menutup mata terhadap 'beberapa fakta minor yang mungkin keliru' ketimbang harus membongkar beberapa paham yang kita percaya, dan lebih mudah buat kita untuk tetap menghipnotis diri dengan pikiran "Masa bodo, engga mungkin Indon bikin speaker bagus"

    So Years pass, dan kita tetap menjual speaker HiEnd yang sama, terus sama dan semakin tahun semakin mahal berkat kerja keras pemimpin negara yang sukses menaikkan harga USD, hari ini kita harus membayar 45% lebih mahal ketimbang 4 tahun lalu. Setelah pada puncaknya dimana barang yang begitu mahal itupun akhirnya kosong dipasaran karena keterlambatan restock akhirnya kelabakanlah kita karena satu lineup kita kosong! See? That's why ada pepatah barat yang populer: Only The Good Die Young! Kita bisa saja simply pick satu merek speaker terkenal lain di pasaran, dan bilang itu lebih baik dari yang biasa kita jual supaya dapur tetap mengepul, dan itu pintar! Namun kita terlalu bodoh untuk itu, dan demi kebodohan itu kita sangat mungkin kehilangan beberapa customer HiEnd kita yang kecewa karena kita tidak bisa melayani permintaan mereka. Satu sisi kita ingin memuaskan seluruh customer kita, namun di sisi lain kenyataan bahwa produk unggulan kosong dan harus menunggu untuk waktu yang sangat lama. Masalah lain adalah perangkat kelas HiEnd rata-rata dibeli oleh kalangan berduit, dan biasanya mereka agak kurang sabar. No! Kita tidak akan jual produk yang kita tidak akui price-performance rasionya, dan jika tidak ada produk yang sesuai dengan filter kita, mending kita engga jual sekalian!

    Dalam keterjepitan itu, kita mulai mengontak rekan-rekan yang selama ini kita anggap cukup memiliki penilaian yang jeli mengenai audio dan punya wawasan yang luas untuk diminta pendapat “Menurutmu diseluruh muka bumi, midrange Hiend apa yang sangat bagus yang dijual dengan harga wajar” Berbagai saran dan wacana diberikan oleh beberapa sahabat mengenai beberapa merk yang dianggap 'cukup punya kapasitas untuk masuk di kelas HiEnd.

    Pada akhirnya setelah beberapa minggu mencari dan menguji kanan-kiri, sampailah pada 2 pilihan: Pertama, sebuah brand dari Jerman yang reputasi tinggi atas kualitas yang outstanding dengan harga memang mahal tapi masih dalam kategori 'masuk akal'. Pilihan kedua, kita ingat cerita -merk yang sangat terkenal yang ‘konon’ dibuat di Tandes Surabaya- dan harusnya mereka bisa bantu kita bikin speaker juga di kelas yang sama.

    Dan diantara Jerman dan Tandes, setahu saya, Tandes lebih dekat.


    Ch 2. Move for the change!

    Satu sahabat saya yang sukses membangun kerajaan bisnis yang dimulai dari 1 milyard dan sudah mencapai asset 300x lipat dalam 8 tahun, banyak menceritakan kepada saya –yang berusia 5 tahun lebih tua – bagaimana dia merintis pekerjaannya, bahkan pernah sekali waktu dia meeting dengan sekertarisnya (pria) yang sepertinya lebih cocok menjadi bapaknya ketimbang sekertarisnya -dan saya prefer sekertaris yang 'nyaman di mata'- . Dari dia, salah satu yang saya pelajari mengenai ‘kunci suksesnya’ adalah “Winner are those who make a move and loser are those who have reasons to stay”.

    Secara logika diatas kertas, kita yang punya cukup pengalaman dalam berhubungan dengan banyak pabrik speaker dunia, seharusnya tidak ada masalah untuk memulai juga dengan pabrik speaker yang cuma dua-tiga gerbang tol jaraknya dengan tempat kita! Tapi ada setumpuk keraguan kita terhadap kerja sama dengan sesama orang surabaya, apalagi kita sudah 'bad mounthing' mereka secara cukup terstruktur, sistematis dan masif selama bertahun-tahun, ada sebuah kemaluan pada diri sendiri jika kita berubah haluan menjadi mitra kerja mereka, yah, gengsi gitu lho. Tapi dalam keterjepitan kita, ada kepentingan yang lebih besar dari mempertahankan 'gengsi'. Namun keraguan dan keengganan itu terus menghalangi kita melangkah. Hingga seorang sahabat lain tiba-tiba berkata "Ko Hwely tau speaker dengan nama Satori ? Itu lagi populer di seluruh dunia dan itu bikinan Surabaya."

    That's it! Setelah stimulus ketiga itu, ditambah lagi kita pada kisah-kisah heroik boss besar yang menjadi sahabat saya tadi. Kayaknya untuk maju kita harus mulai dengan mengubah diri! Jadi kita tarik nafas panjang, buka tablet, dan mencari kontak person Sinar Baja dan mulai menulis Email perkenalan. Maka, mulailah mengetik …… " Salam kenal, perkenalkan saya Hwely dari Surabaya -dan we know kita sama-sama orang surabaya- dan saya seorang installer audio yang sedang mencari speaker yang akan kita jadikan perangkat unggulan ke depannya -dan maaf selama ini tidak pernah saya berusaha mengontak Anda karena kita selalu berpikir Anda sebagai sekumpulan pengrajin wajan penggorengan yang bisa bersuara- ......" Well, of course semua yang ada di antara dua garis itu tidak pernah tertulis, cuma digumam saja . Namun setelah mengetik dua baris itu, somehow seperti otak saya baru saja bergerak kesamping, saya merasa begitu bodoh, Kenapa tidak kita telpon saja? Telpon! kita bisa langsung ngobrol kan? Saya merasa bodoh untuk harus mengetik kepada seorang di surabaya yang bahasanya saya mengerti! Saya punya sebuah papan tipis seharga 8 juta yang bisa berfungsi sebagai kamus, jam beker, dukun, GPS, tukang pos bahkan koleksi video porno, namun lupa kalau itu sebuah telpon! Kenapa saya harus menulis surat dan menunggu jawaban kepada seseorang yang bisa saya call saat ini dan langsung ngobrol saat ini juga? Beberapa habbit yang selama ini terlihat begitu hebat ternyata bisa begitu bodohnya!

    “Halo, saya Hwely, ini kan kamu pabrik speaker dan saya mau beli speaker kamu, boleh ketemu sekarang? -ya saya bicara soal 'speaker' di sini, bukan sekedar wajan besi yang bisa bersuara, dan ya yaa saya tahu Pabrik Anda bernama 'Sinar Baja', bukan 'Sinar Speaker', apa yang bisa saya harapkan dari sebuah pabrik baja di industri speaker? - ” Seperti yang sebelumnya, semua yang ada diantara dua garis -...- tidak pernah terucap

    Berkat Google Map -yang mengantar saya ke alamat yang keliru- 40 menit kemudian saya sudah berada di lobby Sinar Baja. Seorang marketing menemui saya waktu itu dan kelihatan cukup bingung kenapa ini ada orang dengan memakai sandal dan terlihat kurang berpendidikan, datang seperti orang bingung yang salah alamat, sementara saya sendiri juga bingung kenapa ini pabrik speaker marketingnya seorang wanita? –well its just semua marketing person dari semua pabrik speaker yang pernah berhubungan dengan kita adalah pria- Dan dia mulai dengan permintaan yang kurang masuk akal: “Ko Hwely, lain kali mohon pakai sepatu.” Hal terakhir yang bisa saya harapkan dari seorang marketing adalah mengkritik cara berpakaian saya, ah, jika saya Bob Sadini, tidakkah You harus sudah harus sangat tersanjung kalau saya datang bercelana panjang?

    Next kita menuju sebuah ruang dengar yang sangat mewah -setelah sebelumnya balik ke mobil sebentar untuk pakai sepatu- sebuah ruangan dengar yang luas dengan peredaman akustik dan lighting remang-remang yang sangat bagus lengkap dengan seperangkat Home audio kelas HiEnd dan CD player seharga puluhan juta. Yaaa.. yaaa... itulah typical cara ‘menipu’ customer awam, nyalakan speaker murahanmu dengan perangkat mahal di ruangan yang akustiknya sangat tertata, and soon setelah mereka beli dan nyalakan dirumah mereka baru akan tahu kalau itu speaker baru saja didemokan dengan perangkat yang tiga puluh kali lebih mahal dari speakernya -jangan lupa juga harga ruanganya- dan setelah dibawa pulang, kau setel itu diperangkat 'rakyat jelata' di ruangan keluarga tanpa acoustic threatment, lengkap dengan sofa kulit, meja makan dan kulkas, kau akan sadari bahwa suaranya tidak akan bisa sebaik di showroom. You know, it wont work on ME!

    Mereka menyiapkan beberapa type speaker yang sebelumnya sudah saya tuding di showroom untuk siap diaudisi, dan supaya saya tidak 'tertipu' oleh trik perangkat mewah, dari rumah sudah saya siapkan sebuah midrange yang sangat bagus, yang sebenarnya masih berupa prototype yang rencananya akan menjadi cikal bakal midrange mid-level kita di masa depan. Sebenarnya sudah beberapa bulan ini kita diam-diam melakukan audisi midrange prototype ini ke banyak rekan dan diakui sebagai salah satu midrange terbaik di kelasnya. Dan kita sangat konfiden dengan ini sudah cukup untuk menaklukkan semua koleksi speaker pabrik besi ini. Kita akan lakukan AB-test seperti kebiasaan dan dari sana akan terlihat mana yang memang bagus atau yang cuma ‘pura-pura aja’ bagus. Cukup lama kita mencoba satu persatu speaker yang menjadi andalan mereka menggunakan perangkat HiEnd yang –ternyata- dalam keadaan kurang terawat sehingga mostly CD ga mau baca. You know? Di tempat kita untuk mendemokan speaker, kita hanya menggunakan sebuah Cd player JVC bawaan Suzuki swift dan tanpa amplifier sama sekali dan hebatnya sama-sama macetnya ketika baca CD seperti perangkat puluhan juta itu .

    Setelah lebih sejam mengaduk-ngaduk koleksi mereka, saya pulang membawa sebuah midrange 4” yang sangat kokoh dengan magnet ferite bertumpuk-tumpuk, ya ya, kasih lebih banyak biar kelihatan lebih mahal –cibir kita-, Namun ketika sampai kembali di kantor -setelah dibayarin makan nasi goreng di sebuah restoran yang bentuknya seperti gudang peti kemas, on second tought, kayaknya itu MEMANG gudang peti kemas- kita kembali melakukan pengamatan, kali ini lebih teliti karena kita bisa berfokus pada satu barang dan dengan pencahayaan yang tinggi. Berangsur-angsur negatif thinking kita kepada SB mulai hilang, ini... sangat bagus! Akurasi buatan dan bahan yang digunakan sama sekali tidak terlihat murahan dan sangat sanggup dibandingkan dengan speaker-speaker HiEnd kelas dunia lainnya. Casting casisnya, buatan bottom platenya, lem joinnya hingga stiker logonya, semua Top Grade! Agak sulit dipercaya kalau ini dibuat di Surabaya, dan baru saja saya menyimpulkan bahwa mereka hanya sanggup mentraktir buyernya di gudang peti kemas.

    So inilah penampakannya:

    SB 4" Midrange


    Ch 3. Now Hear It!

    Besok paginya seorang sahabat yang lain (bukan Mr. 300M tadi), sudah menunggu-nunggu kehadiran midrange itu, hadir di kantor kita. Di mobilnya sudah terpasang setumpuk perangkat unggulan kita lengkap dengan Headunit Hiend Kenwood 8035 yang suprisingly sebagai Headunit multimedia super canggih ternyata memiliki output audio kelas HiEnd yang bahkan bisa mengalahkan Cd player HiEnd lain pada 2x harganya. Perangkat audionya berupa processor ArcAudio PS-8 dan dua buah Amplifier ArcAudio Signature Edition dan –tentu saja- satu set speaker HiEnd andalan kita. Berhubung stok sudah nol dari dua bulan lalu, kita terpaksa memanggil sahabat itu untuk mampir demi dicopot midrangenya untuk diadu di atas meja, kita mulai dengan sebuah lagu yang selalu kita pakai sebagai tolok uji midrange, lagu “Smile” dari Ingram washington dengan vocal ajaibnya yang sangat berat namun terasa jernih, kita suka menggunakan lagu dengan vocal cowok yang berat untuk membuat midrange mencapai fatiq dan bergumam-gumam noisy dengan begitu kita bisa menilai seberapa tingkat clarity dan resolusinya. Sangat terkejut kita mendapati bahwa midrange SB4 bahkan bisa bernyanyi lebih jernih dari lawannya bahkan dengan resolusi yang juga lebih tinggi. Terkesima dengan itu, kita ganti dengan CD lain yang juga menjadi lagu ‘killer’ buat para midrange, yaitu lagu ‘These Bones’ dari The Fairfield Four, sebuah group quarted dengan seorang vocalis yang bersuara super-super berat disertai dengan 3 vocalis lain dengan bersuara ringan yang bernyanyi bersahut-sahutan dibelakangnya. Umumnya rata-rata midrange akan sudah sangat kepayahan merepro suara beratnya sehingga ketika sahutan ketiga penyanyi lain mulai masuk maka terdengar saling tindih dan kacau sehingga 3 vocal tersebut terdengar tergabung seperti hanya keluar dari 1 orang, namun tidak pada midrange SB4 ini, vocal rendah yang kurang masuk akal itu digali begitu dalam dan jernih –dan belum pernah saya pribadi dengar midrange apapun –saya ulangi: APAPUN- yang bisa bernyanyi serendah itu tanpa distorsi- sementara ketiga vocal lain yang bersahutan di belakang benar-benar bisa direpro nyaris sempurna dan benar-benar terdengar terpisah antara penyanyinya! Jujur ini baru pertama kali seumur hidup kita mendapati midrange yang bisa bernyanyi seperti itu! No matter berapapun harganya!

    Tercengang-cengang sebentar, kemudian sahabat kita itu tersenyum lebar sambil mengangkat jempol: "Ayo Pasang!"

    Setelah dipasang dan disetting ulang, mulailah kita hajar performanya didalam mobil, setel dengan iPod menggunakan lagu berformat .wav –guys, WAV is good, use it!- dan kita hajar dia mulai dari lagu Andrea Boceli, Susan wong, hingga lagu si binaragawan cewek: Agnez Mo -damn she was soo cute 15 years ago!- . Sungguh perbedaan suara setelah terpasang ternyata LEBIH JAUH dari perbedaan ketika diadu diatas meja. Midrange SB4 ini seperti sangat kebal terhadap akustik yang buruk dan gaung dudukan midrange yang umum terjadi! Semua suara vocal begitu bernyawa, bernafas, bulat, lantang, dan boleh dikata: "Nyaris sempurna!"

    Yes, We’re gonna use it!

    Dan tiga hari kemudian sudah 3 midrange SB4 terpasang di mobil customer dan semua punya komentar yang sama: Kita tidak pernah dengar midrange seperti ini sebelumnya!



    Ch 4. Lets talk business!
    Setelah tiga hari dalam masa trial dan komparasi, kita memantapkan hati: SB4 ini akan masuk dalam jajaran speaker kita. Maka mulailah kita bernegosiasi soal penjualan SB ini di Indonesia dan mendapatkan sebuah fakta yang agak mengagetkan, ternyata selama ini SB Acoustics, yang notabene dibikin di Surabaya, hanya dijual untuk pasar export! Ya memang ada satu-dua pedagang audio mobil yang ambil secara retail untuk dijual lagi, namun tidak pernah ada penjualan yang serius di Indonesia untuk produk SB-Acoustics ini. Well untuk diketahui, secara factory di Sinar Baja, mereka memang bikin speaker murah yang masuk dalam kategori 'penggorengan yang bernyanyi' untuk masuk ke pasar domestic, namun satu divisi didirikan dengan label ‘SB Acoustics’ yang dibuat khusus untuk melayani pasar HiEnd, dan demi itu mereka pernah meng-hire dua orang desainer speaker veteran dari denmark untuk working di Surabaya demi melakukan desain produk SB sampai mengawasi proses produksinya hingga mencapai kualitas standart Speaker hiend. Hari ini kedua staff tersebut sudah kembali ke Denmark dan memiliki perusahaan desainer speaker sendiri "Danesian" sambil tetap assisting semua produk SB-acoustis, dengan kata lain, semua produk berlabel SB acoustic lahir dari para veteran itu. So we know ini bukan bikinan dukun.

    Oke, sekarang kita tahu you bikin speaker bagus, dan kita mau jual, namun ada begitu banyak type speaker SB acoustic yang ada, setidaknya kita melihat 5 atau 7 type speaker yang sangat-sangat menarik, mulai dari tweeter, midrange, midbass hingga subwoofer, dan bagaimana kita bisa menjual semuanya itu jika tidak ada distributor, secara pabrik tidak menjual secara retail? Kemudian mereka menawarkan kerja sama yang menarik “Kenapa tidak ko Hwely saja yang menjadi distributor SB-Acoustic untuk Indonesia?

    Dan dua jam kemudian Hwely Audio menjadi Main distributor semua produk SB-Acoustic untuk Indonesia. dan seluruh kisa ch4 ini terjadi sambil kita lagi nyetir mobil jadi hanya membaca dan balas disela-sela antrian lampu merah, dan setelah lampu merah ke 3 saya baru sadar bahwa saya baru saja menjadi seorang distributor sebuah pabrik speaker. Bayangkan apa yang bisa terjadi jika ada lampu merah ke 4!


    Ch5. Lets the Royal Battle BEGIN!

    Next day pagi-pagi kita sudah berada kembali di lobby Sinar Baja, kali ini sang marketing sudah bersikap berbeda dari hari sebelumnya “Karena ko Hwely sudah resmi menjadi distributor kita, kita akan bawa ke ‘ruangan display’” sedikit bingung juga karena selama ini kita pikir lobby itu berfungsi juga sebagai ruangan display since hampir semua lineup SB acoustic dipajang disana, namun ternyata kita dibawa ke ruangan yang lebih dalam –yang mengharuskan kita pakai sepatu untuk masuk – Dan didalam sebuah ruangan seperti meeting room, terdapat tiga lemari display kaca besar, didalamnya terdapat puluhan hingga ratusan jenis speaker! Dan Wow! Itu kan speaker **** yang terkenal? Bikin disini juga? Trus itu speaker ******* ternyata benar-benar bikin di sini juga? Trus itu speaker ***-***** juga semua koleksi lengkap bikin disini? Beberapa speaker yang kita tahu sejak lama dan kita selalu ‘kira’ mereka dibikin di eropa atau amerika, ternyata dibikin disebelah tetangga kita, Cuma terpisah tiga gerbang tol saja! Kebetulan pagi itu Komisaris (baca: Owner) Sinar Baja juga hadir disana, dan mulai dengan pertanyaan: “You udah berapa lama jual speaker? Dan udah jual barang siapa aja?”, “Saya sudah bekerja 16 tahun di bidang audio, dan sudah beli speaker dari Denmark, Norway, Taiwan, China dan semua dari merk-merk besar yang terhormat” jawab saya dengan bangga sambil menyebutkan satu-persatu partner kita selama ini. “Dan baru kali ini kamu datang ke pabrik speaker kita yang sama-sama di Surabaya? Ha? Setelah 16 tahun? Memang segitu orang Surabaya ga bisa yakin dengan bikinan Surabaya, padahal orang-orang seluruh di luar, di Eropa, Amerika, Jepang aja beli speaker dari kita?” Tusuknya dengan nada menghakimi, well, yes, dengan malu dan cengengesan kita menjawab “Ya, keterlaluan sekali!”

    Setelah lolos dari ‘sidang’ sang komisaris, kita kembali ke katalog dan memesan seluruh type speaker yang kita pikir bisa dipasang di mobil juga beberapa prototype juga sempat kita ‘pinjam’ untuk dijadikan referensi semua kita bawa pulang untuk diadu dengan koleksi kebanggaan kita selama ini.

    Foto royal battle:


    Royal Battle on the desk: SB-Acuostic diapit senior-seniornya


    Seperti biasa, akan butuh sebuah proses screening yang SANGAT KETAT bagi sebuah produk sebelum masuk dalam daftar paket kita. Dia harus melalui pertempuran dengan para ‘sepuh’ yang sudah bercokol dalam daftar paket kita dan juga para pendahulunya, dan para speaker SB-A yang baru pertama kali menginjak magnetnya di kantor kita juga akan melalui screening ketat itu. Ploncoan demi ploncoan harus dihadapi semua speaker itu dan butuh berjam-jam kita untuk mencoba komparasinya satu persatu. Akhirnya memang tidak banyak yang benar-benar lulus screening ini, dan inilah mereka:

    1. SB-4: Midrange 4”
    Price per pair: 2jt-an



    SB 4: Midrange kelas menengah yang menaklukkan midrange terbaik yang pernah kita punya.


    Midrange TERBAIK yang pernah kita dengar, dengan clarity dan resolusi vocal yang sangat luar biasa, terasa seperti speaker ini tidak memiliki konus ataupun suspensi. Sekalipun konusnya tidak sebaik keluarga SATORI yang menggunakan Egyptian Papyrus namun system motor dan suspensinya sangat-sangat rendah noise, menghasilkan midrange dengan naturality tertinggi yang pernah kita dengar seumur hidup! You MUST hear this before buying any midrange!


    2. SB-29: RingDome tweeter
    Price per pair <2jt

    Sebuah ring dome tweeter. Dan kita selalu berpikir bahwa ring Radiator adalah desain yang sempurna yang tidak terkalahkan, kini, lahir dari orang-orang yang ikut terlibat dalam desain Ring radiator dahulu untuk meneruskan pekerjaan itu. Sebuah Ring dome tweeter yang menjadi terobosan baru di dunia desain tweeter, dengan konus berdiameter 29mm yang sangat lebar - umumnya diameter konus tweetrer yang maksimal 25mm- dan konstruksi dome yang aneh dengan menarik ujung tengah dome ke dalam, sebuah konstruksi seperti Ring-radiator wanna be ini sempat membuat kita mencibirkan bibir –elo mau bikin ringradiator tapi kebentur hak patent desain kan? Maka kalian muncul dengan wanna-be yang memalukan seperti ini- Namun kita salah sama sekali.



    SB-29: (Not) a ring-radiator wanna be


    Desain ini punya beberapa kelebihan yang tidak ada di Ring radiator, yaitu dia dapat menghasilkan suara yang sangat bertenaga, dengan hentakan high yang sangat kuat yang keduanya selama ini menjadi kelemahan keluarga ring radiator, plus jangkuan freq tinggi yang sangat tinggi dan rapi teratur plus overall size yang cukup kecil untuk tweeter dengan tenaga seperti itu, sungguh produk hasil rancangan para veteran! Kita masih berpikir SB-29 ini seperti raw diamond yang kedepannya akan bisa berkembang jauh lebih baik, namun sejauh ini even dengan standart desainnya pun SB-29 benar-benar produk yang menarik dan satu kelebihan utama dia adalah diameter yang tidak terlalu besar, kompare dengan ryvalnya di tempat kita: Vifa XT19al, ini punya size jauh lebih kecil.



    3. SB-65: 2,5" Widerange
    Price per pair: <1jt


    Fullrange? Well, yes, Akhir-akhir ini populer tren menggunakan fullrange sebagai pengganti tweete r dalam system 2way. benar memang dengan fullrange kita bisa mendapatkan staging yang baik sekalipun itu 2way, namun selama ini semua fullrange yang kita dengarkan selalu berkesan 'tanggung', vocal yang setenga hati dan detil high yang agak malas sepertinya selalu menjadi kesan kita tiap kali kita mengaudisi sebuah fullrange ditambah lagi noise disana-sini akibat pemaksaan terhadap desain motor dan konus yang ingin menggapai jangkauan frekuensi selebar mungkin, dan untuk alasan itulah kita bersikukuh menggunakan tweeter di system 2way ketimbang fullrange karena selama ini no matter semahal apapun fullrange yang kita dengar selalu terdengar ‘malas’ di freq tinggi sehingga suara cymbal dan gitar kesayangan kita selalu terdengar menyedihkan.


    SB65: Dia menyanyi dan semua terbelalak!


    Dengan diameter luar yang sangat kecil, SB65 dilengkapi dengan senjata yang cukup mematikan, yaitu motor neodynium yang sangat kuat dan konus aluminium berkonstruksi yang sangat kokoh plus suspensi bad-ass yang sangat tahan guncangan membuat kita sangat terkejut ketika mendengar suara SB65 ini merepro lagu Allan Jackson mulai dari dentingan gitarnya hingga lengkingan vocalnya, semua terdengar begitu bertenaga dan natural! Lagu 'Spanish Harem' yang dipenuhi teriakan vocal cewek yang berat dan lantang plus betotan bass sepanjang lagu juga dapat direpro wide range ini dengan mencengangkan! Belum pernah ada rekanan yang tidak tercengang ketika mendengar SB65 bernyanyi, terlebih ketika mengetahui bahwa ini cuma sebuah speaker berdiameter 5cm!

    Dengan gain yang tidak terlalu besar sehingga dia dengan mudah disandingkan dengan midbass apapun –bahkan mungkin dengan midbass bawaan mobil sekalipun- menjadikannya SB65 sebagai kandidat speaker widerange terbaik untuk system audio plug-n-play yang sederhana.


    Kita dengan iseng membuatkan box kecil da menaruhnya diatas lemari kantor dan mendemokan ke setiap tamu dan melihat reaksi lucu tiap tamu


    4. SW-26: 10" Full Swallow Subwoofer
    Price per piece: <3jt


    Slim Subwoofer! Kita sudah sangat ketagihan dengan slim subwoofer semenjak prestasi yang sangat bagus yang selama ini kita dapatkan dari Kenwood WPS1000F, sub woofer super mungil dari kenwood yang seperti bisa bernafas sangat panjang di box sekecil apapun. Kali ini kita bertemu dengan subwoofer SW26 SB-acoustics yang secara review memiliki bass yang sangat akurat dan hentakan yang tinggi plus dimensi subwoofer yang begitu tipis hingga kita sempat berpikir mereka begitu bodoh, kenapa bikin speaker tapi lupa memasang magnetnya?



    SW26: Konus Aluminium kokoh berbentuk aneh.

    Dengan konus aluminium yang tebal dan berbentuk seperti wakul nasi (mangkok besar berbahan logam yang banyak dipakai untuk menaruh nasi pada jaman sebelum ada rice cooker) , dipersenjatai dengan magnet neodynium yang sangat kuat namun ringan, plus konstruksi suspensi yang sangat cerdas.


    Sw26 vs Kenwood WPS10f:
    Bikin Kenwood slim terlihat bulky, you bercanda ya? Mana bisa subwoofer setipis itu?

    Ini subwoofer yang sangat smart dengan konstruksi yang bener-benar memikirkan segudang aspek dan hanya bisa lahir dari tangan desainer veteran! Kelemahan produk ini hanya pada bibir luar yang terlalu lebar sehingga tidak akan se-flexible kenwood dalam penempatan di kondisi sulit, juga kelemahan berikutnya yang jauh lebih fatal adalah subwoofer ini punya selera fashion yang buruk. You know, most Audio buyer adalah cowok, dan kita para cowok terlalu bodoh untuk menilai sesuatu lebih dari tampilan luar.

    Sehari kemudian kita secara iseng mencoba memasang subwoofer ini dibawah jok innova kita, dengan box yang kurang masuk akal tipisnya, akhirnya terpasanglah di sana.


    Sub SW26 dan box prototype terpasang di kolong innova

    hasilnya benar-benar mengagumkan, bass terdengar sangat low, kick juga sangat kuat menghentak dada namun kursi tidak banyak mendapatkan fibrasi. Kita tidak pernah suka sub kolong, tapi yang satu ini harusnya bisa mencatat sejarah! Jika Anda memiliki Toyota Innova (dan entah berapa jenis mobil lain yang muat nantinya kita belum coba satu-satu) dan ingin bass terasa sangat bulat dan mewah di depan dan tanpa ingin berkorban bagasi sesedikit apapun, this is your thing!



    SB-Acoustic: SATORI

    Satori adalah pride Sb-acoustic, didesain secara super khusus oleh team desain Danesian -yang sebenarnya juga desainer di semua seri SB lainnya, cuma Satori ini 'proyek khusus'- , Satori menjadi flagship dari SB-acoustic yang menjadi curahan puncak dari seluruh teknologi yang dimiliki Sinar Baja dengan seluruh wisdom team desainer Danesian.


    1. Satori TW-29
    Price per pair: 3jt-an


    Menggunakan bentuk Ring Dome yang sama dengan yang digunakan di SB-29, namun dengan spek yang full power. Dengan magnet yang sangat kuat, casing yang sangat kokoh dan finishing yang super mewah, membuat Satori TW-29 tampil jauh lebih tertata rapi dengan clarity dan energy yang sangat sangat tinggi. Kita membadingkannya dengan beberapa tweeter legendaris, dan sungguh, Satori TW-29 tampil sangat-sangat-sangat mengagumkan! Detil suaranya benar-benar terasa, membetuk dan berbody dan jangkauan Highnya juga sangat superb ditambah sifat konus ini konus dengan noise yang sangat-sangat rendah. Sebuah outstanding HiEnd tweeter.


    Satori Tw-29: New Era of HiEnd tweeter

    In fact belum pernah sekalipun kita mendapati tweeter home dengan tenaga sebesar itu! Keluarga tweeter Ring-dome SB ini bernyanyi dengan kelantangan seperti tweeter profesional Audio namun dengan tatanan seperti speaker home Audio berkelas Hiend. We wont say much, tapi jika sized doesn’t matter, ini salah satu tweeter terbaik yang mungkin Anda dapatkan hari ini. Namun jika size DOES matter, berharaplah supaya mereka bikin yang seperti ini namun lebih kecil.

    Satori 5/Satori 6
    Price per pair: 3,5 - 4jt-an

    Midbass Satori sampai hari ini hanya ada pada 2 ukuran saja, yaitu 5” dan 6”, keduanya memiliki basket yang super canggih dengan desain yang sangat-sangat cantik, in fact ini bentuk speaker paling mewah yang pernah kita lihat seumur hidup! Dengan detail desain dan akurasi pembuatannya, midbass Satori benar-benar tampil bak speaker Top Class! You tidak akan sangka barang sekelas ini dibikin di Indonesia!




    Satori 5 dan 6 with Egytian Papyrus: Konus yang -mungkin- terbaik di muka bumi

    Midbass Satori bukan hanya cantik diwajahnya semata namun juga memiliki senjata yang sangat mematikan. Salah satu senjata super yang dimiliki Satori adalah konusnya! Selama ini bahan konus ada satu diantara 2 penentu utama sebuah speaker! Kita biasa sudah bisa tebak bagaimana speaker itu bernyanyi dengan memegang konusnya dan menekan motornya, dan sepengalaman kita, konus logam memang rigid namun berat dan berisik sehingga sulit membayangkan logam yang ringan namun rigid. Well keluarga Microprecision punya konus foil yang super hebat namun kita kurang suka karena kesan ‘power’nya yang kurang kuat, kita lebih suka konus paper yang biasa dipake Seas dan Scanspeak, namun paper punya kelemahan karena paper cenderung lembek sehingga akurasi suara susah didapatkan dan banyak gaung di vocal rendah. Namun pihak Sinar baja kali ini maju satu langkah dengan menciptakan suatu bahan kertas yang sangat keras, ringan dan stabil. Menggunakan bahan yang diimport langsung dari Mesir, yang konon bahan yang digunakan dalam membuat kertas Papyrus yang sudah teruji prestasinya memiliki ketahanan hingga ribuan tahun. Bahan tersebut dicampurkan dalam pulp paper dan fibre menghasilkan bahan konus baru yang belum pernah ada dalam sejarah speaker sebelumnya! ‘Egyptian Papyrus” dan menjadi salah satu Trade-mark patent dan In-house made and patented by Sinar Baja dan setidaknya itu bisa menjadi bukti Bahwa mereka bukan sekedar bikin besinya saja

    Selain punya casing yang sangat hebat, suspensi yang sangat rendah noise dan konus jempolan, Satori dipersenjatai dengan magnet neodynium yang sangat powerfull, menghasilkan hentakan vocal yang sangat jernih dan kuat dengan resolusi dan clarity yang sangat tinggi. Jika Anda ingin membangun system 2way Hiend jempolan, You WONT find a better midbass than this!


    Ch 6. Epilog

    Well yes, akhir perjalanan kita mencari midrange yang bagus, alih-alih kita mendapatkan keluarga speaker baru yang sangat spektakuler. Begitu spektakulernya karena selain suara yang begitu overwhelming ketika diadu dengan begitu banyak rival speaker HiEnd lain yang sangat tangguh, namun juga lebih mengejutkan lagi ketika kita menyebutkan harganya yang rata-rata tidak sampai separuh dari harga ekspetasi awal! Berkat SB Acoustics sekarang terbuka kesempatan bagi kantong kelas medium untuk mendapatkan perangkat yang bisa mempermalukan pemain kelas HiEnd.

    Yes, Finally, We officialy said ...

    Sb-Acoustics, Welcome to Indonesian Car Audio Market!
    (yang ironisnya ini dibikin di Indonesia )



    ch7: Q&A

    Kenapa kode nama SB-Acoustic sedikit berbeda dengan yang saya ketahui selama ini?
    SB Acoustics suka kasih nama yang -terlalu teknikal, tidak terlalu teknikal memang dibandingkan dengan Peerless yang hanya menggunakan angka, namun kode yang panjang seperti 2.5"SB65WBAC25-4 mungkin agak sulit dibaca -jangankan diingat-, namun mostly people -ME especially- akan segera familiar dengan sebutan 'Widerange SB-65'. Jadi memang menyingkat nama adalah salah satu cara masyarakat modern untuk menggunakan otak dengan lebih efisien, bahkan terbukti dalam kompetisi apapun mulai dari fastfood, mall hingga calon presiden, siapa yang muncul singkatan nama terbaik akan tampil sebagai pemenang. Tahulah seperti KFC, McD, S-B-Y, JW-JK, BG, HW, dll dll.


    Bagaimana dengan produk SB lainnya yang tidak dibahas di sini?

    Kita memang telah menguji dan menilai hampir semua produk Sb acoustic, dan dalam penilaian saya, tidak semua produk cocok dipasang di mobil since pada dasarnya produk SB-A didesain untuk pemakaian di Home Audio, bukan di mobil. Produk yang tidak kita bahas bisa jadi karena kurang kompatibelnya produk itu untuk digunakan di mobil, atau bisa juga karena suara yang dihasilkannya tidak lolos dalam screening kita.


    Bagaimana mendapatkan produk SB dan berapa harganya?

    Kita memang menjadi sole agent bagi produk-produk SB-Acoustics, terutama yang dibahas dalam threat ini -karena produk2 ini kita nyatakan sangat cocok digunakan di mobil-, maka bagi yang berminat untuk membeli produk ini secara retail bisa menghubungi cabang/partner kita yang terdekat yang ada sementara ini hanya ada di Jakarta, Banjarmasin, Kudus dan Medan. Di luar kota-kota tersebut bagi pembeli retail ataupun reseller yang berminat ingin ikut menjadi dealer SB-Acoustics dapat juga langsung menghubungi kita melalui SMS, Line, email, BBM, Whatsapp dan apapun yang bisa menghasilkan suara dentingan di telpon kita.


    Bagaimana membeli produk SB yang tidak dibahas di atas?

    Posisi kita sebagai Main Distributor berbeda dengan posisi kita sebagai Installer. Jika sebagai Installer kita berusaha memilihkan produk yang menurut kita bagus dan you pasti suka, namun sebagai distributor kita wajib melayani order speaker type sekalipun mungkin yang tidak kita sukai. Karena itu feel free juga untuk bertanya secara langsung kepada kita produk SB lainnya, karena prinsipnya semua type avaiable untuk dibeli melalui kita.


    Bagaimana posisi produk-produk SB dalam 'Produk Unggulan Unscac'?
    Well yes, beberapa produk SB memang bisa dipastikan masuk produk unggulan tahunan, namun untuk 2015 ini memang belum bikin, doakan secepatnya

  2. Rekeningku.com
  3. #2
    Kopral Satu
    Posts
    88
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 6 Days 6 Hrs 51 Mins 6 Secs
    sb 4 mengalahkan RM10 dikelasnya?

  4. #3
    Kopral Kepala
    Location
    Jawa Timur
    Posts
    189
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 5 Days 1 Hr 25 Mins 10 Secs
    Mantap...!!!!!

    kenwood ddx9018s
    apl1rca - arc audio ps8 * arc audio se4200 * arc audio se2075 * arc audio se2150
    msr D14 * msr MR9 * sb satori 61/2" * nvx12

    My humble system...

  5. #4
    Letnan Satu
    Location
    SBY, ID
    Posts
    1,811
    Power
    23 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 19 Hrs 31 Mins 47 Secs
    Another great thread ko.. Hahahaha.. Mesti nyiapin isi dompet lagi ini kecuali boleh pake bg mundur.. Hahahahaha..

  6. #5
    Represented Member
    Location
    Surabaya, Ph, W-App:082141139097. YM/email: unscac@yahoo.com
    Posts
    8,433
    Power
    19 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 12 Hrs 1 Min 5 Secs
    Quote Originally Posted by dapurgulung2 View Post
    sb 4 mengalahkan RM10 dikelasnya?
    harga Sb4 sendiri cuma berbeda sedikit dengan RM10, dan jika dinilai dari kualitas suaranya, jangankan RM10, bahkan type tertinggi dari produsen speaker itupun tidak bertahan berhadapan dengan SB-4. Namun bukan berarti RM10 tidak punya keunggulan lain, Rm10 unggul dari segi size (small Size 3") sehingga secara instalasi akan lebih friendly juga lebih siap bersanding dengan tweeter apapun pada system sederhana yang menggunakan passife crossover.

    SB4 sendiri sebaliknya punya size body yang mungkin annoying bagi sebagian orang dan agak lebih sulit untuk dpasang di system yang sederhana yang tidak diperlengkapi dengan processor canggih macam ARc-Audio DSP-8.

    So, your choose between them.
    JOIN THE UnSCAC'S!!!!
    Follow us on Facebook and instagram: Hwely Unscac

    2018 All new Line up!!http://www.modifikasi.com/showthread.php/653835-Paket-unggulan-2018-plus-Born-of-Monserra?p=2061845518#post2061845518


    UnSCAC's forum onhttp://www.modifikasi.com/forumdisplay.php?s=&daysprune=&f=117


    Ada masalah dengan system Anda? Ingin membangun atau upgrade system Audio Anda tanpa tersesat? Hubungi kita secara pribadi:
    Whatsapp: 082141139097

    Please DON'T sent via PM!!!

  7. #6
    Kopral Satu
    Posts
    88
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 6 Days 6 Hrs 51 Mins 6 Secs
    sorry agak oot om hwely..mengingat sb4 ini 4"
    midrange 3" terbaik saat ini dipegang oleh siapa berarti?

    skalian nanya tweeter 2" terbaik juga di siapa?

    tp subnya sb acoustik bikin penasaran bgt euy

  8. #7
    Represented Member
    Location
    Surabaya, Ph, W-App:082141139097. YM/email: unscac@yahoo.com
    Posts
    8,433
    Power
    19 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 12 Hrs 1 Min 5 Secs
    Unt produk sb berukuran 3" yg kita trial kmrn belum ada yg masuk screening kita, jadi kita masih akan stick di keluarga scanspeak di produk cello rm10 hingga someday mereka bikin 3" yg bisa lebih bagus dr rm10.

    Unt twt 2" aku mmg tidak berencana bikin krn diameter 2" unt twt sungguh terlalu besar. Ukuran 2" biasanya sudah masuk kelas midrange atau fullrange.
    JOIN THE UnSCAC'S!!!!
    Follow us on Facebook and instagram: Hwely Unscac

    2018 All new Line up!!http://www.modifikasi.com/showthread.php/653835-Paket-unggulan-2018-plus-Born-of-Monserra?p=2061845518#post2061845518


    UnSCAC's forum onhttp://www.modifikasi.com/forumdisplay.php?s=&daysprune=&f=117


    Ada masalah dengan system Anda? Ingin membangun atau upgrade system Audio Anda tanpa tersesat? Hubungi kita secara pribadi:
    Whatsapp: 082141139097

    Please DON'T sent via PM!!!

  9. #8
    Kopral Kepala
    Location
    Jakarta
    Posts
    125
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 1 Day 4 Hrs 36 Mins 28 Secs
    Mantep...bro...

    Udah lama ga baca review seperti ini...

    - - - - - - - - - -

    Kalau dibandingkan dg SS 12mu gimana Bro? Satori bentuk nya mirip keluarga SS illuminator ya?

  10. #9
    Represented Member
    Location
    Surabaya, Ph, W-App:082141139097. YM/email: unscac@yahoo.com
    Posts
    8,433
    Power
    19 
    M-Store Point
    0
    Online
    5 Days 12 Hrs 1 Min 5 Secs
    Keluarga SB didesain oleh bbrp desainer yg juga terlibat dalam proses desain banyak speaker hiend termasuk scanspeak, jd mmg sekalipun desain sudah patent milik merk tertentu namun DNA desainnya masih bisa dikembangkan unt brand lain. Bentuk konus keluarga SB yg agak 'aneh' itu seperti yg kita bahas Di atas mmg sangat mencolok kalau ada huhungannya dengan desain ring radiator dual concentrate diagram milik keluarga scanspeak/vifa.

    kita sudah selama 15 tahun menjadi penggemar ringradiator karena clarity dan separasi suaranya yg sangat super dibandingkan semua twt dengan desain lain. Bisa jadi tim desain dari danesa juga berpikir sama, karena itu ketika mereka mendesain twt hiend baru mereka berusaha membuat desain baru yg bukan mainstream seperti dome tweeter umumnya -karena mereka tahu itu tidak akan cukup bagus unt berhadapan dng desain ring radiator- namun mereka menciptakan system twt yg merupakan pengembangan dari ringradiator itu, jadilah desain tweeter ring-dome baru yg digunakan satori itu. Yg kita tangkap desain itu mencopot phaseplug dari desain ringradiator dan membuat diameter dome 29mm (keluarga rr menggunakan 19 dan 25mm) dan sepertinya mereka meggunakan diagram lengkungan yg agak tipis bukan bulat seperti umumnya ringdome. Hasilnya cukup 'berbeda' baik dng desain ring dome konvensional maupun ringradiator, ringdome SB ini punya ciri dorongan suara yg sangat kuat seperti tweerer profesional audio sehingga detail suara high seperti suara cymbal dan gitar terasa sangat matang dan nyata juga suara yg berkesan sangat tenang dan rendah noise. baik sb29 maupun satori punya karakter yg sama hajya saja satori tampil lbh mewah dan jernih ketimbang sb29.

    Dari segi desain midbass satori juga banyak yg kaget melihat bbrp kemiripan dng desain dari keluarga scanspeak illuminator dan vifa NE yg sekali lg menunjukkan keterkaitan DNA desain dengan kedua brand senior itu sekalipun begitu secara desain tonal dan pemakaian bahan baku konus mereka berbeda sama sekali. Keluarga ss memilih menggunakan paper yg agak tebal dan empuk unt mendapatkan suara yg warm sementara SB menggunakan komposisi papyrus unt menghasilkan clarity dan resolusi yg lbh tinggi. Jadi kalau dibandingkan antara sb4 dng 12mu hasilnya bisa ditebak juga, ss tampil dng suara yg berkesan warm dan sb tampil dng clarity dan resolusi yg tinggi.

    Kita ingin menulis soal istilah 'clarity' dan resolusi di threat baru, doakan supaya tidak terlalu panjang. Artikel diatas mungkin terpanjang dlm sejarah modcom yg ditulis langsung bukan dicopas dr buku atau sejenisnya. Kita akan lbh bahagia kalau modcom bisa jadi sarana informasi yg berbobot bagi penggemar audio Indonesia.
    JOIN THE UnSCAC'S!!!!
    Follow us on Facebook and instagram: Hwely Unscac

    2018 All new Line up!!http://www.modifikasi.com/showthread.php/653835-Paket-unggulan-2018-plus-Born-of-Monserra?p=2061845518#post2061845518


    UnSCAC's forum onhttp://www.modifikasi.com/forumdisplay.php?s=&daysprune=&f=117


    Ada masalah dengan system Anda? Ingin membangun atau upgrade system Audio Anda tanpa tersesat? Hubungi kita secara pribadi:
    Whatsapp: 082141139097

    Please DON'T sent via PM!!!

  11. #10
    Prajurit
    Posts
    22
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 1 Hr 45 Mins 19 Secs
    bakalan bolong dah kantong ane....
    semoga sudah ada barangnya di audiotech jkt

 

 
Page 1 of 4 1234 LastLast
Venom 300x250 MBtech

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. WTS sb-acoustic 26stac
    By HAHN2 in forum Speaker - SubWoofer
    Replies: 30
    Last Post: 6th September 2012, 18:37
  2. WTS:Subwoofer SB acoustic 10 inci like new
    By ALPINA in forum Speaker - SubWoofer
    Replies: 1
    Last Post: 25th May 2011, 08:38
  3. JUAL: Speaker Driver SB Acoustics NEW!!
    By sutantoroy in forum Speaker - SubWoofer
    Replies: 10
    Last Post: 26th December 2010, 05:18
  4. THE BIGGEST AMP ON EARTH !!!
    By vian11 in forum Power Amplifier
    Replies: 8
    Last Post: 5th September 2010, 20:37
  5. [Gallery] The Best Racing Game on Earth
    By Jejelogy in forum Diskusi Otomotif Lain-Lainnya
    Replies: 27
    Last Post: 18th June 2009, 15:32
Back to top