Jakarta - Tak lama setelah merajai quick count semua lembaga survei, Jokowi kembali mengumumkan janji-janjinya. Sebagian janji ini mengulang apa yang diungkapkannya semasa kampanye, tapi sebagian adalah komitmen baru. Inilah 6 janji yang perlu ditagih setelah pria kelahiran Solo berusia 51 tahun itu menjadi gubernur definitif:
Blusukan di Gang Kumuh
Kelak setelah resmi ditetapkan sebagai gubernur Jakarta, Jokowi berjanji akan tetap turun ke perkampungan.
"Kelak jika kami resmi gubernur dan wagub, tak akan lelah kami bekerja untuk Anda mengunjungi gang kumuh, jalan besar. Mulai pasar tradisional, kompleks, gedung-gedung untuk berjuang bersama mewujudkan Jakarta baru," janji Jokowi, Kamis (20/9/2012).
Tak Main Proyek
Jokowi mengaku akan mengelola keuangan APBD secara baik dan tidak 'bermain' proyek. "Saya memang berasal dari lingkungan dunia usaha, usaha saya seratus persen ekspor. Di Solo sama di sini juga sama. Jadi nggak pernah bermain yang namanya proyek," ujar Jokowi dalam jumpa pers di Pos Pemenangan Jokowi-Ahok, Jalan Borobudur No 22, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2012).
Jokowi mengaku keluarganya banyak yang menjadi pengusaha. Namun, Jokowi menegaskan dirinya tidak akan memanfaatkan jabatan untuk usaha keluarganya.
"Beberapa saudara saya memang pengusaha, tapi masyarakat dan media dapat mengawasi nantinya," ujarnya.
Tidak Pakai Voorijder
Voorijder adalah petugas pembuka jalan yang bertugas juga melakukan pengawalan keamanan. Semasa kampanye, Jokowi berjanji tidak akan memakai voorijder yang kadangkala memicu macet. Setelah menang quick count, janji itu diulanginya lagi.
"Tidak pakai pengawalan," ucap Jokowi di Posko Pemenangan Jokowi-Ahok, Jalan Borobudur No 22, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2012). Menurut Jokowi, penggunaan pengawalan bukanlah gayanya. Gaya tersebut kemungkinan besar juga akan diikuti oleh wakilnya Ahok.
"Bukan gaya saya pakai pengawalan seperti itu. Mas Basuki juga saya rasa seperti itu," terangnya.
Kartu Pintar dan Sehat
Jokowi telah memiliki program 100 hari di bidang kesehatan dan pendidikan yang akan direalisasikannya setelah dilantik sebagai DKI-1 pada 7 Oktober nanti.
"Saya sudah sampaikan dalam waktu 100 hari kartu 'Jakarta Sehat' dan 'Jakarta Pintar' sudah harus terbit," ujar Jokowi dalam jumpa pers di Posko Pemenangan Jokowi-Ahok, Jalan Borobudur No 22, Menteng, Jakpus, Kamis (20/9/2012).
Rombak Birokrasi dan Mudah Diakses
Jokowi juga berjanji merombak sistem birokrasi di pemerintahan provinsi DKI Jakarta. "Saya rasa birokrasi yang mental melayani sudah bisa dilakukan dalam waktu 3 bulan saya kerja," tuturnya, Kamis (20/9/2012).
Jokowi yang menjadi bintang berkat media massa, juga berjanji akan membangun hubungan baik dengan media setiap saat. Dia mengaku siap dihubungi 'pemburu berita' sepanjang hari. Masyarakat yang memerlukannya juga akan dilayaninya.
"Saya juga akan akses kepada media yang ingin wawancara selama 24 jam penuh, saya layani. Semuanya. Masyarakat juga boleh. Tapi kalau bisa yang penting-penting saja. Kalau tidak penting, ya nggak usah. Karena saya melihat media sebagai alat kontrol di segala hal, jangan sampai ada informasi-informasi yang tidak terungkap ke publik. Jadi saya tidak mau tutup tutupi informasi ke publik, ya melalui media itu," cetusnya.
(nrl/nrl)
Janji 5 Tahun Pimpin Jakarta
Isu Joko Widodo akan maju di Pemilu Presiden 2014, sempat membuat calon dengan nomor urut 3 ini terpojok. Tapi Jokowi menegaskan komitmennya memimpin Jakarta lima tahun bila nanti terpilih.
"Sudah saya sampaikan, berbelas-belas kali. Komitmen saya sudah saya tegaskan, Jokowi komitmen," katanya saat jumpa pers bersama Megawati Soekarnoputri di Kebagusan IV, Jaksel, Kamis (20/9/2012).
3 faktor potensi gagal (smg tidak):
-komandan baru, anak buah tetap;
-birokrasi busuk bkn krn mismanagement tapi krn sdh jadi kultur dan sindikat kekuasaan
-publik bkn prioritas tapi atasan jadi prioritas krn motto korpri "abdi negara" bukan "abdi masyarakat" (penyelenggara negara yg hrs mrk abdi ...ya atasan)
Wah, klo anak buah gmw ikut, ntar d pecatin. "impor" dari solo smua ntar. Haha
Kek d game perang ane aja. Pindah kota, officer"ny ikut d pindahin juga bwt nata kota. Klo dh, ntar d pindahin k tempat lain yg tertinggal ato d balikin.
Di lingkungan kepegawaian negara hanya presiden yg bisa lsg ganti bawahan n mentri mengganti dirjen.
Gubernur serta downline nya cuma bisa "mengusulkan" kpd Biro Administrasi Kepegawaian Negara. Kan sistem korpri sdh dibuat berlapis agar karir mrk "aman"
Di lingkungan kepegawaian negara hanya presiden yg bisa lsg ganti bawahan n mentri mengganti dirjen.
Gubernur serta downline nya cuma bisa "mengusulkan" kpd Biro Administrasi Kepegawaian Negara. Kan sistem korpri sdh dibuat berlapis agar karir mrk "aman"
Dlu kok dia sering ngomong, waktu jadi walkot trus bwt program, ada yg gmw ngikut, trus d copot? Brati saya yg salah denger/maksud y?
Dlu...ada yg gmw ngikut, trus d copot?...saya yg salah denger/maksud y?
Ga salah dengar tapi hrs lbh disimak...di copot dari jabatan bkn berarti dipecat dari status PNS...dia bisa pindah instansi n teruskan mengacau di tempat lain.
Ga salah dengar tapi hrs lbh disimak...di copot dari jabatan bkn berarti dipecat dari status PNS...dia bisa pindah instansi n teruskan mengacau di tempat lain.
Teruskan mengacau. Haha
Tapi tetep bisa d ganti kn orang"ny? Syukur dh.
Soalny waktu d solo dia sering cerita kn, ganti" anak buah yg g nurut.
Takutny klo d jkt gbs, wah, bisa repot ntar. hehe