buat baca2 aja....water driven car...
Scuto Laminating Simota

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 1 of 17 12345 ... LastLast
Results 1 to 10 of 161
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/32608
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #1
    Sersan Kepala
    Location
    Flamboyant, Tangerang
    Posts
    614
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 8 Hrs 10 Mins 24 Secs

    buat baca2 aja....water driven car...

    artikel ini gw dpt dr oom gw di yugoslavia, ttg water-driven car, mobil dia ford fiesta 1.1, konsumsi bensinnya bisa 25km/l....can u imagine dat..?? bisa bikin pemerintah rugi besar ni kalo ada yg bs bikin alatnya...hahaha..



    WATER-DRIVEN CAR
    Ini keterangan dasar untuk water-driven car :
    • Elektrolisa memisahkan H2O > H2 + O
    H2 = bahan bakar nuclear, tidak bisa terbakar sendiri tanpa “pletikan” panas yang luar biasa tingginya ; “pletikan-busi” cukup tinggi karena panasnya menyamai panas gunung berapi.
    O = oksigen dalam bentuk gas maupun cair mudah terbakar dengan “pletikan” api sedikit saja ;
    Bensin bersih, tanpa oksigen / udara tidak bisa terbakar, karena itu di dalam cilinder motor bensin, yang menentukan besar kecilnya pembakaran adalah udara ; kalau udaranya diperkecil masuknya ke cilinder, otomatis motor jadi lambat jalannya. Jadi, pedal gas itu adalah regulator masuknya udara ke dalam cilinder (bukan regulator masuknya bensin, karena bensin “ngucur” sendiri ke dalam cilinder karena “disedot” oleh besar-kecilnya aliran udara di dalam leher / pipa karburator / pipa Venturi / effect Bernoulli).
    • Mengapa H2 atau HH (sebenarnya tidak sama antara H2 dan HH karena H2 adalah atom yang sudah stabil – kalau tidak ada atom-atom lain di dekatnya, sedangkan HH adalah 2 atom H yang melayang-layang sendiri-sendiri sebelum gandengan menjadi H2) dipisahkan masuknya ke dalam cilinder (tidak bersama-sama dengan O meskipun di pipa terpisah, Oksigen tersebut dimasukkan juga ke dalam cilinder lewat karburator, karena kalau terlalu dekat, maka H2 dan O akan cepat “pacaran” dan menjadi H2O lagi – dan percuma kita meng-elektrolisa air tersebut) adalah karena H2 atau HH sangat cepat meledaknya bila kena percikan api busi, sedangkan bensin+udara agak lambat meledaknya.
    • Kita mengetahui bahwa di dalam cilinder – busi meledak sedikit sebelum piston yang naik-turun di dalam cilinder mencapai titik teratas (disetel begitu) karena bensin+udara tidak meledak sekaligus melainkan seperti kalau kita membakar kertas (terbakar di ujungnya dulu, baru kemudian terbakar semua). Pas bensin+udara terbakar semua, piston sudah mencapai titik teratas di dalam cilinder dan dengan kuat mendesak piston ke bawah. Ini kejadian di motor bensin biasa tanpa intervensi H2 atau HH.
    • Karena H2 atau HH kontan meledak begitu ada percikan api, maka logisnya ledakan H2 atau HH di dalam cilinder itu akan menyebabkan piston yang sedang mau naik didesak kembali ke bawah dan motor seperti “di rem”, plus saat itu bensin+udara sedang mulai terbakar (dan bensin+udara belum terbakar semuanya). Akibatnya, kalau inersi piston tidak cukup kuat untuk naik sedikit lagi, maka piston akan terhenti putarannya dan tertekan kembali kebawah, yang berarti putaran piston berbalik. Ini adalah situasi tidak sehat untuk motor “water-driven car” tersebut.
    • Karena itu jalan keluarnya adalah kompromis :
    o Memperkecil / memperlambat “percikan” busi, sehingga bensin+udara tidak akan terbakar semua serta terbakarnya H2 atau HH tidak mengalahkan gaya-lembam (inersi) piston yang sedang jalan keatas. Di website ‘kan kelihatan kalau ada 1 box elektronik yang di atasnya ada tulisan “hwy & city”. Inilah electronic device sederhana yang mengatur peledakan busi waktu mobil jalan di jalan-raya dan di kota yang “mandeg-mandeg” – manually operated lewat switch “hwy” dan “city”. Sepintas kelihatannya kita rugi karena bensin tidak terbakar semua, tetapi nanti saya terangkan kalau kerugian itu tidak sebesar manfaat yang kita dapat dengan menggunakan bantuan H2 atau HH.
    o Membuat “special-valve injector” untuk masuknya H2 atau HH ke dalam karburator / cilinder yang memperlambat sedikit masuknya H2 atau HH ke dalam cilinder, dipaskan dengan saat piston sudah di titik-teratas di dalam cilinder ; busi meledak tetap seperti biasa, yaitu beberapa saat sebelum piston mencapai titik zenith-nya sehingga bensin+udara bisa terbakar semua. Tetapi celakanya, waktu piston sudah ada di titik-teratas-nya (titik zenithnya), busi sudah berhenti meletik dan bensin+udara yang sedang terbakar saat itu. Apakah panas terbakarnya bensin+udara itu cukup untuk meledakkan H2 atau HH yang baru masuk itu ? Kalau panas dari pembakaran bensin+udara itu tidak cukup untuk meledakkan H2 atau HH tersebut, maka terpaksa dibuatkan lagi busi kedua di cilinder yang sama, untuk meledakkan gas H2 atau HH itu. Special-valve injector ini adalah penyelesaian terbaik dan motor bisa dapat kekuatan terbesar dengan pemakaian bensin sangat minimum serta emisi nol (sangat membantu memerangi global-warming), tetapi ini bukan untuk enthusiast “do-it-yourself” karena membuatnya amat sangat tidak mudah (untuk pabrik mobil sih, kalau mau, ini adalah “mačji kašalj” orang sini bilang, alias bunyi keluhan “eh..eh nya kucing” – yang maksudnya adalah mudah sekali).
    • Jadi, pilihan kita adalah yang pertama, yaitu dengan menyetel / memperlambat meledaknya busi di dalam cilinder beberapa nanosecond. Karena saat “titik ledak busi” tidak sama untuk motor yang bermacam-macam merk dan jenisnya (motor bensin ber-karburator atau injection), maka “electronic-box” harus disesuaikan dengan jenis motor yang kita punyai. Dengan bantuan computer yang biasa dipergunakan di bingkil-bingkil mobil zaman sekarang, ini bisa dilakukan dengan mudah. Untuk motor diesel agak lain cara pemasangan dan penyetelan “gadget” tersebut karena diesel-motor tidak pakai busi, tetapi ini semua ‘kan diterangkan di dalam website “water-driven car” tersebut.
    • Sekarang cerita mengenai kejadian di dalam cilinder motor “water-driven” :
    o Setelah motor disetel dengan computer bingkil dan jalan lebih halus, teoretis kita tetap kehilangan sedikit bensin yang belum terbakar di dalam cilinder karena terbakarnya terlambat dan keluar lewat knalpot.
    o Kita tahu – kalau motor terasa tidak kuat tarikannya, otomatis kita “tancap” gas dan ini memperbesar kucuran bensin ke dalam cilinder. Tetapi kalau dengan gas kecil saja motor sudah mau “mbalap” seperti kuda lihat ular, otomatis kita kurangi tekanan pedal gas, dan ini memperkecil pemakaian bensin, sedangkan kecepatan mobil tidak berkurang (dengan mengurangi tekanan pedal-gas, aliran angin di dalam pipa karburator kita perkecil yang otomatis effect sedotan bensin juga menjadi kecil). Jadi, peranan bensin+udara praktis diambil-alih oleh H2 atau HH.
    o Tetapi kalau demikian, mengapa kita masih juga pakai bensin??! Sebenarnya sih, bisa saja tanpa bensin, tetapi ini ‘kan membutuhkan konstruksi baru untuk motor, sedangkan yang kita miliki adalah motor “zaman kuda gigit besi”, yang mau kita up-grade – pura-puranya saja menjadi “kuda-balap” amateran. Mercedes sudah lama punya “ergela” mobil “hydrogen-driven”, tetapi ini ‘kan butuh liquid-hydrogen-pump-station spesial di mana-mana, dan ini sedang dilakukan.
    o Dengan bantuan instalasi elektrolisa H2 atau HH ini, motor yang biasanya jalan dengan pemakaian bensin 1 liter / 10 km menjadi / 25 km ‘kan sudah lumayan, apalagi untuk motor kecil (kelas 1100 cc) yang biasanya jalan km. 16 / liter menjadi km. 32 / liter ‘kan hampir mengalahkan motor moped.
    • Ada lagi hal yang memperhemat pemakaian bensin, yaitu pemanasan bensin sebelum masuk ke karburator. Dalam gadget yang ditawarkan dalam website itu juga terdapat “pemanas bensin” yang menggunakan air-panas dari pipa pendingin motor>radiator. Saya mempunyai pengalaman dengan mobil Fiesta 1.1 CL yang saya pakai sekarang ini, bahwa siang hari waktu mobil sudah kepanasan oleh matahari terik, waktu saya start dan jalan, tarikannya mudah dan ringan sekali – dengan tekanan pedal-gas sedikit saja motor sudah besar tarikannya. Pengalaman musim-panas tahun lalu, dalam perjalanan dari Beograd > pantai di Montenegro dan kembalinya (± 800 km), mobil Fiesta 1.1 CL ini jalan km. 24 / liter (biasanya makan bensin km. 16 / liter). Ini hanya karena mobil “kepanasan”. Sekarang saya sedang pikir-pikir untuk membuat 1 double-shell container untuk pemanasan bensin pakai air-panas radiator, sebelum bensin masuk ke karburator.
    • Kita lanjutkan cerita mengenai H2 (atau HH). Tadi masuk ke karburator HH dan O dan di dalam cilinder keduanya terbakar bersama bensin+udara, tetapi HH tercepat terbakarnya. Akibatnya, kalaupun ada H2 (atau HH) yang belum terbakar, ini akan bersenyawa dengan O lagi yang juga tidak sempat terbakar dalam proses peledakan di dalam cilinder itu, dan menjadi H2O alias air. Tetapi kita tahu bahwa HH habis atau hampir habis semua terbakar dalam cilinder, jadi proporsi HH / O tidak sama seperti semula waktu “gadget” memasukkan kedua gas tersebut kedalam karburator. Jadi, selalu ada O yang keluar dari knalpot, plus sedikit bensin (yang mungkin juga sudah tidak ada samasekali yang keluar dari knalpot karena ledakan H2 yang panas sekali itu membakar juga sisa bensin yang ketinggalan di cilinder). Di website dikatakan, bahwa motor tanpa katalisator pun bersih gas yang keluar dari knalpotnya setelah menggunakan gadget ini – katanya, hanya udara hangat saja. Jadi, mungkin memang “zero-emision”.
    • Demikian “combustion theory” dalam “water-driven car” tersebut.

    Cerita tambahan :
     Hanya dengan “bottle-jar” yang memprodusir HH dan O dengan jalan elektrolisa saja sudah bisa menghemat pemakaian bensin. Tetapi – ya itu, karena motor kesandet-sandet jalannya karena titik bakar “bensin+udara” tidak sama dengan “H2 (atau HH)”, maka penghematan bensinnya tidak berarti, sedangkan risiko motor rusak menjadi besar.
     Dengan tambahan “fuel-heater” yang berbentuk 2 batang pipa (lihat di web), penghematan bensin bisa lebih baik / lebih hemat. Tetapi risiko motor rusak masih tetap seperti keterangan diatas.
     Dengan memakai “electronic device” yang mengatur moment-ledak busi, didapat penghematan bensin yang maksimum dan risiko motor rusak diperkecil – tetapi risiko ini tidak bisa dihilangkan samasekali karena HH yang meledak sebelum piston sampai di zenith di dalam cilinder motor itu mempunyai tendensi untuk mendorong piston mundur kembali, biarpun sedikit.

    Saya punya teori tambahan untuk lebih menghemat bahan-bakar bensin setelah gadget diatas dipasang semua, yaitu dengan memasang “fuel vibrator” yang lebih men-sukses-kan pembakaran bensin (hanya bensin) sebelum masuk ke karburator. Fuel-vibrator ini berbentuk kotak segi-panjang atau tabung ber-ruang dua. Ruang bawah berisi cairan bensin, dinding tengahnya adalah jaring-jaring sangat halus atau material berpori-pori dan ruang atas berisi uap bensin akibat getaran/vibrasi kotak/tabung tersebut. Setiap motor yang “jalan” ber-vibrasi, dan dengan konstruksi sederhana (multiplikator getaran ; seperti jembatan yang salah konstruksi sehingga karena hembusan angin, berayun-ayun lebih keras dan akhirnya rubuh/runtuh) bisa dipasang di ruang motor mobil. Uap bensin + udara akan lebih cepat terbakar dari pada bensin + udara, dan ini akan membutuhkan digesernya moment-ledak busi beberapa nanosecond lebih lambat, yang berarti lebih dekat titik teratas jalan piston. Teoretis motor akan jalan lebih lembut / halus lagi dari pada tanpa “fuel-vibrator” ini. Teori ini sebenarnya bukan punya saya, tetapi punya Tom Ogle (nama penemuannya adalah “fuel evaporator” tetapi tidak dijalankan oleh vibrasi, melainkan oleh konstruksi yang cukup rumit, bentuknya seperti keong), yang saya baca tahun 1988-an, yang pada tahun 1932-an berhasil menjalankan mobilnya yang motornya 5000 cc / V8 = 75 km / liter, dan ini semua Tom Ogle lakukan tanpa gadget baru di atas.
    Bayangkan, kalau mobil Fiesta 1.1 CL saya pasangi ini semua, dengan reservoar 42 liter bensin bisa jalan 42 x 200 km = 8400 km non-stop, orang jawa akan bilang “opo tumon?”.

    Cara kerja cylinder dan piston water-driven car:
    - Piston jalan keatas – di posisi ini, campuran bensin+udara diledakkan oleh busi. Karena bensin+udara butuh waktu untuk bisa terbakar semua, maka piston masih kuat jalan naik akibat enersi waktu berayun keatas.
    - Nanti sesampai piston di atas sekalli, bensin+udara persis sudah terbakar semua, dan tenaga ledakan bensin+udara itu (yang sudah maksimum) dipakai untuk mendorong piston ke bawah.
    Ini yang kejadian di dalam Otto-motor (motor-bensin ; bukan diesel)

    Lha kalau saat piston ada di posisi seperti gambar diatas, dimasukkan juga HH, ledakan HH itu sangat cepat dan akan mendorong piston itu kebawah lagi (bukan jalan dulu keatas lalu kebawah). Ya tidak ??! Vide gambar “A”.

    Kalau ledakan busi dilakukan pada saat piston seperti di posisi gambar “B”, campuran bensin+udara yang lambat terbakarnya, tidak akan terbakar semua pada waktu piston sudah mencapai titik teratas, tetapi HH yang segera terbakar saat itu bisa dikalahkan oleh gaya inersi piston yang sedang mengayun keatas. Jelas ‘kan teori ini.

  2. Delapan Satu
  3. #2
    Kapten
    Location
    Bonex, Surabaya
    Posts
    2,664
    Power
    15 
    M-Store Point
    0
    Online
    13 Hrs 42 Mins 5 Secs
    kalau ada fotonya tambah asyik, bro.

  4. #3
    Kapten
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,777
    Power
    13 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 3 Hrs 58 Mins 42 Secs
    hasil terjamahan ?
    0812-182-862-05

  5. #4
    Kapten
    Location
    kolong mobil
    Posts
    2,335
    Power
    23 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 36 Mins 36 Secs
    mantap banget dah kl bisa diterapkan di indonesia.....

    ini pake electrolyzer hidrogen generator ya bro...

    beli alatnta dimana ya.....

  6. #5
    Letnan Satu
    Location
    Jakarta
    Posts
    1,766
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 6 Days 8 Hrs 44 Mins 45 Secs
    See www.water4gas.com. Ada tuh foto sama risetnya kumplit

    ad

  7. #6
    Kapten
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,777
    Power
    13 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 3 Hrs 58 Mins 42 Secs
    Tapi Nggak ada khan yg Pake Chemical buat misahin H2Onya.. kayak kantor gw.. hehehe
    0812-182-862-05

  8. #7
    Kapten
    Location
    kolong mobil
    Posts
    2,335
    Power
    23 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 36 Mins 36 Secs
    Quote Originally Posted by deadman.incorporated
    See www.water4gas.com. Ada tuh foto sama risetnya kumplit
    ada sih... gw dulu pernah baca tp masih ragu, bener / nggak... kl ini kan om ya bener-bener sudah pake & terbukti...

    Quote Originally Posted by s515i
    Tapi Nggak ada khan yg Pake Chemical buat misahin H2Onya.. kayak kantor gw.. hehehe
    bisa dishare nggak cara-caranya misahin hidrogen & oksigen.....
    pingin banget nih....
    kl ada sih sekalian yg pake electrolis...

    thx

  9. #8
    Sersan Kepala
    Location
    Flamboyant, Tangerang
    Posts
    614
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 8 Hrs 10 Mins 24 Secs
    katanya si di malaysia atau singapura udah ada yg bs buat alatnya gt... itu bkn hasil terjemahan, oom gw org indo asli...hehehe..
    katanya alatnya bisa dibuat sendiri, tp sangat ribet...huhu..

  10. #9
    Kapten
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,777
    Power
    13 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 3 Hrs 58 Mins 42 Secs
    note : pengembangan Water for Fuel.. masih Di Blokade oleh Pemain Minyak..

    so many mafioso..

    klo ni alat di jual belikan.. Pada mampus SPBU Bensin se Indonesia... thats why ni di stop.. begitu jg Bio-ethanol yg gw Jual..

    coen
    0812-182-862-05

  11. #10
    Kapten
    Location
    kolong mobil
    Posts
    2,335
    Power
    23 
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Day 36 Mins 36 Secs
    disini www.water4gas.com dijual lho kl gak salah $200....
    kl emang bener sih gw mau....

 

 
Page 1 of 17 12345 ... LastLast
GT Radial

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. DAILY DRIVEN CRV RE3
    By L_DS in forum Honda
    Replies: 73
    Last Post: 16th September 2013, 00:52
  2. Replies: 1
    Last Post: 14th March 2009, 23:18
Back to top