Kami ingin memberitahukan bahwa Sistem Jual Beli Mobil baru telah kami aktifkan
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/489311

Page 1 of 4 1234 LastLast
Results 1 to 15 of 49
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/34255
  • Share on facebook
  1. #1
    Letnan Jendral
    Location
    [M.O.C] JOGJA ALTIC_123 ┌П┐(◣_◢)┌П┐
    Posts
    24,626
    Power
    126 
    Giro Point
    0
    Online
    5 Days 17 Hrs 7 Mins 15 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang

    :: Membeli masa depan ::

    SEMOGA BERGUNA TEMAN-TEMAN..
    BAGUS BUAT MASUKAN KITA..

    Di Singapur sini kita bisa nonton RCTI dan SCTV. Di suatu malam
    gua lagi memindai channel dan melihat sebuah iklan yang menggugah. Iklan itu adalah iklan dari tabungan rencana Bank Mandiri.

    Adegan pertama: Ada anak kecil lari-lari keliling meja makan. Di meja makan itu, ada pasangan muda meminjam uang ke orang tua mereka dan ada insert tulisan "Untuk biaya masuk SD". Di akhir adegan itu, kita melihat liontin emas ibu muda.

    Adegan kedua: pasangan tersebut sudah terlihat lebih dewasa dan sang ibu melepaskan liontin emas itu dengan muka urung. Insert: "Untuk biaya masuk SMP"

    Adegan ketiga: Anak itu sudah dewasa, membuka garasi dan anak itu murung melihat garasi mereka kosong. Sang bapak keluar dengan vespa. "Untuk biaya SMA".

    Adegan ini diakhiri dengan sang bapak hujan-hujan pergi kerja naik vespa,di depan rumahnya ada tulisan "rumah dijual" insert: "untuk masuk kuliah"

    Ini adalah satu iklan yang sangat-sangat kuat. Hati gua belum pernah ngerasa terenggut melihat sebuah iklan. Bener banget.

    Life is not a game. You can't restart your life. Once you make a mistake,that's it. You're done. Apalagi hidup di Indonesia yang jujur saja, sangat unforgiving. Gua pendukung SBY dan so far dia melakukan yang terbaik untuk kita semua. Sayangnya orang-orang seperti Mega dan Amien Rais kerjanya membuat sentimen negatif saja. Gak ngebantu. Kita ini gak akan pernah maju jika pemimpin negara dibacokin orang-orang yang kerjanya pengen jadi pemimpin negara.

    Hidup untuk Masa Depan
    Iklan di atas sempat membuat gua tidak tenang melihat apa yang sudah ada di tangan. Tapi gua berusaha merasa qana'ah karena tidak ada yang lebih buruk di hadapan Allah selain orang-orang yang kufur nikmat. Bener kata temen-temen yang komentar di bawah bahwa kalo kita takut, kita tidak akan pernah merasa cukup dan akhirnya menghabiskan waktu kita khawatir ketimbang bersyukur.

    Kita itu (seharusnya) hidup untuk masa depan. Bokap gua pernah ngasih tau statistik di bawah:
    >> 5 dari 10 pensiunan hidup bergantung pada anak dan kerabat
    >> 2 dari 10 pensiunan masih harus kerja unutk membiayai sisa hidupnya
    >> 1 dari 10 pensiunan punya uang pas-pasan untuk mandiri setelah pensiun
    >> 1 dari 10 pensiunan punya uang berlebih di saat pensiun
    >>
    >> (commented by leo: yang 1 lagi jangan ditanya yah..hehehe)


    Mengerikan ya? Dari yang gua lihat dalam hidup, memang begitu.
    Sebenernya bukan karena kita miskin-miskin amat sih tapi kita itu sering belanja hal-hal yang kalo dipikir baik-baik, gak perlu.
    Sekarang gimana caranya kita pensiun dengan baik? Dan diatas itu, membekali anak dengan pendidikan yang cukup? Iya kalo anaknya satu.
    Kalo 3? Satu lagi ungkapan yang gua pernah dengar yang sangat-sangat memotivasi gua untuk nabung:

    Kecil, gak nyusahin orang tua
    Tua, gak nyusahin anak

    Iya kalo anak kita sukses. Kalo gak sukses kan kasian dia.
    Mencukupi dirinya sendiri aja mungkin susah, apalagi nalangin kita? Masa muda anak kita adalah masa dia mencari penghidupan untuk mensecure hari tua dia, bukan hari tua kita.

    Nah gua mau share sesuatu di bawah. Bukan karena gua sukses melakukannya, atau telah berhasil menyelesaikannya. Tapi gua pengen aja sharing karena penting untuk diketahui dan semoga memberikan insight yang baik bagi yang belum tahu.

    Tentukan gaya Hidup Kita
    Di umur 30 ini gua belajar begini: gaya hidup itu menentukan survivality kita di hari tua. Maksudnya gini:

    Ini skema hidup keluarga A
    Gaji = 100%
    Living cost yang kita jalankan selama ini = 80%
    Tabungan = 20%

    Guess what? Setelah pensiun nanti, A akan kesulitan mengadjust gaya hidupnya karena setelah pensiun, dia gak punya atau punya sedikit income. Dan dia harus hidup berbiaya 80%. Tapi masalahnya dia cuman punya 20%. Mending kalo 20% ini bisa nutupin basicnya, kalo nggak gimana? Jadi yang perlu kita tentukan sekarang adalah bagaimana gaya hidup yang kita inginkan dan berapa yang ingin kita tabung.

    Basic Consumption & Life style
    Persentase di atas tidak linier. Maksudnya, orang yang penghasilannya rendah akan mencak-mencak melihat persentase di atas karena memang ada biaya hidup pokok minimal. Mungkin bagi orang yang penghasilannya 20 juta setahun, persentase di atas gak jalan. baca: minimum living cost katakanlah 10 juta setahun. Jadi mending persentasenya kita kembalikan aja pada diri masing-masing.
    Yang berusaha gua jelaskan di sini adalah, living cost itu ada dua komponen.

    Living cost = lifestyle x basic consumption.
    Contoh, orang sama-sama butuh mobil ke kantor. Yang satu beli mobil second, yang satu beli Alphard. Orang sama-sama butuh dinner. Yang satu sering dine out, yang satu masak. Orang sama-sama butuh tas. Yang satu beli satu 60 juta, yang satu 600 ribu.Basic consumption semua orang sama. Tapi yang membuat living cost kita berbeda adalah gaya hidup kita. Apa beli tas mahal salah? Nggak kok.Terserah, gua gak ngejudge. kalo memang mampu ya by all means, beli aja.
    Hanya saja, di kebanyakan kasus, gaya hidup kita lah yang membuat living cost tinggi. Bukan basic consumptionnya.
    Bagi pembaca yang tergerak untuk menerapkan hal yang sama, harap diingat bahwa makin banyak anak, ya gajinya makin terbagi kecil. Bisa jadi seperti ini:

    >> 45% cost
    >> 35% pensiun
    >> 10% anak 1
    >> 10% anak 2

    >> 45% cost
    >> 30% pensiun
    >> 8% anak 1
    >> 8% anak 2
    >> 8% anak 3

    Masalahnya dengan skema ini adalah, skema ini tidak berlaku pada keluarga yang incomenya terlalu kecil. Gua pernah bergaji sangat kecil dan bahkan untuk menghidupi diri gua aja susah.

    Automate your Savings
    Sekarang kita udah menentukan gaya hidup kita dan bertekad menabung beberapa % income kita. Next step? Kebanyakan orang, termasuk gua, gak bisa nabung. Beberapa orang bikin channel tabungan. Termasuk gua. Gua gak tau apakah ini manjur karena resultnya kita lihat 25 tahun lagi tapi setidaknya ini yang gua percaya dan gua lakukan.
    Setelah menentukan berapa yang harus ditabung, kita otomatisasikan tabungan kita. Manusia itu pada dasarnya susah nabung. David Bach dalam bukunya 'Automatic Millionaire' mengatakan bahwa semua pemerintah didunia ini langsung otomatis motong pajak dari gaji kita karena mereka tau kita suka lupa bayar pajak. Hal yang sama kita terapkan saja pada diri kita. Kita bisa request ke bank agar setiap tanggal 1, gaji kita dipotong ke tabungan pensiun kita, ke tabungan pendidikan anak kita dan ke mana saja
    yang kita mau. Akhirnya yang ada di tabungan utama hanyalah sisa untuk living cost kita. Jadi di awal bulan, yang pertama kita amankan adalah masa depan kita, bukan masa depan mango, zara atau honda jazz kita. Kalo tidak dipagari seperti ini, kecenderungannya adalah habis. Untuk ini, gua rekomendasikan banget buku David Bach 'Automatic Millionaire' Security.
    Oke, sekarang ada tabungan pensiun. Bagus. Eh besok kita ditabrak bus. Pupuslah harapan anak untuk terus sekolah. Istri juga kalo gak berpenghasilan bisa repot. Yang tadinya kita bermimpi anak kita bisa sekolah di universitas top indonesia, jadi bisa gak kuliah sama sekali.

    Dan tahukah kita bahwa statistik membuktikan bahwa rata-rata suami meninggal 6 tahun lebih cepat dari istrinya? Dari sini datanglah pentingnya asuransi.

    Gimana cara milih asuransi yang baik? http://priyadi.net sudah membahasnya dengan baik. Mending baca di sana. Di sini, gua cuman pengen sharing apa yang gua tau (yang mana sedikit), agar mungkin temen-temen bisa untung dari sini.

    Yang jelas, menentukan asuransi itu sebaiknya gini:

    Uang pertanggungan = living cost / tahun x 20 tahun (atau terserah mau berapa tahun).

    Dengan formula ini, maka jika kita meninggal, insya allah keluarga kita dapat hidup selama 12-20 tahun. Lho kenapa gak full 20 tahun?
    Karena inflasi. Living cost tahun 2008 mungkin 4 juta. Di tahun 2020 bisa jadi 10 juta.
    Masalahnya, makin tinggi uang pertanggungan, makin tinggi
    premi pertahunnya. Untuk itu, menentukan nilai asuransi ini juga harus
    bijak dan harus dalam kemampuan kita juga. Misalnya kita tabung 40% gaji. Kita split 40% ini jadi 10 dan 30.

    30% pensiun
    10% insurance
    Toh keduanya sama-sama berbunga kok.

    Dulu asuransi ini sepi peminat karena asuransi tidak melink dana kita ke investasi. Yang ada, uang kita menyusut tanpa bunga. Mending taro dibank. Gitu pikiran banyak orang. Sekarang unit link ini menjadi buruan banyak orang. Gua dulu alergi yang namanya memercayakan uang keringet gua sama asuransi. Sekarang kenapa tidak? Not bad kalo gua bilang. Jika kepala keluarga meninggal, kepala keluarga akan mendapatkan mana yang lebih tinggi antara uang pertanggungan dan nilai investasi. Lumayan kan?

    Btw, http://priyadi.net sih tidak menganjurkan. Tapi gua sih merasa aman sekali dengan skema ini. You may disagree with this ya. Tapi gua sih jalanin.

    Invest
    Di posting gua yang terdahulu gua udah bilang bahwa musuh gua setidaknya adalah inflasi. Mau income kita 1 juta per bulan atau 100 juta, kita taro di bank, tetap aja kalah sama inflasi. Contoh:

    Inflasi = 10%
    Bunga bank = 2%
    Tabungan kita = 1000
    Harga telur 2007 = 1000
    Harga telur 2008 = 1100
    Uang kita 2008 = 1020
    Tahun 2008 kita gak mampu makan telur.

    Di sini lah pentingnya investasi. Instrumen investasi apa yang dipilih? Beberapa sudah gua tulis di posting sebelumnya. Berapa yang mesti kita invest? Nah ini tergantung dari seberapa ambisiusnya kita dalam hidup. Yang jelas, ada beberapa pointers:

    * asset & liability *
    Robert Kiyosaki dalam Rich dad poor dad bilang "rich dad buys
    assets. Poor dad buys liability". Ini bener banget. Banyak sekali orang tua yang menghabiskan uang 200 juta membelikan anak mereka mobil. Masalahnya, mobil itu mengalami penyusutan 20% per tahun. Harganya tahun depan langsung 180 juta. Umur mobil juga 5 tahunan. Itu bukan aset. Itu liability. Kalo memang ingin memberikan anak 200 juta, kenapa gak belikan dia rumah susun? Atau BTN? "Nak, ini ayah belikan rumah 1 bukan untuk ditempatin. Sana kamu kontrakin dan uangnya buat kamu tabung." Rumah, di 80% kasus, adalah aset.

    Aset adalah sesuatu yang memberikan kita return. Yang kalo kita jual lagi, nilainya bertambah dan memberikan kita proft.
    Liability adalah sesuatu yang setelah kita beli, nilainya susut.Yang kalo kita jual lagi, kita mendapatkan loss.


    * Biggest & Most Basic Investment *
    Hal pertama yang harus disukseskan dalam investasi, dan ini yang gua setuju ya, terserah kalo gak setuju, adalah rumah. Direkomendasikan untuk rumah sendiri. Jangan sampe ngontrak seumur hidup. Di kala kita ngontrak, kita membuat orang lain kaya tanpa memberikan kita hak kepemilikan. Bisa-bisa setelah pensiun, kita gak punya penghasilan untuk membayar kontraknya. Setelah itu mau tinggal di mana? Kalo kita cicil rumah, sejelek apa pun rumah itu, rumah itu adalah hak milik kita. Tidak ada rasa aman yang lebih baik dari pada memiliki rumah tempat kita tumbuh tua nanti. Kalo nggak gini, kasian anak. Mereka nanti nikah dan butuh ruang, waktu dan energi untuk membangun keluarga kecil mereka. Kalo kita tinggal bersama mereka, kasian. Lenyaplah impian istri untuk ML di dapur huahahaha. Gakdeng. Memang di kebanyakan kasus, orang Indonesia menganut kebudayaan orang timur di mana:

    Ketika kita kecil, mereka merawat kita.
    Ketika dia tua, kita merawat dia.
    Ini sebabnya banyak sekali temen gua yang bungsu yang bersikeras gak mau keluar rumah. Kasian ninggalin ibunya. Si bungsu lah yang bayarin listrik, air, kabelvision dll. Ini sebabnya banyak temen gua yang sering bilang "Udah, mamah disini aja sama saya"
    Semua itu bagus. Semua itu mulia. Semua itu dianjurkan agama. Tapi semua itu adalah cerita temen-temen gua yang mapan secara finansial dan berniat mengembalikan budinya. Temen-temen gua yang kesulitan finansialnya?
    Well, beda cerita. Setidaknya di mata gua, sebagai anak yang baik, harus selalu siap untuk menampung orang tua. Itu harus. Bokap gua menyisihkan 25% gajinya selama belasan tahun untuk hidupi orang tua dia. Tapi sebagai orang tua yang baik, rasanya gak tega ngeliat anak ngerawat kita sementara dia bisa menghabiskan waktu muda dia mengejar impian-impian. Makanya, invest your money. Nah sekarang pertanyaan, berapa yangmesti kita investasikan dari income kita? Sekali lagi, terserah. Tadi di atas sudah ada ini:
    >> 30% pensiun
    >> 10% insurance

    Kenapa nggak,
    >> 10% atau 20% pensiun
    >> 10% insurance
    >> 20% atau 10% investasi
    Ingat aja, makin kecil uang yang disisihkan untuk investasi makin lambat investasi itu bisa berbuah. Kalo sisihan untuk invetasi terlalu kecil, ditakutkan malah gak pernah terwujud impiannya. Contohnya, mau beli emas batangan. Tapi harganya naik lebih cepat ketimbang jumlah uang yang kita sisihkan perbulannya. Yang ada kejar-kejaran.
    Sekali lagi, instrumen investasi sudah gua tulis di postingan sebelumnya dan juga banyak terdapat di blog ttp://priyadi.net

    Hutang
    Disarankan untuk jangan punya hutang, kecuali hutang itu untuk membeli rumah perdana dan itu pun jangan terlalu banyak. Banyak orang yang bermimpi memiliki rumah megah dan bersikeras beli cicil. Masalahnya,

    Rumah gede = biaya maintenance gede, Rumah gede = cicilannya puluhan tahun
    Temen gua ada yang lumayan jenius. Dia beli rumah kecil, 5 tahun lunas. Sementara 5 tahun itu dia juga nabung dengan istri. Setelah lunas ternyata mereka punya cukup tabungan untuk nyicil rumah ketiga yang lebih baik. Rumah pertama mereka kontrakin dan mereka tinggal di rumah cicilan kedua. Sebentar lagi meeka akan melakukan yang ketiga.

    Ada lagi kasus yang lumayan miris. Rumahnya terlalu besar tapi gajinya terlalu kecil, sehingga dia butuh 20 tahun untuk lunasin. Itu semua gaji habis hanya untuk rumah. Jujur aja, kalo cicilan sampe 20 tahunan, yang ada kita bayar rumah itu 2x harga beli kita. 2 kali! Itu sama dengan kita beli 2 rumah! Tapi ini nggak. Akhirnya orang itu pensiun tanpa sempat menggunakan uangnya untuk investasi. Intinya, hutang itu boleh tapi terbatas dengan: pembelian asset. Pastikan beli rumah yang sesuai dengan gaji kita. Jangan ngoyo. pastikan cicilannya tidak terlalu banyak sehingga kita masih punya umur produktif untuk investasi yang lain juga. Again, ini hanya dari pengalaman dan observasi pribadi gua. mungkin pembaca yang berwawasan lebih, boleh kasih input. Biasanya syarat umum Bank di indonesia adalah: uang cicilan = 1/3 dari income gabungan suami
    istri. Kalo gitu, skemanya jadi berubah:

    45% cost
    33% cicilan rumah
    8% anak 1
    8% anak 2
    6% insurance atau investasi atau pensiun

    Skemanya terserah tapi kita bisa lihat bahwa semua komponen itu penting. Dan bisa kita lihat juga bahwa adanya cicilan rumah benar-benar memotong keleluasaan kita dalam berinvestasi kan. Dan bahkan untuk cicil rumah, bukan gak mungkin kita harus memotong biaya hidup jadi lebih kecil dari 45%. Makanya cicilannya jangan terlalu lama dan telalu besar.

    Metode Yang Beda
    Metode di atas hanyalah 1 dari jutaan metode yang kita bisa jalankan. Contoh metode lain adalah:

    1. 5 tahun pertama konsen beli rumah
    2. 5 tahun kedua konsen nabung buat investasi
    3. 5 tahun ketiga konsen nabung pensiun

    Beberapa temen gua malah hanya bergantung pada jamsostek untuk pensiun. Uang bebasnya semuanya dia investasikan di rumah kedua dan bilang "Ya ini sapi pensiun gua." Agar nanti kalo udah pensiun, uang kontrakan rumah itu dapat nyambung hidup dia.

    Upside
    Dengan cara seperti ini, orang biasanya lebih cepat mendapatkan masing-masing target. 55% gaji dia dimasukin untuk investasi. Dengan modal sebesar ini, returnnya juga bisa besar dan lebih cepat. Sound good. Tapi ada kelemahannya.

    Downside
    Kalo misalnya pas lagi ngejar lunasin rumah, kepala keluarganya meninggal, gak ada dana back up dong. Kalo misalnya pas 5 tahun investasi ternyata reksadana crash, habis semua uang. Kalo 5 tahun nabung dollar ternyata dollar jadi 2000 perak, the end.Lenyap udah itu semua.

    Kalo misalnya keasikan beli rumah dan investasi, bukan gak mungkin kita telat nabung buat pensiun. Kenapa sih pensiun itu penting meski sudah ada investasi yang berbuah? Karena kita tidak bisa memprediksi masa depan. Kita bergantung sama 3 rumah kontrakan. Suatu hari 2 dari 3 digusur. Intinya sih keuntungan dari diversifikasi adalah kalo kita sial di satu hal, kita masih bisa bergantung dengan hal lain. Memang gak banyak, tapi itu safe. Kerugian diversifikasi adalah menunggu semuanya berbuah bisa belasan tahun. Gimana nggak? Secepat apa kita bisa memperbaiki taraf hidup kalo kita hanya mampu sisihkan gaji 2% untuk investasi? Semuanya dikembalikan ke masing-masing lah. Gak ada yang benar dan salah. Gua yakin semua yang baca blog ini by now sudah mikir, skema apa yang selama ini mereka jalani dan gak defensif atau ofensif jika tidak setuju dengan penjelasan di atas. Toh semuanya dikembalikan ke diri dan kondisi masing-masing yang mana kondisi itu gak mungkin sama.

    Gua sendiri menjalankan sebuah skema. Gua gak tau apakah skema itu akan berhasil. Yang penting, kalo niatnya baik, ikhtiarnya giat, dan sabar menghadapi cobaan, itu berarti kita sudah menjalankan skemanya dengan benar.

    Penutup
    Yang jelas, gua berpegang sama proverb di bawah:
    Kecil, gak nyusahin orang tua
    Tua, gak nyusahin anak

    Kita Sebagai Anak, Sadarkah kita kenapa orang tua naik haji di usia senja? Karena orang tua kita ingin memastikan dulu kita mentas. Betapa mulianya ya mereka.
    Sekedar sharing aja, temen gua dulu ada yang ngobat. Sekarang nyesel seumur hidup. Dia nyesel karena sampai akhir hayat mereka sang orang tua tidak pernah sempat menunaikan ibadah haji. Kenapa? Karena tabungan haji mereka habis membayar rehab temen gua. Setelah sembuh mentas dan kerja, hal pertama yang temen gua lakukan adalah haji dan mendoakan mereka.

    Dari dia gua belajar untuk sebisa mungkin gak pernah nyusahin orang tua. Kalo gak bisa sukses, minimal gua gak bikin mereka sedih. Kita Sebagai orang tua Tantangan tiap jaman itu beda. Dan semakin ke sini, semakin hebat. Dulu bapak kita cukup dengan S1 dan dapat berkarir seorang diri membiayai semua keluarga. Jaman kita? Dibutuhkan suami dan istri untuk kerja mencukupi kebutuhan hidup. Belum lagi kualifikasi sekarang banyak yang harus S2. Ambil koran, baca bagian karir dan hiotung berapa banyak yang kualifikasi S2? Chances are, many. Dan supply lulusan S2 pun banyak yang masih struggle mendapatkannya (yang mana menjadi constant reminder gua untuk harus sekolah lagi).

    Jaman anak kita? Gak kebayang kan? Ini sebabnya pensiun itu sangat penting. Anak-anak kita menghadapi apa yang tidak terbayangkan oleh kita susahnya gimana. On top of that, mereka harus mencukupi diri mereka sendiri. Memang gua yakin banget kita sebagai masyarakat timur, mereka pasti tidak keberatan mengurusi kita. Masalahnya, kitanya tega gak?
    Click it, Fill it, Love it
    [JOGJA] Regionalle Lounge Gathering Info *UPDATED*

    [M.O.C] JOGJA - ModCom-Jogja - ALTIC_123 - TRD48

  2. Giro Modcom 728x90 Dalam Thread
    Dewa Prediksi Bola
  3. #2
    Sersan Kepala
    Posts
    514
    Power
    Giro Point
    0
    Online
    52 Mins 52 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    Pendapat objektif yg bagus bro....emang iklim Jakarta udh ga kondusif lg. -.-'

  4. #3
    Kapten
    Location
    Ploeit
    Posts
    2,831
    Power
    Giro Point
    0
    Online
    2 Days 17 Hrs 57 Mins 31 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    ke panjangan.. mlezz baca.. hahaa

  5. #4
    Mayor
    Location
    "...Romancing Jakarta..."
    Posts
    3,560
    Power
    33 
    Giro Point
    0
    Online
    N/A
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    hahaha
    iy males baca ni
    hahaha...^^

  6. #5
    Mayor
    Location
    Dalam Perjalanan
    Posts
    4,298
    Power
    14 
    Giro Point
    0
    Online
    1 Hr 36 Mins 48 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    mumet ndra.!

  7. #6
    Letnan Jendral
    Location
    Under the roof...
    Posts
    25,000
    Power
    126 
    Giro Point
    0
    Online
    2 Days 23 Hrs 43 Mins 4 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    panjang..tapi intinya dapet sih...hehe..
    Northern~JakZ

  8. #7
    Brigadir Jendral
    Location
    West Jakz
    Posts
    12,186
    Power
    140 
    Giro Point
    0
    Online
    1 Day 19 Hrs 56 Mins
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    nice..tp pnjng bgt ya..hhehe..tp intinya ya qta hrs berhemat lah..

  9. #8
    Kolonel
    Location
    D706JA
    Posts
    7,837
    Power
    21 
    Giro Point
    0
    Online
    43 Mins 21 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    whew... bener bangett.......

    tapi bacanya emang capeeeeee

    panjang bangettttttt

    :smt005
    [DISCOUNT 2jt]
    http://www.modifikasi.com/forum/view...er=asc&start=0
    #####
    Cla 946+L1+Peerless+Promos+Custom Pasif
    ~ by ELEMENTS ~

  10. #9
    Kapten
    Location
    in my room
    Posts
    2,251
    Power
    Giro Point
    0
    Online
    2 Hrs 34 Mins 57 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    nice..

  11. #10
    Letnan Satu
    Location
    Serpong, Tangerang
    Posts
    1,701
    Power
    Giro Point
    0
    Online
    1 Day 19 Hrs 4 Mins 10 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    hehe.. walo cape bcnya tp g dpt intinya.. berguna ni buat g yg masi umur belasan taon.. jd ga sala ambil langkah..

    takut jg klu nanti kluarga yg g bina ampe jd ky tu iklan..
    doakan g sengganya bs nabung dikit aja skarang ini.. g jg mo usahain ky gt dhe.. ^^ biar ga nyusain ortu g jg..

  12. #11
    Letnan Kolonel
    Location
    Jakarta - Lampung
    Posts
    5,965
    Power
    21 
    Giro Point
    1
    Online
    1 Mth 3 Wks 1 Day 7 Mins 38 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    nice.....
    ALPINE 9887
    XETEC Gravity 5G900 mk2
    SEAS Ensemble
    Harmonic Drive 1200
    JL audio 10w0v3

  13. #12
    Brigadir Jendral
    Location
    West Jakz
    Posts
    12,186
    Power
    140 
    Giro Point
    0
    Online
    1 Day 19 Hrs 56 Mins
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    ayo hemat2..jgn boros2..investasi2...

  14. #13
    Kolonel
    Location
    Ja-Pan. Jakarta Panas
    Posts
    9,585
    Power
    30 
    Giro Point
    0
    Online
    1 Wk 4 Days 14 Hrs 41 Secs
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    uwaaa capek bacanyaa!!!!!!
    -=Gantungan kunci logo mobil, semua merk ada=- Click Here!!

  15. #14
    Brigadir Jendral
    Location
    West Jakz
    Posts
    12,186
    Power
    140 
    Giro Point
    0
    Online
    1 Day 19 Hrs 56 Mins
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    hemat demi masa depan...

  16. #15
    Brigadir Jendral
    Location
    Jakarta Barat
    Posts
    12,802
    Power
    79 
    Giro Point
    0
    Online
    3 Hrs 16 Mins 1 Sec
    Giro Modcom
    Transfer Uang
    busyet pnjg amat.. cape bacany hahaha...

 

 
Page 1 of 4 1234 LastLast
Venom 300x250

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. MOBIL F1 MASA DEPAN
    By JV86 in forum Diskusi Otomotif Lain-Lainnya
    Replies: 3
    Last Post: 1st June 2014, 18:31
  2. INI MASA DEPAN BANGSA KITA
    By luciferedo in forum Merk Lainnya
    Replies: 31
    Last Post: 9th March 2014, 08:50
  3. Rumah Masa Depan
    By grading in forum Automotive
    Replies: 16
    Last Post: 20th February 2014, 16:37
  4. Tavera masa depan
    By samanandika in forum Chevrolet
    Replies: 1
    Last Post: 19th November 2012, 12:56
  5. 11Skyscrapers Masa Depan
    By beyond in forum Automotive
    Replies: 30
    Last Post: 28th October 2008, 18:32
Back to top