DL
Scuto Laminating Blackvue HD Car Care

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 7 12345 ... LastLast
Results 1 to 10 of 67
Thread: DL
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/5747
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Sersan Kepala
    Location
    bandung
    Posts
    718
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 1 Hr 42 Mins 37 Secs

    DL

    Yakin asli deh..signaturenya keren ,pit ahaha :smt003 :smt003
    study ur judge carefully,know ur opponents..then conquer!...www.radiusaudio.com

  2. Rekeningku.com
  3. #2
    Letnan Satu
    Location
    Jakarta Timur
    Posts
    1,600
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    11 Hrs 30 Mins 35 Secs
    ?????

  4. #3
    Mayor
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,599
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Hrs 10 Mins 47 Secs
    maksudnya signature David Lumanauw di ampli micro dimension pro series ya ko erwin?
    VIA Envy24HT + Wolfson WM8770 + Tangband W3-665SC + Supra Rondo
    http://www.speedtest.net/result/215584190.png

  5. #4
    Mayor
    Location
    Jakarta - Singapore
    Posts
    3,629
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    8 Hrs 28 Mins 32 Secs
    Ini thread bahas topik apa yah??? Thnx
    ---------------------------------------
    Keep Smiling..!! Be Happy..!!

  6. #5
    Sersan Satu
    Location
    Bandung
    Posts
    369
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    36 Mins 41 Secs
    Ada juga yang merhatiin :smt003
    Ini komplitnya, bos Kiwin. Dari tahun 1954

    Beranek's Law

    It has been remarked that if one selects his own components, builds his own enclosure, and is convinced he has made a wise choice of design, then his own loudspeaker sounds better to him than does anyone else's loudspeaker. In this case, the frequency response of the loudspeaker seems to play only a minor part in forming a person's opinion.

    L.L. Beranek, Acoustics (McGraw-Hill, New York, 1954), p.208.

    Ini kayak orang guyon, tapi bener. Kalau kita bangun sistem audio mobil, itu buat dinikmati kita sendiri, bukan buat orang lain. Bodo amat orang lain bilang apa kalau kita sendiri sangat enjoy dengan sistem kita sendiri.

    Kontes SQ itu bagus, tapi menurut saya nggak bisa dijadikan patokan "ultimate" sistem siapa yang paling bagus. Pernah memperhatikan kontes SQ nggak? Saya suka memperhatikan, tapi yang saya perhatikan bukan sistem mobil/suaranya, tapi orang-orang dan apa yang terjadi selama kontes itu.

    Juri masuk ke mobil. Paling lama 30menit. Dan nggak ada juri yang mukanya santai, semua juri kalau sudah di mobil kayak stress berat, full concentration. (Spt hakim di ruang sidang :smt003 )

    Ada perbedaan besar kalau mendengarkan audio dalam keadaan relax dan under stress. Dalam keadaan stress (karena diharuskan memperhatikan sampai hal sekecil-kecilnya, supaya bisa mendapatkan urutan juara di kontes tsb), kadang-kadang kita nggak bisa melihat "big picturenya" karena terlalu memperhatikan "detil" (sekali lagi "kadang-kadang")

    Ibaratnya kontes kecantikan "Putri SQ". Jurinya memperhatikan bedaknya rapi nggak, lipsticknya rapi nggak, ada yang keluar garis bibir nggak, rambutnya rapi nggak, bajunya serasi nggak.....dst. Dan akhirnya ada pemenangnya. Sesudah piala dibagikan, sang pemenang kebelet pipis, jurinya liat, eh... kenapa masuk toilet cowok? Ternyata karena terlalu memperhatikan detil-detil, sang juri lupa bahwa dia nggak ngecek dulu pesertanya asli "putri" bukan?

    Sistem audio di mobil kita sendiri bisa disamakan dengan memilih istri. Kalau kita memilih istri, kita punya waktu banyak, pacaran 10th dulu sebelum kawin. Jadi sudah tahu, walaupun bukan yang paling cantik, bukan yang paling bahenol, tapi dialah yang paling cocok untuk teman hidup.

    Juri di kontes SQ itu ibarat cowok masuk karaoke harus milih cewek bookingannya dalam waktu 30menit. Dia nggak bisa lihat hatinya baik nggak, goreng adat henteu, pemarah, suka banting pintu, suka kentut, etc... yang bisa dia liat cuma : pada saat memilih di karaoke, dandannya paling cantik, bodynya paling OK, ya itu yang dipilih.

    Jadi buat yang suka ikut kontes tapi kalah, jangan frustasi, yang penting kita enjoy dengan sistem kita sendiri, karena sehari-hari kita yang dengar :smt003

    Kontes SQ bagus, tapi karena si-kon, banyak hal yang tidak bisa dinilai oleh juri tsb. Jangan lupa juga bahwa dalam keadaan under-pressure/stress, juri PASTI mendengarkan hal-hal yang berbeda dengan apa yang kita enjoy di mobil kita sendiri sehari-hari.

    Jangan lupa, kita enjoy mendengarkan lagu-lagu kesukaan kita. Sehari-hari di sistem mobil kita jangan mendengarkan "tweeter" atau "midrange", tapi kita harus enjoy dengar lagunya, bukan speakernya.

    Kadang-kadang saya bertanya-tanya, banyak mobil juara SQ (nggak semua), nggak berapa lama dibongkar abis, dipereteli. Padahal saya yakin yang punya mobil tsb bukan lagi kurang duit. Jadi kenapa dibongkar, padahal sudah menang kontes SQ? Mungkin suaranya kurang "sreg" dengan kuping si pemilik?
    It has been remarked that if one selects his own components, builds his own enclosure, and is convinced he has made a wise choice of design, then his own loudspeaker sounds better to him than does anyone else's loudspeaker.

  7. #6
    Brigadir Jendral
    Location
    Makassar, Jakarta
    Posts
    11,380
    Power
    76 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 17 Hrs 36 Mins 43 Secs
    Quote Originally Posted by tantra
    Ada juga yang merhatiin :smt003
    Ini komplitnya, bos Kiwin. Dari tahun 1954

    Beranek's Law

    It has been remarked that if one selects his own components, builds his own enclosure, and is convinced he has made a wise choice of design, then his own loudspeaker sounds better to him than does anyone else's loudspeaker. In this case, the frequency response of the loudspeaker seems to play only a minor part in forming a person's opinion.

    L.L. Beranek, Acoustics (McGraw-Hill, New York, 1954), p.208.

    Ini kayak orang guyon, tapi bener. Kalau kita bangun sistem audio mobil, itu buat dinikmati kita sendiri, bukan buat orang lain. Bodo amat orang lain bilang apa kalau kita sendiri sangat enjoy dengan sistem kita sendiri.

    Kontes SQ itu bagus, tapi menurut saya nggak bisa dijadikan patokan "ultimate" sistem siapa yang paling bagus. Pernah memperhatikan kontes SQ nggak? Saya suka memperhatikan, tapi yang saya perhatikan bukan sistem mobil/suaranya, tapi orang-orang dan apa yang terjadi selama kontes itu.

    Juri masuk ke mobil. Paling lama 30menit. Dan nggak ada juri yang mukanya santai, semua juri kalau sudah di mobil kayak stress berat, full concentration. (Spt hakim di ruang sidang :smt003 )

    Ada perbedaan besar kalau mendengarkan audio dalam keadaan relax dan under stress. Dalam keadaan stress (karena diharuskan memperhatikan sampai hal sekecil-kecilnya, supaya bisa mendapatkan urutan juara di kontes tsb), kadang-kadang kita nggak bisa melihat "big picturenya" karena terlalu memperhatikan "detil" (sekali lagi "kadang-kadang")

    Ibaratnya kontes kecantikan "Putri SQ". Jurinya memperhatikan bedaknya rapi nggak, lipsticknya rapi nggak, ada yang keluar garis bibir nggak, rambutnya rapi nggak, bajunya serasi nggak.....dst. Dan akhirnya ada pemenangnya. Sesudah piala dibagikan, sang pemenang kebelet pipis, jurinya liat, eh... kenapa masuk toilet cowok? Ternyata karena terlalu memperhatikan detil-detil, sang juri lupa bahwa dia nggak ngecek dulu pesertanya asli "putri" bukan?

    Sistem audio di mobil kita sendiri bisa disamakan dengan memilih istri. Kalau kita memilih istri, kita punya waktu banyak, pacaran 10th dulu sebelum kawin. Jadi sudah tahu, walaupun bukan yang paling cantik, bukan yang paling bahenol, tapi dialah yang paling cocok untuk teman hidup.

    Juri di kontes SQ itu ibarat cowok masuk karaoke harus milih cewek bookingannya dalam waktu 30menit. Dia nggak bisa lihat hatinya baik nggak, goreng adat henteu, pemarah, suka banting pintu, suka kentut, etc... yang bisa dia liat cuma : pada saat memilih di karaoke, dandannya paling cantik, bodynya paling OK, ya itu yang dipilih.

    Jadi buat yang suka ikut kontes tapi kalah, jangan frustasi, yang penting kita enjoy dengan sistem kita sendiri, karena sehari-hari kita yang dengar :smt003

    Kontes SQ bagus, tapi karena si-kon, banyak hal yang tidak bisa dinilai oleh juri tsb. Jangan lupa juga bahwa dalam keadaan under-pressure/stress, juri PASTI mendengarkan hal-hal yang berbeda dengan apa yang kita enjoy di mobil kita sendiri sehari-hari.

    Jangan lupa, kita enjoy mendengarkan lagu-lagu kesukaan kita. Sehari-hari di sistem mobil kita jangan mendengarkan "tweeter" atau "midrange", tapi kita harus enjoy dengar lagunya, bukan speakernya.

    Kadang-kadang saya bertanya-tanya, banyak mobil juara SQ (nggak semua), nggak berapa lama dibongkar abis, dipereteli. Padahal saya yakin yang punya mobil tsb bukan lagi kurang duit. Jadi kenapa dibongkar, padahal sudah menang kontes SQ? Mungkin suaranya kurang "sreg" dengan kuping si pemilik?
    wah, panjang y.
    hihihihi
    tapi menarik juga.

  8. #7
    Mayor
    Location
    Rawamangun
    Posts
    3,642
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 3 Days 47 Mins 11 Secs
    Ia bos, kita bikin system kan buat kuping kita sendiri, bukan kuping juri
    my own ears rules!
    Btw ini thread apaan yah? huehehehe
    "Silence speaks louder than words" - Dave Mustaine

  9. #8
    Letnan Dua
    Location
    jakarta selatan
    Posts
    1,039
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    22 Hrs 25 Mins 17 Secs
    Quote Originally Posted by tantra
    Jangan lupa, kita enjoy mendengarkan lagu-lagu kesukaan kita. Sehari-hari di sistem mobil kita jangan mendengarkan "tweeter" atau "midrange", tapi kita harus enjoy dengar lagunya, bukan speakernya.
    setuju sekali

    -Fat_Bastard-

  10. #9
    Mayor
    Location
    Bandung, West Java . Indonesia
    Posts
    4,652
    Power
    20 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 5 Days 21 Hrs 48 Mins 10 Secs
    kalau singkatnya apa pit???
    CST audio consultant
    Design , Research and Development
    0818203553 , 082119603553 , pin : 24E107F7 , 74E88859

  11. #10
    Sersan Satu
    Location
    Bandung
    Posts
    369
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    36 Mins 41 Secs
    Singkatnya PD aja lah :smt003

    Ada pertanyaan. Apakah yang bisa menilai suatu sistem bagus atau jelek itu cuma para "Golden Ears"/"kuping emas"?

    Pertanyaan berikutnya : Siapa yang ber"kuping emas"?
    Teguh / Fajar (Juri SQ) tentu berkuping emas. D3cibel juga berkuping emas. Handy berkuping emas. Tinky berkuping emas. Fat Bastard berkuping emas. Minds berkuping emas. Keparad juga... LHO, kok semua orang berkuping emas?

    Selama orang masih senang car audio, artinya kan masih bisa dengar. Buat saya mereka semua berkuping emas.

    Kalau begitu siapa yang disebut "Golden ears"/"kuping emas" selama ini? Setelah saya perhatikan, panggilan yang cocok untuk para "kuping emas"/kritisi audio harusnya bukan "kuping emas" tapi "Golden mouth"/"mulut emas"

    Testnya gampang. Anda pergi ke pasar, mampir di warung, tutup mata, tunjuk 1 orang (asal nggak budek), ia juga berkuping emas. Ia BISA mendengarkan/membandingkan sistem yang lebih jelek dan yang lebih bagus. Anda bawa orang tersebut masuk ke mobil Odyssey Prisma (King-IHEAC contest), kemudian bawa ke mobil yang pakai tape seadanya, kemudian tanya orang tersebut, mana yang lebih bagus suaranya, ia pasti bisa menunjukkan mana yang lebih bagus.

    Yang ia TIDAK BISA ialah mengatakan dimana lebih bagusnya. Apa bedanya. Ia bisa mendengarkan, bisa merasakan, tetapi tidak bisa menyampaikan lewat bahasa, apa bedanya, dimana lebih bagusnya.

    Para kritisi (so called "golden ears") ialah mereka yang bisa menterjemahkan perbedaan-perbedaan tersebut menjadi rangkaian kata-kata yang dimengerti orang lain. Makanya lebih bagus disebut "golden mouth", bukan "golden ears". Belum tentu bahwa telinga orang di pasar tadi lebih jelek/kurang peka daripada telinga sang kritisi audio.

    Kalau mau cari golden ears, bawa saja ke THT, dokternya pasti tahu, mana yang telinganya masih bagus responsnya, mana yang sudah berkurang :smt003

    Nah kalau kita tahu bahwa Tuhan menganugerahkan kita telinga yang sedemikian bagus, kenapa nggak dipakai. Percaya diri, kalau kita dengar sistem kita bagus/kurang bagus, percaya dengan pendapat sendiri. Jangan tergantung orang lain untuk menilai (untuk mengatakan) bahwa sistem kita bagus (atau jelek) baru sugesti kita terbentuk.

    TETAPI, kita juga harus banyak referensi. Banyak dengar sistem orang lain (car atau home). Yang bagus, yang jelek, bagusnya sih pernah dengar semua.

    Jadi, nggak usah maksain diri kalau dengar kata-kata "Yang bagus itu tuh begini nih...." atau "Suara yang benar tuh begini nih....". Kuping kita sendiri bisa memutuskan mana yang enak dan nggak enak, nggak usah maksain diri untuk terbiasa dengan sistem audio yang menurut kita nggak enak, tapi berhubung banyak yang bilang "yang benar itu spt itu tuh..." kita jadi bingung sendiri...
    It has been remarked that if one selects his own components, builds his own enclosure, and is convinced he has made a wise choice of design, then his own loudspeaker sounds better to him than does anyone else's loudspeaker.

 

 
Page 1 of 7 12345 ... LastLast
NGK Busi Venom 300x250

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Back to top