Beberapa waktu lalu Harald Wester, CEO Maserati dalam sebuah rilis pers mengumumkan sebuah target yang sangat ambisius, pada tahun 2015 Maserati akan mempunyai global sales sebanyak 50,000 unit
All-new 2013 Maserati Quattroporte
Sangat ambisius karena pada tahun lalu Maserati hanya menjual 6,300 unit, ini berarti dalam dua tahun Maserati harus bisa meningkatkan penjualannya sebanyak 693 persen, ya hampir 7 kali lipat dalam hanya dua tahun.
Harald berkeyakinan bahwa Maserati berada dalam pertumbuhan industri yang strategis, dan menurutnya pertumbuhan itu akan berdasarkan dari nilai-nilai Maserati akan gaya, keanggunan, kualitas, dan performa yang telah dijalani hampir satu abad, dan akan bertumpu pada tiga model baru yang akan memasuki dua segmen baru di dunia otomotif.
Yang paling pertama akan muncul adalah all-new Maserati Quattroporte yang akan diluncurkan, akan diikuti oleh sebuah sedan yang lebih kecil, dan sebuah SUV, mereka juga akan memperkenalkan sebuah mesin V6, mesin yang akan membuat varian yang dipasangi mesin tersebut lebih affordable, dibandingkan mesin V8 yang menjadi langganan mereka.
all-new 2013 Maserati Quattroporte, desain tailamp yang berubah
Salah satu kunci akan keberhasilan sebuah perusahaan otomotif tentulah pada bisa tidaknya mereka menghasilkan produk atau mobil yang tepat, ciptakan mobil yang tepat dan orang akan datang, dan akan lebih bagus lagi hasilnya jika mereka bisa menghasilkan "killer" product. Sebenarnya sudah ada satu contoh kasus tentang satu perusahaan otomotif premium yang bisa dikatakan setara atau sekelas Maserati, yang sudah sukses meningkatkan penjualan mereka secara signifikan, dan juga mengubah jalan perusahaan itu, dan perusahaan itu adalah Porsche.
Ya Porsche, dengan Porsche Cayenne mereka, model yang dibenci dan dikutuk oleh penggemar die hard Porsche, karena mobil tersebut sangat berbeda dari sport car yang menjadi D.N.A mereka seperti 911. Cayenne bukanlah sebuah coupe ataupun sedan, mobil tersebut adalah sebuah SUV, ya sebuah SUV, kenapa sebuah SUV bisa membuat Porsche sangat sukses terjual? kata kuncinya adalah fungsional dan praktikalitas, mobil SUV adalah mobil yang bisa dipakai sehari-hari, apakah dikemudikan sendiri atau untuk membawa keluarga, membawa banyak barang dan fleksibel ke berbagai tempat karena tingginya.
Porsche Cayenne
Jika anda mulai bertanya-tanya berapakah jumlah penjualan Cayenne, mungkin tahun lalu? jawabannya adalah 74,763 unit dan itu adalah pertumbuhan sebesar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun seberapa signifikankah kontribusi penjualan Cayenne bagi penjualan global Porsche? jawabannya sangat signifkan, karena total penjualan Porsche di tahun 2012 adalah 141.075 unit, itu berarti Cayenne menopang setengah penjualan Porsche secara global, bagaimana dengan Porsche 911 yang menjadi icon Porsche? model yang sudah mencapai generasi ketujuh itu hanya mencapai 25.475 unit, setengah dari penjualan Cayenne pun tidak sampai.
Kesuksesan mereka dalam berkompromi dalam membuat produk dari hanya membuat coupe sport telah mengubah Porsche, terbukti dengan adanya Porsche Panamera, mereka pun sangat pintar dengan merencakan Porsche Macan, SUV yang akan lebih kecil dan lebih terjangkau. Tidak heran produsen mobil premium lain beramai-ramai ingin menggarap pasar ini, sebutlah Bentley, Lamborghini (walaupun akhirnya diundur), dan Maserati sendiri.
Maserati Kubang
Namun apakah Porsche bisa melipat gandakan penjualannya dalam waktu singkat setelah meluncurkan Cayenne? Porsche Cayenne diluncurkan pada akhir 2002 dan selama tahun 2002 secara total Porsche menjual 54,234 unit, pada tahun 2003 mereka berhasil menjual 66,803 unit, dan pada tahun 2004 mereka berhasil menjual 76,827 unit, berarti mereka dalam setidaknya dua tahun itu membukukan peningkatan penjualan rata-rata 15 persen, dan mereka mempunyai ritme peningkatan penjualan yang stabil sampai ke tingkat yang mereka capai sampai saat ini, tidak ada lonjakan fantastis.
Maserati GranTurismo Interior
Mari kembali lagi ke Maserati, menurut opini pribadi saya, sampai tahun lalu mobil yang mereka buat cukup bagus, saya memang bukan pemerhati hard core Maserati, namun ketika melihat line up mobil mereka secara seksama, berkesempatan menaiki, dan mendengar suara mesinnya, saya baru sadar bahwa Maserati adalah mobil yang indah dan sexy, mungkin satu spesies dengan Aston Martin di Inggris.
Desain Maserati GranTurismo dan Quattroporte sangat indah, namun ketika menaiki Gran Turismo saya melihat beberapa sisi kekurangan mobil tersebut, cd player yang dipakai seperti cd player standar di Kijang Kapsul, sangat primitif, jahitan suede di pilar pun ada yang tidak rapih (mereka beralasan karena itu hand stiched saat itu). Namun jika melihat sexynya desain exterior dan suara mesinnya, saya yakin sedikit yang bisa menolak daya tariknya.
Maserati GranTurismo
Maserati di Indonesia sendiri, sejak pertama kali hadir awal tahun 2002, pada saat itu masih dalam satu perusahaan yang juga menjual Ferrari secara resmi di Indonesia, dan baru tahun lalu akhirnya berada di perusahaan yang berbeda walau masih dalam satu group yang sama, agar mereka bisa lebih fokus dalam mengembangkan brand Maserati, pimpinan yang ditunjuk untuk Maserati Indonesia pun bukan orang sembarangan yang tanpa track record, CEO Maserati Indonesia adalah orang yang sebelumnya berhasil membantu Harley Davidson Indonesia memiliki penjualan terbesar kedua di Asia.
Ada satu kalimat yang selalu saya ingat dari beliau saat saya berbincang denganya, dan saya yakin itu adalah kalimat yang ada di pikiran setiap CEO Maserati di tiap negara, "Saya ingin lebih banyak orang bermimpi akan Maserati," ya begitulah kira-kira, dan tidak susah seharusnya jika saya ingat lagi sexynya Maserati Gran Turismo, well, jika Maserati bisa terus seperti itu, dan bisa menghasilkan the killer product. Tapi meningkatkan penjualan 7 kali lipat?
porsche cayenne aja masih dalam angan" kepengen punya lah ini keluar lagi yg model maserati huuffffffffffffffffff.............. keren abisssssssssssssss