Berita ini datang dari Amerika Serikat, si kembar Scion FR-S dan Subaru BRZ mendapati masalah serius di mesin. Beberapa pengguna mobil kembar itu mengeluhkan mesin sering mati secara tiba-tiba. Selain itu saat mobil dalam kondisi idle, suaranya cukup kasar.
Toyota dan Subaru pun langsung bersuara dan menuturkan masalah itu hanya karena masalah software saja dan bukan karena cacat mekanis, namun beberapa pengguna tidak setuju dengan pernyataan keduanya. Mereka merasa masalah itu belum cukup teratasi.
Juru bicara Toyota Brian Lyons menuturkan ketika Engine Control Unit (ECU) dipasang, sistem itu langsung beradaptasi dengan mesin dan pola mengemudi si pengendara. Proses ini disebut adaptive learning. Sejauh160 km, settingan itu akan tersimpan di ECU.
ECU memonitor pola pengendaraan, ketika ECU mencoba mencari kondisi mengemudi yang optimal di luar toleransinya, maka mesin akan mengeluarkan suara kasar saat idle atau kadang mati. Dan jika merasa mesin di luar normal, software akan menyalakan lampu check engine
Toyota dan Subaru sepakat telah terjadi error pada pemetaan ECU yang membuatnya salah menyampaikan data teknis ke mesin. Jadi keduanya menyatakan tidak kerusakan pada mesin 2.000 cc tersebut.
"Ini memang terkait dengan variable valve timing, tetapi tidak melibatkan perbaikan mekanis," ujar Lyons.
Kerusakan pada sistem ECU yang paling terlihat adalah lampu pada dashboard memberi sinyal "check engine". Setelah didiagnosis, pesan yang disampaikan adalah kode "P0019" yang artinya ECU bermasalah.
Toyota dan Subaru sepakat siap menangani masalah pada ECU tersebut. Namun antara Toyota dan Subaru ternyata menawarkan solusi yang berbeda.
Solusi dari Toyota adalah, jika mobil memiliki jarak tempuh kurang dari 160 km, seorang teknisi akan reflash ECU dengan pemetaan software yang benar dan jika mobil memiliki jarak tempuh sudah lebih dari 160 km, mekanik harus mengganti ECUnya.
Sementara Subaru setuju bahwa pemetaan ECU adalah penyebabnya, namun mereka berkeyakinan reflash ECU adalah perbaikan yang diperlukan.
"Ini bukan masalah jarak tempuh, tidak ada penggantian ECU yang dibutuhkan pada setiap jarak tempuh untuk memperbaiki masalah ini, reflash ECU adalah jawabannya." kata juru bicara Subaru Dominick Infante.
Kendati demikian tujuan mereka berdua adalah untuk mengembalikan ECU mobil ke kondisi semula.
hmm..setelah dari kemaren bnyk positifny..skrgdah keluar negatifny ..biasa lah mbl baru apalgi hasil prototype.. mending nunggu2 beberp lama ...awal2 past gona gini