Kami ingin memberitahukan bahwa Sistem Jual Beli Mobil baru telah kami aktifkan
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/489311

Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 22
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/422499
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Brigadir Jendral
    Location
    Bengkel Densum ...
    Posts
    11,585
    Power
    123 
    Giro Point
    0
    Online
    1 Yr 8 Mths 3 Wks 19 Hrs 27 Mins
    Giro Modcom
    Transfer Uang

    Pengusaha di Penjara Akibat Bayar Gaji Karyawan di Bawah UMP

    Kasus pengusaha yang dipenjara akibat membayar gaji pegawai di bawah upah minimum provinsi/regional (UMP/UMR) menimbulkan tanda tanya. Karena banyak pengusaha yang membayar gaji di bawah upah minimum.

    Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang Organisasi dan Pemberdayaan Daerah Anthony Salim mengatakan, beberapa pemerintah pusat ataupun daerah tidak membayar upah sesuai yang ditetapkan, padahal menurutnya pemerintahlah yang menetapkan UMP ini.

    "Pegawai honor daerah di Pemda di seluruh Indonesia itu upahnya di bawah upah minimun, kemudian juga karyawan outsourcing yang bekerja di kantor pemerintah seperti cleaning service, mereka juga di bawah upah minimun," papar Anthony kepada detikFinance, Jumat (26/4/2013).

    "Pemerintah pun sebenarnya tidak mematuhi kebijakan yang mereka buat sendiri," imbuhnya.

    Dia meyakini, persoalan ini tak hanya dialami oleh kalangan pengusaha, di kalangan pemerintah pun banyak persoalan mengenai pembayaran upah ini.

    "Anda coba tanya, lakukan saja riset kecil-kecilan ke kantor pemerintahan, tanya ke cleaning service dibayar berapa, sesuai UMP tidak," paparnya.

    Menurutnya, kebijakan yang diambil pemerintah ini salah, karena tidak dipikirkan efek yang akan ditimbulkan, terlebih sampai ke ranah pidana seperti yang dialami seorang pengusaha di Surabaya. Menurutnya, Apindo sudah sering mengajukan pertimbangan mengenai penetapan UMP ini sejak lama.

    "Sekarang ini menjadi sebuah persoalan yang sangat besar, sekarang ini baru terasa akibatnya," pungkasnya.

    Seperti diketahui, Chandra, pengusaha Surabaya yang memiliki 53 karyawan dipenjara karena mengupah buruhnya di bawah UMR. Oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Chandra divonis bebas.

    Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan dikabulkan. "Dan menjatuhkan pidana denda Rp 100 juta," kata pejabat resmi MA yang tak mau disebut namanya.

    Vonis ini diadili oleh ketua majelis hakim Zaharuddin Utama dengan anggota majelis Prof Dr Surya Jaya dan Prof Dr Gayus Lumbuun dalam perkara nomor 687 K/Pid/2012.

    "Terdakwa terbukti melanggar Pasal 90 ayat 1 jo Pasal 185 ayat 1 UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan," pungkas pejabat itu.

    Berdasarkan catatan detikFinance, putusan ini merupakan putusan pertama MA yang menghukum pengusaha karena membayar buruhnya di bawah UMR. (zul/dnl)


    Tak Mampu Bayar Gaji Sesuai UMP, 100 Pengusaha UKM Takut Dipenjara


    Jakarta - Kasus seorang pengusaha di Surabaya yang dipenjara akibat tidak membayar gaji pegawai sesuai dengan besaran upah minimum regional (UMR), membuat ketakutan banyak pengusaha.

    Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Organisasi dan Pemberdayaan Daerah Anthony Hilman mengatakan, ada 100 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang mengadu ke Apindo karena khawatir dipenjara. Pengusaha tersebut tak hanya berasal dari Jakarta, tapi juga tersebar di seluruh Indonesia.

    "Mereka sudah ada datang ke Apindo dan menyatakan kekhawtiran yang sama. Kami mendapat laporan dari Apindo provinsi, lebih dari 100 pengusaha kecil yang menjadi anggota Apindo yang melaporkan," kata Anthony kepada detikFinance, Jumat (26/4/2013).

    Dia menyebutkan, saat ini banyak pengusaha yang tak mampu membayar UMP sesuai dengan ketetapan. Karena, menurut Anthony, kebijakan UMP ini
    tak bisa ditetapkan kepada setiap pelaku usaha, setiap pengusaha pasti memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

    Pemerintah menurut Anthony lalai mempertimbangkan, dan sangat gegabah dalam menetapkan upah minimum itu dengan tidak mempertimbangkan usaha kecil.

    Dikatakan Anthony, yang paling akan merasakan dampak aturan UMP adalah usaha kecil. Lebih parah lagi menurutnya pelaku usaha di Indonesia didominasi oleh usaha kecil. Dari seluruh pengusaha di Apindo, 50% lebih diantaranya adalah pengusaha kecil dan hampir 90% dari mereka tak mampu membayar UMP yang ditetapkan.

    "Padahal usaha kecil itulah yang menopang perekonomian kita. Merekalah yang menopang," tegasnya.

    Untuk mengantisipasi gugatan dan pidana yang akan dibebankan kepada mereka, Anthony mengakui siap membela dan berkordinasi dengan pemerintah ataupun pengadilan agar kasus yang sama tak terjadi kepada mereka.

    "Tentu kita akan melakukan advokasi pembelaan terhadap usaha kecil tersebut, kami akan melakukan pembelaan secara maksimal, tutupnya.

    Seperti diketahui, Chandra, pengusaha Surabaya yang memiliki 53 karyawan dipenjara karena mengupah buruhnya di bawah UMR. Oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Chandra divonis bebas.

    Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan dikabulkan. "Dan menjatuhkan pidana denda Rp 100 juta," kata pejabat resmi MA yang tak mau disebut namanya.

    Vonis ini diadili oleh ketua majelis hakim Zaharuddin Utama dengan anggota majelis Prof Dr Surya Jaya dan Prof Dr Gayus Lumbuun dalam perkara nomor 687 K/Pid/2012.

    "Terdakwa terbukti melanggar Pasal 90 ayat 1 jo Pasal 185 ayat 1 UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan," pungkas pejabat itu.

    Berdasarkan catatan detikFinance, putusan ini merupakan putusan pertama MA yang menghukum pengusaha karena membayar buruhnya di bawah UMR. (zul/dnl)


    Pengusaha Warteg Juga Terancam Dipenjara Karena Tak Bayar Gaji Sesuai UMP


    Jakarta - Pengusaha khawatir masih banyak lagi yang akan terjerat kasus pidana karena tak sanggup membayar gaji sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP). Karena pada UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, semua pemberi usaha atau pengusaha wajib membayar gaji sesuai UMP yang berlaku, tanpa terkecuali.

    Hal itu diungkapkan oleh Ketua Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang Organisasi dan Pemberdayaan Daerah Anthony
    Hilman kepada detikFinance, Jumat (26/4/2013.

    "Kalau menurut undang-undang itu, para pengusaha warteg-warteg di seluruh Indonesia atau toko-toko yang punya pekerja 5 atau 10 orang itu wajib membayar UMP, karena mereka pengusaha," kata Anthony.

    Dalam UU tersebut dijelaskan, pengusaha ialah siapapun yang memberi usaha, baik berbadan hukum atau tidak. Dengan demikian, para pengusaha tersebut wajib membayar UMP seperti yang telah ditetapkan, tidak terkecuali.

    "Di UU Keternagakerjaan itu, tidak membedakan usaha kecil maupun usaha menengah ataupun besar," jelasnya.

    Jadi tidak menutup kemungkinan, jika ada para buruh yang merasa dirugikan karena tak digaji sesuai UMP, akan semakin banyak pengusaha yang digugat dan terjerat kasus pidana.

    "Bukan bisa jadi lagi, memang ketika mereka digugat ke pengadilan hal itu akan terjadi pada mereka," katanya.

    Menurutnya, penerintah tidak mempertimbangkan dampak yang akan ditimbulkan saat penetapan UMP beberapa waktu lalu. Seharusnya menurut Anthony, penetapan UMP dibedakan setiap sektor usaha, karena 90% usaha kecil tak mampu membayar UMP karena keterbatasan finansial.

    "Pemerintah membuat kebijakan UMP untuk usaha kecil, jangan disamaratakan. Jelas dong kemampuan mereka berbeda. Akibatnya banyak UKM itu yang kemudian menutup usaha, yang mem-PHK sebagian pekerjanya," tutupnya.

    Seperti diketahui, Chandra, pengusaha Surabaya yang memiliki 53 karyawan dipenjara karena mengupah buruhnya di bawah UMR. Oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Chandra divonis bebas.

    Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan dikabulkan. "Dan menjatuhkan pidana denda Rp 100 juta," kata pejabat resmi MA yang tak mau disebut namanya.

    Vonis ini diadili oleh ketua majelis hakim Zaharuddin Utama dengan anggota majelis Prof Dr Surya Jaya dan Prof Dr Gayus Lumbuun dalam perkara nomor 687 K/Pid/2012.

    "Terdakwa terbukti melanggar Pasal 90 ayat 1 jo Pasal 185 ayat 1 UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan," pungkas pejabat itu.

    Berdasarkan catatan detikFinance, putusan ini merupakan putusan pertama MA yang menghukum pengusaha karena membayar buruhnya di bawah UMR. (zul/dnl)
    "I love the rain, because when I was walking under the rain, nobody know that I cried...."Lukisan Hujan


    http://img.photobucket.com/albums/v378/shillouette/silpehhh_zps3d182702.jpg

  2. Giro Modcom 728x90 Dalam Thread
    Dewa Prediksi Bola
  3. #2
    Mayor
    Location
    Pondok GeDENSUM, BKsyiich
    Posts
    4,565
    Power
    73 
    Giro Point
    0
    Online
    1 Mth 1 Wk 3 Days 15 Hrs 57 Mins 33 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    jadi kalo memperkerjakan pembantu juga bayar sesuai UMP yaak??
    aiiih mateek
    DENSUM JAHAT.4gp

  4. #3
    Brigadir Jendral
    Location
    Kantin DENSUM
    Posts
    13,268
    Power
    77 
    Giro Point
    0
    Online
    3 Mths 2 Wks 14 Hrs 38 Mins 31 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    warteg? suruh bayar gaji sesuai UMP?

    kayaknya siap2 aja banyak yg akan kehilangan pekerjaan deh..
    DENSUM CLASSIC

  5. #4
    Letnan Kolonel
    Location
    A.K.A.P
    Posts
    5,973
    Power
    56 
    Giro Point
    0
    Online
    1 Mth 2 Wks 2 Days 17 Hrs 45 Mins 37 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    malah jadi pisau bermata dua

  6. #5
    Brigadir Jendral
    Location
    Bengkel Densum ...
    Posts
    11,585
    Power
    123 
    Giro Point
    0
    Online
    1 Yr 8 Mths 3 Wks 19 Hrs 27 Mins
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    Quote Originally Posted by jo2f View Post
    warteg? suruh bayar gaji sesuai UMP?

    kayaknya siap2 aja banyak yg akan kehilangan pekerjaan deh..


    yang bikin aturan malah gak ikutin aturan
    "I love the rain, because when I was walking under the rain, nobody know that I cried...."Lukisan Hujan


    http://img.photobucket.com/albums/v378/shillouette/silpehhh_zps3d182702.jpg

  7. #6
    Sersan Mayor
    Location
    Berau
    Posts
    959
    Power
    19 
    Giro Point
    0
    Online
    1 Mth 1 Wk 5 Days 15 Hrs 55 Mins 34 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    gak lama banyak investor/pengusaha yang minggat dr indonesia..

  8. #7
    Letnan Satu
    Location
    Pasar minggu ceria
    Posts
    1,915
    Power
    38 
    Giro Point
    0
    Online
    3 Wks 3 Days 15 Hrs 14 Mins 59 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    Warteg?????
    Gw aja makan di warteg karna harganya murah yang gw yakin untung seminimnya itu yang jualan
    Bayar sesuai peraturan bangkrut adanya

  9. #8
    Letnan Kolonel
    Posts
    6,439
    Power
    43 
    Giro Point
    0
    Online
    1 Mth 2 Wks 2 Days 1 Hr 40 Mins 50 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    Quote Originally Posted by shillouette View Post
    yang bikin aturan malah gak ikutin aturan
    maka dari itu banyak investor besar pindah ke negara lain.. contoh ke vietnam.. negara vietnam maju banget sekarang..

  10. #9
    Sersan Kepala
    Posts
    598
    Power
    Giro Point
    0
    Online
    1 Mth 6 Days 3 Hrs 29 Mins 8 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    Namanya juga indonesia. Habis buat aturan baru pada bingung kemudian. Semua mau diatur dan dikriminalisasi tetapi alat negara untuk mengkriminalisasinya masih pada suka abis makan siang langsung pulang. Atau bahkan alat negara tersebut tidak paham atas peraturan2 yang ada.

  11. #10
    Mayor
    Location
    Semarang, Jawa Tengah
    Posts
    3,198
    Power
    37 
    Giro Point
    0
    Online
    1 Mth 3 Wks 2 Days 3 Hrs 46 Mins 14 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    waduhh kejem bgt

 

 
Page 1 of 3 123 LastLast

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Replies: 20
    Last Post: 12th September 2013, 18:48
  2. Replies: 25
    Last Post: 27th May 2013, 02:13
  3. Replies: 16
    Last Post: 23rd January 2013, 00:26
  4. Replies: 142
    Last Post: 16th November 2012, 11:40
  5. Replies: 4
    Last Post: 22nd October 2010, 07:05
Back to top