Psikologi " orang sendiri "

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 19
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/45764
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Letnan Kolonel
    Location
    jakarta yg penuh polusi
    Posts
    6,307
    Power
    78 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Wks 11 Hrs 15 Mins 28 Secs

    Psikologi " orang sendiri "

    ijin copas dari forum sebelah...setelah gw baca bagus banget....silahkan dinikmati...
    bagi grp nya sekalian...hehe...

    -----------------------------------------------------------------------------------------------------
    Saat terjadi peristiwa Bom Bunuh Diri di Jakarta, beberapa tokoh nasional langsung muncul di televisi untuk memberi komentar.

    Mereka menyesalkan tindakan pem-bom-an tersebut dengan menggunakan argumentasi2 seperti ini :

    "Mengapa melakukan hal itu di negara sendiri, bukankah yg menjadi korban adalah sesama orang Indonesia?"

    Ini adalah suatu pernyataan yg simpatik dan enak didengar ditelinga, tapi masalahnya...
    Kalau mengebom sesama orang Indonesia itu salah, lalu apakah orang luar negeri boleh di bom ?


    Ada juga yg memberi komentar mencerca si pelaku dengan kalimat ini :

    "Mayoritas korban Bom adalah orang Muslim sendiri!!"

    Wah kalimat ini terdengar sangat logis...
    Tentu saja kita setuju, orang Muslim tidak boleh dibom begitu saja, namun apakah orang non-muslim boleh dibom ?

    Semua kalimat2 diatas adalah pertunjukkan "Psikologi Orang Sendiri"

    "Orang Sendiri" tidak boleh dilukai,
    "Orang Sendiri" harus dicintai,
    "Orang Sendiri" harus diutamakan.

    Semua pemimpin berusaha menerapkan Psikologi "Orang Sendiri" kepada pengikutnya, tentu supaya dirinya memperoleh dukungan yg lebih solid.

    Misalnya saat Pilkada DKI,
    beberapa orang menyuarakan agar hanya "Putra Daerah" atau orang Betawi Asli sajalah yg boleh dipilih, orang lain tidak boleh ikut.
    Menurut mereka, Orang Betawi adalah "Orang Sendiri", non-betawi adalah "Orang Lain"

    Hampir semua pemimpin pasti mengeksploitasi Psikologi ini.

    Contoh lainnya adalah Saddam Husein,
    Sehari-harinya, Saddam adalah seorang pemimpin Sekular, hidupnya penuh dengan pesta pora dan tidak peduli agama.

    Namun saat menghadapi bahaya (Amerika), tiba2 dia menggunakan Agama sebagai alat pendukung.
    Dengan Agama, dia bisa membuat "Psikologi Orang Sendiri"

    Saddam menggunakan kata "Kita" dan "Mereka"
    "Kita" adalah Muslim, "Mereka" adalah Barat.

    Saddam berusaha membuat opini bahwa meskipun dia jahat dan kejam, dia adalah Muslim, dia adalah "Orang Sendiri".

    Bukankah "Orang Sendiri" harus diutamakan ?
    Bukankah "Orang Sendiri" harus dibela mati-matian ?

    Saddam berusaha meyakinkan orang bahwa kalau dia diserang maka artinya Islam diserang !
    Kalau dia dikalahkan maka artinya Islam dikalahkan !

    Ini adalah strategi dasar orang politik.


    Orang yang jiwanya besar atau orang Agung, mampu mengeluarkan dirinya dari kotak-kotak atau golongan-golongan.
    Bagi orang seperti ini, kasih dan keadilan tidak memandang bulu.

    Tapi sayangnya orang seperti ini hanya ada sedikit,
    rata-rata orang hanya mampu mencintai golongannya sendiri.

    Semakin kecil jiwa seseorang, semakin kecil kotak yg ditempatinya.

    Misalnya begini,

    Bagi Orang Kristen yg hanya mencintai sesama Kristen, dia hanya mencintai 2 Milyar orang dari 6 Milyar penduduk dunia.

    Orang Indonesia yg hanya mencintai sesama bangsa sendiri, hanya mencintai 220 juta orang saja.

    Orang betawi yg hanya mencintai sesama betawi, hanya mencintai beberapa puluh juta orang.

    Apalagi orang yg hanya mencintai keluarganya, jiwanya hanya berisi 4 atau 5 orang.

    Yang paling parah, orang yg hanya mencintai dirinya sendiri, didunia hanya ada 1 orang yg layak dicintai, yaitu dirinya...


    Contoh lain...

    Ibu saya bukan orang Kristen,
    suatu hari dia coba2 pergi ke gereja.
    Ternyata didalam gereja, si Pendeta hanya menyapa "saudara2 seiman", dan berkali2 menyebut kata tersebut.
    Akhirnya Ibu saya merasa dianggap sebagai "Orang Lain" dan tidak mau lagi masuk ke gereja.

    Psikologi "Orang Sendiri" meskipun sangat nikmat didengar oleh kalangan internal, namun sebenarnya sangat kejam.

    Psikologi ini membeda-bedakan orang yg satu dengan yg lain.
    Psikologi ini meninggikan sekelompok orang dan merendahkan lainnya.

    Psikologi ini menjadi akar kekerasan dan benturan antar golongan, inilah sebabnya manusia selalu berperang dan saling membunuh.

    Banyak orang yg dari kecil sudah di-didik untuk membenci "Orang Lain" dan hanya mencintai "Orang Sendiri"


    Tahukah anda bahwa semua bayi dilahirkan netral ?

    Namun Ironis sekali, banyak orang yg menjadi jahat karena dirusak oleh orangtua-nya sendiri.

    Kalau anaknya orang lain mencuri, langsung digebukin sampai mati.
    Tapi kalau anaknya sendiri mencuri, dibela mati2an.

    Anak yg dibesarkan dengan "Keistimewaan" seperti ini cenderung menganggap dirinya selalu benar dan lebih berharga dari orang lain.

    Setelah besar, ia akan berani merugikan orang lain demi keuntungan diri sendiri.

    Misalnya Mantan Persiden kita, Soeharto.
    Harus diakui dia adalah pemimpin yg hebat, tapi sayangnya dia mencintai keluarganya lebih dari yg seharusnya.
    Maka akhirnya anak2nya merajalela dan membuat banyak kejahatan.

    Ada pepatah China yg mengatakan
    "Cintai anak orang lain seperti anak sendiri, hormati semua orang tua seperti menghormati bapa ibu sendiri"

    Kalau semua orang bisa mencintai orang lain tanpa memandang golongan, suku, agama, bangsa, ras dll maka tidak ada perang didunia ini.
    Tidak ada konflik Ambon atau perang Aceh.

    Perbedaan memang tidak mungkin dihindari, tapi keagungan jiwa seseorang mampu melampaui perbedaan.

    Mencintai orang yg berbeda itu sangat sulit, apalagi kalau kita tidak di-didik seperti itu dari kecil.

    Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba memulai dari sekarang.

    Atau minimal, waspadalah terhadap pemimpin2 yg berusaha membangun "Psikologi Orang Sendiri",
    berusaha meraih dukungan dengan mengobarkan kebencian terhadap "Orang Lain"

    ---------------------------------------------------
    cendolnya ya bos...thx

  2. SbcAgent
  3. #2
    Letnan Dua
    Location
    Radio Dalam jaksel
    Posts
    1,203
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Hrs 11 Mins 54 Secs
    Quote Originally Posted by sleepyeyes View Post
    ijin copas dari forum sebelah...setelah gw baca bagus banget....silahkan dinikmati...
    bagi grp nya sekalian...hehe...

    -----------------------------------------------------------------------------------------------------
    Saat terjadi peristiwa Bom Bunuh Diri di Jakarta, beberapa tokoh nasional langsung muncul di televisi untuk memberi komentar.

    Mereka menyesalkan tindakan pem-bom-an tersebut dengan menggunakan argumentasi2 seperti ini :

    "Mengapa melakukan hal itu di negara sendiri, bukankah yg menjadi korban adalah sesama orang Indonesia?"

    Ini adalah suatu pernyataan yg simpatik dan enak didengar ditelinga, tapi masalahnya...
    Kalau mengebom sesama orang Indonesia itu salah, lalu apakah orang luar negeri boleh di bom ?


    Ada juga yg memberi komentar mencerca si pelaku dengan kalimat ini :

    "Mayoritas korban Bom adalah orang Muslim sendiri!!"

    Wah kalimat ini terdengar sangat logis...
    Tentu saja kita setuju, orang Muslim tidak boleh dibom begitu saja, namun apakah orang non-muslim boleh dibom ?

    Semua kalimat2 diatas adalah pertunjukkan "Psikologi Orang Sendiri"

    "Orang Sendiri" tidak boleh dilukai,
    "Orang Sendiri" harus dicintai,
    "Orang Sendiri" harus diutamakan.

    Semua pemimpin berusaha menerapkan Psikologi "Orang Sendiri" kepada pengikutnya, tentu supaya dirinya memperoleh dukungan yg lebih solid.

    Misalnya saat Pilkada DKI,
    beberapa orang menyuarakan agar hanya "Putra Daerah" atau orang Betawi Asli sajalah yg boleh dipilih, orang lain tidak boleh ikut.
    Menurut mereka, Orang Betawi adalah "Orang Sendiri", non-betawi adalah "Orang Lain"

    Hampir semua pemimpin pasti mengeksploitasi Psikologi ini.

    Contoh lainnya adalah Saddam Husein,
    Sehari-harinya, Saddam adalah seorang pemimpin Sekular, hidupnya penuh dengan pesta pora dan tidak peduli agama.

    Namun saat menghadapi bahaya (Amerika), tiba2 dia menggunakan Agama sebagai alat pendukung.
    Dengan Agama, dia bisa membuat "Psikologi Orang Sendiri"

    Saddam menggunakan kata "Kita" dan "Mereka"
    "Kita" adalah Muslim, "Mereka" adalah Barat.

    Saddam berusaha membuat opini bahwa meskipun dia jahat dan kejam, dia adalah Muslim, dia adalah "Orang Sendiri".

    Bukankah "Orang Sendiri" harus diutamakan ?
    Bukankah "Orang Sendiri" harus dibela mati-matian ?

    Saddam berusaha meyakinkan orang bahwa kalau dia diserang maka artinya Islam diserang !
    Kalau dia dikalahkan maka artinya Islam dikalahkan !

    Ini adalah strategi dasar orang politik.


    Orang yang jiwanya besar atau orang Agung, mampu mengeluarkan dirinya dari kotak-kotak atau golongan-golongan.
    Bagi orang seperti ini, kasih dan keadilan tidak memandang bulu.

    Tapi sayangnya orang seperti ini hanya ada sedikit,
    rata-rata orang hanya mampu mencintai golongannya sendiri.

    Semakin kecil jiwa seseorang, semakin kecil kotak yg ditempatinya.

    Misalnya begini,

    Bagi Orang Kristen yg hanya mencintai sesama Kristen, dia hanya mencintai 2 Milyar orang dari 6 Milyar penduduk dunia.

    Orang Indonesia yg hanya mencintai sesama bangsa sendiri, hanya mencintai 220 juta orang saja.

    Orang betawi yg hanya mencintai sesama betawi, hanya mencintai beberapa puluh juta orang.

    Apalagi orang yg hanya mencintai keluarganya, jiwanya hanya berisi 4 atau 5 orang.

    Yang paling parah, orang yg hanya mencintai dirinya sendiri, didunia hanya ada 1 orang yg layak dicintai, yaitu dirinya...


    Contoh lain...

    Ibu saya bukan orang Kristen,
    suatu hari dia coba2 pergi ke gereja.
    Ternyata didalam gereja, si Pendeta hanya menyapa "saudara2 seiman", dan berkali2 menyebut kata tersebut.
    Akhirnya Ibu saya merasa dianggap sebagai "Orang Lain" dan tidak mau lagi masuk ke gereja.

    Psikologi "Orang Sendiri" meskipun sangat nikmat didengar oleh kalangan internal, namun sebenarnya sangat kejam.

    Psikologi ini membeda-bedakan orang yg satu dengan yg lain.
    Psikologi ini meninggikan sekelompok orang dan merendahkan lainnya.

    Psikologi ini menjadi akar kekerasan dan benturan antar golongan, inilah sebabnya manusia selalu berperang dan saling membunuh.

    Banyak orang yg dari kecil sudah di-didik untuk membenci "Orang Lain" dan hanya mencintai "Orang Sendiri"


    Tahukah anda bahwa semua bayi dilahirkan netral ?

    Namun Ironis sekali, banyak orang yg menjadi jahat karena dirusak oleh orangtua-nya sendiri.

    Kalau anaknya orang lain mencuri, langsung digebukin sampai mati.
    Tapi kalau anaknya sendiri mencuri, dibela mati2an.

    Anak yg dibesarkan dengan "Keistimewaan" seperti ini cenderung menganggap dirinya selalu benar dan lebih berharga dari orang lain.

    Setelah besar, ia akan berani merugikan orang lain demi keuntungan diri sendiri.

    Misalnya Mantan Persiden kita, Soeharto.
    Harus diakui dia adalah pemimpin yg hebat, tapi sayangnya dia mencintai keluarganya lebih dari yg seharusnya.
    Maka akhirnya anak2nya merajalela dan membuat banyak kejahatan.

    Ada pepatah China yg mengatakan
    "Cintai anak orang lain seperti anak sendiri, hormati semua orang tua seperti menghormati bapa ibu sendiri"

    Kalau semua orang bisa mencintai orang lain tanpa memandang golongan, suku, agama, bangsa, ras dll maka tidak ada perang didunia ini.
    Tidak ada konflik Ambon atau perang Aceh.

    Perbedaan memang tidak mungkin dihindari, tapi keagungan jiwa seseorang mampu melampaui perbedaan.

    Mencintai orang yg berbeda itu sangat sulit, apalagi kalau kita tidak di-didik seperti itu dari kecil.

    Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba memulai dari sekarang.

    Atau minimal, waspadalah terhadap pemimpin2 yg berusaha membangun "Psikologi Orang Sendiri",
    berusaha meraih dukungan dengan mengobarkan kebencian terhadap "Orang Lain"

    ---------------------------------------------------
    cendolnya ya bos...thx
    kalo dapat dua cendol!! bagi ya.. bozzzzzz

  4. #3
    Kapten
    Location
    SUKABUMI kota damai hehehehehe
    Posts
    2,206
    Power
    29 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 21 Hrs 37 Mins 53 Secs
    nice post bro :wink:
    ...ordinary people...

  5. #4
    Letnan Satu
    Location
    Bintaro - Cawang....
    Posts
    1,511
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Days 9 Hrs 14 Mins 59 Secs
    Nice poz..Ya itulah realitaz manusia..Hopefully balik ke diri kita sendiri..

  6. #5
    Sersan Kepala
    Location
    Di Thread berbau Cabulitos
    Posts
    719
    Power
    20 
    M-Store Point
    0
    Online
    N/A
    nice post cendol datang jgn lupa di balas yah. wokokkoko

  7. #6
    Letnan Kolonel
    Location
    .:: [M.o.C] ::. JaKaRTa
    Posts
    5,016
    Power
    64 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Mins 38 Secs
    Quote Originally Posted by otus View Post
    nice post cendol datang jgn lupa di balas yah. wokokkoko

    ngasihnya g ikhlas niy...

    make pamrih

    hehehehhee

    btw nice post bro...buat pada mengaca ajah deh tuh biar pd g cuma ngemeng ajah :cool:

  8. #7
    Kapten
    Location
    Driver Seat
    Posts
    2,070
    Power
    31 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 16 Hrs 3 Mins 27 Secs
    bener jugaa yah..

    thanks Brur..

    cendol meluncur..
    N.E.V.E.R. regret anything that once made you S.M.I.L.E.

  9. #8
    Letnan Kolonel
    Location
    jakarta yg penuh polusi
    Posts
    6,307
    Power
    78 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Wks 11 Hrs 15 Mins 28 Secs
    ayo2 silahkan dibaca n bagi cendolnya...hehe

  10. #9
    Letnan Kolonel
    Posts
    5,190
    Power
    33 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Hrs 3 Mins 12 Secs
    good post ....
    = AD MAJOREM DEI GLORIAM =

  11. #10
    Kopral Kepala
    Location
    bandung
    Posts
    113
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Hrs 3 Mins 46 Secs
    di indonesia kayanya gini semua deeh pemimpinnya....

 

 
Page 1 of 2 12 LastLast
MBtech Venom 300x250

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Iman ex. Jaya Spring buka bengkel sendiri "Amarta"
    By chou_8941BR in forum Diskusi Kaki-Kaki
    Replies: 107
    Last Post: 14th March 2016, 21:28
  2. BAI FANG LI "ORANG MISKIN YANG KAYA"
    By ericseacreast in forum Automotive
    Replies: 39
    Last Post: 28th July 2014, 09:58
  3. "Mainan" Baru Orang Kaya Indonesia
    By Valerie in forum Berita Otomotif Mobil
    Replies: 49
    Last Post: 25th July 2013, 16:17
  4. [JuaL] Mercy C200 96 Blue " nilai sendiri ajah" SOLD
    By Raboen'S in forum Merk Lainnya
    Replies: 210
    Last Post: 9th January 2010, 12:38
Back to top