[SHARE] All About Digital Audio - Page 2
Scuto Laminating Blackvue HD Car Care

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 11 to 20 of 29
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/331919
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #11
    Jendral
    Location
    Mega Glodok Kemayoran Lt.6 B2/9-10 jakarta pusat
    Posts
    35,046
    Power
    84 
    M-Store Point
    0
    Online
    6 Days 11 Hrs 46 Mins 48 Secs
    ikut duduk manis menyimak.....

    Mega Glodok Kemayoran Lt 6 Blok B2 No.9-10
    Kemayoran / Jakarta Pusat
    Tlp.021 99691521

  2. #12
    Sersan Kepala
    Location
    Disini
    Posts
    609
    Power
    13 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 5 Days 10 Hrs 32 Mins 16 Secs
    nice thread nih
    ikut belajar yaah om ...

  3. #13
    Mayor
    Location
    Jakarta, Bandung
    Posts
    3,641
    Power
    25 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 9 Hrs 1 Min 12 Secs

    Oversampling

    Hehe, mulai banyak nih peminatnya.
    Kalau ada yang perlu di koreksi, atau ditanyakan langsung aja yah.. saya juga newbie koq.
    Cuma ingin share aja


    Topik berikutnya adalah oversampling.

    Oversampling

    Di dunia audio digital saat ini, sudah sering kali kita lihat peralatan yang menggunakan "oversampling" atau "upsampling". Benda apakah ini?

    Seperti telah dibahas pada post sebelumnya, meskipun Nyquist menyatakan untuk frekuensi audio, sampling yang dibutuhkan hanya 40Khz, namun pada implementasi anti alias filter nya hal ini menyebabkan frekuensi/amplitudo response yang tidak flat.
    Amplitudo cenderung menurun pada frekuensi tinggi membuat suara jadi dull, atau terjadi ringing (ripple) yang menyebabkan suara jadi kasar.

    Nah salah satu solusi nya adalah menggunakan teknik yang disebut oversampling.

    Oversampling secara mudah dapat dikatakan sebagai penggunaan sampling frekuensi jauh diatas frekuensi yang akan di proses. Misalnya untuk audio 20Khz, Nyquist nya 40Khz, sementara kita sample misalnya di 48k, 88k, 96k, 192k, atau lebih tinggi lagi.

    Lah? Audio nya hanya 20K tapi koq sampling nya tinggi bener?

    Nah tujuan nya ini adalah agar membuat anti-alias filter nya jadi mudah dibuat, dan tidak memberikan efek negatif pada range 20Hz-20Khz yang kita dengar.

    Sebagai contoh:

    Kita menggunakan sistem audio yang upsample di 96K.
    Artinya, nyquist frekuensi nya jatuh di 96K/2 = 48K.
    Anti alias filter cukup melakukan filter di 48k, sementara transition band nya besar sekali yaitu 48k-20k = 28k.
    Sudah sangat cukup untuk menggunakan filter yang murah, sederhana dan tidak memiliki efek negatif pada audio band 20Hz-20Khz.
    Ibaratnya kita pasang lowpass di 48Khz, ya 20Khz nya tidak akan terpengaruh (kecuali kalau lowpass nya salah desain beneran)

    So, How does it sound?

    Oversampling adalah hal yang bagus di audio. Dengan menggunakan oversampling, kita lebih yakin bahwa frekuensi 20Hz-20Khz nya aman, tidak terganggu oleh proses digitalisasi.

    Efek nya adalah suara yang lebih smooth, tidak kasar, dan treble yang lebih detail.

    ----------

    Oversampling pada prakteknya membutuhkan media penyimpanan yang lebih besar. Oleh karena itu lebih sering dilakukan pada saat proses recording daripada pada saat playback misal dalam processor.
    (selain itu memang ada kebutuhan dimana recording dilakukan pada sampling rate yang tinggi - it's another story)

    Salah satu teknik yang digunakan untuk mereduksi problem pada digital conversion adalah dengan menggunakan ADC yang bertipe sigma delta.

    Sigma Delta ADC

    Sigma delta ADC adalah topik yang jauh lebih advanced. Dapat digambarkan sebagai berikut:



    Sigma delta ADC memberikan hasil yang lebih memuaskan daripada sekedar oversampling.
    Selain suara yang lebih smooth, juga menghasilkan noise yang lebih kecil.

    Dikarenakan keunggulan nya, sigma delta sering dijumpai pada processor2 high end.
    The Beast - Sound Quality Audio Processor
    The Altair - HiFi Speaker

  4. #14
    Mayor
    Location
    Jakarta, Bandung
    Posts
    3,641
    Power
    25 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 9 Hrs 1 Min 12 Secs

    Media dan Kompresi Data/MP3

    Lanjut...
    Sampai ADC, selanjutnya di sisi rekaman suara sudah masuk dalam domain digital.
    Selanjutnya menjadi hak untuk artist/produser untuk memanipulasi nya hingga akhirnya sampai ke level distribusi.

    Media Penyimpanan

    Teknologi digital memungkinkan media penyimpanan menjadi issue yang sama sekali tidak penting. Teknologi digital memungkinkan sistem mengetahui apakah data nya rusak atau baik2 saja.

    Sebagai contoh: pada saat melakukan transaksi perbankan yang notabene digital, kita dengan sangat yakin berani melakukan transfer sebesar 1 milyar rupiah dan sampai pada tujuan dengan angka yang sama dan tidak kelebihan 0 nya menjadi 10 milyar rupiah. Kalau sempat salah, maka tentu nya kita sudah rugi 9M

    Padahal jarak komunikasi yang sangat jauh, lebih jauh daripada jarak HU ke bagasi, dan media yang digunakan sebagai perantara (kabel, tanpa kabel) bentuknya ngga jelas (dan bukan level audiophile).

    Tapi karena format digital, kita yakin bahwa data akan baik2 saja. Kalaupun rusak, sistem dapat mengidentifikasi dan dapat diberi tahu, atau meminta data untuk dikirim ulang.

    Bagaimana sistem digital mampu mengetahui error dalam data yang dikirim?
    Topik ini jelas diluar bahasan thread. Ini masuk ke underlying teknologi bagaimana data digital (audio, video, anything) itu bekerja. Kalau tertarik, silahkan google saja: cyclic redundancy check, CRC, CRC32, parity check.

    Jadi, pada audio digital, media penyimpanan bukan menjadi issue yang berhubungan dengan SQ.
    Misalnya, lagu dengan format PCM (WAV) yang disimpan dalam hard disk, atau dalam CD, atau dalam USB akan bersuara sama! Data digital nya tetap sama dan dapat dipertanggung jawabkan.

    Yang membedakan lebih ke durability media nya. Seperti kita tahu CD mudah tergores dan sulit untuk ditulis ulang. Oleh karena itu di dunia recording, penggunaan CD sangat minim dibandingkan dengan hard disk/USB.



    (foto studio Stockfisch dengan sistem digital nya)

    Kalau terjadi perubahan suara, maka yang menjadi suspect adalah player yang sengaja atau tidak sengaja "membedakan" kualitas suara CD vs USB atau vs HDD.
    Biasanya ini terlihat waktu desain sebuah player. Kalau ada yang pernah terlibat desain sistem, pasti menyadari bahwa beberapa manufaktur sengaja "membedakan" suara dengan alasan2 tertentu.

    Beberapa producer ternama seperti Chesky malah saat ini memilih untuk mendistribusikan lagu nya ke end customer langsung menggunakan metoda download dari internet. Jadi tidak lagi menggunakan media perantara seperti CD.
    The Beast - Sound Quality Audio Processor
    The Altair - HiFi Speaker

  5. #15
    Mayor
    Location
    Jakarta, Bandung
    Posts
    3,641
    Power
    25 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 9 Hrs 1 Min 12 Secs

    Kompresi Audio

    WTH?

    Seperti hal nya dalam dunia digital yang mengenal kompresi file seperti .zip, .rar, atau pada fotografi misalnya .jpg,
    dalam dunia audio kita mengenai data audio yang dicompress contohnya flac, alac, dan tentu nya mp3.

    Apa sih kompresi data audio?
    Kompresi data audio adalah metoda penyimpanan data audio dengan teknik tertentu yang bertujuan agar data yang tersimpan ukuran nya menjadi lebih kecil.

    Kalau kita baca lagi posting2 awal, CD audio memiliki sampling rate 44.1K/16bit.
    Artinya setiap 1 detik nya, file yang dibutuhkan untuk menyimpan data audio sesuai format CD audio adalah:

    44100 x 16 bit x 2 channel (stereo) = 1411200 bit setiap detik nya, atau sekitar 176400 byte setiap detik.
    Untuk lagu 1 menit maka dibutuhkan 176400 byte x 60 detik = 10584000 byte, atau sekitar 10 Mega byte per menit.

    Nah, seiring dengan kemajuan pemikiran manusia, kita ingin agar file yang dibutuhkan untuk menyimpan data audio itu tidak sebesar 10MB per menit. Selain butuh hard disk besar, CD yang besar, juga kalau kita download akan memakan waktu.

    Oleh karena itu diciptakan lah metoda namanya kompresi data audio.
    Harapan nya bagaimana agar untuk setiap menit nya, file audio stereo kualitas CD (44.1K/16bit) tidak memakan 10MB.

    Audio Data Compression IS NOT Dynamic Compression

    Harap dibedakan ketika berbicara dalam domain audio digital kadang2 kita menggunakan terms "compress". Ini ada 2 arti, yang pertama adalah data compression seperti yang dijelaskan diatas.
    Sementara yang ke-2 adalah dynamic compression.

    Dynamic compression adalah metoda yang digunakan sewaktu rekaman agar semua instrumen bisa terdengar dengan jelas dan sesuai dengan porsi nya. Hampir semua rekaman menggunakan dynamic compression. Yang jelek adalah kalau dynamic compression nya terlalu besar - akibatnya semua instrumen terdengar sama keras nya... kesan nya lebih detail padahal ini hal yang buruk.
    Dynamic compression tidak ada kaitan nya dengan audio digital maupun analog. In fact compressor yang digunakan di dunia rekaman banyak yang masih menggunakan rangkaian analog/tube.

    Back To Audio DATA Compression

    Audio data compression persis seperti hal nya jenis kompresi yang lain. Terbagi menjadi 2 yaitu lossless compression dan lossy compression.

    Untuk yang demen fotografi, analogi nya seperti ini:
    Uncompressed: Audio (WAV), Fotografi (BMP)
    Lossless compression: Audio (FLAC, ALAC), Fotografi (NEF, CR2, dsb)
    Lossy compression: Audio (MP3, MP4, AAC), Fotografi (JPG)

    Lossless Audio Data Compression

    Lossless artinya tidak ada yang loss, tidak ada yang hilang. Pengertian nya adalah data audio yang kita kompress, dapat kita kembalikan 100% persis sis sis sis sis sis seperti aslinya. Tidak ada data audio/suara yang hilang. Yang berkurang hanya ukuran file nya saja.

    Lah koq bisa?

    Berikut contoh sederhana bagaimana lossless audio data compression bekerja.

    Misalnya ada potongan lagu: "EEEEEEEEoAAEEEEo". Panjang nya berapa huruf? 16 huruf.
    Nah gimana supaya bisa disimpan kurang dari 16 huruf?

    Gampang
    Salah satu cara adalah dengan menggunakan "dictionary". Ya kamus.

    Sistem akan melihat lagu "EEEEEEEEoAAEEEEo"

    Lalu sistem akan memetakan kata2 dalam lagu tersebut, misalnya seperti ini:
    EEEE di petakan jadi angka 1
    AA jadi angka 2
    o jadi angka 3.

    Lagu tersebut jadinya bisa kita simpan menjadi "113213". Berapa panjangnya? Cuma 6 huruf!

    Lalu lagu yang sudah pendek, yang sudah di kompress ini kita simpan.

    Nanti ketika playback, player akan mencari dictionary atau kamus nya.
    "113213" kalau kita petakan balik ke kamus yang sama:
    1 itu EEEE
    2 itu AA
    3 itu o
    maka menjadi: EEEEEEEEoAAEEEEo

    Persis kan seperti asli nya lagi? Ngga ada yang hilang toh?

    Nah ini yang disebut lossless compression.
    Di dunia audio, yang populer saat ini ada 2 yaitu FLAC (open source) dan ALAC (apple/ipod)
    The Beast - Sound Quality Audio Processor
    The Altair - HiFi Speaker

  6. #16
    Mayor
    Location
    Jakarta, Bandung
    Posts
    3,641
    Power
    25 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 9 Hrs 1 Min 12 Secs
    Lossy Compression

    Lanjut ke lossy compression. Kompresi data audio jenis ini bersifat mengurangi ukuran data dengan menghilangkan bagian bagian tertentu. Bagian bagian tertentu yang sudah hilang ini tentu nya tidak dapat dikembalikan pada saat playback. Oleh karena itu dinamakan lossy compression.

    Contoh sederhana:

    Dengan potongan lagu kembalikan baliku seperi diatas "EEEEEEEEoAAEEEEo".
    Bagaimana lossy compression bekerja?

    Salah satu cara nya adalah dengan menggunakan kamus juga. Lah sama? Yep, sah sah saja kan?
    Nah, beda nya pada lossy compression, dia akan mencari data yang dianggap tidak signifikan dan akhirnya dibuang saja.

    Pada contoh lagu "EEEEEEEEoAAEEEEo", data yang dianggap tidak signifikan adalah "o".
    Loh kenapa "o"? Karena "o" panjangnya satu huruf. Sementara dipetakan kedalam kamus juga menjadi "3" yang juga sama2 satu huruf. Jadi ngga ada guna nya di compress? Ratio nya kan 1:1.

    Nah, pada lossy compression, penghilangan "o" ini BOLEH dilakukan.
    Sehingga bila kita gunakan kamus yang sama, hasil kompresi lagu nya menjadi "1121". Lumayan kan? Dari 16 huruf jadi 4 huruf?

    Ketika di playback, ya tentu nya player ngga akan tahu ada huruf "o" disitu... Angka "3" nya kan juga sudah tidak ada.
    Sehingga player saat melakukan dekompresi akan menghasilkan: "EEEEEEEEAAEEEE"

    Berbeda dengan aslinya? Yep. Bisa dikembalikan persis 100% seperti aslinya? Nope.
    Itulah kenapa dinamakan lossy compression.

    Nah, contoh sederhana ini tentu nya banyak cacat nya.

    ------------------------------------------------------------

    Dengan kemajuan otak manusia, lossy compression dibuat semirip mungkin dengan bagaimana otak manusia bekerja, memahami dan menikmati musik. Hal ini disebut psychoacoustic.

    Stay tuned.. next topic MP3. Format audio yg mengubah dunia selama nya!

    ----------

    MPEG 1 - Layer III (MP3)



    MP3 adalah sebuah lossy audio compression format yang dikembangkan oleh para jenius di Fraunhofer Institute Jerman.
    Penelitian akan lossy audio compression sudah dimulai sejak tahun 1977, dan baru muncul ke public awal tahun 1990, dan meledak pada pertengahan tahun 1990 hingga sekarang.

    Bagaimana MP3 bekerja?

    Pada contoh sederhana lossy compression di post sebelumnya, dijelaskan bahwa lossy compression akan memilih suara yang bisa dihilangkan. Pada contoh sederhana itu tentu nya hasilnya tidak maksimal, karena dengan dihapus nya sebuah huruf "o" akan membuat lagu terdengar aneh. Salah2 malah membuat lagu jadi kehilangan arti.

    Lalu bagaimana agar lossy audio compression bisa berhasil?

    Psychoacoustic

    Pakar2 audio, human auditory, computer-digital kemudian berpikir untuk melakukan kompresi data audio menggunakan analogi sistem auditori manusia itu sendiri.

    Kalau di thread sebelah dibahas mengenai "bagaimana menikmati audio?", maka pertanyaan awal nya menjadi lebih basic lagi:

    Bagaimana manusia bisa tahu sebuah lagu? Apa sih komponen yang menyusun sebuah lagu?!?

    Contoh nya:
    1. Kenapa kita bisa mengetahui misalnya Om Lebay sedang menyanyikan lagu Peter Pan?
    2. Kenapa kita bisa mengetahui kalau ada pengamen membawakan lagu Peter Pan?
    3. Bahkan kalau ada pemaen gitar, tanpa vokal membawakan lagu peter pan, koq kita bisa tau bahwa itu kan lagu peter pan?!?!?

    Padahal kalau ditinjau dari kualitas audio nya, detail2 nya, suara nya... beda jauh toh sama peter pan asli? Lah koq bisa?!?!?!?

    Nah, dari pertanyaan2 simpel ini lalu ditelaah lebih lanjut oleh para professor dibidang auditory.
    Lalu ditemukan lah apa yg dimaksud dengan "perceptual listener", atau psychoacoustic.
    Ada juga yang dikenal dengan istilah "masking".

    Threshold of hearing and feeling



    Frequency Masking



    Time based masking




    Dari pengetahuan2 psychoacoustic yang ada seperti pada gambar diatas:
    1. Telinga kita hanya sensitif pada frekuensi dan amplitudo tertentu (treshold)
    2. Ternyata frekuensi itu bisa di masking. Kalau lagi sepi, bunyi nafas kita bisa terdengar sama rekan. Tapi kalau di mall yang rame ya ngga kedengeran.

    Nah, dari ilmu human hearing itu MP3 kemudian dikembangkan.

    Prinsip utama dari MP3 adalah apa yang disebut sebagai transformation of time domain signal to frequency domain.

    Dari pengetahuan kita tentang sampling dan bit depth, kita ambil contoh CD audio yang memiliki sampling 44100 / 16 bit.

    Apa yang MP3 lakukan adalah melakukan pembagian dari satu sample tersebut menjadi sample2 lain yang lebih kecil dan dipetakan kedalam frekuensi.

    Contoh nya:

    Sebuah lagu, kita ambil 1 detik pertama. 1 detik itu memuat vokal tok.
    Ternyata dari 1 detik pertama ini kita analisa frekuensi nya ternyata lebih banyak berada di region misalnya 2-4Khz. Sementara di region 20-150hz nya kosong. Begitu juga dengan region 10-20Khz nya kosong melompong.

    Nah dari informasi peta waktu/frekuensi itu, kita ketahui kalau di detik ke-1, kita bisa membuang frekuensi 20-150Hz dan 10-20Khz. Nah itulah yang dilakukan oleh MP3.

    Kemudian lagu berlanjut ke detik ke-2. Dilakukan lagi pemetaan frekuensi nya.
    Dilihat bagian2 frekuensi mana yang dibawah threshold, dan apakah frekuensi tersebut terkena masking (lihat gambar diatas). Kalau bagian tersebut "tertutup", maka itu akan dihilangkan juga oleh MP3.

    MP3 akan terus melakukan adaptive compression per satuan waktu hingga seluruh lagu selesai.

    Nah, begitulah penjelasan singkat bagaimana MP3 bekerja.

    MP3 bekerja dengan mensimulasikan pendengaran manusia, dan melakukan audio removal based on that. Hasilnya adalah file yang jaaauuuuuh lebih kecil.
    Bahkan ukuran hingga hanya 10% nya pun tetap membuat lagu bisa dipahami dan dinikmati. Dan tidak salah!

    Selama ini belum pernah ditemukan lagu yang di kompress MP3 dan berubah konten nya.
    Contoh Celine Dion di kompress MP3 tetap akan bersuara seperti Celine Dion, tidak akan berubah menjadi seperti suara Elvi Sukaesih.

    Mengapa? Karena manusia memahami dan menikmati lagu bukan dari detail2 nya. Tapi dari faktor2 utama nya saja (frequency and time analysis).
    So, menikmati audio jangan dibawa pusing



    Nah, ilmu pemahaman manusia akan musik ini saat ini lebih berkembang lagi.
    Para jenius di bidang audio saat ini malah sudah menemukan cara orang mengingat lagu dan menerapkan nya menjadi "google" dalam audio.

    Apa lagi tuh? Yep, kita bisa mencari judul lagu hanya dengan menyanyikan sedikit saja bagian dari lagu tersebut. Edan kan? It's called "music finger print". Dan ini hanya bisa dilakukan oleh digital audio.

    Next topic...
    The Beast - Sound Quality Audio Processor
    The Altair - HiFi Speaker

  7. #17
    Mayor
    Location
    Bexazi ..
    Posts
    3,279
    Power
    17 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 20 Hrs 42 Mins 57 Secs
    Quote Originally Posted by masswork View Post

    .... misalnya Om Lebay sedang menyanyikan lagu Peter Pan..
    ...
    waduh ngga hapal Om ... jarang ngapalin judul lagu .. penyanyinya siapa.. lirik nya gimana, tapi memang beberapa kenal lagunya ..
    soal digital .. sampe sekarang blom kebeli nih digicam .. paling pake hp aja kalo motret .. nah ternyata kabarnya lukisan para maestro bisa di duplikasi lagi dengan tehnologi digital ..

  8. #18
    Mayor
    Location
    Jakarta, Bandung
    Posts
    3,641
    Power
    25 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 9 Hrs 1 Min 12 Secs
    Quote Originally Posted by fully.lebay View Post
    waduh ngga hapal Om ... jarang ngapalin judul lagu .. penyanyinya siapa.. lirik nya gimana, tapi memang beberapa kenal lagunya ..
    soal digital .. sampe sekarang blom kebeli nih digicam .. paling pake hp aja kalo motret .. nah ternyata kabarnya lukisan para maestro bisa di duplikasi lagi dengan tehnologi digital ..
    Wkwkwkwkwk.

    Nah, cocok nih Om Lebay.
    Saat ini music fingerprint itu lagi booming

    Jadi ngga perlu lagi hapal judul lagu nya.
    Cukup nyanyi sedikit ke smartphone, dan smartphone itu bisa mencari tau judul lagu yang kita nyanyikan.

    Ini yang disebut music fingerprint (audio fingerprint).
    Jadi disetiap lagu itu ada hal2 penting yang di ingat oleh otak kita. Nah bagian2 yang penting ini juga yg disimpan di komputer.

    Begitu ada yang nyanyi cukup sepotong saja (ngga usah full lagu), maka komputer bisa mencari tau judul nya, penyanyi asli nya, dll....

    Cocok kalau sering dengerin radio... trus tiba2 ada lagu enak.
    Cukup tempel smartphone kita ke speaker 10-30 detik. Lalu viola! Judul lagu nya muncul
    Tinggal beli deh CD nya....
    The Beast - Sound Quality Audio Processor
    The Altair - HiFi Speaker

  9. #19
    Mayor
    Location
    Bexazi ..
    Posts
    3,279
    Power
    17 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 20 Hrs 42 Mins 57 Secs
    Quote Originally Posted by masswork View Post

    Cukup tempel smartphone kita ke speaker 10-30 detik. Lalu viola! Judul lagu nya muncul
    Tinggal beli deh CD nya....
    Smartphone ini apa yah .. Bb bisa? Asyik nih .. kalo langsung keluar download link flac nya .. Mantap emang tehnologi sekarang ..

  10. #20
    Mayor
    Location
    Jakarta, Bandung
    Posts
    3,641
    Power
    25 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 9 Hrs 1 Min 12 Secs
    Quote Originally Posted by fully.lebay View Post
    Smartphone ini apa yah .. Bb bisa? Asyik nih .. kalo langsung keluar download link flac nya .. Mantap emang tehnologi sekarang ..
    Kalau pake BB bisa coba download aplikasi nya, nama nya Shazam.
    iphone, android kayaknya lebih banyak pilihan, ada musicid, midomi, musipedia.

    ----------

    Btw sebelum jadi bias...

    Kenapa saya sengaja memasukkan "audio fingerprint" kedalam bagian lossy compression adalah untuk menunjukkan bahwa memang otak manusia itu sanggup menikmati musik dan melakukan rekonstruksi terhadap suara yang kita dengar cukup dengan mengambil bagian2 yang penting saja dalam lagu tersebut.

    Coba bayangkan kalau otak kita harus menyimpan full 20-20Khz dan dalam high quality audio, tentu nya kita ngga bisa berkata "ini lagu peter pan".

    Nah itu lah yang dilakukan oleh lossy compression dengan psychoacoustic nya. Manusia bisa menikmati lagu tanpa perlu full range dan hiqh quality.

    Dengan konsep lossy compression yang sama, pengenalan sebuah lagu melalui digital audio juga bisa dilakukan cukup dengan membandingkan hal-hal yang penting nya saja yang selama ini direkam oleh memory otak kita.

    Jadi tidak perlu membandingkan full song HQ. Bayangkan kalau misalnya kita harus mengupload file 30MB hanya untuk mengetahui judul lagu nya. Tentu proses nya akan sangat lama, bisa puluhan menit sebelum judul lagu nya keluar.
    (Hitungan 30MB nya bisa dihitung kembali menggunakan konsep sampling dan bit depth. Ini konsep dasar yg wajib dikuasai)

    Nah dengan melakukan filter hal2 yang penting saja termasuk mereduksi suara latar belakang, ternyata hal itupun bisa dilakukan.
    The Beast - Sound Quality Audio Processor
    The Altair - HiFi Speaker

 

 
Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
NGK Busi MBtech

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. SHARE YOUR DIGITAL MODIFICATION
    By m4nuk in forum Automotive
    Replies: 605
    Last Post: 22nd May 2015, 12:19
  2. AUDIO Level Krekot or PESONA Audio Meruya ? Share donk..
    By missindonesia2006 in forum Diskusi Instalasi
    Replies: 37
    Last Post: 3rd June 2012, 23:15
  3. WTS: SUB DA (DIGITAL AUDIO) 12"
    By iNuu in forum Speaker - SubWoofer
    Replies: 41
    Last Post: 29th March 2011, 01:20
  4. Fuse Audio with Digital dari Blitz Audio
    By A61 in forum Bursa Audio Lainnya
    Replies: 1
    Last Post: 26th March 2011, 13:21
Back to top