Singapura Marah Dengan Indonesia Karena KRI Usman Harun
Page 1 of 7 12345 ... LastLast
Results 1 to 10 of 67
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/508579
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Sersan Satu
    Location
    Bangka
    Posts
    324
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Days 13 Hrs 48 Mins 22 Secs

    Singapura Marah Dengan Indonesia Karena KRI Usman Harun



    Singapura - Keputusan Indonesia untuk memberi nama kapal perangnya dengan KRI Usman Harun memicu reaksi berkepanjangan. David Boey, mantan bidang koresponden pertahanan Straits Times menulis kolom di Straits Times yang menyarankan agar KRI itu tak dizinkan memasuki perairan Singapura.

    Singapura mengajukan keberatan terhadap Indonesia karena menggunakan nama Usman Harun sebagai nama kapal perangnya. Sebab, Usman dan Harun adalah pelaku pengeboman gedung MacDonald di Singapura pada tahun 1965 saat terjadi Konfrontasi Indonesia-Malaysia. Keduanya dihukum gantung di Singapura.

    Saat jenazah dua prajurit Marinir itu dipulangkan, warga Indonesia mengekspresikan kemarahannya dengan menyerang kedutaan Singapura di Jakarta. Pemerintah menganugerahi keduanya dengan gelar pahlawan. Kini namanya diabadikan sebagai nama kapal, yang itu memicu kemarahan Singapura.

    "Kapal perang dengan panjang 90 meter itu tidak boleh diterima di wilayah perairan Singapura, saat penamaan kapal perang itu membuka luka lama dalam kurun waktu era kekerasan dalam hubungan bilateral kita," kata David Boey dalam kolom di Straits Times edisi 8 Februari 2014 .

    Menurut David, Singapura juga harus menandai KRI Usman Harun sebagai salah satu titik perhatian saat kapal itu akan mulai beroperasi akhir tahun ini. Angkatan Laut Singapura (Republic of Singapore Navy-RSN) juga harus menolak, secara sopan, setiap latihan yang melibatkan kapal ini.

    Kapal perang Singapura, kata David, tidak boleh beriringan bersama kapal itu, baik itu untuk transfer atau courtesy call di dek-nya. "RSN harus membuat sikap jelas bahwa kapal dengan plat nama itu tidak akan diterima di pangkalan angkatan laut Singapura, baik sebagai bagian dari latihan perang bersandi Eagle (Elang) atau pertunjukan angkatan laut seperti IMDEX," kata David.

    Ia menyebut langkah ini masih dalam kerangka hak berdaulat sebuah negara, seperti halnya sebuah negara memberi nama kapal perangnya dengan apapun yang mereka inginkan. "Adalah juga hak Singapura untuk menolak kapal perang yang namanya bisa membuka luka lama," kata dia.



    Mantan Duta Besar Indonesia untuk Singapura Luhut Binsar Pandjaitan menilai penamaan KRI Usman Harun adalah hak Indonesia. Hal ini dinilai wajar sebagai negara yang memberikan penghargaan bagi pahlawannya.

    "Mereka mengebom karena tugas negara. Perlu digarisbawahi, saat itu konteksnya kita sedang perang," kata Luhut saat dihubungi, Sabtu, 8 Februari 2014.

    Letnan Jenderal Purnawirawan ini menyatakan masyarakat di kedua negara juga memahami situasi tegang pada 1965. Hal ini dianggapnya sangat wajar, kemudian muncul perbedaan persepsi terhadap dua anggota Komando Korps Operasi atau marinir tersebut, yaitu sebagai penyerang atau pahlawan. (Baca: Aksi Heroik Asal Mula Nama KRI Usman Harun)

    "Makanya, tak usah ribut, saling tahan diri saja," katanya.

    Menurut Luhut, penamaan KRI Usman Harun tak akan mengganggu hubungan Indonesia dan Singapura. Ia menilai masyarakat kedua negara sudah tak mempersoalkan lagi pengeboman di gedung Shanghai dan Hongkong Bank atau lebih dikenal MacDonald House pada 10 Maret 1965.

    Ia juga menyatakan penamaan itu juga tak layak dipergunjingkan karena berada di wilayah kedaulatan Indonesia. "Singapura sangat berlebihan," kata Dubes Singapura tahun 1999-2000 tersebut.

    Menteri Luar Negeri Singapura K. Shanmugam telah menyampaikan protes kepada Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa perihal nama KRI Usman Harun. Singapura mengklaim penamaan tersebut akan menyakiti hati keluarga korban pengeboman 1965.

    TNI Angkatan Laut memberi nama frigate buatan Inggris itu dengan gabungan nama dua anggota Komando Korps Operasi atau marinir, yaitu Usman Haji Mohamed Ali dan Harun Said. Keduanya meninggal dalam eksekusi hukuman gantung di Singapura pada Oktober 1968 karena tertangkap sebagai pelaku pengeboman di Macdonald House. (Baca: Moeldoko: Penamaan KRI Usman Harun Tradisi TNI AL)

    Akan tetapi, keduanya disambut sebagai pahlawan oleh masyarakat Indonesia saat jenazahnya dibawa pulang. Keduanya bahkan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Keduanya dinilai sebagai prajurit yang tewas dalam tugas negara meski menyebabkan tiga orang tewas dan 33 orang mengalami luka.

    Ketegangan dua negara atas peristiwa bom 1965 ini dipahami telah selesai saat Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yeuw menabur bunga di makan Usman dan Harus pada 1973.

    .................................................. ...............................

    SIAP-SIAP NIH WARGA INDONESIA MENOLAK MENGUNJUNGI NEGERI SINGA ITU HEHE..

  2. Rekeningku.com
  3. #2
    Kapten
    Location
    Surabaya
    Posts
    2,832
    Power
    21 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 2 Wks 5 Days 6 Hrs 49 Mins 19 Secs
    Ya klo menurut gwa mending ganti nama aja lah,masalah nama aja kok diributin.
    Klo gwa sih lebih pada prinsip saling menghargai dan menghormati satu sama lain.Kecuali klo itu tetangga yang mulai colek-colek duluan(Contohnya penyadapan oleh Australia kemarin) ya jangan salahin gwa klo gwa bacok.
    Dalam konteks nama ini,ini namanya Indonesia yg colek-colek Singapura,udah tau mereka ga suka,masih aja diterusin,hargai satu sama lain lah,jangan egois.
    Nama pahlawan kan ada yang lain,sedangkan nama Usman Harun kan bisa dipake buat nama lain juga,selain kapal perang,misalnya nama markas TNI dimana gitu ato yang lain.

    Sekedar pendapat gwa sih

  4. #3
    Letnan Kolonel
    Location
    KPAD Cibubur
    Posts
    5,878
    Power
    22 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Mths 4 Wks 1 Day 4 Hrs 12 Mins 1 Sec
    Quote Originally Posted by LuKwanYing View Post
    Ya klo menurut gwa mending ganti nama aja lah,masalah nama aja kok diributin.
    Klo gwa sih lebih pada prinsip saling menghargai dan menghormati satu sama lain.Kecuali klo itu tetangga yang mulai colek-colek duluan(Contohnya penyadapan oleh Australia kemarin) ya jangan salahin gwa klo gwa bacok.
    Dalam konteks nama ini,ini namanya Indonesia yg colek-colek Singapura,udah tau mereka ga suka,masih aja diterusin,hargai satu sama lain lah,jangan egois.
    Nama pahlawan kan ada yang lain,sedangkan nama Usman Harun kan bisa dipake buat nama lain juga,selain kapal perang,misalnya nama markas TNI dimana gitu ato yang lain.

    Sekedar pendapat gwa sih

    Ane setuju om...

  5. #4
    Mayor Jendral
    Posts
    19,505
    Power
    208 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Mths 1 Wk 3 Days 9 Hrs 58 Mins 55 Secs
    Quote Originally Posted by LuKwanYing View Post
    Ya klo menurut gwa mending ganti nama aja lah,masalah nama aja kok diributin.
    Klo gwa sih lebih pada prinsip saling menghargai dan menghormati satu sama lain.Kecuali klo itu tetangga yang mulai colek-colek duluan(Contohnya penyadapan oleh Australia kemarin) ya jangan salahin gwa klo gwa bacok.
    Dalam konteks nama ini,ini namanya Indonesia yg colek-colek Singapura,udah tau mereka ga suka,masih aja diterusin,hargai satu sama lain lah,jangan egois.
    Nama pahlawan kan ada yang lain,sedangkan nama Usman Harun kan bisa dipake buat nama lain juga,selain kapal perang,misalnya nama markas TNI dimana gitu ato yang lain.

    Sekedar pendapat gwa sih
    sy hargai tinggi pendapat anda
    mari kita sedikit sj kupas luka ini dari logika hukum internasional
    krn mrk berdua ini bombers sbg pelaksana tugas negara maka:
    spore berhak minta gantirugi berupa pampasan perang (terlepas dr ada tdknya fihak yg kalah atau menang)
    skema pampasan perang / war compensation tdk kenal statute of limitation / masa kadaluarsa
    tapi siisi lain spore harusnya wajip perlakukan (baca: wajip) kedua org itu sbg PoW hingga permusuhan usai (ingat, tdk bole ada PoW dibunuh dg cara apapun semasa dlm tahanan kecuali. . .dia saat mau ditangkap ternyata mati karena perlawanan atau luka luka)

    kalo pun sdh (n nyatanya memang) dibunuh dg cara n alasan apapun, maka ahliwarisnya bisa tuntut spore ke pengadilan kejahatan perang di denhaag. bukan u adili kedua almarhum kedua kali u kejahatan sama. tapi u tentukan layak tidaknya kedua almarhum u seharusnya dpt status PoW

    kalo tenyata layak maka tulisan tulisan sy diatas ini berlaku dg segala financial consequences nya

    kalo blm pusing baca tulisan sy maka ada sedikit highlight:
    sampai th 97 di jalan kwini (persis belakang backyard hotel borobudur, jalanan umum yg kearah rumah duka gatot subroto) yg oneway. dulu tdk jauh dari mulut jalan (bgt kita masuk jalan itu dr senen raya) sebelah kanan ada wisma usman-harun tapi kemudian nama transit flat itu dicopot

    harusnya kalo spore sdh bunuh kedua nya ya kejahatan nya hilang krn hukuman selesai n heritage dari keduanya trmsk naming title menjadi public domain n bebas digunakan siapa sj.

    kalo tdk suka dg indo n mau embargo apapun trmsk tolak kapal ini masuk territorial waters spore ya akan fair bila riau airspace yg selama ini digunakan spore n spore pungut fee tiap airline yg mau landing n taking off changi. . .balik jadi hak eksklusive n full sovereignity indo

    sdh lama n trlalu lama sy juluki indo sbg republik pisang terbesar di planet terra. dimana lagi full sovereignity ditegakin kalo bukan di homeland sendiri

    homeland itu harusnya motherland n bukan motherfucker. xcuz d lingua ya
    ini juga pendapat pribadi sy. tdk mau berfihak krn sy bukan wni
    apapun yg tidak pas dr tulisan tulisan diatas, sy minta maaf

  6. #5
    Sersan Kepala
    Location
    Batam - Palembang
    Posts
    563
    Power
    12 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 6 Days 9 Hrs 9 Mins 57 Secs
    Quote Originally Posted by rubble View Post
    sy hargai tinggi pendapat anda
    mari kita sedikit sj kupas luka ini dari logika hukum internasional
    krn mrk berdua ini bombers sbg pelaksana tugas negara maka:
    spore berhak minta gantirugi berupa pampasan perang (terlepas dr ada tdknya fihak yg kalah atau menang)
    skema pampasan perang / war compensation tdk kenal statute of limitation / masa kadaluarsa
    tapi siisi lain spore harusnya wajip perlakukan (baca: wajip) kedua org itu sbg PoW hingga permusuhan usai (ingat, tdk bole ada PoW dibunuh dg cara apapun semasa dlm tahanan kecuali. . .dia saat mau ditangkap ternyata mati karena perlawanan atau luka luka)

    kalo pun sdh (n nyatanya memang) dibunuh dg cara n alasan apapun, maka ahliwarisnya bisa tuntut spore ke pengadilan kejahatan perang di denhaag. bukan u adili kedua almarhum kedua kali u kejahatan sama. tapi u tentukan layak tidaknya kedua almarhum u seharusnya dpt status PoW

    kalo tenyata layak maka tulisan tulisan sy diatas ini berlaku dg segala financial consequences nya

    kalo blm pusing baca tulisan sy maka ada sedikit highlight:
    sampai th 97 di jalan kwini (persis belakang backyard hotel borobudur, jalanan umum yg kearah rumah duka gatot subroto) yg oneway. dulu tdk jauh dari mulut jalan (bgt kita masuk jalan itu dr senen raya) sebelah kanan ada wisma usman-harun tapi kemudian nama transit flat itu dicopot

    harusnya kalo spore sdh bunuh kedua nya ya kejahatan nya hilang krn hukuman selesai n heritage dari keduanya trmsk naming title menjadi public domain n bebas digunakan siapa sj.

    kalo tdk suka dg indo n mau embargo apapun trmsk tolak kapal ini masuk territorial waters spore ya akan fair bila riau airspace yg selama ini digunakan spore n spore pungut fee tiap airline yg mau landing n taking off changi. . .balik jadi hak eksklusive n full sovereignity indo

    sdh lama n trlalu lama sy juluki indo sbg republik pisang terbesar di planet terra. dimana lagi full sovereignity ditegakin kalo bukan di homeland sendiri

    homeland itu harusnya motherland n bukan motherfucker. xcuz d lingua ya
    ini juga pendapat pribadi sy. tdk mau berfihak krn sy bukan wni
    apapun yg tidak pas dr tulisan tulisan diatas, sy minta maaf
    without a second of doubt, our government should hire you for legal consultant and such..
    My personal car collection:

    1. 2013 Toyota Wish - DIYers
    http://www.modifikasi.com/showthread.php/453750-Toyota-Wish-2013-DIYers

  7. #6
    Mayor
    Posts
    3,572
    Power
    80 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 1 Day 2 Hrs 15 Mins 42 Secs
    Quote Originally Posted by LuKwanYing View Post
    Ya klo menurut gwa mending ganti nama aja lah,masalah nama aja kok diributin.
    Klo gwa sih lebih pada prinsip saling menghargai dan menghormati satu sama lain.Kecuali klo itu tetangga yang mulai colek-colek duluan(Contohnya penyadapan oleh Australia kemarin) ya jangan salahin gwa klo gwa bacok.
    Dalam konteks nama ini,ini namanya Indonesia yg colek-colek Singapura,udah tau mereka ga suka,masih aja diterusin,hargai satu sama lain lah,jangan egois.
    Nama pahlawan kan ada yang lain,sedangkan nama Usman Harun kan bisa dipake buat nama lain juga,selain kapal perang,misalnya nama markas TNI dimana gitu ato yang lain.

    Sekedar pendapat gwa sih
    hal semacam ini akan selalu ada 2 sudut pandang berbeda, tergantung dari sisi mana kita melihatnya.

    Usman-harun di Indonesia di anggap sebagai pahlawan, sedangkan di singapore (ketika itu malaya) waktu itu memang sedang konfrontasi dengan indonesia, dan singapore yang jadi target penyerangan mengatakan mereka usman-harun adalah Teroris.

    Indonesia sebagai negara yang menghormati jasa para pahlawan, menggunakan nama itu sebagai nama kapal perang, untuk memberi pesan tegas pada dunia jika usman-harun (di mata Indonesia) adalah pahlawan yang namanya harus di abadikan dan di tunjukan ke dunia, karena di sisi lain (sudut pandang singapore) usman-harun dianggap sebagai teroris.

    Menurut saya tidak salah apa yang di lakukan TNI AL memberi nama kapal perang mereka dengan nama KRI usman-harun sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka. Apabila indonesia dalam hal ini menuruti kemauan singapore, sama saja artinya negara ini bisa di dikte oleh asing.

    dan berhubung lagi bahas ini, sekalian post foto-foto juga ya..


    ____________________

    [Foto] Usman-Harun dalam Kenangan

    Ketika hukuman gantung terhadap Usman Bin H Ali alias Djanatin dan Harun Alias Tohir Bin Mahdar sudah dilakukan serta jasad keduanya dipulangkan ke Tanah Air untuk dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, masyarakat Indonesia larut dan ikut berkabung dalam suasana haru tersebut. Hal itu tampak dalam 8 foto ini.

    Foto-foto suasana saat kedua jasad keduanya tiba di Indonesia tersimpan rapih di album yang berada di rumah keluarga Usman Janatin di Dukuh Tawangsari, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Purbalingga, Jawa Tengah.

    1. Banyak Warga Menanti di Bandara Kemayoran



    TNI dan warga Indonesia menyambut pemulangan jasad Usman-Harun dari Singapura di Bandara Kemayoran.

    2.Jenazah Usman-Harun Diturunkan dari Pesawat

    Ini saat jenazah Usman-Harun diturunkan dari pesawat. Rekan-rekan Usman-Harun dari TNI menyemut menyambut peti jenazah dan membawanya turun dari pesawat.

    3.Lautan Warga di Bundaran HI Lepas Usman-Harun

    Tampak lautan warga menyemut di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), sekedar melihat iring-iringan mobil pembawa jasad Usman-Harun.

    4.Warga Menyemut di Pinggir Jalan

    Selepas Bundaran HI, warga masih berjejal melepas kepergian dua pahlawan nasional ini. Warga berjejal di pinggir jalan, juga jembatan penyeberangan orang.

    5.Dari Kemayoran ke Kalibata

    Iring-iringan mobil pembawa jasad Usman-Harun membawa kedua pahlawan itu dari Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat menuju tempat peristirahatan terakhir Kalibata, Jakarta Selatan.

    6. Gani, Rekan Seperjuangan Usman-Harun Menangis

    Spoiler for : Show

    Bahkan ada satu foto yang menurut Rodiah merupakan sosok Gani, rekan seperjuangan Usman dan Harun yang sempat membuat kepanikan warga Singapura dengan melakukan pengeboman untuk menggagalkan pembentukan negara Malaysia 'boneka Inggris' atas komando dari Soekarno. Di foto tersebut tampak seorang pria terlihat tidak terima dan coba ditenangkan oleh para anggota TNI lain.

    "Kalau tidak salah itu Gani," jelasnya.

    Menurut artikel Korps Marinir, Gani bin Arup adalah sahabat yang akrab dengan Usman dan Harun dalam kesatuan KKO TNI AL. Dalam tim ini Usman dan Harun mendapat tugas yang sama untuk mengadakan sabotase di Singapura.

    Seperti dikutip dari artikel yang diterbitkan Korps Marinir disebutkan:

    Usai melakukan pengeboman, pada 10 Maret 1965 mereka berkumpul kembali. Mereka bersepakat bagaimana caranya untuk kembali ke pangkalan. Situasi menjadi sulit, seluruh aparat keamanan Singapura dikerahkan untuk mencari pelaku yang meledakkan Hotel Mac Donald. Melihat situasi demikian sulitnya, lagi pula penjagaan sangat ketat, tak ada celah selubang jarumpun untuk bisa ditembus. Sulit bagi Usman, Harun dan Gani keluar dari wilayah Singapura.

    Untuk mencari jalan keluar, Usman dan anggotanya sepakat untuk menerobos penjagaan dengan menempuh jalan masing masing, Usman bersama Harun, sedangkan Gani bergerak sendiri. Dengan kata sepakat telah disetujui secara bulat untuk kembali ke pangkalan dan sekaligus melaporkan hasil yang telah dicapai kepada atasannya.

    Sebelum berpisah Usman menyampaikan pesan kepada anggotanya, barang siapa yang lebih dahulu sampai ke induk pasukan, supaya melaporkan hasil tugas telah dilakukan kepada atasan. Mulai saat inilah Usman dan Harus berpisah dengan Gani sampai akhir hidupnya.


    7. Pahlawan, Kami akan Balaskan Dendammu!


    Selain itu, di album foto yang rencananya akan di museumkan tersebut juga terdapat warga yang membawa poster bertuliskan "Pahlawan, Kami Akan Balas Dendammu", "Njawa di balas Njawa".

    8. Beristirahat dengan Tenang di TMP Kalibata

    Kedua anggota KKO TNI AL itu akhirnya bisa beristirahat dengan tenang di TMP Kalibata. Makam kedua pahlawan itu dipenuhi rangkaian bunga duka cita.

    9. Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew melakukan tabur bunga di TMP Kalibata

  8. #7
    Kopral Dua
    Posts
    48
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 19 Hrs 11 Mins 3 Secs
    Maju terus...singapore ga suka kita serang

  9. #8
    Sersan Satu
    Location
    Bangka
    Posts
    324
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Days 13 Hrs 48 Mins 22 Secs
    Quote Originally Posted by LuKwanYing View Post
    Ya klo menurut gwa mending ganti nama aja lah,masalah nama aja kok diributin.
    Klo gwa sih lebih pada prinsip saling menghargai dan menghormati satu sama lain.Kecuali klo itu tetangga yang mulai colek-colek duluan(Contohnya penyadapan oleh Australia kemarin) ya jangan salahin gwa klo gwa bacok.
    Dalam konteks nama ini,ini namanya Indonesia yg colek-colek Singapura,udah tau mereka ga suka,masih aja diterusin,hargai satu sama lain lah,jangan egois.
    Nama pahlawan kan ada yang lain,sedangkan nama Usman Harun kan bisa dipake buat nama lain juga,selain kapal perang,misalnya nama markas TNI dimana gitu ato yang lain.

    Sekedar pendapat gwa sih
    ....
    BOLEHLAH ANDA BERPENDAPAT DEMIKIAN, Tapi yg tahu sejarahnya pasti sangat menyetujui nama KRI Usman Harun.

  10. #9
    Kapten
    Posts
    2,371
    Power
    18 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 5 Days 7 Hrs 44 Mins 43 Secs
    Indonesia sedang dijepit sma singapore dan australia tapi tetap tidak gentar

  11. #10
    Sersan Kepala
    Posts
    625
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    6 Mths 1 Wk 4 Days 6 Hrs 53 Mins 25 Secs
    singapura berani?
    indonesia hrs lbh berani..

 

 
Page 1 of 7 12345 ... LastLast
Venom 300x250 MBtech

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. 10 Mobil Dengan Harga Terjangkau di Indonesia
    By ES_Vtec in forum Berita Otomotif Mobil
    Replies: 31
    Last Post: 27th July 2013, 15:31
  2. Replies: 13
    Last Post: 25th May 2013, 00:25
Back to top