[SHARE] Memahami dan Memprediksi Karakter dan Warna Suara Speaker - Page 2
Scuto Laminating HD Car Care

25 Mei 2016 - Payment System Terbaru Untuk Bursa Jual Beli telah kami hadirkan.
Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat di http://modifika.si/630917

Page 2 of 6 FirstFirst 123456 LastLast
Results 11 to 20 of 57
  • Thread Tools
  • Short URL:  http://modifika.si/285458
  • Share on facebook
  • Share on twitter
  1. #11
    Jendral
    Location
    Mega Glodok Kemayoran Lt.6 B2/9-10 jakarta pusat
    Posts
    35,046
    Power
    84 
    M-Store Point
    0
    Online
    6 Days 11 Hrs 46 Mins 48 Secs
    kalo menurut neubitol sih

    dari data spec saja ga bisa menentukan karakter speaker nya seperti apa
    karena bisa aja merk A beda tipis spec nya dengan merk B
    tapi kok karakter nya bertolak belakang ?
    design speaker nya sendiri menentukan karakter nya
    seperti surround nya, konus nya, diecast nya, spider nya, koil nya, magnet nya

    jadi yah mau ga mau
    mesti di dengerin kalo mau tau karakter speaker nya
    ga bisa cuma di lihat fisik,
    di ukur spec nya, pakai grafik2 dll gitu

    maap cuma pendapat neubitol

    thanks
    Mega Glodok Kemayoran Lt 6 Blok B2 No.9-10
    Kemayoran / Jakarta Pusat
    Tlp.021 99691521

  2. #12
    Sersan Satu
    Posts
    327
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    1 Wk 2 Days 11 Hrs 39 Mins 1 Sec
    suhu masswork, menurut newbie yang buta audio, smart memang bagi yang mengerti cara lihat data & grafik yang diberikan oleh pabrikan speaker, masalahnya apakah data yang diberikan oleh pabrik 100% benar/sesuai pengukuran terhadap speakernya? terutama speaker kelas yang biasa dan yang kelas menengah ya suhu, kecuali data di speakernya yang hi-end mungkin saja benar ya suhu.. klo datanya hi-end gak bener ya sudah terlalu, heheh...
    nah apakah cara smart ini hanya berlaku untuk pemain hi-end ya suhu? akhirnya yang punya dompet tipis seperti saya, yg gak mampu mainin hi-end mau tak mau kembali pola lama dengerin lagi, cobain lagi, tanya sana sini lagi,dan kadang gonta ganti itu resiko sudah menunggu didepan mata.. sesuai kata suhu masswork banyak makan waktu lagi, nasib nasib. thanks...

  3. #13
    Mayor
    Location
    Jakarta, Bandung
    Posts
    3,641
    Power
    25 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 9 Hrs 1 Min 12 Secs

    Dasar: Frequency Response

    Dasar utama dari semua suara yang terdengar adalah frekuensi response (amplitude response) sistem audio kita. Biasanya terlihat seperti grafik seperti ini:

    Frequency response menceritakan frekuensi fundamental saat di ukur secara "gated".

    Nah frequency response yang tidak rata (+/- 3dB) kemungkinan besar bisa diperbaiki dengan menggunakan EQ maupun acoustic device.

    Pada penggunaan nya, EQ bisa berfungsi ganda, yaitu meratakan frekuensi, atau juga digunakan untuk memberi "bumbu" terhadap frekuensi fundamental.

    Thread ini membahas yang lebih advance yaitu karakter/warna suara bawaan speaker.
    Jadi bukan membahas efek dari EQ.


    PS:
    ini editor modcom kalau nulis bersambung jadi masuk ke satu posting uy.
    Jadinya aneh, ngga bisa nulis serial berjudul...
    So, aga putus2 ya post / jawaban pertanyaan2 nya.

    ----------

    Quote Originally Posted by rco_aps View Post
    wah masih nubie...ga bisa baca grafiknya blaasss...
    sekalian minta penjelasan aja ni om..
    1. yang dimaksut sama fundamental n harmonic tu gimana om???
    2. apakah semua speaker mengeluarkan suara alat music pada frekuensi digrafik tsb?? trus yang membedakan karakter masing2 speaker apa, db-kah??
    3. sekalian om pasangan karakter HU, speaker, power seperti apa yang paling baik ya om???
    Tenang,
    nanti kita bahas cara baca grafik yang mudah dan cespleng.
    Kita baca yang penting2 nya aja.

    Frekuensi fundamental:
    frekuensi utama yang dibunyikan baik oleh alat elektronik, maupun oleh alat musik.
    Misalnya: senar gitar ke-1 berbunyi nada E4 atau frekuensi 330Hz.

    Frekuensi harmonic:
    frekuensi2 lain yang ikut berbunyi ketika suatu benda membunyikan frekuensi fundamental nya.
    Contoh:
    petik senar gitar ke-1, nada E4. Piano kita bunyikan nada E4 juga.
    Suaranya beda toh? Padahal sama2 E4?
    Nah, E4 nya ini nada fundamental nya. 330Hz=frekuensi fundamental nada E4.
    Yang membuat E4 piano vs gitar berbeda adalah frekuensi2 lain yang ikut berbunyi.

    Pada alat elektronika, frekuensi harmonic sering dikenal dengan istilah F2, F3, F4....
    Artinya F2=frekuensi harmonic yang nilainya 2x frekuensi fundamental nya.
    Pada contoh senar gitar 330Hz tadi, F2 = 330x2=660Hz. F3 = 330x3=990Hz.

    ----------

    Quote Originally Posted by NeuSounds View Post
    kalo menurut neubitol sih

    dari data spec saja ga bisa menentukan karakter speaker nya seperti apa
    karena bisa aja merk A beda tipis spec nya dengan merk B
    tapi kok karakter nya bertolak belakang ?
    design speaker nya sendiri menentukan karakter nya
    seperti surround nya, konus nya, diecast nya, spider nya, koil nya, magnet nya

    jadi yah mau ga mau
    mesti di dengerin kalo mau tau karakter speaker nya
    ga bisa cuma di lihat fisik,
    di ukur spec nya, pakai grafik2 dll gitu

    maap cuma pendapat neubitol

    thanks
    Tulll.
    Nanti kita bahas efek dari konus, spider etc itu.
    Itu akan terlihat di pengukuran lain yang sayangnya sering tidak dikasih liat oleh pembuat speakernya hehehe.
    The Beast - Sound Quality Audio Processor
    The Altair - HiFi Speaker

  4. #14
    Honoured Member
    Posts
    4,601
    Power
    47 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Wks 3 Days 3 Hrs 57 Mins 25 Secs
    Mengenai fundamental dan harmonic itu juga yang menghasilkan timbre atau perbedaan bunyi alat musik satu dengan lainnya. CMIIW

  5. #15
    Kolonel
    Location
    Betawi
    Posts
    8,777
    Power
    52 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Wks 1 Day 23 Hrs 51 Mins 32 Secs
    ga semua installer punya alat pengukuran parameter speaker.. hix..
    malah.. HAMPIR SEMUA installer gak punya..

    punyanya paling cuma RTA..

    spek data yg dikasih pabrikan sih kurang bisa dipercaya yah..
    apalagi yg kelas menengah kebawah.
    Mercy W210 Bapuk
    TypeZ paling setia

    Pio DEH5150UB/Ipod+Iphone4s/Crescendo Opus 1/Audible Physics AP2/Pio TSW307D4/RF P400.4/Alpine PDX1000.1 - Sistem murahan

  6. #16
    Honoured Member
    Posts
    4,601
    Power
    47 
    M-Store Point
    0
    Online
    3 Wks 3 Days 3 Hrs 57 Mins 25 Secs
    Masa pada ngga punya alat?! LMS bukannya sdh standard?!

  7. #17
    Mayor
    Location
    Jakarta, Bandung
    Posts
    3,641
    Power
    25 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 9 Hrs 1 Min 12 Secs

    Harmonic Distortion Chart

    Nah,
    Sudah dijelaskan sebelumnya mengenai frekuensi fundamental dan frekuensi harmonic,
    plus penjelasan dari Bro Wendo bahwa frekuensi harmonic ini yang menimbulkan warna suara atau timbre pada instrumen.

    Hal yang sama juga terjadi pada speaker.
    Frekuensi harmonic ini lah yang menyebabkan warna suara speaker yang 1 berbeda dengan yang lain.
    Dan frekuensi harmonic ini muncul karena struktur mekanis speaker seperti yang sudah dijelaskan oleh Bro Neusound. Jadi hampir sebagian besar sifatnya permanen, tidak bisa diubah oleh EQ.

    Mari kita ambil contoh hasil pengukuran frekuensi harmonic, atau istilahnya harmonic distortion:

    Harmonic distortion speaker A.




    Kalau kita lihat pada legend chartnya:
    Garis warna merah ada signal asli, atau frekuensi fundamental.
    Garis warna hijau adalah F2, atau frekuensi harmonic ke-2.
    Garis warna biru adalah F3, atau frekuensi harmonic ke-3.
    Dan seterusnya.

    Cara membaca:

    Misalkan kita ingin melihat distorsi harmonic di frekuensi fundamental 1Khz.
    Kita lihat garis merah (fundamental) 1 Khz, ada di angka -5dB.
    Frekuensi harmonic ke-2 (F2) atau garis hijau ada di angka -50dB.
    Selisih F-F2 = 45dB.

    Artinya pada saat speaker A membunyikan frekuensi 1Khz, maka speaker itu juga akan mengeluarkan frekuensi harmonic ke-2 yaitu 2Khz dengan level suara 45dB lebih pelan dibanding 1Khz nya.

    Jadi kalau kita mendengarkan musik sekeras 90dB pada frekuensi 1Khz, maka akan terdengar frekuensi 2Khz sebesar 45dB yang sebelumnya tidak ada di rekaman. Ini yang menjadikan warna suara/karakter atau distorsi speaker.

    Berikutnya mari kita bandingkan harmonic distortion speaker A diatas dengan speaker lain.
    Kemudian kita coba memprediksi bagaimana perbedaan karakter diantara ke-2 nya.

    ----------

    Quote Originally Posted by hippopotamus View Post
    ga semua installer punya alat pengukuran parameter speaker.. hix..
    malah.. HAMPIR SEMUA installer gak punya..

    punyanya paling cuma RTA..

    spek data yg dikasih pabrikan sih kurang bisa dipercaya yah..
    apalagi yg kelas menengah kebawah.
    Cara paling gampang adalah search di internet
    Akan sangat sulit bagi produsen/tester memanipulasi data hasil pengukuran.

    RTA sifatnya buta terhadap waktu (time blind).
    Dia tidak bisa membedakan sinyal asli, atau sinyal pantulan, atau distorsi.
    Jadi RTA tidak bisa digunakan untuk memprediksi karakter speaker.
    The Beast - Sound Quality Audio Processor
    The Altair - HiFi Speaker

  8. #18
    Letnan Dua
    Location
    SemaRang-SuraBaya
    Posts
    1,243
    Power
    25 
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Wks 3 Days 23 Hrs 36 Mins 12 Secs
    duduk dan menyimak kembali....

  9. #19
    Sersan Satu
    Location
    NDESO
    Posts
    327
    Power
    M-Store Point
    0
    Online
    2 Hrs 21 Mins 48 Secs
    Mantab nih..... Bisa belajar, sekalian ancang2 ganti spk (sekiranya ada yg sudi ngasih subsidi)

  10. #20
    Mayor
    Location
    Jakarta, Bandung
    Posts
    3,641
    Power
    25 
    M-Store Point
    0
    Online
    4 Days 9 Hrs 1 Min 12 Secs

    Harmonic Distortion Chart - Karakter Speaker

    Nah,
    skrg mari kita bandingkan 2 buah speaker.
    Kita pelajari harmonic distortion nya, dan kita prediksi perbandingan suaranya.

    Sebagai data, saya ambil hasil pengukuran dari zaphaudio.
    Speaker A adalah Scanspeak-12M4631G
    Speaker B adalah Vifa-PL11WH09-04.

    Berikut kurva harmonic distortion speaker A:


    Sementara dibawah ini adalah harmonic distortion speaker B:



    Kita akan coba memahami perbedaan karakter speaker ini pada frekuensi midband, yaitu frekuensi fundamental 1-2Khz dimana telinga kita sangat sensitif.
    Mari kita perhatikan tanda panah di kedua kurva tersebut.

    Frekuensi Speaker A Speaker B
    Fundamental 1K -5dB -5dB
    Harmonic 2 - 2K -50dB -55dB
    Harmonic 3 - 3K -70dB -55dB

    Terdapat perbedaan mencolok pada F3 (3K) yaitu selisih 15dB antara speaker A dan B.

    Kemudian kita petakan ini kepada istilah yang ada di-posting bagian terminologi:



    Ternyata frekuensi 3K ini adalah range dimana suara dikenal dengan istilah "edgy", atau mulai tajam.
    Nah, dengan melihat dan membandingkan ke-2 speaker tersebut, kita bisa mengetahui bahwa speaker B memiliki karakter lebih "edgy" dibanding speaker A. Terutama ketika volume/SPL mulai tinggi.

    Gampang toh?

    Yuk, coba sekali lagi.
    Sekarang kita lihat distorsi di frekuensi fundamental 2K.

    Frekuensi Speaker A Speaker B
    Fundamental 2K -5dB -5dB
    Harmonic 2 - 4K -60dB -55dB
    Harmonic 3 - 6K -60dB -55dB

    Dari tabel perbandingan bisa kita lihat bahwa speaker B juga lebih nyaring distorsi nya untuk F1 2K dimana F2-F3 nya atau frekuensi harmonic nya 4-6K lebih keras sebesar 5dB daripada speaker A.

    Petakan kembali frekuensi 4K-6K ini.
    Kita dapat istilah edge dan sibilance.

    Ini berarti karakter speaker B akan lebih menonjol disisi "edgy" dan "sibilance" nya dibanding speaker A.

    Nah, untuk yang mencari karakter2 speaker seperti ini, tentu akan lebih cocok menggunakan speaker B.
    Sementara untuk yang kurang suka suara "edgy", akan lebih cocok menggunakan speaker A.

    Mudah toh?

    ----------

    Kalau kita perhatikan distorsi pada frekuensi bass nya,
    kita bisa lihat bahwa untuk frekuensi fundamental 150Hz,
    F2 speaker A ada pada -45dB.
    F2 speaker B ada pada -55dB.

    F2 frekuensi fundamental 150Hz = 150x2 = 300Hz.
    Pada peta diatas 300Hz sering diistilahkan sebagai full atau muddy/kotor.

    Artinya, jika kita terpaksa menggunakan speaker ini untuk memainkan nada 150Hz, atau kalau menggunakan highpass orde rendah sehingga frekuensi 150Hz masih berbunyi,
    maka speaker A akan bersuara lebih kotor drpd speaker B karena F2 speaker A lebih besar drpd speaker B.

    Sip?
    The Beast - Sound Quality Audio Processor
    The Altair - HiFi Speaker

 

 
Page 2 of 6 FirstFirst 123456 LastLast
MBtech GT Radial

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

Similar Threads

  1. [ASK] Speaker dengan karakter suara yang tebal?
    By RV in forum Diskusi Speaker
    Replies: 19
    Last Post: 24th April 2016, 03:40
  2. warna kabel speaker belakang innova kok sama & suara speaker kecil?
    By christiankirana in forum Diskusi Speaker
    Replies: 2
    Last Post: 24th August 2012, 13:38
  3. warna kabel speaker belakang innova kok sama dan suara speaker kecil?
    By christiankirana in forum Diskusi Instalasi
    Replies: 0
    Last Post: 23rd August 2012, 23:16
  4. [ASK] Karakter suara
    By SpongDonkBob in forum Diskusi Knalpot
    Replies: 3
    Last Post: 22nd January 2011, 21:12
  5. wta : karakter suara...
    By rco_aps in forum Diskusi Speaker
    Replies: 15
    Last Post: 10th June 2009, 01:40
Back to top