Inilah Alasan Jokowi Lebih Suka "Blusukan" daripada di Kantor
Untuk menyelesaikan permasalahan Ibu Kota yang sangat kompleks, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda. Jokowi mengaku, ia bukan tipe pemimpin yang senang duduk di belakang meja, menerima laporan dan menandatangani laporan. Ia lebih suka mencari masalah dan menyelesaikannya segera.
"Kalau kita blusukan ke kampung itu ingin menggali problem dan masalah yang ada di masyarakat. Saya datang ke sana juga enggak awur-awuran, kok," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Selasa (22/1/2013).
Ia menegaskan, dengan blusukan dirinya dapat memahami persoalan dan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat untuk menyelesaikannya. "Kami ingin tahu persoalan yang ada sehingga bisa diselesaikan. Kami blusukan tidak hanya untuk menggali persoalan, tetapi juga menyelesaikannya. Kalau tidak bisa menyelesaikannya, ya, tidak usah ke sana," kata Jokowi.
Ia menceritakan, persoalan yang ia selesaikan dengan manajemen blusukan, misalnya, mengenai kewarganegaraan warga Tanah Merah, Jakarta Utara. Di daerah itu warga mengaku sulit mendapatkan KTP DKI. Jokowi pun berkali-kali datang menemui warga dan berkomunikasi dengan Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono. Akhirnya, RT dan RW dibentuk di daerah itu dan warga bisa membuat KTP.
Permasalah lain adalah soal pompa air di Rusun Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. Warga di sana mengeluh pompa air rusun rusak sehingga aliran air tidak bisa naik ke atas. Warga juga mengeluh soal cat tembok rusun yang lusuh dan mengelupas. Saat itu juga Jokowi memerintahkan Dinas Perumahan DKI Jakarta untuk segera membetulkan pompa dan mengecat ulang rusun tersebut.
"Sekarang coba dilihat, pompa airnya sudah baru semua. Jadi, masalah kecil-kecil inilah yang memang harus diselesaikan. Kalau enggak ditangani, bisa menjadi persoalan yang besar," katanya.
Di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Jokowi mendapatkan, dari 26 blok yang ada, hanya tujuh blok yang ditempati. Sisanya, 19 blok, dibiarkan tidak terawat. Ia segera memerintahkan pengelola rusun untuk memperbaiki 19 blok yang kosong. Hingga saat ini sudah tiga blok yang selesai diperbaiki. Sisanya akan selesai di akhir tahun 2013.
"Ya memang itulah yang saya kerjakan selama ini. Jadi, ya ngapain saya diam di kantor hanya teken surat. Kalau itu setengah jam saja juga sudah rampung. Karena tugas saya memang melihat persoalan riil di lapangan yang kemudian diselesaikan. Kalau di kantor, pasti saya akan terjebak rutinitas," katanya.
Jokowi mengaku, ia tidak pusing dengan kompleksnya masalah di Jakarta. Banjir yang sedang dihadapinya pun tidak membuatnya stres. Ia mengaku sudah terbiasa menangani masalah perkotaan sejak menjabat Wali Kota Solo delapan tahun lalu.
"Enggak ada masalah yang bikin pusing. Persoalan di kota sama saja, size-nya saja yang berbeda. Pokoknya jurus saya adalah merencanakan program lalu saya kontrol langsung dan eksekusi," kata Jokowi.
Jokowi emang merakyat dan emang pengen tau masalah di lapangan, supaya keliatan jelas apa masalahnya dan bisa langsung dibenahi..
Berbeda dengan poli-tikus2 yang sukanya memfitnah dan banyak juga yang gak seneng dengan gaya blusukan Jokowi karena mereka gak nyaman kalo harus ikutan blusukan juga ke tempat2 yang kumuh, kotor dan bau alias arogan.. Menurut mereka, kalo Jokowi blusukan itu hanya pencitraan..
perjuangan cara Jokowi inilah yg hrs diteladani bagi pemimpin jaman sekarang, berani turun ke lapangan secara langsung untuk melihat permasalahan2 yg ada sehingga satu2 permasalahan2 itu terselesaikan atau paling tidak ada solusinya. Karena biasanya masyarakat terbawah susah menembus birokrasi yg berbelit2 dan tak juntrung ada penyelesaiannya.
lanjutkan perjuanganmu JOKOWI !!!
wktu itu juga sdra saya (Ibu & anak) sepulang dari turki, di bandara dateng tengah malem, kebetulan ada pak jokowi.
Pak jokowi baik hati mencarikan taxi & bilang ke sdra saya "bu tenang ya no taxi nya sudah saya catat", kemudian dia bilg ke supir taxi "pak tolong antarkan ibu ini dengan selamat sampai tujuan ya"