Open disccusion : Suara yang benar itu seperti apa ? - Page 36
Rekeningku.com Forum Header 320x100 Blackvue
Page 36 of 36 FirstFirst ... 3233343536
Results 351 to 359 of 359
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/375193
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #351
    Sersan Kepala
    Location
    untuk saat ini di Ponorogo
    Posts
    519
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    6 Days 12 Hrs 8 Mins 3 Secs
    Quote Originally Posted by 7haponi View Post
    Audio udah mau bunyi aja itu sudah cukup gan bagi saya, tinggal maenin bassnya aja agar lebih enak. Soalnya kalo banyak penambahan suara takut mengganggu Aki mobil, AC mobil dan mesin juga gan.
    Klo instalasi bener, perangkat gk berlebiham saya rasa gk ganggu ac, aki dan mesin pak. Suaran bener sya rasa gk harus didapatkan dr perangkat yg mahal, banyak dan njelimet

  2. #352
    Kopral Kepala
    Posts
    113
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 4 Days 13 Hrs 34 Mins 57 Secs
    yeap...benar

    Quote Originally Posted by AliciaAnakAyah View Post
    Klo instalasi bener, perangkat gk berlebiham saya rasa gk ganggu ac, aki dan mesin pak. Suaran bener sya rasa gk harus didapatkan dr perangkat yg mahal, banyak dan njelimet

  3. #353
    Kopral Satu
    Location
    >>>---------> Jakarta
    Posts
    70
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    14 Hrs 58 Mins 7 Secs
    sekedar sharing, semoga berkenan.........

    Suara yang benar ?

    Suara itu macem2, nah saya sempitkan dalam konteks audio/ musik. Dalam konteks musik, suara yang benar adalah suara yang kita dengar dari sumber nya secara langsung. Contoh: suara teman kita nyanyi berdiri didepan kita, bagus atau nggak nya.... merdu atau fals itulah suara yang benar. Contoh lain kita mendengarkan seseorang bermain gitar akustik, itulah suara yang benar.

    Jadi definisinya: suara yang benar adalah suara yang kita dengar langsung dari sumber nya.

    Untuk bisa didengarkan berulang kali, maka suara tersebut harus direkam. Proses merekam suara banyak sekali proses dan tahapan nya sebelum akhirnya sampai di tangan kita dalam bentuk CD, tape, vinyl, file digital, atau streaming. Dalam hal ini yang kita dengar adalah rekaman suara (records).

    Sampai disini saja udah banyak sekali hal yang mempengaruhi rekaman suara tersebut, seperti:

    - analog atau digital recording
    - merek/ tipe microphone
    - posisi/ letak microphone
    - merek instrumen yang digunakan (gitar, drum, bass, dll)
    - akustik ruangan (studio)
    - dan masih banyak lagi

    Belum lagi sampai di telinga kita, rekaman tersebut akan di mix oleh "sound enginener" untuk diatur sedemikian rupa agar dapat dinikmati oleh pendengar. Disinilah letak "key" pertama. Sound engineer akan memberi "warna" terhadap suara yang direkam sesuai apa yang di mauin olehnya. Apakah suara akan di mix 100% akurat seperti aslinya ? bisa ya bisa tidak, semua tergantung kesepakatan antara sound engineer, produser dan artisnya. Apakah akan di mix dengan "flat" EQ, atau di "boost" di freq tertentu, dll dll.

    Jadi musik yang sampai di tangan kita dalam bentuk CD atau media lainnya, adalah suara yang direkam (recorded) oleh seseorang dan di mix sedemikian rupa untuk kita dengarkan.

    Nah, dalam konteks kita mendengarkan suara/ musik yang direkam tersebut, tentunya kita perlu perangkat audio (player, ampli, speaker, dll) *saya nggak akan bahas detail masing2 perangkat. Poin nya adalah, perangkat audio yang kita miliki haruslah/ sebisanya me-reproduksi suara/ musik yang direkam tersebut dengan sebaik-baiknya, apapun source nya (mp3, flac, tidal, spotify, CD, dll dll)

    Apakah perangkat audio kita mereproduksi suara asli ? Tentu tidak. Dan tidak akan pernah terjadi. Perangkat audio kita hanya me-reproduksi suara yang sudah direkam sebelumnya. Beda halnya dengan konser (live performance) tapi saya nggak akan bahas itu disini.

    Apakah perangkat audio kita mampu menghasilkan suara 100% akurat seperti "aslinya" ? Tidak, dan tidak akan pernah. Namun perangkat audio mampu memberikan "nuansa" dan "feel" seakan-akan seperti kita dengar "aslinya" (live performance). Dengan catatan:

    - Semua device yang tersambung dapat merespon frekuensi dari 20 s/d 20.000Hz. Lebih lebar dari itu lebih baik.
    - Semua device yang tersambung dapat mengeluarkan frekuensi secara berimbang (balance) dengan kata lain "flat"
    - Tidak ada frekuensi yang "cancelled" dan tidak ada "out phase"
    - Kelistrikan yang stabil
    - Akustik ruangan baik
    - Radiation pattern, khususnya dalam car audio. Tiap merek/ tipe speaker mempunyai radiation pattern yang berbeda.

    *semua device: source file, headunit (player), preamp, crossover, DSP, amplifier, speaker, dll

    Spesifik ke car audio:

    Sebuah speaker split 3-way merek terkenal dan mahal. Bagus ? Ya, pastinya. Bisa enak didengar ? belum tentu. Kenapa ? perletakan/ posisi masing2 komponen bisa menyebabkan "cancellation" dan "out phase" di freq. tertentu. Kalau ini terjadi maka musik tidak akan enak/ nyaman di dengar. Disinilah letak installatur berpengalaman untuk menentukan posisi/ letak/ dan arah masing2 komponen tersebut agar tidak menghasilkan "cancellation" dan "out phase" Kenapa saya bahas mengenai speake karena dari yang udah2 problem di car audio lebih ke:

    - 80% posisi/ letak/ arah speaker beserta crossover nya
    - 15% kelistrikan (grounding kurang baik, ampere kurang, voltase naik turun, dll)
    - 5% music source (kenapa cuman 5% ? rata2 semua rekaman itu baik, jarang sekali atau hampir nggak ada "sound engineer" yang ngerekam asal2 an)
    - kok ampli, dac, dsp, dll nggak masuk ?? Selama kita menggunakan merek yang udah punya nama, dan bukan barang KW alias ori.... sama2 punya spek dan kualitas yang berimbang.

    Kesimpulan dari saya:

    Suara yang "benar" dalam konteks mendengarkan rekaman musik/ suara akan kita dapatkan jika kita menggunakan perangkat yang baik kualitasnya, dan di installasi dengan benar.

    Jika ada 2 installasi, masing2 menggunakan high quality device, dan masing2 di installasi dengan benar, apakah suaranya akan sama ? Tidak. Tidak akan pernah sama. Setiap merek akan memberikan sedikit "warna" terhadap suara musik yang kita dengar.

    Apakah dua2 nya akan enak didengar walaupun tidak sama? Ya. Keduanya akan sama2 bisa dinikmati dan didengar.

    Bagaimana caranya kita tau kalau instalasi / sistem audio kita udah benar ? Ini sulit. Satu2 nya cara adalah mencari referensi. Dengarkan musik yang anda sukai di sistem yang baik (rumah, headphone, bioskop, dll), bandingkan dengan instalasi di rumah/ mobil kita.
    --------------------------------------------------------
    W202.024
    E53.M54

  4. #354
    Sersan Satu
    Location
    Slipi Jakarta
    Posts
    400
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 16 Hrs 22 Mins 47 Secs
    Quote Originally Posted by ariodeh View Post
    sekedar sharing, semoga berkenan.........

    Suara yang benar ?

    Suara itu macem2, nah saya sempitkan dalam konteks audio/ musik. Dalam konteks musik, suara yang benar adalah suara yang kita dengar dari sumber nya secara langsung. Contoh: suara teman kita nyanyi berdiri didepan kita, bagus atau nggak nya.... merdu atau fals itulah suara yang benar. Contoh lain kita mendengarkan seseorang bermain gitar akustik, itulah suara yang benar.

    Jadi definisinya: suara yang benar adalah suara yang kita dengar langsung dari sumber nya.

    Untuk bisa didengarkan berulang kali, maka suara tersebut harus direkam. Proses merekam suara banyak sekali proses dan tahapan nya sebelum akhirnya sampai di tangan kita dalam bentuk CD, tape, vinyl, file digital, atau streaming. Dalam hal ini yang kita dengar adalah rekaman suara (records).

    Sampai disini saja udah banyak sekali hal yang mempengaruhi rekaman suara tersebut, seperti:

    - analog atau digital recording
    - merek/ tipe microphone
    - posisi/ letak microphone
    - merek instrumen yang digunakan (gitar, drum, bass, dll)
    - akustik ruangan (studio)
    - dan masih banyak lagi

    Belum lagi sampai di telinga kita, rekaman tersebut akan di mix oleh "sound enginener" untuk diatur sedemikian rupa agar dapat dinikmati oleh pendengar. Disinilah letak "key" pertama. Sound engineer akan memberi "warna" terhadap suara yang direkam sesuai apa yang di mauin olehnya. Apakah suara akan di mix 100% akurat seperti aslinya ? bisa ya bisa tidak, semua tergantung kesepakatan antara sound engineer, produser dan artisnya. Apakah akan di mix dengan "flat" EQ, atau di "boost" di freq tertentu, dll dll.

    Jadi musik yang sampai di tangan kita dalam bentuk CD atau media lainnya, adalah suara yang direkam (recorded) oleh seseorang dan di mix sedemikian rupa untuk kita dengarkan.

    Nah, dalam konteks kita mendengarkan suara/ musik yang direkam tersebut, tentunya kita perlu perangkat audio (player, ampli, speaker, dll) *saya nggak akan bahas detail masing2 perangkat. Poin nya adalah, perangkat audio yang kita miliki haruslah/ sebisanya me-reproduksi suara/ musik yang direkam tersebut dengan sebaik-baiknya, apapun source nya (mp3, flac, tidal, spotify, CD, dll dll)

    Apakah perangkat audio kita mereproduksi suara asli ? Tentu tidak. Dan tidak akan pernah terjadi. Perangkat audio kita hanya me-reproduksi suara yang sudah direkam sebelumnya. Beda halnya dengan konser (live performance) tapi saya nggak akan bahas itu disini.

    Apakah perangkat audio kita mampu menghasilkan suara 100% akurat seperti "aslinya" ? Tidak, dan tidak akan pernah. Namun perangkat audio mampu memberikan "nuansa" dan "feel" seakan-akan seperti kita dengar "aslinya" (live performance). Dengan catatan:

    - Semua device yang tersambung dapat merespon frekuensi dari 20 s/d 20.000Hz. Lebih lebar dari itu lebih baik.
    - Semua device yang tersambung dapat mengeluarkan frekuensi secara berimbang (balance) dengan kata lain "flat"
    - Tidak ada frekuensi yang "cancelled" dan tidak ada "out phase"
    - Kelistrikan yang stabil
    - Akustik ruangan baik
    - Radiation pattern, khususnya dalam car audio. Tiap merek/ tipe speaker mempunyai radiation pattern yang berbeda.

    *semua device: source file, headunit (player), preamp, crossover, DSP, amplifier, speaker, dll

    Spesifik ke car audio:

    Sebuah speaker split 3-way merek terkenal dan mahal. Bagus ? Ya, pastinya. Bisa enak didengar ? belum tentu. Kenapa ? perletakan/ posisi masing2 komponen bisa menyebabkan "cancellation" dan "out phase" di freq. tertentu. Kalau ini terjadi maka musik tidak akan enak/ nyaman di dengar. Disinilah letak installatur berpengalaman untuk menentukan posisi/ letak/ dan arah masing2 komponen tersebut agar tidak menghasilkan "cancellation" dan "out phase" Kenapa saya bahas mengenai speake karena dari yang udah2 problem di car audio lebih ke:

    - 80% posisi/ letak/ arah speaker beserta crossover nya
    - 15% kelistrikan (grounding kurang baik, ampere kurang, voltase naik turun, dll)
    - 5% music source (kenapa cuman 5% ? rata2 semua rekaman itu baik, jarang sekali atau hampir nggak ada "sound engineer" yang ngerekam asal2 an)
    - kok ampli, dac, dsp, dll nggak masuk ?? Selama kita menggunakan merek yang udah punya nama, dan bukan barang KW alias ori.... sama2 punya spek dan kualitas yang berimbang.

    Kesimpulan dari saya:

    Suara yang "benar" dalam konteks mendengarkan rekaman musik/ suara akan kita dapatkan jika kita menggunakan perangkat yang baik kualitasnya, dan di installasi dengan benar.

    Jika ada 2 installasi, masing2 menggunakan high quality device, dan masing2 di installasi dengan benar, apakah suaranya akan sama ? Tidak. Tidak akan pernah sama. Setiap merek akan memberikan sedikit "warna" terhadap suara musik yang kita dengar.

    Apakah dua2 nya akan enak didengar walaupun tidak sama? Ya. Keduanya akan sama2 bisa dinikmati dan didengar.

    Bagaimana caranya kita tau kalau instalasi / sistem audio kita udah benar ? Ini sulit. Satu2 nya cara adalah mencari referensi. Dengarkan musik yang anda sukai di sistem yang baik (rumah, headphone, bioskop, dll), bandingkan dengan instalasi di rumah/ mobil kita.
    Wah ini ilmu yang bermanfaat.

    Kalau saya pribadi sebagai penikmat, setiap orang memiliki preferensi ingin menikmati musik atau menikmati audio.

    Apa bedanya? Bagi yg menikmati musik, sistem audio adalah sebagai media. Penikmat musik akan mendengarkan musik kesukaannya tanpa harus terpaku pada format musik tertentu beresolusi tinggi seperti Hi Res/Flac/Wav. Kalau musik/lagunya ada di format tsb ya syukur, tdk ada ya tdk masalah. Konsumen tipe ini membangun audionya bukan utk mencari "kesempurnaan". Tapi up grade audio agar dapat lebih terbawa hype suasana musiknya saat mendengarkan.

    Utk penikmat audio, musik adalah sebagai media untuk mendengarkan kemampuan perangkat sistem audionya. Tujuan membangun audio umumnya adalah sebagai keinginan untuk mencari "kebenaran" suara dari suatu musik/lagu. Tuntutan format musik beresolusi tinggi pun tdk dihindarkan. Secara umum, lagu di area ini belum tentu digemari secara personal meski saat dibunyikan, membuat sistem audio yang terpasang akan bersuara lebih baik dan megah daripada sistem audio yang dimiliki oleh penikmat lagu.

    Dari dua tipikal konsumen di atas bukannya tdk ada yang ber-irisan. Baik yang ber-irisan secara sadar, artinya konsumen tsb menggemari musik/lagu namun juga memiliki tuntutan agar sistem audio nya "benar" secara penghantar suara. Ada juga yang ber-irisan secara tdk sadar, alias galau atau bingung sebenernya preferensi dirinya ke arah yang mana

    Ini adalah opini dari pengalaman pribadi. Kalau ada pengalaman lain silahkan ditambahkan agar bisa menjadi pengetahuan kita

  5. #355
    Sersan Kepala
    Location
    Bandung
    Posts
    556
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 2 Wks 1 Day 14 Hrs 3 Mins 48 Secs
    Thread lama, tapi mmg perlu. Sebelum dibangunin lagi ini, sudah saya sdh baca sampai khatam.


    Pengalaman dan kesimpulan saya .... agar dapat suara yang baik ya mending bagi tugas.
    Dibuatlah 5 layer sebagai berikut:

    1. Layer hardware (speaker, posisi speaker, ampli, kabel)
    Tugas layer ini adalah mendapatkan suara yang sound pressure nya hampir
    merata di seluruh lokasi mobil. Nomor satu disini adalah pilih speaker dan pemasangannya.
    Ini ternyata pengaruh sekali.
    Selanjutnya adalah pilih amplifier, kabel power dan cap-bank. Ini juga penting, namun asal sepadan saja dengan speaker.
    Selanjutnya adalah kabel RCA dan kabel speaker, sebaiknya pakai yang cost effective saja.
    Pengaruhnya kecil, mending dipakai buat yang lain (misal layer 2 berikut).

    2. Layer filter pasif
    Tugas utamanya adalah membuat respon frekuensi speaker menjadi halus. Seperti diketahui,
    respon speaker itu naik turun dari 20Hz-20KHz. Dengan pasang filter pasif yang baik,
    maka responnya bisa lebih halus, suara tidak akan kasar.
    Pada layer ini kita mainkan kapasitor dan induktor yang woah ... (mundorf, jantzen, dll).
    Nilainya sesuaikan dengan respon frekuensi si speaker.

    Tugas lain layer ini adalah sebagai crossover (membagi 1 channel amplifier jadi beberapa speaker).
    Namun dari pengalaman, sebaiknya tugas ini serahkan pada DSP, main full aktif saja.
    Kalau maksa jadi crossover juga, hitung nilai pasifnya akan repot.

    3. Layer DSP
    Tugas utama DSP adalah crossover aktif, membagi rentang suara ke beberapa channel amplifier.
    Selanjutnya membuat repon frekuensi seluruh sistem jadi flat (main crossover dan EQ) untuk kiri dan kanan,
    dilanjutkan dengan menempatkan fokus suara (main TA dan minor gain).
    Pengaturan ini dilakukan untuk SETIAP channel aktif amplifier.
    JANGAN pakai DSP untuk mengatur selera suara, serahkan itu pada layer selanjutnya.

    4. Layer Equalizer HU.
    Nah, pada layer ini baru kita memilih selera mau bass-bost, vocal, powerfull dll.
    Di sini kita pakai EQ sediaan HU, yang akan mengubah warna suara untuk seluruh channel.
    JANGAN pakai HU untuk mengatur TA, karena tugas itu sudah diambil oleh layer DSP.

    5. Layer player.
    Mau dapat suara yang benar ya pakailah sumber suara yang baik.
    Ngomong tentang flac, hi-res, dll di sini.


    Dengan membagi tugas seperti itu, nanti tuningnya akan mudah.

  6. #356
    Kapten
    Location
    Jakarta Selatan
    Posts
    2,325
    Power
    14 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 2 Wks 3 Days 17 Hrs 38 Mins 23 Secs
    welcome back bro ariodeh.. sudah lama gak nongol nih..

    betul bgt yg bro bilang bahwa yg kita dengar adalah end result suatu proses recording yg tentu tergantung si sound engineernya bagaimana mereka mengkemas rekamannya yang tentu berbeda satu dengan yang lain.. Bukan bagus jelek, tapi berbeda saja.. Sy yakin semua berusaha bikin yang bagus dan enak didengar..

    Ketika baru terjun ke car audio, kl denger lg rock telinga cepet capek, tp lagu2 jazz gak begitu.. Instaler sy bilang jgn denger rock atau pop, apalagi lagu2 mandarin, emang rekamannya begitu, gak enak, rapat dan terlalu byk sibilance yg bikin sakit telinga.. Sy ga terlalu percaya, kyknya terlalu sempit pandangannya, jangan2 alasan menutupi ketidak mampuan.. hehehe.. krn di home audio sy kok masi enak didenger, walau memang bukan audiophile quality ya.. Dia argue bahwa itu krn car audio near field sementara home audio posisi dengar ada jarak 2 meteran atau lebih dr speaker.. masuk akal tp sy tetap penasaran dan sekarang setelah byk belajar dan menerapkan instalasi serta setting yg tepat ditunjang pilihan perangkat yg baik (gak selalu mahal walau emang yg berkualitas cenderung lebih mahal hehehe) audio sy bisa mereproduksi berbagai macam rekaman dr berbagai genre dgn baik.. Yg dulu jelek skrg jd bagus, atau paling tidak masi nyaman didengar..

    Hal-hal yg perlu diperhatikan antara lain adalah mengenal karakter dan kapasitas perangkat yg mau dipakai, ini membantu pemilihan perangkatnya, speakers, amply termasuk kabel2.. Kemudian sebaiknya lakukan pengukuran sendiri, jgn terpaku pada spec yg ditulis pabrik, krn biasanya gak exact sama, terutama speakernya.. Krn sperti yg bro ariodeh tulis di thread "Just sharing.." di Diskusi Crossover, pengukuran yg tepat membantu penentuan crossover point dan slope yg tepat utk tiap driver.. Ukur masing2 channel/driver, jgn pikir kalo yg kiri uda bener yg kanan tinggal copy paste.. Accuracy harus kl mau suara yg tepat dan benar, tp challenge nya, khusus buat yg main pasif xo, sering kali kalkulasi menghasilkan pemakaian komponen dgn ukuran yg gak umum.. Jd nya perlu diakali dgn menggabungkan bbrp komponen utk mendapatkan ukuran yg dicari, prinsipnya seakurat mungkin lah.. Buat yg main pasif, sebaiknya gunakan komponen yg gak mahal utk tahap awal ini.. Dengarin selama bbrp waktu, hitungannya bisa mingguan atau bulanan, kudu sabar.. Siapa tau ada perangkat/komponen yg break in nya lama.. Kalo uda yakin suara benar, ga ada cacat freq, baru mulai hunting komponen yg audio grade utk bikin suara lebih mewah.. Ini pun sebaiknya lakukan riset mendalam, agar tau karakternya apa dan cocok gak dgn telinga.. Sedikit sedikit diganti sambil nabung hehehe.. Gak perlu semua komponen, cukup yg berada pada signal path yg significantly important.. Emang harus sabar kalo mau bagus..

    Hal lain tentunya melatih telinga.. Ini yg bro ariodeh bilang perlu ada referensi biar gak bingung.. Sy sendiri memakai home audio sy sbg referensi.. Tp sy juga gak segan mendengar audio teman2, bukan cari benar salah atau bagus jelek tapi nambah wawasan dan new reference, serta belajar dr pengalaman orang lain.. Dan yg sy tulis ini ya hanya sharing pengalaman sy aja..

    Bro ariodeh, kalo berkenan mau dong dengar audionya dan tolong jg dengar audio sy.. Buat sy nambah pengalaman, referensi dan wawasan baru...
    ANALOGUE MIRACLE
    Home Speakers Builder; Specialist Custom Passive Crossover; Western Electric Power Cord; Preamp Flat
    Location: Ps. Minggu
    Email: analoguemiracle@yahoo.co.id

  7. #357
    Kopral Satu
    Location
    >>>---------> Jakarta
    Posts
    70
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    14 Hrs 58 Mins 7 Secs
    Quote Originally Posted by potensio View Post
    welcome back bro ariodeh.. sudah lama gak nongol nih..

    betul bgt yg bro bilang bahwa yg kita dengar adalah end result suatu proses recording yg tentu tergantung si sound engineernya bagaimana mereka mengkemas rekamannya yang tentu berbeda satu dengan yang lain.. Bukan bagus jelek, tapi berbeda saja.. Sy yakin semua berusaha bikin yang bagus dan enak didengar..

    Ketika baru terjun ke car audio, kl denger lg rock telinga cepet capek, tp lagu2 jazz gak begitu.. Instaler sy bilang jgn denger rock atau pop, apalagi lagu2 mandarin, emang rekamannya begitu, gak enak, rapat dan terlalu byk sibilance yg bikin sakit telinga.. Sy ga terlalu percaya, kyknya terlalu sempit pandangannya, jangan2 alasan menutupi ketidak mampuan.. hehehe.. krn di home audio sy kok masi enak didenger, walau memang bukan audiophile quality ya.. Dia argue bahwa itu krn car audio near field sementara home audio posisi dengar ada jarak 2 meteran atau lebih dr speaker.. masuk akal tp sy tetap penasaran dan sekarang setelah byk belajar dan menerapkan instalasi serta setting yg tepat ditunjang pilihan perangkat yg baik (gak selalu mahal walau emang yg berkualitas cenderung lebih mahal hehehe) audio sy bisa mereproduksi berbagai macam rekaman dr berbagai genre dgn baik.. Yg dulu jelek skrg jd bagus, atau paling tidak masi nyaman didengar..

    Hal-hal yg perlu diperhatikan antara lain adalah mengenal karakter dan kapasitas perangkat yg mau dipakai, ini membantu pemilihan perangkatnya, speakers, amply termasuk kabel2.. Kemudian sebaiknya lakukan pengukuran sendiri, jgn terpaku pada spec yg ditulis pabrik, krn biasanya gak exact sama, terutama speakernya.. Krn sperti yg bro ariodeh tulis di thread "Just sharing.." di Diskusi Crossover, pengukuran yg tepat membantu penentuan crossover point dan slope yg tepat utk tiap driver.. Ukur masing2 channel/driver, jgn pikir kalo yg kiri uda bener yg kanan tinggal copy paste.. Accuracy harus kl mau suara yg tepat dan benar, tp challenge nya, khusus buat yg main pasif xo, sering kali kalkulasi menghasilkan pemakaian komponen dgn ukuran yg gak umum.. Jd nya perlu diakali dgn menggabungkan bbrp komponen utk mendapatkan ukuran yg dicari, prinsipnya seakurat mungkin lah.. Buat yg main pasif, sebaiknya gunakan komponen yg gak mahal utk tahap awal ini.. Dengarin selama bbrp waktu, hitungannya bisa mingguan atau bulanan, kudu sabar.. Siapa tau ada perangkat/komponen yg break in nya lama.. Kalo uda yakin suara benar, ga ada cacat freq, baru mulai hunting komponen yg audio grade utk bikin suara lebih mewah.. Ini pun sebaiknya lakukan riset mendalam, agar tau karakternya apa dan cocok gak dgn telinga.. Sedikit sedikit diganti sambil nabung hehehe.. Gak perlu semua komponen, cukup yg berada pada signal path yg significantly important.. Emang harus sabar kalo mau bagus..

    Hal lain tentunya melatih telinga.. Ini yg bro ariodeh bilang perlu ada referensi biar gak bingung.. Sy sendiri memakai home audio sy sbg referensi.. Tp sy juga gak segan mendengar audio teman2, bukan cari benar salah atau bagus jelek tapi nambah wawasan dan new reference, serta belajar dr pengalaman orang lain.. Dan yg sy tulis ini ya hanya sharing pengalaman sy aja..

    Bro ariodeh, kalo berkenan mau dong dengar audionya dan tolong jg dengar audio sy.. Buat sy nambah pengalaman, referensi dan wawasan baru...
    hahaha.... setting saya murah meriah ajaa.... yang penting enak buat dengerin musik sambil bengong + kopi :p
    --------------------------------------------------------
    W202.024
    E53.M54

  8. #358
    Sersan Satu
    Location
    Slipi Jakarta
    Posts
    400
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 16 Hrs 22 Mins 47 Secs
    Quote Originally Posted by ariodeh View Post
    hahaha.... setting saya murah meriah ajaa.... yang penting enak buat dengerin musik sambil bengong + kopi :p
    Awas kesurupan loh bro

  9. #359
    Kapten
    Location
    Jakarta Selatan
    Posts
    2,325
    Power
    14 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Mth 2 Wks 3 Days 17 Hrs 38 Mins 23 Secs
    Quote Originally Posted by ariodeh View Post
    hahaha.... setting saya murah meriah ajaa.... yang penting enak buat dengerin musik sambil bengong + kopi :p
    Hehehe... Sama kok bro... Perangkat sy murmer jg kok.. Kebanyakan hasil hunting di tampur hehehe.. barang jadoel seken supaya bisa dapat barang berkelas tp harga terjangkau.. Kalo baru semua ya berat lah

    Quote Originally Posted by sparrow View Post
    Awas kesurupan loh bro
    Wkwkwkkk.. Kl pehobi audio kyk om sparrow denger nya emang kudu menjiwai yak...
    ANALOGUE MIRACLE
    Home Speakers Builder; Specialist Custom Passive Crossover; Western Electric Power Cord; Preamp Flat
    Location: Ps. Minggu
    Email: analoguemiracle@yahoo.co.id

 

 
Page 36 of 36 FirstFirst ... 3233343536
GT Radial

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 2 users browsing this thread. (0 members and 2 guests)

Similar Threads

  1. Suara BENAR vs suara NATURAL
    By deha in forum Diskusi Audio Lainnya
    Replies: 272
    Last Post: 2nd May 2014, 09:01
  2. AUDIO .. SUARA SEPERTI APAKAH YANG ANDA CARI ???
    By fully.lebay in forum Diskusi Instalasi
    Replies: 109
    Last Post: 19th October 2011, 09:30
  3. ASK suara benar custom pasif
    By withwida in forum Diskusi Crossover
    Replies: 85
    Last Post: 26th August 2008, 01:07
  4. suara benar dengan Pasive??????
    By lorinsers in forum Diskusi Crossover
    Replies: 100
    Last Post: 13th November 2007, 00:08
Back to top