koq aneh bro? kalo emang sudah ada saksi yang melihat tuh si ibu yang mengendarai motornya yg ga bener, masa iya mesti nyalahin pengendara truk nya.
ya yg penting cara pengadilan nya bener aja, klo emang salah ya salah.
koq aneh bro? kalo emang sudah ada saksi yang melihat tuh si ibu yang mengendarai motornya yg ga bener, masa iya mesti nyalahin pengendara truk nya.
ya yg penting cara pengadilan nya bener aja, klo emang salah ya salah.
ini justru yang salah ama org indonesia, kenapa kalo motor tabrakan dengan mobil/ truck atau bus motor selalu menang. padahal kalo dilihat cara berkendara para biker itu gak tau aturan alias liar. gw justru salut sama polisinya bisa lihat dari sisi hukum dan bukti saksi mata. kalo memang salah atau lalai yah harus di tindak.
terutama dengan biker yg tidak bertanggung jawab - seperti bawa anaknya naik motor tanpa perlengkapan keselamatan yang lengkap seperti helm. belum lagi bawa anak tapi bawa motornya sudah kaya pembalap, nyenggol mobil lalu jatuh kepala anaknya bojor minta ganti rugi, sedangkan kesalahan karena bikernya bawa motor gak bertanggung jawab.
saya rasa hal seperti ini HARUS! untuk memberikan effek jera dan bisa lebih mengedukasi bikers bahwa mereka tidak selalu benar dan ada jalur hukum untuk menindaknya. dan juga memberi perlindungan terhadap pengguna jalan lainnya.
GOOD JOB polisi indonesia.
Tajam ke Bawah tumpul ke atas, itulah hukum indonesaaaa![]()
Itulah juga warga indonesia.. asal bisa bawa motor dah ngebut2an di jalan
- - - - - - - - - -
Setujuuuuu Sekali dengan agan diatas..
Banyak asal bisa bawa motor dah kek rossi di jalan.. motor murah bray.. tp nyawa ga ada harganya..
jangan udah kejadian baru rengek2.. sebelum kejadian kek preman jalanan!!!
Bener Gan, segala kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain memang terkena hukum pidana. Dalam hal ini ane juga tidak bisa menyalahkan sopir truk, karena ada saksi mata yang melihat kejadiannya, dan memang disini kesalahan ada di pihak pengendara motor. Apalagi supir truk sudah membantu dengan memberikan santunan kepada korban. Ane juga pernah sharing dengan anggota Satlantas PMJ apabila kasusnya seperti ini, dan dia mengatakan bahwa pengemudi mobil/kendaraan yang lebih besar tidak bisa dijadikan tersangka bila kelalaiannya ada pada pengendara motor. Bahkan pengendara motor bisa jadi tersangka dalam kasus seperti ini. Aparat tersebut menyebutkan suatu contoh kasus kecelakaan antara motor dan mobil di Jakarta. Dalam kasus tersebut seorang pengendara motor menyenggol pembatas busway dan jatuh menimpa mobil sedan yang ada disampingnya. Bapak pengemudi sedan yang punya penyakit jantung pun meninggal sesaat setelah menghentikan kendaraannya, mungkin karena shock atas kejadian tersebut, sementara pengendara motor hanya luka ringan. Dalam hal ini polisi tidak menyalahkan pengemudi mobil, namun pengendara sepeda motor yang lalai karena menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Namun jika kita kembali ke kasus di thread ini ataupun kasus Syaiful Jamil, apakah hukum tersebut akan tetap dikenakan? Apakah tidak ada pertimbangan kemanusiaan dalam hal ini, mengingat bagi korban kehilangan anggota keluarga saja sudah suatu pukulan yang berat, apalagi menghadapi ancaman pidana seperti ini.....![]()
no comment sih
tp ya kita gk bisa nurut terus sama uu kealpaan yg isinya pasti nyalahin yg besar
kalo emg yg salah motornya ya yg bersalah emg motornya
miris sih, tp gmn lagi kalo emang motornya yg salah
“Time is free, but it’s priceless. You can’t own it, but you can use it. You can’t keep it, but you can spend it. Once you’ve lost it you can never get it back.”
no coment deh, selalu masalah gini dipermslhkan, kalau koruptor gak pernah diuber2 seperti gini![]()
Hukum di indo tuh berdasarkan ISI KANTONG., Bukan berdasarkan FAKTA
True??
Turut berduka cita untuk ibu dan anaknya![]()
When my father talks , I Listen
When my mother talks , I Listen
But when my engine starts
EVERYBODY LISTEN
Ini polisi iseng atau ada maksud nilai pembelajaran dibalik vonis kpd si ibu?
Kalau dirasa melalui NURANI tanpa harus berteori hukum.... bhw dgn meninggalnya sang anak dan cacat kakinya, si Ibu sudah memperoleh GANJARAN (yg tdk ringan) atas keteledorannya. Si supir sudah minta maaf juga. Dan tidak ada dendam diantaranya. Jadi ini murni MUSIBAH, dan tidak perlu diperpanjang. HARUSNYA lho... buat apa membudayakan dendam dendaman...
KECUALI...![]()
Menurut gwe tindak hukum sudah bener liat dong di negara maju yg lain walaupun musibah kalau memang bersalah tetap harus ditindak. Coba d kita lgi diem di lampu merah trus tiba2 motor kenceng nubruk dari belakang trus pengendara tu motor meninggal apa mau kita yg disalahin trus ganti rugi? Yg selama ini di indo kan selalu begitu ada kejadian seperti itu warga sekitar lgsg ngerumunin main salah2in aja tanpa ada hukum yg jelas.. makanya ga bakal bisa maju negara kita karna pola pikir yg rendah..
Kasus menghilangkan nyawa bukan delik aduan gan. Jd polisi bisa mengenakan pasal kelalaian walaupun itu anaknya ibu itu sendiri atau suaminya sendiri.
Kalau kejadiannya tidak disengaja dan tiada maksud upaya 'pembunuhan berencana'... YA Insya Allah saya akan IKHLAS. Karena saya yakin sekali apapun yang terjadi, pasti ada makna Tuhan dibalik itu semua. Hal yang paling utama bagi saya hanya, bagaimana MATI nya saya kelak apakah akan menjadi orang yang berserah diri atau sebagai orang yang banyak pikiran sibuk mikirin kesalahan orang lain dan ketidakadilan hukum terhadap diri sendiri...
Ada ungkapan bilang, "Ikhlas itu tak berbekas dan Sabar itu tak terbatas".
Well, gimana dengan anda PLAY??
kalau saya sih tidak mau ya,
yup memang ikhlas diperlukan namun juga diperlukan mawas diri. introspeksi diri diperlukan supaya yang bersangkutan tdk melakukan kesalahan yang sama. mungkin memang jalannya ybs harus terkena hukuman tsb? kalau dgn cara anda yasudah ikhlas saja dan mungkin ada makna dan cara Tuhan tertentu dgn ia dihukum bukan? namun ini hukum pak.. kalau terus2an berdasarkan rasa kasian, ikhlas dan sebagainya hukum kita ga akan bagus
mengutip dari kata2 salah satu id disini beliau blg
There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)