Bermesraan di Tempat Umum, Saru atau Seru?

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 24
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/58327
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Honoured Member
    Location
    Internazionale Milano
    Posts
    28,131
    Power
    159 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 3 Days 4 Hrs 45 Mins 16 Secs

    Bermesraan di Tempat Umum, Saru atau Seru?

    APAKAH Anda termasuk pasangan yang suka bermesraan di tempat umum? Bagaimana kata pakar????


    Kalau Anda penggemar serial Friends atau Sex in The City, tentu Anda tidak asing dengan adegan mesra di tempat umum yang dipertontonkan sepanjang 2 serial tersebut. "Seru juga kali ya berciuman sambil nunggu cucian di tempat laundry seperti yang dilakukan Ross dan Rachel dalam Friends?" Begitu komentar seorang ibu muda. "Ih, seru gimana? Itu mah bukan budaya kita. Kayak enggak ada tempat lain aja," sanggah temannya.



    Pada dasarnya, insting untuk "menyentuh" dan "disentuh" adalah naluri primitif dan alamiah yang dipunyai setiap manusia. Norma sosiallah yang kemudian membatasinya. Kalau zaman manusia purba, di mana pun hasrat itu muncul, boleh jadi di tempat itu pula mereka menuntaskannya. Namun seiring dengan berkembangnya peradaban manusia, muncullah kesepakatan-kesepakatan bersama mengenai apa saja yang boleh dan mana yang tidak. Tentu saja, beda budaya, beda pula batasannya.



    "Tapi bahwa hasrat itu bisa muncul kapan saja, sekali lagi itu bagian dari insting manusia yang wajar dan alamiah sekali," kata Dr. Ferryal Loetan, ASC&T, Sp.RM, MKes (MMR)., seksolog dari RSUP Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur.



    Menurut Ferryal, mereka yang bisa mengerem dan tidak melakukannya di tempat umum, sebetulnya lebih karena kuatnya tekanan moral dari dalam dirinya maupun lingkungannya. Jadi, bukan berarti keinginannya lenyap. Sebagai perbandingan, orang yang sama bisa menahan hasratnya di sini, tapi ketika lingkungan mendukung, misalnya sedang cuti ke luar negeri, belum tentu hasrat tersebut masih akan ditahannya.



    PAMER VS KEPUASAN



    Lalu bagaimana membedakannya, apakah semata hasrat seksual atau ada kelainan seksual yang dikenal dengan istilah exhibitionism atau eksibisionis? Menurutnya, kalau hanya diamati sepintas, tentu sulit sekali. Seorang eksibisionis akan mendapat kepuasan, bahkan beberapa di antaranya sampai orgasme bila aktivitas pribadinya ini dilihat orang lain. Namun perasaan puas ini harus dikaji lebih jauh, apakah kepuasannya karena dilihat orang, atau karena hasrat seksualnya tersalurkan. Jadi, tidak adil jika hanya dengan sekali melihat langsung menuding pasangan yang berasyik-masyuk di ruang tunggu bioskop sebagai eksibisionis.



    Lebih jauh Ferryal mengomentari Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi yang sempat diributkan beberapa waktu lalu. "Kalau menurut saya, hasrat seksual adalah hak tiap individu. Harusnya bukan dilarang dengan undang-undang, justru batasan moral yang harus lebih diefektifkan." Di luar negeri, lanjutnya, menghentikan orang yang sedang berciuman di pinggir jalan justru akan membuahkan tuntutan karena dianggap mengganggu privasi orang lain.



    PRIBADI TERBUKA



    Ditemui pada kesempatan terpisah, psikolog Ratih A. Ibrahim, Psi, MM., dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPT UI) menanggapi masalah ini. "Di tengah budaya masyarakat yang makin permisif, public display of affection atau mengumbar kemesraan di tempat umum sepertinya semakin longgar." Beberapa waktu lalu, kemesraan suami-istri yang dilakukan di depan anak pun dianggap tabu. Namun kini beberapa psikolog justru menganjurkannya meski dengan batasan-batasan tertentu.



    Selain terkait dengan budaya setempat, keinginan untuk mengumbar hasrat sebetulnya tak lepas dari kepribadian seseorang. "Orang-orang dengan kepribadian ekstrovert atau terbuka, akan lebih mudah menerima dan melakukannya," ujar Ratih. Orang-orang seperti ini lebih gampang menembus sekat-sekat kasat mata yang diciptakan oleh manusia. Argumentasi mereka, "Lo memang kenapa kalau saya melakukannya? Toh saya tidak mengganggu orang lain?"



    Di negara-negara Barat sebenarnya fenomena ini sudah selesai dibicarakan beberapa puluh tahun yang lalu. Menjadi masalah di sini karena sama-sama dominan antara masyarakat konservatif yang memandang hal ini sebagai degradasi moral dengan masyarakat liberal yang menganggapnya sah-sah saja. "Ini yang membuat masyarakat jadi ambigu. Di satu pihak, mereka bisa menerima hal ini sebagai sebuah pemahaman, tapi untuk diri sendiri masih cenderung konservatif."



    Dengan bijak Ratih kemudian memulangkan penilaian terhadap masalah ini pada pribadi masing-masing. "Kalau setuju ya silakan jalan, tapi kalau tidak ya jangan lakukan. Yang penting tidak mengganggu orang lain," tandasnya.



    MENIKMATI PUN TAK MASALAH



    Lalu bagaimana bila pasangan gemar mengumbar kemesraan di tempat umum, sedangkan kita merasa jengah, apa yang harus dilakukan? Bagaimana pula jika sebaliknya? Baik Ratih maupun Ferryal menyarankan untuk mencari kompromi. "Jangan sampai satu pihak merasa puas, tapi pihak lain malah tertekan. Ini juga tidak sehat untuk kelangsungan kehidupan seksual keduanya," demikian Ferryal mempertegas.



    Begitu pula bila tanpa sengaja kita menyaksikan pasangan yang tengah berasyik-masyuk di tempat umum. "Kalau memang tidak keberatan, ya tidak masalah," tukas Ratih. Namun bila merasa risih atau jengah, berikut beberapa langkah yang disarankannya:



    * Segera menghindar

    Langkah ini paling aman. Kalau memang tidak suka, pergi saja menjauh. Tidak ada yang dirugikan dengan tindakan ini.



    * Melihat

    Bila tidak ada tempat untuk menjauh, misalnya di ruang tunggu bioskop yang terbatas, mengapa tidak menyaksikannya sekalian? "Kalau di sini sih, orang biasanya masih malu dilihatin seperti itu," katanya.



    * Menegur

    Budaya Indonesia masih menganggap teguran untuk mereka yang mengumbar kemesraan di tempat umum sebagai hal yang wajar. Malah beberapa pihak merasa tugas tersebut sebagai bagian dari kewajiban moral. Namun sebelum menegur, pastikan bahwa hal tersebut tidak akan berbuntut masalah, sebab mungkin saja orang yang ditegur merasa terlanggar privasinya dan mengancam akan balik menuntut.



    Secara ekstrem Ferryal malah mengatakan, "Tonton saja kalau memang tidak risih." Secara naluriah, manusia akan merasakan sensasi tersendiri. Bahkan ada yang mendapat kepuasan dengan menyaksikan adegan tersebut. Tidak ada yang salah dengan si penonton, normal saja kok kalau menikmatinya. Jadi, daripada ribut, mending nikmati saja kalau ada yang mengumbar adegan saru namun seru di tempat umum.

  2. Ysbjaya88
  3. #2
    Banned
    Location
    seberangnya comberan
    Posts
    15,857
    Power
    93 
    M-Store Point
    0
    Online
    8 Hrs 23 Mins 18 Secs
    klo gw sih risih

    gak enak diliatin orang

  4. #3
    Kapten
    Location
    Dimana Ada Cuan
    Posts
    2,210
    Power
    15 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Hr 22 Mins 6 Secs
    nahhh klo elo yg ngeliatin org pacaran bgono gmn???

    paling lo dokumentasiin kn sa??

  5. #4
    Mayor
    Location
    jogja
    Posts
    4,749
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    6 Mins 29 Secs
    Quote Originally Posted by creon_buleth View Post
    nahhh klo elo yg ngeliatin org pacaran bgono gmn???

    paling lo dokumentasiin kn sa??

    kalo gw pribadi si tergantung..
    ceweknya bagus nggak..
    hahhaha

  6. #5
    Brigadir Jendral
    Location
    West Jakz
    Posts
    12,185
    Power
    140 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 22 Hrs 32 Mins 58 Secs
    risih..enakan di tmpt yg private...

  7. #6
    Letnan Kolonel
    Location
    Ibukota
    Posts
    6,481
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Days 23 Hrs 58 Mins 58 Secs
    tgtung dlu neh ampe mna kita lakuinnya hahha..

  8. #7
    Honoured Member
    Location
    Internazionale Milano
    Posts
    28,131
    Power
    159 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 3 Days 4 Hrs 45 Mins 16 Secs
    up ahh....

  9. #8
    Mayor
    Posts
    3,575
    Power
    80 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 1 Day 2 Hrs 15 Mins 42 Secs
    Klo cuman ciuman doang pas baru ketemu pacar di tmpt umum sih masih dalam batas kewajaran menurut gw.
    tp klo udah sampai lebih dari itu gak etis aja kyknya di tmpt umum,mendingan cari hotel atau ke kostan aja deh. haha..

  10. #9
    Banned
    Location
    seberangnya comberan
    Posts
    15,857
    Power
    93 
    M-Store Point
    0
    Online
    8 Hrs 23 Mins 18 Secs
    Quote Originally Posted by creon_buleth View Post
    nahhh klo elo yg ngeliatin org pacaran bgono gmn???

    paling lo dokumentasiin kn sa??
    wow mantaf...

  11. #10
    Kapten
    Location
    L 111 P
    Posts
    2,577
    Power
    22 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 1 Hr 55 Mins 37 Secs
    ga enak kalo di tempat umum, risih..:smt120:smt120

 

 
Page 1 of 3 123 LastLast
MBtech Mitsubishi

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. WTB: Shokbreker depan E38 atau tempat rekondisi
    By shifu in forum Per & Shockbreaker
    Replies: 1
    Last Post: 17th May 2012, 20:24
  2. (WTB) Holden Torana LC atau LJ Nego di Tempat
    By gunkaholic87 in forum Holden
    Replies: 1
    Last Post: 19th March 2012, 22:11
  3. [ask] tempat bikin atau jual eyelid
    By marchholic in forum Diskusi Eksterior
    Replies: 6
    Last Post: 18th October 2011, 15:16
  4. Tempat DL lagu2 Trance Europe Dan Lagu umum, Buku2 Juga ada
    By spec in forum Diskusi Reference Song
    Replies: 3
    Last Post: 15th April 2008, 21:33
Back to top