Modifikasi di Exhaust System - Page 2
Scuto Laminating HD Car Care

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 2 of 7 FirstFirst 123456 ... LastLast
Results 11 to 20 of 68
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/484892
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #11
    Sersan Mayor
    Location
    Lenteng Agung 34, JakSel
    Posts
    813
    Power
    -61 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 17 Hrs 53 Mins 9 Secs
    Quote Originally Posted by Rio_Vostro View Post
    ikut minta pencerahan gan..
    buat civic FD untuk masalah Exhaust modifikasi apa aja nii yang diperlukan..
    nubie mohon pencerahan..
    Tx bro, malah kita berharap bro yg bisa kasih pencerahan nih. Itu satu satunya alasan kita membuat thread ini. Kalo alasan lain misalnya supaya kita bisa menjual, tdk muna, walau ok tapi menjanjikan juga kekecewaan. Kalo memang ingin lebih baik, sy yakin sy tdk akan kecewa....

    Sy jg belum mantep bro, baru menjelang 2 minggu turun ke dunia exhaust. Kebetulan mempunyai kesempatan sebelumnya mempelajari porting yang notabene mempunyai konsep yg sama, walau secara jujur porting lebih susah, terlebih melihat itu adalah terpenting sebelum bagian lainnya di flow.

    sy malah wonder apakah bisa pakai muffler mobil yang ber cc lebih tinggi, tepatnya sih yang mempunyai exhaust valve yang lebih besar, atau lebih tepatnya lagi yang mempunyai flow yang pas buat mobil bro.

    Mungkin bro bisa coba menggunakan muffler crv atau lainnya yg kira2 10-15% lebih besar diameter pipa di muffler itu. Itu kalo memang kita usahakan suara knalpot minim sekali ya. Dan juga, itu adalah murni tebakan sy saja dari pengamatan dan bacaan2 yg menunjukkan restriction terbesar di mobil standard umum adalah di muffler. Kalo mesin udah di port utk flow yg lebih tinggi spt diatas (walau masih kelas porting standard hasta), semua pipa perlu diganti. Diatas juga bisa dilihat, bahkan pipa2 yang disebut performance oleh pemain bermerk, masih cukup jauh dibawah pipa custom yang memperhatikan flow (CFM).

    Kalo2 bro coba mengganti muffler dgn mobiil yg ber cc lebih tinggi 15-20%, atau exhaust valve, atau flownya, kasih kabar bro ya, sapa tahu bayangan sy bisa terjadi. tx.
    PROMO 50% OFF Porting Terbatas di JANUARI http://modifika.si/499469

    FREE TRIAL: CAMCON Piggyback http://modifika.si/499598

  2. #12
    Mayor
    Location
    Tangerang
    Posts
    4,233
    Power
    52 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 6 Days 17 Hrs 34 Mins 28 Secs
    Quote Originally Posted by HastaWS View Post
    Tx, kalo memasang kembali bakal mudah, bisa dicoba bro. Prinsipnya sih, kita ga akan tahu arah itu, kalo kita tdk tahu cfm yg bisa mengalir di pipa di converter itu. Bila sekarang dengan kalatis terpasang ternyata sdh cocok, bila dicabut akan mengakibatkan ngempos.
    Kebalikannya juga benar.

    Atau bisa beli cc yang free flow. Magnaflow seingat sy juga ada, tapi kurang tahu apa ada yg cocok dgn mobil bro.

    Btw, teringat aja tulisan super master vizard, yang terpenting memang cfm. Di amrik sana juga belum ada kalo ga salah yang menuliskan flow rate nya di samping barang jualannya.... padahal itu yg terpenting, bukan diameternya atau apalah.... heheh tapi dia super master bro, jadi wajar main super tipis kalo ngitung hhehehhe...

    - - - - - - - - - -



    hehehe, baru baru mempelejari dgn melihat langsung nih bro wkwkwkwk.... newbie abis in the house.
    tapi not bad lah, menjelang 2 minggu, udah makin terarah sih.

    Menurut bro, berapa sih harga muffler oem? katakanlah dibanding muffler magnaflow yang 1-2 jt itu, mana yg lebih mahal? Kalomsh murah yg oem, mungkin yg lebih tepat memakai muffler oem yg peruntukkannya lebih besar. Misalnya memakai muffler civic buat dipasang di jazz.

    Kalopun ada ngempos, itu hanya sedikit, tp banyak power dilepas. yg penting suara masih tetap sleeper zzzzzzzzz..... (drag nya udah mulai belum?)


    note: walaupun perlu dipastikan apakah pembesaran muffler diperlukan secara cfm.
    Saya akan memilih muffler untuk mbl dng cc yg lebih besar .. ...., misal mbl saya kan honda d13, bisa ganti muffler dng honda yang bermesin d15 ... ...

    Ccmmiiwwww.... ....
    ENGINE : FULLY OEM; EXHAUST : FULLY CUSTOMIZED; ALPINE 9887; DYNAUDIO MD100; RESOLUTION K-600; MA AUDIO 103XE; SOUND STREAM PICASSO; LM-AUDIO SHADOW; ACHILLES ATR SPORT AND REP. ADVAN RACING RG1 15"

  3. #13
    Sersan Satu
    Posts
    436
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Mths 1 Wk 5 Days 6 Hrs 35 Mins 55 Secs
    Thanks buat sharing nya, Bro... Great share!

    Kl mnrt sy, pemilihan exhaust system dr header smp muffler cukup sulit apalg sy tdk mempunyai akses untuk alat pengukur backpressure apalg sy lbh nyaman melakukan perubahan dgn adanya pengukuran yg jelas. Sy pribadi lbh menyukai penggunaan ukuran pipa yg tepat untuk mengurangi backpressure & meminimalisir power loss pada RPM tertentu. Untuk muffler, sy lbh suka yg model nya straight through. Meskipun hslnya memang blm sempurna jg krn sempurna itu baru bsa terlihat apabila ada pengukuran dan dlm hal ini pengukuran backpressure.

    Boleh dishare mobil atau nama mesin yg digunakan untuk pengujian, Bro?

  4. #14
    Sersan Mayor
    Location
    Lenteng Agung 34, JakSel
    Posts
    813
    Power
    -61 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 17 Hrs 53 Mins 9 Secs
    Quote Originally Posted by n03kiku View Post
    Saya akan memilih muffler untuk mbl dng cc yg lebih besar .. ...., misal mbl saya kan honda d13, bisa ganti muffler dng honda yang bermesin d15 ... ...

    Ccmmiiwwww.... ....
    Thanks bro, memang sptnya itu solusi yg pas utk tidak nahan namun tetap sunyi. hehehe.... sleeper mode tx

    - - - - - - - - - -

    Quote Originally Posted by arnoldo View Post
    Thanks buat sharing nya, Bro... Great share!

    Kl mnrt sy, pemilihan exhaust system dr header smp muffler cukup sulit apalg sy tdk mempunyai akses untuk alat pengukur backpressure apalg sy lbh nyaman melakukan perubahan dgn adanya pengukuran yg jelas. Sy pribadi lbh menyukai penggunaan ukuran pipa yg tepat untuk mengurangi backpressure & meminimalisir power loss pada RPM tertentu. Untuk muffler, sy lbh suka yg model nya straight through. Meskipun hslnya memang blm sempurna jg krn sempurna itu baru bsa terlihat apabila ada pengukuran dan dlm hal ini pengukuran backpressure.

    Boleh dishare mobil atau nama mesin yg digunakan untuk pengujian, Bro?
    Thanks, bgmn buku2 nya? udah sampe belum? buku2 sy yg baru sy order sesudah bro, udah pada sampe.... sekedar sharing lagi nih, jangan terlalu banyak beli buku super master vizard, hehehehe kecuali tidak keberatan ambil sedikit2. soale banyak pengulangan di buku2 lainnya. Tapi kalo yg sdkt2 itu dibutuhkan, silahkan bro...

    Btw, betul bro. Backpressure perlu diukur. Itu cara lain selain menggunakan cfm utk menentukan pipa. Kalo kita untuk mobil yang kita port, data exhaust cfm lengkap bro. DAri situ, tinggal diperlukan berapa flow yg ada untuk suatu inch (potensi flow). Lalu disesuaikan dgn exhaust cfm. Juga disesuakan dgn panjang pipa, sebelum mendekati ke diameter. Oh ya, memang cc penting untuk memperhitungkan faktor intensitas pembakaran. Semakin tinggi intensitasnya, semakin kecil pipa yg dibutuhkan, krn flow sdh berjalan dgn cepat.

    Pipa straight tru itu udah pasti flow well bro, sepanjang cfmnya pas.

    Oh ya, sy pikir tdk terlalu penting, walau penting juga sih ehehhe.... mobil itu adalah xenia 1.3 tahun lama kalo ga salah model 2007-2008 gitu. udah lebih dari 100rb km. Makannya kalah sedikit dibanding new avanza 1.3 2013 yg jeroannya masih mulus

    btw, coba deh kalo ada waktu lihat testi untuk vios itu. Jelas apalagi kalo dibandingkan dgn ini, vios itu menggunakan center yg kekecilan, walaupun itu sdh performance center, katanya. Performance center pipe di viios itu menggunakan dia 44-45, sedangkan xenia 1.3 ini menggunakan pipa 45 (walau inipun belum tentu the best).

    Di project xenia ini, kita mencoba melihat dan menerapkan yg kita pikir mendekati yg terbaik, dgn segala keterbatasannya tentunya. Posting2 berikut akan juga menunjukkan pipe header di 2-1 yg kita buat custom, memperbaiki performance header sebelumnya. Kita buat super tight, dan hasilnya luar biasa. Kalo di hp ada sdkt turun sktr 2-3% (tapi karena tukang knalpotnya adalah bengkel kecil yg terbatas stoknya, sehingga kita minta 38mm dia tdk punya. Dan kita terpaksa pakai 35.5mm) Harusnya sih, hp juga akan baik hehehe...

    Selasa deh, karena file2 pada hilang nih ehehehehe. Jadi kita perlu redo, dan untungnya customernya juga doyan main dyno terus hehehe
    PROMO 50% OFF Porting Terbatas di JANUARI http://modifika.si/499469

    FREE TRIAL: CAMCON Piggyback http://modifika.si/499598

  5. #15
    Kopral Satu
    Location
    atlas city
    Posts
    69
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Days 8 Hrs 52 Mins 37 Secs
    ada saran ukuran exhaust untuk altis lama ?


  6. #16
    Kolonel
    Posts
    9,212
    Power
    42 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Mths 1 Wk 5 Days 13 Hrs 2 Mins 2 Secs
    Quote Originally Posted by n03kiku View Post
    Saya akan memilih muffler untuk mbl dng cc yg lebih besar .. ...., misal mbl saya kan honda d13, bisa ganti muffler dng honda yang bermesin d15 ... ...

    Ccmmiiwwww.... ....
    blh dicoba ni...

  7. #17
    Sersan Mayor
    Location
    Lenteng Agung 34, JakSel
    Posts
    813
    Power
    -61 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 17 Hrs 53 Mins 9 Secs
    Quote Originally Posted by mata_belo View Post
    ada saran ukuran exhaust untuk altis lama ?


    Sori bro, di trit ini dan sebenarnya juga sy tdk mampu utk memberi ukuran2 yg setidaknya buat hasta pas. CFM di mobil altis itu tidak ada. Tanpa CFM, it's a guessing game.

    Oleh karena itulah, sy sungguh paham kenapa produsen exhaust di indo ini 99% (kalo ga 100%) menggunakan area pipa yg kekecilan (atau kebesaran banget). Sy menduga mereka melihatnya market yang ada justru membuat flow menjadi lambat. Bagaimana bisa membuat yang pas tanpa diketahui berapa yang lewat itu/CFM?. Kita bisa mengusulkan yg lebih pas karena kita (perlu) tahu CFM yg lewat. CFM yg lewat itu bisa diketahui dari exhaust port flow yang ada.

    Sebenarnya sangat sangat sederhana banget ini masalah. Yg berat, bengkel2 yg memakai kaca mata kuda itu malah membuat orang lain tertutup matanya karena mereka tdk mau pelanggan mereka tahu kalo mereka ternyata tidak tahu heheheh.... sederhana banget, tapi sering jadi super sulit..... kenapa? Korup di indo salah satu terhebat kan di dunia? Ente bisa pikir kalo bukan patung. heheheh


    Quote Originally Posted by Dr.engine View Post
    blh dicoba ni...
    Silahkan dicoba bos. Mulai dgn belajar tidak memberi bata dahulu ya (dan buka kacamata kuda loe). But, anyway thanks for the bata. We know who you are deep inside. haha
    PROMO 50% OFF Porting Terbatas di JANUARI http://modifika.si/499469

    FREE TRIAL: CAMCON Piggyback http://modifika.si/499598

  8. #18
    Sersan Satu
    Posts
    436
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Mths 1 Wk 5 Days 6 Hrs 35 Mins 55 Secs
    Quote Originally Posted by HastaWS View Post
    Thanks, bgmn buku2 nya? udah sampe belum? buku2 sy yg baru sy order sesudah bro, udah pada sampe.... sekedar sharing lagi nih, jangan terlalu banyak beli buku super master vizard, hehehehe kecuali tidak keberatan ambil sedikit2. soale banyak pengulangan di buku2 lainnya. Tapi kalo yg sdkt2 itu dibutuhkan, silahkan bro...

    Btw, betul bro. Backpressure perlu diukur. Itu cara lain selain menggunakan cfm utk menentukan pipa. Kalo kita untuk mobil yang kita port, data exhaust cfm lengkap bro. DAri situ, tinggal diperlukan berapa flow yg ada untuk suatu inch (potensi flow). Lalu disesuaikan dgn exhaust cfm. Juga disesuakan dgn panjang pipa, sebelum mendekati ke diameter. Oh ya, memang cc penting untuk memperhitungkan faktor intensitas pembakaran. Semakin tinggi intensitasnya, semakin kecil pipa yg dibutuhkan, krn flow sdh berjalan dgn cepat.

    Pipa straight tru itu udah pasti flow well bro, sepanjang cfmnya pas.

    Oh ya, sy pikir tdk terlalu penting, walau penting juga sih ehehhe.... mobil itu adalah xenia 1.3 tahun lama kalo ga salah model 2007-2008 gitu. udah lebih dari 100rb km. Makannya kalah sedikit dibanding new avanza 1.3 2013 yg jeroannya masih mulus

    btw, coba deh kalo ada waktu lihat testi untuk vios itu. Jelas apalagi kalo dibandingkan dgn ini, vios itu menggunakan center yg kekecilan, walaupun itu sdh performance center, katanya. Performance center pipe di viios itu menggunakan dia 44-45, sedangkan xenia 1.3 ini menggunakan pipa 45 (walau inipun belum tentu the best).

    Di project xenia ini, kita mencoba melihat dan menerapkan yg kita pikir mendekati yg terbaik, dgn segala keterbatasannya tentunya. Posting2 berikut akan juga menunjukkan pipe header di 2-1 yg kita buat custom, memperbaiki performance header sebelumnya. Kita buat super tight, dan hasilnya luar biasa. Kalo di hp ada sdkt turun sktr 2-3% (tapi karena tukang knalpotnya adalah bengkel kecil yg terbatas stoknya, sehingga kita minta 38mm dia tdk punya. Dan kita terpaksa pakai 35.5mm) Harusnya sih, hp juga akan baik hehehe...

    Selasa deh, karena file2 pada hilang nih ehehehehe. Jadi kita perlu redo, dan untungnya customernya juga doyan main dyno terus hehehe
    Buku baru place order jd mgkn sktr 1 minggu lagi, Bro... Buku nya yg "Tuning A-Series Engine" aja dl.

    Thanks atas penjelasan mengenai hsl pengukuran dari hasil test flow. Dgn ada nya pengukuran CFM, kita bsa lbh baik dlm melakukan perhitungan ukuran pipa baik diameter maupun panjangnya.

    Untuk Xenia/Avanza 1.300 cc, sy rasa penggunaan pipa dgn diameter luar 35mm untuk primary pipe nya agak terlalu besar. Dgn exhaust opening BBDC 30 derajat, spt nya performa akan lbh baik menggunakan pipa berdiameter luar 32-31mm. Penggunaan pipa dgn diameter luar 40mm untuk pipa 2-1 nya sgt tepat. Panjang primary pipe bsa dibuat antara 13-15 inch untuk menjaga power di atas peak torque. Panjang secondary bsa dibuat 29-30 inch. Ini msh perhitungan formula dgn sedikit adjustment untuk mencapai torsi puncak di 3800 RPM jd perlu dilakukan test yg terukur, Bro.

    Sy sering bgt baca2 thread 1NZ-FE Bro HastaWS & sy msh mempelajari thread tersebut tp sy setuju dgn Bro HastaWS bhw kurang maximalnya hsl porting & polish disebabkan oleh header yg terlalu besar dgn pipa yg pendek pada hsl dyno pertama. Hsl observasi user msh sy coba telaah karena ukuran header 4-2-1 dgn primary pipe berdiameter luar 32mm dgn panjang 15 inch apabila dilanjutkan dgn pipa 2-1 dgn diameter luar 42mm dgn panjang 32 inch seharusnya memajukan torsi puncak dari standard 4250 ke 3800 RPM. Namun sayang nya ukuran2 detail dari header 4-2-1 ini krg lgkp di thread tsbt jd perlu wkt untuk mempelajari nya krn dgn cylinder head yg sdh di porting dgn flow yg baik, sy rasa ukuran header sdh baik. Yg membuat sy blm memberikan sumbang saran di thread tersebut krn sy sendiri msh bingung mencari titik permasalahannya. Apa mgkn akibat center pipe yg dipotong & penggantian pipa CC maupun resonator yg krg tepat?

    Semoga file2 yg hilang bisa ditemukan hari Selasa nanti jd kita bsa belajar lebih lagi.

  9. #19
    Sersan Mayor
    Location
    Lenteng Agung 34, JakSel
    Posts
    813
    Power
    -61 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 17 Hrs 53 Mins 9 Secs
    Quote Originally Posted by arnoldo View Post
    Buku baru place order jd mgkn sktr 1 minggu lagi, Bro... Buku nya yg "Tuning A-Series Engine" aja dl.

    Thanks atas penjelasan mengenai hsl pengukuran dari hasil test flow. Dgn ada nya pengukuran CFM, kita bsa lbh baik dlm melakukan perhitungan ukuran pipa baik diameter maupun panjangnya.

    Untuk Xenia/Avanza 1.300 cc, sy rasa penggunaan pipa dgn diameter luar 35mm untuk primary pipe nya agak terlalu besar. Dgn exhaust opening BBDC 30 derajat, spt nya performa akan lbh baik menggunakan pipa berdiameter luar 32-31mm. Penggunaan pipa dgn diameter luar 40mm untuk pipa 2-1 nya sgt tepat. Panjang primary pipe bsa dibuat antara 13-15 inch untuk menjaga power di atas peak torque. Panjang secondary bsa dibuat 29-30 inch. Ini msh perhitungan formula dgn sedikit adjustment untuk mencapai torsi puncak di 3800 RPM jd perlu dilakukan test yg terukur, Bro.

    Sy sering bgt baca2 thread 1NZ-FE Bro HastaWS & sy msh mempelajari thread tersebut tp sy setuju dgn Bro HastaWS bhw kurang maximalnya hsl porting & polish disebabkan oleh header yg terlalu besar dgn pipa yg pendek pada hsl dyno pertama. Hsl observasi user msh sy coba telaah karena ukuran header 4-2-1 dgn primary pipe berdiameter luar 32mm dgn panjang 15 inch apabila dilanjutkan dgn pipa 2-1 dgn diameter luar 42mm dgn panjang 32 inch seharusnya memajukan torsi puncak dari standard 4250 ke 3800 RPM. Namun sayang nya ukuran2 detail dari header 4-2-1 ini krg lgkp di thread tsbt jd perlu wkt untuk mempelajari nya krn dgn cylinder head yg sdh di porting dgn flow yg baik, sy rasa ukuran header sdh baik. Yg membuat sy blm memberikan sumbang saran di thread tersebut krn sy sendiri msh bingung mencari titik permasalahannya. Apa mgkn akibat center pipe yg dipotong & penggantian pipa CC maupun resonator yg krg tepat?

    Semoga file2 yg hilang bisa ditemukan hari Selasa nanti jd kita bsa belajar lebih lagi.
    file2nya dipastikan hilang bro.... kena virus. KIta akan ulang lagi tes2 nya.

    Problem di mobil itu, kalo menurut kita, terutama ada di center dan muffler. Keduanya merupakan bagian akhir dari flow, dan perubahan disana akan membuat perubahan2 lain di rpm lainnya. Bisa dilihat paling tidak nanti, muffler bs mempengaruhi rpm sebelum torsi. Sy melihatnya, mereka mengulang ritme sebelum dan sesudah torsi max.

    Untuk xe 1.3 itu, Kita coba ulang lagi tes2nya ya besok, bagian2 yang hilang. Baru masuk nih mobilnya di hasta, semoga besok bisa kelar tes2nya, walau kompi perlu di reboot ulang dan di reinstall softwarenya, semoga mulus ya.

    Yang akan kita ulang adalah kombinasi perubahan di 2-1, center dan muffler vs open exhaust.

    Untujk ukuran OD jg sebenarnya sy kurang setuju bro kalo dipakai, karena itu bisa misleading. Ketebalan pipa beda2 loh. Jadi lebih tepat kalo kita pakai ID aja. Utk xe itu, performance header itu memakai in ID= 31.5. ID 2-1 sebesar 40-40, center juga 40 plus std muffler.

    Kita merubahnya ke 45 di center, dan 38-39 di 2, dan kolektor menjadi 44-45. Panjang kita kurang begitu perhatikan bro, walau penting. Kalo sy pikir, sepanjang itu tdk kependekan utk dalkot, adalah okay. Muffler kita buat open untuk mengetes pipa center. Jelas terlihat sih, muffler itu makin menjadi restriction setelah porting dilakukan. Di rpm 2700-3700 itu KO karena itu dan juga 2-1 nya. Nanti bro bisa lihat adjustment dgn 36-45 di 2-1 walau sy harap bisa 38/39-45, namun pipa tdk tersedia. Tapi okay aja karena kita hanya ingin lihat arah. Hasilnya, menarik bro...

    sampai posting berikutnya ya... super ngantuk dan cape nih.....
    PROMO 50% OFF Porting Terbatas di JANUARI http://modifika.si/499469

    FREE TRIAL: CAMCON Piggyback http://modifika.si/499598

  10. #20
    Kolonel
    Posts
    9,212
    Power
    42 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Mths 1 Wk 5 Days 13 Hrs 2 Mins 2 Secs
    Quote Originally Posted by HastaWS View Post
    Sori bro, di trit ini dan sebenarnya juga sy tdk mampu utk memberi ukuran2 yg setidaknya buat hasta pas. CFM di mobil altis itu tidak ada. Tanpa CFM, it's a guessing game.

    Oleh karena itulah, sy sungguh paham kenapa produsen exhaust di indo ini 99% (kalo ga 100%) menggunakan area pipa yg kekecilan (atau kebesaran banget). Sy menduga mereka melihatnya market yang ada justru membuat flow menjadi lambat. Bagaimana bisa membuat yang pas tanpa diketahui berapa yang lewat itu/CFM?. Kita bisa mengusulkan yg lebih pas karena kita (perlu) tahu CFM yg lewat. CFM yg lewat itu bisa diketahui dari exhaust port flow yang ada.

    Sebenarnya sangat sangat sederhana banget ini masalah. Yg berat, bengkel2 yg memakai kaca mata kuda itu malah membuat orang lain tertutup matanya karena mereka tdk mau pelanggan mereka tahu kalo mereka ternyata tidak tahu heheheh.... sederhana banget, tapi sering jadi super sulit..... kenapa? Korup di indo salah satu terhebat kan di dunia? Ente bisa pikir kalo bukan patung. heheheh




    Silahkan dicoba bos. Mulai dgn belajar tidak memberi bata dahulu ya (dan buka kacamata kuda loe). But, anyway thanks for the bata. We know who you are deep inside. haha

    haaahhahahahahaahhaa....
    tq jg bos.....

 

 
Page 2 of 7 FirstFirst 123456 ... LastLast
Mega Glodok Kemayoran Venom 300x250

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Replies: 14
    Last Post: 9th September 2013, 18:07
  2. Saran modifikasi exhaust system baleno
    By anggaditya in forum Diskusi Knalpot
    Replies: 0
    Last Post: 22nd November 2012, 01:16
  3. Saran modifikasi exhaust system
    By alxndr310 in forum Diskusi Knalpot
    Replies: 12
    Last Post: 21st November 2012, 22:49
  4. ASK bikin exhaust system di surabaya
    By qpazz in forum Diskusi Knalpot
    Replies: 10
    Last Post: 25th October 2009, 23:30
  5. Ganti Exhaust system di SAK
    By pangeranku in forum Diskusi Knalpot
    Replies: 2
    Last Post: 8th April 2009, 21:10
Back to top