Modifikasi Stage 1 (Intake-Header-Exhaust) - Page 3
Scuto Laminating HD Car Care

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 3 of 7 FirstFirst 1234567 LastLast
Results 21 to 30 of 68
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/3899
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #21
    Kapten
    Location
    stage of solitairy..
    Posts
    2,530
    Power
    41 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 14 Hrs 59 Mins 1 Sec
    Selama kem anda masih standar, penyetelan celah klep yang rapat tidak akan mempengaruhi durabilitas/ daya tahan dari klep tersebut. Hal ini diakibatkan bahan klep standar sudah dirancang untuk mampu menahan kompresi sampai 11,5:1. Masalah baru akan muncul jika anda mengganti per klep anda dengan jenis kompetisi (jones, suzuki sport, TRD, performance, dll) atau kem anda dengan durasi dan lift yang lebih tinggi dari biasanya.

    Jika anda memasang per klep kompetisi, sementara kem dan klep anda tetap standar, maka untuk jangka panjang (kurang lebih 10000km setelah penggantian), saya jamin klep anda akan patah dan lobe pada kem standar anda akan habis tergerus. Hal ini akibat tekanan yang keras dari per klep kompetisi, sehingga hentakan yang diterima klep dan retainer yang menyentuh lobe kem akan lebih besar. Jika anda memasang kem kompetisi namun tetap mengandalkan klep dan per klep standar, maka untuk jangka panjang, per klep anda akan kehilangan daya tekannya (jika ditekan, per klep enggan kembali ke bentuk asal)akibat durasi dan lift yang terlalu besar, sehingga timbul gejala floating (klep terlambat menutup). Demikian pula dengan batang klep, resiko patah sangat rentan terjadi.

    Jika anda hanya berkutat di drag harian, menurut saya, klep dan per klep kompetisi belum dibutuhkan. Hal ini karena pada drag harian anda hanya akan mencapai putaran tinggi untuk beberapa saat saja. Berbeda dengan turing dimana mesin anda akan selalu dipaksa bekerja pada rpm atas terus menerus. Semoga bisa membantu.

  2. #22
    Reza B8547VT
    Guest
    kalo ada budget di blueprint+di balancing enginenya semoga membantu

  3. #23
    Sersan Dua
    Posts
    285
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    7 Hrs 16 Mins 42 Secs
    Kang Beni:
    Sy sudah konsultasi sama salah satu bengkel Idmocers di Palmerah, dan yg sy dapatkan adalah header & exhaust system Galant V6-24v sudah bagus & sempurna :oops: tidak perlu di modifikasi. Bagaimana menurut anda?

    Mohon sarannya utk menaikan performance di putaran atas, kalau dibejek diatas 160kpj kok naiknya lambat ya?

  4. #24
    Kapten
    Location
    stage of solitairy..
    Posts
    2,530
    Power
    41 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 14 Hrs 59 Mins 1 Sec
    Untuk bung alz:
    Jika memang bengkel yang anda kunjungi berkata demikian, maka menurut saya lebih baik merubah sistem knalpot menjadi freeflow. Kalau anda mau, anda bisa memakai pipa 2-2 1/4in dari kolektor exhaust manifold sampai ke belakang tanpa menggunakan saringan tengah dan rersonator. Jika dirasa agak berisik, anda bisa gunakan resonator yang berukuran sama seperti pipa (2-2 1/4in), dan dipasang diujung belakang. Hal ini akan membuat suara tetap lembut apda putaran bawah.

    Berikutnya, anda bisa mencoba tips seperti yang saya katakan sebelumnya. Bisa diawalai dengan mengganti filter udara dengan yang berhambatan rendah (memakai perban). Lantas anda bisa mencabut kabel restriktor pada air flow sensor anda, dan kalau tidak mau repot, anda bisa mencopot soket sensor airflow anda sebelum narik. Jika telah selesai narik, reset ecu anda sebelum memasang kembali soket air flow. Lantas anda bisa mengatur sudut TPS anda sehingga diatur menjadi bukaan maksimum sejak putaran bawah. Efeknya, tarikan lebih responsif. Atur celah busi pada 0,9-1mm. Hal ini akan membuat tarikan atas anda menjadi enteng.

    Selamat mencoba.

  5. #25
    Sersan Dua
    Posts
    285
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    7 Hrs 16 Mins 42 Secs
    Kang Beni:

    Thanks utk infonya.

    Apabila merubah ke system freeflow, suara mulai berisik di RPM berapa? Hal ini akan menambah tarikan juga kan mengingat mobil sy A/T.

    Sarannya akan sy coba lakukan, sekalian dengan mengganti ke jenis busi iridium. Apakah bagus jenis busi ini menurut Kang Beni?

  6. #26
    Mayor
    Location
    Jakarta - Singapore
    Posts
    3,629
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    8 Hrs 28 Mins 32 Secs
    Kang Beni,

    kabel restriktor pada air flow sensor itu dimana ya letaknya?
    soket sensor airflow juga dimana ya?
    ---------------------------------------
    Keep Smiling..!! Be Happy..!!

  7. #27
    Kapten
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,635
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Wks 2 Hrs 3 Mins 9 Secs
    Untuk mesin modern, proses tune-up sudah tidak bisa di-stel lagi celah klep nya karena sudah ada system HLA (hydrolic lash adjuster).
    so tune up hanya untuk ganti busi, bersinin filter udara and bensin dll.
    bukan demikian ???
    Dilema Yang Tdk Pernah Selesai:
    Kencang atau Irit

  8. #28
    Kapten
    Location
    stage of solitairy..
    Posts
    2,530
    Power
    41 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 14 Hrs 59 Mins 1 Sec
    Mengenai berisiknya sistem freeflow, menurut pengalaman saya, jika lekukan pipanya benar, maka suara berisik baru akan muncul di atas 4000rpm. Maka dari itu, saya sarankan untuk tetap memasang sebuah muffler yang ukuran tabungnya sama dengan ukuran pipa knalpot. Tapi ingat, semua settingan diameter pipa dan panjangnya adalah menurut pengalaman saya. Jika teman-teman anda dan teman-teman forum ini punya ukuran yang lebih presisi lagi, mohon diberitahukan agar bisa dijadikan bahan sharing.

    Untuk busi sendiri, saya lebih merekomendasikan busi standar rekomendasi mitsubishi (NGK standar kepala besar). Pastikan saja heat range dan pengaturan celah gapnya tepat. Hal ini jauh lebih efektif dan efisien daripada mengganti busi iridium, yang harganya, terakhir saya tahu sekitar 100rb per buah. Jika anda mengalami kesulitan menemukan kabel restriktor, maka agar lebih mudah, bisa dengan mencopot soket air flow sensor langsung.

    Pada selang filter udara yang menuju throttle body, ada sebuah kotak yang dalamnya seperti sarang tawon, dimana kotak ini menempel setelah air filter. Itulah air flow sensor. Diatas kotak tersebut, ada soket kabel yang terhubung dengan ECU, itulah soket air flow sensor. Mengenai tune up mesin dengan sistem HLA, memang betul anda hanya perlu menjaga kebersihan busi, filter udara, dan filter bensin. Tapi lebih baik lagi jika anda melakukan penggantian oli rutin dengan viskositas yang encer (10W-40 atau 5W-40). Penggunaan oli encer akan membuat HLA bekerja lebih enteng sehingga umurnya lebih awet.

    Semoga bisa membantu.

  9. #29
    Sersan Satu
    Location
    in da office
    Posts
    346
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Hr 55 Mins 52 Secs
    bung beni,
    misalnya dg kondisi panjang pipa header yg disyaratkan adalah 40 cm, apakah panjang masing2 ke 4 pipa tsb harus sama ataukah boleh berbeda (maksimum 40 cm tp boleh ada yg lebih pendek)?apakah perbedaan panjang ke 4 pipa tsb ada pengaruhnya thd performanya?
    header saya skg ke 4 pipanya panjangnya bervariasi(yg plg panjang 40 cm, yg paling pendek 25 cm).
    thanking u in advance

  10. #30
    Kapten
    Location
    stage of solitairy..
    Posts
    2,530
    Power
    41 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Days 14 Hrs 59 Mins 1 Sec
    Jika memakai konfigurasi 4-1, maka 4 buah pipa primer panjangnya harus sama. Kalau syaratnya 40cm, harus 40cm semua. Jika dibuat bervariatif, tendangan balik ke mesin akan terganggu, sehingga penambahan tenaga kurang maksimal. Saya jadi bingung juga kenapa pak Diman malah membuat bervariatif begitu... Atau ketika header anda dibuat pak Dimannya sedang tidak ditempat sehingga yang merancangnya bukan dia?

    Seingat saya, pak Diman selalu memberi garansi. Jika anda mau, anda bisa meminta ganti rugi ke dia. Itu hak anda. Kalau tidak, minta pak Diman buat baru lagi saja dengan cuma-cuma karena yang lama tidak sesuai spesifkasi bawaan anda. Jika memang sudah tidak bisa tertolong, anda bisa mengakalinya dengan mengganti kolektor header dengan pipa yang lebih besar (1 3/4in atau 2in langsung) dibuat sampai ke pipa tengah.

    Pipa tengah sampai kebelakangnya sendiri bisa pakai yang standar tapi dibuat free flow dengan mencabut saringan tengah dan resonator. Jangan memotong knalpot anda sehingga jadi buang tengah. Hal ini malah akan membuat tenaga semakin mengempos karena tidak adanya tendangan balik.

 

 
Page 3 of 7 FirstFirst 1234567 LastLast
MBtech GT Radial

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. Ford Escape 3.0 V6 aFe type Cold Air Intake System Stage 1
    By caesar733P in forum Jual Beli Mesin Lainnya
    Replies: 1
    Last Post: 20th May 2011, 00:00
  2. [WTS] [ HONDA ESTILO ] Intake, Header,Cover Header,Tanki Bensin
    By rams_liberu in forum Jual Beli Mesin Lainnya
    Replies: 2
    Last Post: 5th April 2011, 17:09
  3. WTS: HKS Stage 1 Exhaust & Intake buat New Jazz GE8
    By NoirRabbitGTI in forum Jual Beli Mesin Lainnya
    Replies: 4
    Last Post: 22nd January 2010, 15:10
  4. Replies: 150
    Last Post: 19th May 2009, 23:41
  5. [help] exhaust jazz 05 a/t, n/a stage 2
    By putraged in forum Diskusi Knalpot
    Replies: 91
    Last Post: 25th November 2007, 10:45
Back to top