Tips : U/ da married..

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 7 12345 ... LastLast
Results 1 to 10 of 68
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/45596
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Sersan Mayor
    Location
    PKU
    Posts
    827
    Power
    17 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 19 Hrs 39 Mins 49 Secs

    Tips : U/ da married..

    Dua orang yang baik, tapi, mengapa perkawinan tidak berakhir bahagia


    Ibu saya adalah seorang yang sangat baik, sejak kecil, saya melihatnya dengan begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik, pagi hari hanya bisa makan bubur.

    Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu makan nasi, dengan begitu baru tidak akan lapar seharian di sekolah.

    Setiap sore, ibu selalu membungkukkan nbadan menyikat panci, setiap panci di rumah kami bisa dijadikan cermin, tidak ada noda sedikikt pun.

    Menjelang malam, dengan giat ibu membersihkan lantai, mengepel seinci demi seinci, lantai di rumah tampak lebih bersih dibanding sisi tempat tidur orang lain, tiada debu sedikit pun meski berjalan dengan kaki telanjang.

    Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat rajin.

    Namun, di mata ayahku, ia (ibu) bukan pasangan yang baik.

    Dalam proses pertumbuhan saya, tidak hanya sekali saja ayah selalu menyatakan kesepiannya dalam perkawinan, tidak memahaminya.

    Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab.

    Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istrirahat anak-anak, ia adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk berpretasi dalam pelajaran.

    Ia suka main catur, suka larut dalam dunia buku-buku kuno.

    Ayah saya adalah seoang laki-laki yang baik, di mata anak-anak, ia maha besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan men didi k kami.

    Hanya saja, di mata ibuku, ia juga bukan seorang pasangan yang baik, dalam proses pertumbuhan saya, kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara diam diam di sudut halaman.

    Ayah menyatakannya dengan kata-kata, sedang ibu dengan aksi, menyatakan kepedihan yang dijalani dalam perkawinan.

    Dalam proses pertumbuhan, aku melihat juga mendengar ketidakberdayaan dalam perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka, dan mereka layak mendapatkan sebuah perkawinan yang baik.

    Sayangnya, dalam masa-masa keberadaan ayah di dunia, kehidupan perkawinan mereka lalui dalam kegagalan, sedangkan aku, juga tumbuh dalam kebingungan, dan aku bertanya pada diriku sendiri : Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia?

    Pengorbanan yang dianggap benar.

    Setelah dewasa, saya akhirnya memasuki usia perkawinan, dan secara perlahan –lahan saya pun mengetahui akan jawaban ini.

    Di masa awal perkawinan, saya juga sama seperti ibu, berusaha menjaga keutuhan keluarga, menyikat panci dan membersihkan lantai, dengan sungguh-sungguh berusaha memelihara perkawinan sendiri.

    Anehnya, saya tidak merasa bahagia ; dan suamiku sendiri, sepertinya juga tidak bahagia.

    Saya merenung, mungkin lantai kurang bersih, masakan tidak enak, lalu, dengan giat saya membersihkan lantai lagi, dan memasak dengan sepenuh hati.

    Namun, rasanya, kami berdua tetap saja tidak bahagia. .

    Hingga suatu hari, ketika saya sedang sibuk membersihkan lantai, suami saya berkata : istriku, temani aku sejenak mendengar alunan musik!

    Dengan mimik tidak senang saya berkata : apa tidak melihat masih ada separoh lantai lagi yang belum di pel ?

    Begitu kata-kata ini terlontar, saya pun termenung, kata-kata yang sangat tidak asing di telinga, dalam perkawinan ayah dan ibu saya, ibu juga kerap berkata begitu sama ayah.

    Saya sedang mempertunjukkan kembali perkawinan ayah dan ibu, sekaligus mengulang kembali ketidakbahagiaan dalam perkwinan mereka.

    Ada beberapa kesadaran muncul dalam hati saya.

    Yang kamu inginkan ?

    Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu memandang suamiku, dan teringat akan ayah saya…
    Ia selalu tidak mendapatkan pasangan yang dia inginkan dalam perkawinannya,

    Waktu ibu menyikat panci lebih lama daripada menemaninya.

    Terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga, adalah cara ibu dalam mempertahankan perkawinan, ia memberi ayah sebuah rumah yang bersih, namun, jarang menemaninya, sibuk mengurus rumah, ia berusaha mencintai ayah dengan caranya, dan cara ini adalah mengerjakan urusan rumah tangga.

    Dan aku, aku juga menggunakan caraku berusaha mencintai suamiku.

    cara saya juga sama seperti ibu, perkawinan saya sepertinya tengah melangkah ke dalam sebuah cerita, dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia.

    Kesadaran saya membuat saya membuat keputusan (pilihan) yang sama.

    Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu duduk di sisi suami, menemaninya mendengar musik, dan dari kejauhan, saat memandangi kain pel di atas lantai seperti menatapi nasib ibu.

    Saya bertanya pada suamiku : apa yang kau butuhkan ?

    Aku membutuhkanmu untuk menemaniku mendengar musik, rumah kotor sedikit tidak apa-apa-lah, nanti saya carikan pembantu untukmu, dengan begitu kau bisa menemaniku! ujar suamiku.

    Saya kira kamu perlu rumah yang bersih, ada yang memasak untukmu, ada yang mencuci pakianmu….dan saya mengatakan sekaligus serentetan hal-hal yang dibutuhkannya.

    Semua itu tidak penting-lah!ujar suamiku. Yang paling kuharapkan adalah kau bisa lebih sering menemaniku.

    Ternyata sia-sia semua pekerjaan yang saya lakukan, hasilnya benar-benar membuat saya terkejut.
    Kami meneruskan menikamti kebutuhan masing-masing, dan baru saya sadari ternyata dia juga telah banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia, kami memiliki cara masing-masing bagaimana mencintai, namun, bukannya cara pihak kedua.

    Jalan kebahagiaan

    Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan meletakkanya di atas meja buku,
    Begitu juga dengan suamiku, dia juga menderetkan sebuah daftar kebutuhanku.

    Puluhan kebutuhan yang panjang lebar dan jelas, seperti misalnya, waktu senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk kalau sempat, setiap pagi memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat.

    Beberapa hal cukup mudah dilaksanakan, tapi ada juga yang cukup sulit, misalnya dengarkan aku, jangan memberi komentar.

    Ini adalah kebutuhan suami. Kalau saya memberinya usul, dia bilang akan merasa dirinya akan tampak seperti orang bodoh.

    Menurutku, ini benar-benar masalah gengsi laki-laki.

    Saya juga meniru suami tidak memberikan usul, kecuali dia bertanya pada saya, kalau tidak saya hanya boleh mendengar dengan serius, menurut sampai tuntas, demikian juga ketika salah jalan.

    Bagi saya ini benar-benar sebuah jalan yang sulit dipelajari, namun, jauh lebih santai daripada mengepel, dan dalam kepuasan kebutuhan kami ini, perkawinan yang kami jalani juga kian hari semakin penuh daya hidup.

    Saat saya lelah, saya memilih beberapa hal yang gampang dikerjakan, misalnya menyetel musik ringan, dan kalau lagi segar bugar merancang perjalanan keluar kota .

    Menariknya, pergi ke taman flora adalah hal bersama dan kebutuhan kami, setiap ada pertikaian, selalu pergi ke taman flora, dan selalu bisa menghibur gejolak hati masing-masing.

    Sebenarnya, kami saling mengenal dan mencintai juga dikarenakan kesukaan kami pada taman flora, lalu bersama kita menapak ke tirai merah perkawinan, kembali ke taman bisa kembali ke dalam suasana hati yang saling mencintai bertahun-tahun silam.

    Bertanya pada pihak kedua : apa yang kau inginkan, kata-kata ini telah menghidupkan sebuah jalan kebahagiaan lain dalam perkawinan. Keduanya akhirnya melangkah ke jalan bahagia.

    Kini, saya tahu kenapa perkawinan ayah ibu tidak bisa bahagia, mereka terlalu bersikeras menggunakan cara sendiri dalam mencintai pihak kedua, bukan mencintai pasangannya dengan cara pihak kedua.

    Diri sendiri lelahnya setengah mati, namun, pihak kedua tidak dapat merasakannya, akhirnya ketika menghadapi penantian perkawinan, hati ini juga sudah kecewa dan hancur.

    Karena Tuhan telah menciptakan perkawinan, maka menurut saya, setiap orang pantas dan layak memiliki sebuah perkawinan yang bahagia, asalkan cara yang kita pakai itu tepat, menjadi orang yang dibutuhkan pihak kedua! Bukannya memberi atas keinginan kita sendiri, perkawinan yang baik, pasti dapat diharapkan.

  2. Delapan Satu
  3. #2
    Mayor
    Location
    ~ɯɐɾ ɔıɟɟɐɹʇ ɟo ʎʇıɔ~
    Posts
    3,896
    Power
    60 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 3 Days 22 Hrs 35 Mins 9 Secs
    for all : yg penting komunikasi boss,,,jgn mandang kewajiban suami istri deh,,ada suami yg suka semuanya bersih tp ada juga yg penting istri nemenin vis versa ya,,,pokoknya komunikasi ,,,
    NICE POST

  4. #3
    Sersan Mayor
    Location
    PKU
    Posts
    827
    Power
    17 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 19 Hrs 39 Mins 49 Secs
    Quote Originally Posted by E200K View Post
    for all : yg penting komunikasi boss,,,jgn mandang kewajiban suami istri deh,,ada suami yg suka semuanya bersih tp ada juga yg penting istri nemenin vis versa ya,,,pokoknya komunikasi ,,,
    NICE POST
    Mmg inti komunikasi,,tp tp gampang mewujudkan nya bos... Tp kt doain stp yg punya keluarga bs bahagia..

  5. #4
    Mayor
    Location
    ~ɯɐɾ ɔıɟɟɐɹʇ ɟo ʎʇıɔ~
    Posts
    3,896
    Power
    60 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 3 Days 22 Hrs 35 Mins 9 Secs
    Quote Originally Posted by kimkhun View Post
    Mmg inti komunikasi,,tp tp gampang mewujudkan nya bos... Tp kt doain stp yg punya keluarga bs bahagia..
    amminnn,,,!!!BUAT YG BELOM NIKAH GA USAH MALU NANYA SMA YG DAH MERRID YEEE

  6. #5
    Letnan Kolonel
    Posts
    5,190
    Power
    33 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Hrs 3 Mins 12 Secs
    good post !!!!

    GRP meluncur ....
    = AD MAJOREM DEI GLORIAM =

  7. #6
    Sersan Mayor
    Location
    PKU
    Posts
    827
    Power
    17 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 19 Hrs 39 Mins 49 Secs
    Quote Originally Posted by aphinx View Post
    good post !!!!

    GRP meluncur ....
    Thks ya boss

  8. #7
    Brigadir Jendral
    Location
    West Jakz
    Posts
    12,185
    Power
    140 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 22 Hrs 32 Mins 58 Secs
    nice post..kasi cendol di kulkasnya..hoho..

  9. #8
    Sersan Kepala
    Location
    Camp My Your Own
    Posts
    567
    Power
    30 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Mins 28 Secs
    Nice post..
    Gw pengen banget nanti pas nikah bisa saling memahami kaya gitu..
    Hmmm...
    Im reaLLy miss him..
    :-(

  10. #9
    Mayor
    Location
    ~ɯɐɾ ɔıɟɟɐɹʇ ɟo ʎʇıɔ~
    Posts
    3,896
    Power
    60 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 3 Days 22 Hrs 35 Mins 9 Secs
    Quote Originally Posted by ModiS View Post
    Nice post..
    Gw pengen banget nanti pas nikah bisa saling memahami kaya gitu..
    Hmmm...
    Im reaLLy miss him..
    :-(
    aduh mba,,kok jadi mellow gini,,jangan dong,,meding happy2 bersama the cabulitos hwhwhwhwaawa

  11. #10
    Sersan Kepala
    Location
    Camp My Your Own
    Posts
    567
    Power
    30 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Mins 28 Secs
    Quote Originally Posted by E200K View Post
    aduh mba,,kok jadi mellow gini,,jangan dong,,meding happy2 bersama the cabulitos hwhwhwhwaawa
    Buzet the cabuLitos..
    itu saingannya the cangcuters ya??

    hehehehehehhehe..


 

 
Page 1 of 7 12345 ... LastLast
Rekeningku.com Desktop 300x250 MBtech

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. JOKE : Are you ready to get married?
    By Zapp in forum Automotive
    Replies: 14
    Last Post: 28th April 2009, 23:30
  2. Engga jadi Married, share dunx...
    By yudibudiman in forum Automotive
    Replies: 48
    Last Post: 14th March 2009, 16:45
  3. [Share] Yg mau Married.. Yg udah Married..
    By intake in forum Automotive
    Replies: 107
    Last Post: 18th June 2008, 15:09
  4. :: [married only] Pasangan anda gak bergairah? ::
    By I.St Totenkopf in forum Automotive
    Replies: 38
    Last Post: 29th May 2008, 01:33
Back to top